
--- Kama Pov ---
Seperti nya kampus ku ini cuma di isi dengan mahasiswi yang tergila-gila dengan dosen yang di elu-elukan tampan itu. Setiap ada cewek-cewek berkumpul pasti membahas tentang dia. Dan mau gak mau aku terpaksa hafal semua info tentang nya. Apalagi sudah sebulan ini, hanya itu topik yang selalu Mini ceritakan pada ku.
Aku tidak pernah tau dengan benar bentuk fisik si dosen itu. Bukan karena mata ku yang bermasalah. Tapi setiap kali mata kuliah nya masuk, aku hanya fokus ke materi yang dia bawa, bukan pada bentuk kan nya. Jadi sekalipun bentuk nya jajar genjang, aku juga gak tau.
Hari ini Mini main ke kost-an ku, kebetulan hanya ada 1 mata kuliah tadi pagi, dan ada kuliah ganti jam 3 sore nanti. Jadi dia mutusin untuk nunggu di kost-an ku yang berjarak Sepuluh menit dengan jalan kaki ke kampus. Topik yang Mini ceritakan lagi-lagi seputar pak Adrian, si dosen idola.
Mini bilang tinggi badan nya 180cm. Hidung nya mancung, mata nya sendu namun tajam karena di dukung oleh alis yang agak tinggi dan tersusun rapi. Bola matanya berwarna abu terang, membuat nya special dari siapapun. Kok aku merasa dia kayak bukan manusia ya? Kayak maneukin yang di mal-mal itu, hahaha.
Bentuk wajah nya panjang dengan garisan yang ramah, terutama ketika tersenyum. Dengan aksen brewok yang dicukur bersih membuat nya menjadi lebih sexi dimata cewek-cewek. Aku malah kebayang sequipwerk teman nya spongebob, muka nya juga panjang kan.
Bibir nya sempurna kata Mini, tipis di atas dan sedikit tebal di bawah dengan warna bibir yang cerah. Menandakan dia bukan seorang perokok. Dia sangat pantas jadi model internasional. Apalagi penampilan nya yang selalu rapi di balut kemeja body fit membuat semua cewek wajib melted dengan keberadaan nya. Dan yang paling gemesin, wajahnya baby face, sambung Mini lagi.
Aku mencoba membayangkan sesuai penjelasan Mini, tapi gak terbayang apa pun.
Apa iya ya seperfect itu? Kok gue gak pernah merhatiin. Hiih, si Mini terlalu berlebihan!!
Mcckk, kasihan dia. Menurut ku si dosen idola itu hanya di kagumi ketampanan nya, tidak lebih.
"Min, menurut lo apa kita bisa hidup hanya dengan modal tampang doank?"
"Maksud lo pak Adrian ya, Kam?"
"Heum, ya.."
"Pak Adrian itu sempurna Kam.. semua mahasiswi di kampus kita setuju dengan gue"
ya iyalah, kan kalian semua gila nya sama.
"Bukan cuma wajah nya aja yang tampan, tapi dia beneran baik, Kam. Lo tau kan gimana dia ngajar di kelas kita. Semua materi nya asik dan gak ngebosenin."
"Ya itu karena dia bukan dosen utama, Min. Dia kan masih status mahasiswa magister, jadi dia terbiasa lah dengan lingkungan mahasiswa, karena posisi nya gak jauh beda dengan kita." jelas ku ke Mini
"Gak, bukan itu poin nya Kam." jiaaah dia make-make poin, emang kalo di kumpulin bisa dapet hadiah apa?
"Lo ga ngerti siih. Pak Adrian bener-bener bikin cewek melted tau. Ga ada cacat nya! Dan yang paling bikin greget, dia masih single. Jadi wajar kalo dalam bulan ini aja, udah 3 orang yang nembak dia di kampus." terang Mini
__ADS_1
Woww, kayak power ranger aja tuh cewek-cewek. Beraniiii banget. Hahaha
"Terus di terima? Siapa yang jadi cewek nya?"
"Lo mau tau, gak satu pun yang di terima!"
"Oooh, mungkin yang nembak jelek-jelek kali ya, bukan selera nya dia."
"Terus selera nya siapa? Elo?? Hahaha" Mini memancing selera makan ku untuk menelan nya hidup-hidup
"Menurut lo..?" aku melirik nya kesal
"Ga mungkin! Hahaha"
"Gaa lucu!"
"Becanda Kaam, diih, sensi banget sih lo. Hahaha" Mini menertawai ku
"Nih liat ni di hp gue.." Mini lalu menyodorkan ponsel nya
"Siapa nih? Cantik banget. Kayak karakter komik gitu ya wajah nya" aku terpana melihat foto di ponsel Mini
"Terus apa hubungannya sama gue?" kok Mini nyodorin tuh foto ke aku?
"Hih, bukan sama lo lah, tapi pak Adrian! Dia baru-baru ini nembak pak Adrian."
"Ooohh"
"Dan dia di tolak" sambung Mini lagi
"Hmm, mungkin dia sakit kali, Min.." aku berasumsi asal
"MAKSUD LO??"
"Ya ituu, homo atau gay semacam nya lah.."
"What??! Ngaco lo Kam!" Mini seketika kesal
__ADS_1
"Hahaha, santai Min, segitu marah nya lo" aku berhasil balik mentertawai Mini yang ga terima idola nya di katain homo
"Gak mungkin Kam, gue udah denger jawaban nya ke Chelsea"
"Oh ya? Kok lo tau? Gilaaa, nyewa intel dimana lo bisa tau semua nya? Haha" aku takjub dengan sinyal radar Mini soal idola nya
"Namanya juga ngefans, ya harus tau laaah. pak Adrian itu udah ngalahin aktor drakor, tauuu"
"Ya..yaa..yaaa, serah lo deh"
"Jadi alasan nya pak Adrian nolak si Chelsea, itu karena dia ngaku kalo dia udah jatuh hati sama cewek lain, cuma waktu nya belum tepat buat dia nyatain perasaan. Gitu katanyaaaa"
"Oh ya, bagus donk. Itu artinya sebentar lagi idola lo bakalan pacaran, dan gue yakin lo pasti nangis-nangis patah hati, ya kan.. Hihihi" aku menggoda Mini lagi dengan kalimat ku
"Iih, ga gitu juga kali! Gue rela kok asal pak Adrian happy, gue pasti juga happy."
"Kecualiii....."
"Apa?" aku penasaran
"Dia jadian nya sama lo! Pasti lo siksa dia lahir batin!" Mini menyambung kalimat nya dan melirik judes ke arah ku
"Apa sih?! kok jadi gue. Hiii, amit-amit!" aku jadi merasa aneh dan salah tingkah, bisa-bisa nya Mini ngomong gitu
"Ya kan lo kayak nya alergi banget gitu sama dia, Kam. Padahal dia gak punya salah apa-apa sama lo"
"Udah ah, males gue bahas itu lagi!" aku mencoba menghentikan pembahasan tentang pak Adrian.
Seandainya saja Mini tau tentang penyakit PTSD-ku mungkin dia gak akan curiga dan bertanya seperti itu padaku.
πππ
Wooww, setampan itu kah pak Adrian asli nyaaa??? Atau Mini cuma melebih-lebih kan...
TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI ππ
KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT π€
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)