When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Kama Terpana


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


Selesai makan malam bersama, sekarang giliran Datuk Emran yang memberikan kabar bahagia kepada semua yang hadir.


"Ehem, saye nak bebagi kabar baik sikit. Boleh ke?" ucap Datuk Emran sedikit malu.


"Boleh donk, silahkan Bang" Wayan mempersilahkan.


"Insya Allah tak lame lagi, Kama akan punya adek, Ida dah hamil" senyum lebar tersungging di bibir Datuk Emran, di susul dengan wajah malu-malu Ida Ayu.


"Abah serius?" tanya Kama, di jawab anggukan dan senyuman oleh Ida.


"Wah, hebat Bang! Syukurlah..." saut Wayan.


"Wow, so cool!" Mr.Will mengacungkan jempol ke arah besannya, Datuk Emran.


"Yee, selamat ya Mbak, udah mau panen aja nih" seru Lulu girang.


"Selamat ya Da, semoga sehat terus sampai lahiran" Ajeng menambahkan.


Begitu pula dengan orangtua Lulu, mereka memberi selamat dan langsung memesan kue keberuntungan cina yang ada di menu restorannya untuk merayakan berita bahagia ini.


Sutra hanya terdiam mendengar berita itu. Bukannya ia tidak senang, ia hanya kaget mengetahui mertuanya yang sudah hampir berusia 50 tahun bisa mencetak gol dengan sempurna sampai menciptakan bibit baru.


Ckckck, jangan-jangan Abah ngegas tiap malam semenjak nikah. Duh, gak kebayang gimana enaknya itu. Aaah, bikin iri aja!


"Terima kasih semuanya. Mohon doakan yang terbaik untuk kesihatan Ida dan babynya ya" Datuk Emran merapatkan kedua telapak tangan mengucap terimakasih.


Walau udah tua tapi masih tokcer juga. Apa sih rahasianya? Apa pinggangnya gak sakit goyang sana sini?


Kayaknya aku harus minta resep sama dia. Ah, tapi buat apa ya, kan Kama gak boleh hamil... Kalau pun ada resep aku mau request minta resep bikin istri nurut dengan permintaan suami. Jadi tiap malam boleh minum susu melon sambil nyoblos surat suara, hahaha, indahnyaaa...


Sutra tersenyum riang sembari geleng-geleng kepala dan menatap ke langit-langit ruangan. Ia berdialog dengan dirinya sendiri. Dari tempatnya Kama memperhatikan suaminya itu dengan tatapan curiga.


Ngapain Mas Adrian senyum-senyum gitu? Geleng-geleng kepala lagi! Apa sih yang dia pikirin? Jangan-jangan dia mau niru Abah yang bikin Biang hamil... Ih, gak mau! Aku belum siap punya baby! Awas aja kalau dia berani maksa aku!


Selesai acara dinner, mereka lantas pamit pulang masing-masing. Semua keluarga mengucapkan terimakasih untuk jamuan special dari orangtua Lulu kepada mereka.


Malam ini Ida meminta pada Kama dan Sutra untuk menginap di apartemen yang di sewa oleh suaminya. Ida mengatakan kalau ia rindu tidur dengan Kama.


Sesampai di apartemen, mereka lantas berbenah diri dan mengganti pakaian tidur di kamar tamu.

__ADS_1


"Mas" panggil Kama pada Sutra yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada namun sudah mengenakan celana panjang tidurnya.


"Heum" Sutra menjawab sekenanya. Laki-laki itu baru saja mengusap-usap rambutnya yang basah dengan handuk.


Cakepnya.., eh!


Hampir saja Kama terpana dengan daya tarik suaminya, tapi buru-buru ia tepis.


Siapa yang tidak terpana dengan dada bidang berbulu milik Sutra yang sexi itu. Kama hanya terlalu gengsi mengakuinya.



Sutra lantas berkacak pinggang menatap Kama.


"Kenapa, Babe?" tanyanya.


"Ngapain kamu kayak gitu Mas? Buruan pake bajunya, ntar masuk angin!" seru Kama salah tingkah. Ia memalingkan wajah, menghindar dari pemandangan sexi yang di tunjukkan oleh Sutra.


Hihihi, lucunya. Istriku malu-malu...


Sutra lantas mengenakan kaos polos.


"Udah, aku udah pake baju kok. Liat kesini donk" sautnya.


"Besok pagi aku pergi sama Biang dan Ibu kamu ya, Mas" Kama kembali menatap Sutra.


"Iya, kata Ibu mau pasang KB biar aku gak hamil" jelas Kama dan Sutra hanya mengagguk.


"Tapi bukan berarti kamu bisa anuin aku lagi kayak kemarin ya!" sambung Kama lagi dengan mempertegas akhir kalimatnya.


"Loh, kenapa? Kamu kan istri aku, masa gak boleh? Abah sama Biang kamu aja rajin, makanya Biang hamil lagi" Sutra tersenyum di akhir kalimatnya.


Ah, itu lagi alasannya, nyebelin! Aku jadi gak bisa bantah!


"Tapi masih sakit, tau!" jawab Kama kesal.


"Maaf Babe..., lain kali aku lebih pelan lagi ya..." Sutra merasa bersalah, ia mengusap lengan Kama lembut.


Apa katanya, lain kali? Uuuhhh..., kenapa jadi gini nasibkuuuu???


πŸƒπŸƒπŸƒ


_apartemen Chelsea_


"Papi gak sayang sama aku! Masa kayak gitu aja anak buah papi gak bisa cari taunya!" sentak Chelsea di telepon.

__ADS_1


"Robin anak buah papi udah berusaha tadi Chels, cuma dia bilang betul-betul gak bisa malam ini. Ada sesuatu yang melindunginya sehingga susah mencari informasi tentang dia" jelas Tuan Sakamoto.


Ternyata ayah Chelsea yang warga negara Jepang itu bernama Sakamoto Ryoma. Seorang COO (chief operating officer) atau disebut juga orang nomor dua di perusahaan produsen pembalut terkenal Unicharm.


"Tapi papi janji, besok pagi informasinya sudah mereka dapatkan" sambung Tuan Sakamoto lagi.


Sakamoto? Oh, kok namanya mirip Akamoto 003 ya? Ah, jangan-jangan satu pabrik juga sama pembalut itu. Hahaha. Bukan, ini hanya kebetulan belaka yang membuat hati pembaca tergelitik seumprit. Oke, kita lanjut.


"Yaudahlah, terserah papi!" saut Chelsea masih dengan marahnya.


"Lagipula laki-laki itu siapa sih? Sampai segitunya anak papi nyariin dia, memangnya dia orang special buat kamu?" Tuan Sakamoto jadi penasaran.


"Nanti kalau udah ketemu infonya, Chelsea baru mau kasi tau papi dia siapa" Chelsea berlagak ngambek.


Hatc !


Hampir saja Dega kelepasan bersin, tapi buru-buru di tahan oleh Chelsea. Ia menutup mulut Dega dengan telapak tangan, agar tidak terdengar ke ayahnya.


"Yaudah up to you. Kamu sendirian kan disitu? Kok kayak ada suara orang?" Tuan Sakamoto sedikit curiga.


"Suara siapa sih maksud papi? Suara tv? Ya kan daritadi tv-nya nyala. Chelsea sendirian kok Pi, disini" Chelsea beralasan.


"Yaudah kalau gitu, kamu istirahat ya. Dua minggu lagi kayaknya Papi pulang ke Indonesia. Nanti kita ketemu. Bye" Tuan Sakamoto pun mengakhiri teleponnya.


Chelsea lantas meletakkan ponsel di atas meja, lalu melotot pada Dega.


"Apaan sih kamu?! Pake bersin segala!" sentak Chelsea tanpa melepas tangannya dari mulut Dega.


"Hmmm...ummmppp..." jawab Dega tak jelas. Laki-laki itu berusaha bicara walau mulutnya di tutup, membuat air ludahnya bertaburan di tangan Chelsea.


"Hii, basah-basah gini, jorok banget! Aaarkh, Degaaaaa!" Chelsea berteriak kesal sembari berlari ke westafel mencuci tangannya.


Lah, salah lagi gua. Pan die yang ngajak ngomong pas mulut gua di tutup, ya gua jawablah. Mane gua tau kalau iler gua moncrot ke tangannye, hahaha


Lagian lu tau nye maraaah aje Chels, gua ***** tau rasa lu! Pasti nagih, wkwkwk


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Aduuh, ga kuaaat..


Bulu dada Sutra Adrian Zanyar bikin 🀀🀀


Bokap nya Chelsea kok namanya sepabrik sama sarung Komodo Lang ya? Aneh... πŸ€”πŸ€£


By the way, apa sih rencana Chelsea sebenernya gaes? Jadi penasaran..

__ADS_1


Yuk kepoin di next eps πŸ‘‡


__ADS_2