When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season - Sakomoto Death Lock


__ADS_3

Eh eh guys pencet LIKE dan VOTE-nya dulu donks, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—


sarang buruuuung, eh sarangheyo 😘😘


-


-


Tokyo - Jepang


Tok tok tok !


Sekretaris Tuan Sakamoto baru saja masuk dalam ruangan.


"Tuan, kemarin sore saat anda sedang rapat, ada sambungan telepon dari Malaysia mencari, Tuan," ucap sekretaris itu. Mereka bicara dalam bahasa Jepang.


"Malaysia? Siapa?" Tuan Sakamoto bertanya balik.


"Namanya Datuk Emran Ibrahim,Tuan," jawab sekretaris itu.


"Siapa dia? Apa mungkin investor baru? Atau siapa?" Tuan Sakamoto mengerutkan dahi saat mendengar nama Datuk Emran.


"Saya sudah cek profilenya, Tuan. Dia adalah pengusaha real estate di Malaysia." Sekretaris Tuan Sakamoto lantas menunjukkan layar ipad yang ia genggam. Tampak profile Datuk Emran di sana.


"Lantas apa urusannya mencariku?" tanya Tuan Sakamoto seraya membaca layar ipad. Ia bingung, sebab tidak ada hubungannya bisnis real estate dengan perusahaannya.


"Lewat sekretatisnya, mengatakan kalau beliau ingin membicarakan bisnis, Tuan. Mereka juga mengirimkan sebuah file dalam bentuk video lewat email . Katanya itu adalah kado perkenalan darinya," tambah sekretaris Sakamoto.


"Oh ya, mana coba tunjukkan padaku emailnya." Tuan Sakamoto kembali menyerahkan ipad pada sekretarisnya agar ia bisa membukakan email yang di kirim Datuk Emran.


"Ini Tuan, silahkan." Sekretaris menunjukkan email tersebut dan langsung di klik oleh Tuan Sakamoto. Sebuah video terbuka.


Hanya dalam hitungan lima detik, Tuan Sakamoto bangkit dari kursinya dengan kasar lalu membanting meja.


Brak !


"Kurang ajar!" teriaknya dengan wajah penuh amarah.


Sekertaris itu berjingkat, terkejut dengan reaksi bosnya.


"Ma-maaf, Tuan. A-ada apa?" tanya sekretaris gagap. Ia takut dengan kemarahan tiba-tiba dari Tuan Sakamoto.


"Hubungi orang itu sekarang jugaaa!" perintah Tuan Sakamoto seraya berteriak.

__ADS_1


Buru-buru sekretarisnya itu keluar dan melaksanakan perintah bosnya. Menghubungi nomor telepon masuk dari Malaysia yang kemarin menghubungi mereka.


Dalam sepuluh menit, line telepon sudah tersambung ke meja Datuk Emran di Malaysia.


"Hallo, Mister ...," sapa Datuk Emran di ujung telepon. Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Katakan siapa kau sebenarnya? Bagaimana kau bisa mendapatkan video itu? Apa maksudmu?" Tuan Sakamoto langsung memburu lawan bicaranya dengan pertanyaan dengan suara yang keras.


"Hei, Mister, tenang dulu. Jangan terburu-buru. Ayo kita mulai dengan berkenalan lebih dulu," ajak Datuk Emran dengan suara yang sangat tenang. The king of real estate itu sudah menduga kalau reaksi musuhnya akan begitu.


"Brengsek, kau mau mengajakku bermain-main?! Kau berhadapan dengan orang yang salah!" umpat Tuan Sakamoto.


"Bukankah sebaliknya? Kau yang mengajakku bermain-main, Tuan," jawab Datuk Emran.


"Cih, jangan bermimpi kau! Aku tidak punya waktu untuk bermain-main denganmu! Aku bahkan tidak mengenalmu! Sekarang katakan, bagaimana kau bisa mendapatkan video itu? Pasti kau telah mengeditnya kan? Aku tidak akan percaya dengan semudah itu! Dasar bodoh! Kau ingin memerasku?" Tuan Sakamoto mengira kalau Datuk Emran ingin memerasnya lewat video yang ia kirimkan.


"Hahaha ..." Tawa lepas terdengar dari ujung telepon.


"Ya, kau benar, Tuan. Aku mengeditnya dengan sangat halus hingga wajah anakmu yang cantik itu terlihat jelas di sana. Dia begitu pintar menggoda teman laki-lakinya," ucap Datuk Emran dengan senyum smirk.


Ternyata video yang di kirimkan oleh Datuk Emran adalah video yang berisi adegan satu malam, yang di bintangi oleh Chelsea dan Dega. Pantas kalau Tuan Sakamoto langsung mendidih begitu melihatnya. Wajahnya seperti tercoreng dengan kapur semut, eh maksudnya tercoreng arang.


"Tutup mulutmu, brengsek! Kau cari mati ya?! Dengar ucapanku baik-baik, aku akan menghabisimu dalam waktu 2x24 jam, camkan itu!!" ancam Tuan Sakamoto geram seraya menutup telepon. Emosinya sudah memenuhi kepala. Ia berpikir akan menghubungi temannya yang seorang mafia dan meminta untuk menyerang Datuk Emran.


"Hallo, Kak ...," saut Tuan Sakamoto di telepon. Mereka bicara dalam bahasa Jepang.


"Sakamoto, katakan, kau ingin kubunuh atau keluar dari nama keluarga?!" tanya Tuan Yamamoto tegas dan serius.


"A-apa apaan ini, Kak?" tanya Tuan Sakamoto bingung dan terkejut.


"Kau mencari musuh yang salah, bodoh! Untung aku tidak sedang berada di sana. Kalau tidak sudah habis kau kupukuli, Sakamoto! Aku malu punya adik sepertimu!" maki Tuan Yamamoto.


Ah, betapa sialnya aku hari ini. Baru saja aku berurusan dengan manusia brengsek dari Malaysia itu, sekarang malah di tambah dengan makian Kak Yama. Ada apa ini sebenarnya???


"Aku tidak mengerti, Kak. Ada apa ini sebenarnya?" tanya Tuan Sakamoto.


"Suruh anakmu berhenti berurusan dengan pria beristri itu! Dan minta dia segera kembali ke Jakarta! Stop mengganggu keluarga rekan bisnisku!" perintah Tuan Yamamoto.


"Siapa rekan bisnismu, Kak?" Tuan Sakamoto penasaran.


"Datuk Emran Ibrahim! Dia rekan bisnisku di Sony cabang Malaysia. Gara-gara ulah anakmu, aku hampir rugi triliunan, bodoh!" Tuan Yamamoto berteriak.


"A-apa???" Tuan Sakamoto tergagap. Matanya hampir melompat keluar sanking terkejut mendengar nama Emran Ibrahim. Orang yang baru beberapa menit yang lalu bicara dengannya di telepon.

__ADS_1


"Sudahlah Sakamoto, aku muak bicara panjang lebar denganmu! Kebodohanmu itu selalu bikin aku naik darah! Selesaikan urusan ini segera! Jika masih kudengar kabar buruk tentang anakmu, aku sendiri yang akan membunuhmu! Ingat itu!" ancam Tuan Yamamoto lalu memutus sambungan teleponnya. Membuat Tuan Sakamoto bergetar dalam ketakutan.


Tuan Yamamoto tidak pernah main-main dengan kalimatnya. Seorang pebisnis besar mampu mengorbankan siapapun demi mencapai kejayaan. Itu prinsipnya. Jadi siapapun yang mencoba menggoyang bisnisnya, dia akan menyingkirkan orang itu.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Sutra tampak sedang mendekap erat Kama yang tertidur nyenyak di atas dadanya. Ia beberapa kali mencium puncak kepala istrinya itu. Bersyukur dengan pertemuan mereka yang telah membuatnya panik semalaman.


Tadi itu terakhir kalinya kita berpisah, Babe, aku janji! Bahkan mandi pun kamu bakal aku temenin ...


Perpisahan yang sudah ketiga kalinya di antara Kama dan Sutra, membuat Sutra jadi protektif terhadap Kama. Hingga ia berpikir akan menemani Kama di manapun dan kapanpun, termasuk saat sedang mandi.


Eh, apa-apaan itu? Mandi pun harus di temenin? Itu protektif atau terlampau aktif? Oh, Tuhan, Sutra, kamu kelewat romantis seperti teletubies yang mempunyai jargon, "berpelukaaaaan". Tidak bisa lepas satu sama lain. Maunya nempel terus.


Ntar yang ada bukan sekedar nemenin tapi nyabunin sekalian, hahaha. Buat yang paham gimana enaknya sabunan bareng suami istri, pasti tak terkatakan. Karena yang halal nikmatnya berkali-kali lipat.


Tiba-tiba ponsel Sutra bergetar, ada pesan masuk dari temannya, Bry. Orang yang telah membantunya mencari Kama.


-Bryllian-


Gimana, Bro? Pasti lo udah hepi, kan?


Nah, kalau gitu ntar sore gue suru anak buah gue jemput lo kesana. Kita makan malam bersama di tempat gue. Gak ada penolakan, karena besok gue udah balik ke Korea. Oke, bro? See u.


Sutra tersenyum membaca pesan dari Bry. Temannya itu memang sangat baik.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Chelsea baru saja menerima telepon dari seseorang. Tubuhnya bergetar, napasnya naik turun, dan matanya nanar.


"Lu kenape, Chels? Sape yang barusan nelepon?" Dega yang heran melihat reaksi kekasih hatinya, langsung khawatir.


Namun Chelsea tak menjawab. Ketakutan menyelimuti benaknya. Kakinya sampai lemas dan serasa tak berpijak lagi. Seketika Chelsea ambruk ke lantai.


"Chels ...," teriak Dega. Ia segera menangkap tubuh Chelsea sebelum terbanting di lantai.


"Chels, lu kenape? Chels, please, jangan bikin gua takut!" ucap Dega lagi panik.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


What?? Chelsea kenapa guys?


Ada apa dengan dia??

__ADS_1


__ADS_2