
Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat π€π
happy reading..
.
.
Ida mengetuk kamar Wayan, mengajak Kama masuk, menenangkan diri menjauh dari obrolan serius diantara Datuk Emran dan Sutra. Didalam kamar Kama berjumpa dengan Lulu dan Baby Jason.
"Hei, Kama.. I miss you.." Lulu langsung memeluk Kama dengan wajah bahagianya.
"Tante gak nyangka bisa nyusulin kalian kesini. Your Dad's so cool, he's got a private jet!" Lulu lantas menyatakan kekagumannya pada Datuk Emran tapi Kama tak perduli. Gadis itu terus memikirkan segala kemungkinan dari obrolan ayahnya dengan pacarnya saat ini.
Ha, Lulu dicuekin. Awalnya pengen ngegosip soal kekayaan Datuk Emran tapi batal karena tidak ada satupun yang menanggapi.
"Biang, apa yang akan dibicarakan Abah dengan Mas Adrian ya..?" Kama sudah tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya.
"Udah, Kama tenang aja.. Abah itu baik, tidak seperti yang kamu pikirkan" Ida mencoba menenangkan anak gadisnya.
"Tapi Abah gak setuju dengan hubungan kami. Abah gak bisa memahami Kama. Ini bukan sekedar pacaran Biang, Kama berani bersumpah! Bukan hanya cinta tolak ukurnya! Tapi jauh lebih besar dari itu" jelas Kama. Ia ingin ibunya paham kalau apa yang sedang ia alami bukan hanya bicara soal cinta.
"Kama betul-betul gak bisa merasakan apapun, kecuali tentang isi hati Biang dan Mas Adrian. Dan semua ini sudah pernah Kama konsultasikan ke psikolog. Jadi Kama bukan berasumsi sendiri. Biang bisa tanya ke tante Lulu, karena psikolog yang Kama temui waktu itu temannya tante Lulu" Kama melihat ke Lulu, akhirnya Kama sadar akan keberadaan Lulu juga.
"Oh.., yang waktu kita ketemu Felicia itu ya.." jawab Lulu sembari duduk di tepi ranjang. Untungnya Lulu sudah terbiasa dengan sikap cuek Kama.
Kama mengangguk.
"Bener yang Kama bilang Kak. Lulu sendiri yang antar Kama konsul ke teman dekat Lulu, kebetulan dia psikolog top dikalangan artis. Influencer juga.." jelas Lulu ke Ida.
__ADS_1
"Felicia juga sudah jelaskan ke Wayan di telepon waktu itu.." suara Wayan terdengar, pria beranak satu itu baru saja masuk ke dalam kamar membawa satu kantungan plastik berisi breast pad, pesanan istrinya.
"Kok kamu tau, Honey? Kan waktu itu aku sama Kama alasannya pergi shopping" Lulu jadi bingung. Bagaimana bisa suaminya tau kalau mereka menemui Felicia.
"Alasan yang gak masuk diakal. Kama paling gak suka diajak shopping, Sayang. Jadi aku langsung curiga" jawaban Wayan membuat Kama tersenyum.
Ternyata aji masih paham betul dengan sifat Kama.
"Wayan langsung telepon Felicia sehari setelah Kama konsultasi. Dia cerita semuanya. Memang benar, penyakit psikis Kama susah diterima dengan akal sehat, tapi itu yang terjadi dengannya Kak.. Dan Wayan tau betul, keanehan Kama sudah terjadi sejak dia SD. Kama sering sembunyi dan menangis tanpa sebab. Ia juga susah berkomunikasi dengan orang lain kecuali keluarga. Disekolahnya tidak seorangpun yang bisa jadi temannya, bahkan teman sebangkunya sekalipun. Walau mereka semua coba bersahabat, tapi Kama tidak menerima. Ia tetap cuek dan tidak perduli. Hanya bicara sekedarnya saja" Wayan menjelaskan keadaan yang sebenarnya terjadi. Keadaan yang luput dari perhatian Ida karena ia terlalu sibuk dengan kesedihannya sendiri selama bertahun-tahun.
Airmata Ida kembali menetes, penyesalannya tidak pernah habis. Ia merasa gagal menjadi seorang ibu hingga perkembangan anak satu-satunya pun tidak ia ketahui.
"Hiks..., kenapa Wayan tak beritahu Kakak dari dulu?" Kama segera menghapus airmata ibunya. Dadanya terasa sesak. Kesedihan dan penyesalan yang Ida rasakan juga menjalar dihatinya.
"Biang jangan nangis.. Udah, cukup! Dada Kama sesak. Kama gak menyalahkan Biang sama sekali. Kama ikhlas menerima semuanya. Kama sayang sama Biang, terlalu sayang sampai Kama gak mau ganggu hidup Biang yang sudah begitu sedih karena keadaan.." sekarang giliran airmata Kama yang menetes.
Anak dan ibu itupun lantas berpelukan. Meluruhkan semua kesedihan, hancur, dan penyesalan mereka lewat airmata.
"Sayaang.." protes Wayan pelan pada Lulu
"Ingus kamu nempel di kemeja aku.." jemari Lulu dengan cepat mencubit perut Wayan. Ia malu dengan ucapan suaminya.
"Aaaww..!" pekik Wayan kesakitan.
"Berisik banget deh, Honey! Kayak gak pernah aku ingusin aja sebelumnya!" omel Lulu pada Wayan. Seketika suasana yang semula haru jadi tawa berkat kelakuan pasangan suami istri anak satu itu.
πππ
"Aiman.." Datuk Emran memanggil orang kepercayaannya. Laki-laki yang selalu senantiasa menggunakan kemeja berwarna hitam. Entah gak ganti baju berbulan-bulan atau buta warna tuh orang. Yang jelas dia cuma punya baju warna hitam, gak ada yang lain.
__ADS_1
"Ya, Datuk.." saut Aiman yang sejak awal selalu stand by dengan jarak enam enam meter dari bosnya.
"Ai bagi yu waktu one hour, pi cari tau latar belakang budak ni dan family nye" perintah Datuk Emran sembari menunjuk ke arah Sutra.
"Sutra Adrian Zanyar anak dari Mr.William Zanyar, pemilik PT. Zanyar DesignInc Architect, Datuk" jawab Aiman kemudian.
"Aiman, please don't be stupid! Ai nak tau semuanye, tanpa terkecuali! Jom, kerjakan! Ai bagi yu waktu one hour! Remember, only one hour!" Datuk Emran membentak Aiman kali ini.
Setelah kepergian Aiman, Datuk Emran beralih menatap Sutra lekat-lekat.
"Macemane yu bisa cinta dengan anak gadis ai?" tanya Datuk Emran kemudian.
"Sa-saya tertarik dengan Kama sejak awal bertemu, Datuk" sedikit gagap Sutra menjawab.
"Dimane?" Datuk Emran merasa harus tau tentang ini.
"Di bandara. Saya pertama kali bertemu dengan Kama di bandara terminal tiga Soeta. Setelah itu beberapa hari kemudian saya baru tau kalau Kama adalah salah satu mahasiswi saya dikelas" Sutra menjelaskan hal yang sesungguhnya terjadi.
"Lalu?"
"Semula saya tidak berpikir untuk mendekatinya, karena Kama terlalu cuek. Dia hanya fokus belajar setiap hari. Bahkan bergaulpun tidak. Namun takdir selalu mempertemukan kami berkali-kali tanpa disengaja. Hingga saya pernah hampir menabrak Kama-" ucapan Sutra terpotong.
"Ape? Yu nak tabrak anak ai?!" Datuk Emran berdiri ia mendekati Sutra dan mencengkram kerah bajunya. Emosi pria paruh baya itu seketika naik saat tau Sutra hampir membuat Kama celaka.
πππ
Mulai fight ini kayaknya Abah dengan Sutra
Wohooo, yuk kepoin terus gaes
__ADS_1
Jangan lupa mampir dijudul aku yang satunya ya.., true story π