When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
MAIN-MAIN


__ADS_3

"Maksud bapak apa?" pertanyaan itu seketika keluar dari mulut Kama


Adrian sempat bingung dengan pertanyaan Kama barusan, namun dia segera menjawab dengan jujur,


"Yaa saya mau menawar kan untuk mengantar kamu pulang. Masa kamu gak ngerti" ucap Adrian


"Bapak sengaja kan..?" kembali Kama bertanya namun kali ini dengan wajah kesal dan suara judes nya.


"Tentu donk, saya memang sengaja ingin mengantar kamu pulang.." dan di jawab lagi dengan jujur oleh Adrian


Belum sempat Kama menanggapi, seketika raut wajah kesal Kama berubah jadi senyuman ke arah Mini dan Reyhan yang berboncengan naik motor melewati tempat Kama dan pak Adrian berdiri.


Mini nyengir-nyengir sambil melambaikan tangan, yang sudah pasti di tujukan nya ke dosen idola nya itu, yang dibalas dengan senyuman balik oleh Adrian dan Kama.


Sedetik kemudian Adrian tertawa kecil melihat perubahan di wajah Kama yang sejak tadi di perhatikan nya.


"Hehehe, wajah kamu lucu. Bisa berubah-ubah dalam waktu cepat" ucap Adrian


Kama tampak diam dan menahan diri. Dia terus melihat sosok Mini dan Reyhan sampai benar-benar hilang dari pandangan. Setelah itu Kama kembali memasang raut wajah kesal seperti semula. Bahkan dia semakin kesal lagi lantaran pak Adrian sempat menertawai nya.


"Bapak main-main ya sama saya! Saya tau apa maksud bapak!" tanpa terbendung lagi akhir nya emosi Kama keluar seiiring dengan kalimat nya. Dia berteriak ke pak Adrian.


Adrian terkejut, tawa kecil nya tadi berubah jadi tegang, akibat ulah Kama. Dia tak menyangka Kama berteriak pada nya di depan umum,


hingga menjadi perhatian beberapa mahasiswa yang sejak tadi ada di sekitar mereka mengobrol. Lantas Adrian menjadi marah,


dia malu karena itu. Seketika Adrian menarik tangan Kama, berjalan cepat membawa Kama pergi menjauh dari tempat itu.

__ADS_1


Dari dalam mobil, Dega, sahabat Adrian melihat kejadian itu dengan versi yang berbeda. Dega berpikir bahwa Adrian lumayan keren, karena berhasil mengusir teman-teman Kama dan memegang tangan Kama mengajak nya pergi.


Emang kalo Don Juan rasa DKI suka gak nyambung, mata burek minus nya gak bisa ngeliat ekspresi Sutra yang lagi marah.


"Nah.., gitu donk Sut. Ternyata lu kagak *****-***** amat yak. Hahaha" ucap Dega sendirian seraya menghidup kan mesin mobil nya berniat untuk pergi


Sementara itu, Adrian masih terus menarik tangan Kama, membawa nya menuju ke areal parkiran dosen yang letak nya terpisah. Langkah lebar Adrian memaksa Kama berlari kecil mengikuti nya. Mereka terus berjalan cepat hingga sampai di balik mobil yang terparkir paling ujung, lalu Adrian melepas tangan Kama.


Kama segera mengatur nafas nya akibat berlari kecil tadi.


"Huh-huh.., bapak kenapa bawa saya kesini?"


Adrian menatap Kama serius, masih dengan perasaan marah dia berkata,


"Kamu dengerin saya baik-baik! Kamu udah buat saya kecewa kali ini. Kamu harus tau Kama, ini kampus, dan saya dosen disini. Bagaimana bisa kamu berteriak pada saya di tempat umum seperti tadi? Dimana harga diri saya sebagai dosen? Apa pandangan mereka pada saya nanti nya?"


Sontak Kama baru menyadari bahwa dia sudah melakukan kesalahan besar. Tanpa sengaja dia telah membentak pak Adrian di depan umum,


"Jujur, saya gak paham kenapa kamu begitu kesal pada saya. Padahal saya hanya bermaksud mengantar kamu pulang, itu juga kalau kamu setuju. Dan satu lagi, waktu kamu berteriak tadi, kamu bilang saya main-main dengan kamu kan? Coba sekarang kamu ingat-ingat dulu, bukan nya kamu yang justru main-main dengan perasaan saya kemarin?" Adrian kembali berucap, pandangan mata nya menatap Kama dalam-dalam.


Walau sedang marah namun dia mampu mengatur emosi dan nada bicara nya. Adrian juga tak lupa meluapkan isi hati nya mengenai masalah kemarin.


Deg...


Jantung Kama berdetak kencang dari biasanya, akibat mendengar kalimat terakhir pak Adrian. Tak satupun kata yang keluar dari mulut Kama. Mata nya terkunci oleh tatapan pak Adrian. Baru kali ini dia melihat wajah tampan pak Adrian berubah dingin,


ada garisan tegas disana,

__ADS_1


menandakan pak Adrian benar-benar marah dan serius dengan setiap kalimat nya, terutama kalimat terakhir nya barusan.


Apa iya aku sudah mempermainkan perasaan pak Adrian..? Tapi kapan..? Dimana..? Kama bertanya-tanya dalam hati.


Tapi bukan Adrian nama nya kalau dia sanggup berlama-lama marah pada Kama. Rasa cinta nya jauh lebih besar dari sekedar kekesalan nya atas sikap Kama tadi.


Apalagi melihat reaksi Kama yang terpaku menatap nya, ia menangkap ada rasa penyesalan dimata Kama.


Namun Adrian juga tidak mau seketika bersikap lembut pada Kama saat ini juga, dia ingin membuat Kama sadar bahwa Kama sudah mempermalukan nya sebagai seorang dosen di depan umum.


Adrian menarik nafas panjang


"Hmuuuuuufffhhhh...., maaf kalau saya menarik kamu seperti tadi. Saya balik duluan ya" ucap Adrian lagi seraya meninggalkan Kama.


Dia takut tidak bisa menahan diri untuk tidak memeluk Kama yang mulai tampak sedih mendengar semua kalimat nya sejak tadi


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Ahaaaiii, segitu cinta nya Sutra pada Kama


Bakalan gimana nya kelanjutan nya???


di next episode 😁


TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)


I Love U 😘


__ADS_2