
--- Sutra Pov ---
Akhir nya dia mau juga menemani ku makan saat ini. Gak bisa di bayang kan bagaimana bahagia nya aku bisa makan malam hanya berdua dengan nya, walau cuma dengan KFC.
Aku teringat saat dia merangkul ku sejak dari parkiran hingga menuju unit kamar. Beberapa mata memperhatikan kami. Mungkin mereka mengira kami adalah pasangan kekasih, atau pasangan suami istri. Hahaha.. Khayalan ku terlalu tinggi ya.
Sambil makan ku lihat dia terus saja berfikir. Mungkin dia merasa was-was karena kami hanya berdua disini.
"Kamu gak usah kawatir, saya gak akan apa-apain kamu kok. Enakin aja makan nya, jangan mikir terus gitu" aku mencoba membuat nya tenang
Seketika aku melihat nya tersenyum sambil menyuapkan makanan ke mulut. Aku yakin dia pasti merasa lega mendengar ucapan ku barusan.
"Saya suka liat kamu senyum" aku terpesona dengan senyuman nya. Ini kedua kali nya aku melihat nya tersenyum
"Maaf ya, saya jadi nyusahin kamu malam ini" aku kembali berucap
"Iya, gak papa, pak"
Rasanya aku ingin sekali menghentikan waktu dan terus menikmati kebersamaan dengan Kama. Si rambut keriting yang memikat! Oh ya Allah.. kayak nya aku sudah mulai gila karena nya.
Dari yang ku lihat, dia makan sangat lahap dan menghabiskan semua makanan. Kelaperan kayak nya.
"Saya udah selesai makan, pak. Saya pamit pulang ya" ucapan nya membuat ku sadar kalau waktu terus berjalan.
Aku melirik ke arah jam dinding
"Eh, udah jam 10 malam. Kamu yakin mau pulang?" aku kawatir membiarkan nya pulang jam segini
"Ya, pak. saya bisa naik taksi!" dia menekan intonasinya, bangkit dari sofa, dan menggigit bibir, seperti waktu itu. Kayak nya dia sedang kesal. Tapi kenapa ya? Apa aku salah ngomong?
"Kamu marah ya sama saya?"
"Gak. Tapi saya mau pulang pak!"
"Itu saya liat kamu gigit bibir, artinya kamu marah kan? Seperti waktu itu.." aku benar-benar gak paham, sebenarnya dia marah atau tidak sih.
Dia menghela napas kasar, melirik ku dengan pandangan yang tidak enak dan kemudian melangkah menuju pintu.
Spontan aku menarik tangan nya. Aku tidak bisa membiarkan nya pulang sendirian selarut ini, kawatir terjadi apa-apa dengan nya.
"Lepaaass!! Bapak mau apa?!" dia sedikit berteriak sambil menghempas kan tangan ku. Kayaknya dia sudah salah paham.
__ADS_1
"Kamu jangan pergi, saya ga bisa-" ucapan ku terputus
"Bapak jangan macam-macam ya! Saya jago taekwondo! Saya bisa bikin tangan bapak patah!!"
Aku menggelengkan kepala. Aku terkejut melihat reaksi nya sampai seperti itu. Pasti dia sedang berpikir buruk tentang ku.
Lagipula sebenernya aku juga sudah sabuk hitam di taekwondo, tapi buat dia aku bakalan pasrah, serah deh mau di apain aku rela.
"Kamu boleh patahkan tangan saya. tapi kamu denger dulu omongan saya"
"Apa?!"
"Saya gak bisa biarin kamu pulang sendiri selarut ini, terlalu bahaya. Apalagi kamu bilang kamu gak tau jalan kan. Dan saya juga belum pulih benar untuk bisa nganterin kamu pulang"
"Terus? Maksud bapak saya harus bermalam disini?"
"Cuma itu pilihan nya"
"Gak! saya ga mungkin tidur satu kamar sama bapak. Pokoknya saya mau pulang!" kayak nya dia panik, kawatir aku berbuat yang tidak-tidak, maka nya dia bersikeras ingin pulang.
Dia melangkah cepat menuju pintu keluar. Sungguh keras kepala si Maria Marcedes ini! Gak boleh di biarkan! Aku berlari mendahului nya dan berdiri menghadang pintu.
"Bapak nantangin saya!" dia langsung memukuli ku dengan gak karuan. Menarik baju ku, mencakar ku, menonjok perut ku, menendang kaki ku, sampai menjambak-jambak rambut ku. Aku seperti habis di perkosa kayak nya.
Tapi aku sanggup kok menahan nya, daripada harus membiarkan nya pulang selarut ini! Tidak seberapa sakit nya di banding aku kawatir mikirin dia, seperti mau mati saja.
"Aaah..!! bapak udah gila ya!" dia mendorong ku kesal dan berhenti melakukan tindakan brutal tadi
Ya ampuun.. Aku setengah mati menahankan sakit hingga terbatuk-batuk. Mungkin karena kondisi ku belum fit. Tenaga nya lumayan juga. Kemeja ku robek, dengan beberapa kancing yang lepas. Badan ku jadi sakit semua. Rambut ku tampak berjatuhan di lantai. Tapi seingat ku itu bukan gaya taekwondo, itu lebih mirip gaya serabutan!
Ini pertama kali nya aku di pukuli orang, cewek pula.
"Uhuuk..uhuuk.. Saya janji gak akan macam-macam sama kamu. Saya bisa tidur di sofa, kamu di ranjang"
"Uhuuk..uhuuk.. Besok pagi setelah solat subuh saya langsung antar kamu pulang, pliiiis..., uhuuk..uhuuk.." aku terbatuk-batuk kesakitan
"........" gak ada jawaban dari nya, semoga dia gak memukuli ku lagi.
Ternyata dia membantu ku berjalan hingga ke ranjang. Mungkin dia gak tega melihat ku sudah setengah mati menahan sakit akibat aksi nya tadi.
"Maaf.. Maafin saya, pak. Biar saya aja yang tidur di sofa"
__ADS_1
Tapi aku masih kawatir kalau dia tiba-tiba kabur,
"Kamu ga akan kabur kan? Uhuuk..uhuuk.. Saya ga kuat kalo harus mengejar kamu lagi"
Dia menggeleng dan,
"Saya ambilin minum ya, pak"
Aku tersenyum lega, akhir nya dia mau menurut walau harus membuat ku babak belur lebih dulu.
πππ
---- Kama Pov ---
Selesai makan, kulirik jam dinding yang ada di atas tv nya, ternyata sudah jam 10 malam, aku segera pamit untuk pulang. Tapi jawaban nya membuat ku terkejut, dia seolah berharap aku mau tidur dengan nya.
Aku panik dan bergegas menuju pintu keluar, namun dia menahan ku, dia menarik tangan ku agar aku tidak keluar.
Aku jadi makin panik. Sontak aku menghempaskan tangan nya dan berteriak. Bahkan aku mengaku jago taekwondo dan bisa mematah kan tangan nya!
Tapi dia gak menyerah, dia masih saja tetap menahan ku agar tidak pulang. Katanya, dia kawatir membiarkan ku pulang selarut ini, bahaya. Tapi aku tidak percaya begitu saja. Aku tetap dengan pendirian ku.
Lantas aku kembali menuju pintu keluar, tapi dia berlari lebih cepat dan menghadang ku di pintu. Aku benar-benar kesal dan langsung memukuli nya dengan brutal. Ntah aksi apa itu, yang jelas aku harus membuat nya babak belur. Namun dia hanya diam saja menahan semua pukulan ku.
"Aaah..! Bapak udah gila ya?!" aku mendorongnya kesal
Tubuh nya nampak lemas setelah ku pukuli tadi. Dia sampai terbatuk-batuk menahan sakit. Kemejanya juga robek, kancing nya sampai putus beberapa. Ya ampuun.. kok aku bisa kesetanan gitu ya..? Apa jangan-jangan dia serius kawatir pada ku? Tapi malah ku pukuli.. Aaah, kacau.
"Uhuuk..uhuuk.. Saya janji gak akan macam-macam sama kamu. saya bisa tidur di sofa, kamu di ranjang"
"Uhuuk..uhuuk.. Besok pagi setelah solat subuh saya langsung antar kamu pulang, pliiiis..., uhuuk..uhuuk.."
Aku sungguh malu dengan kelakuan ku sendiri. Begitu bodoh nya aku bisa salah paham sampai sejauh ini, bahkan memukuli nya pula. Tapi dia masih tetap baik pada ku. Ya Tuhaaan, maafkan akuuuu.
πππ
TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI ππ
KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT π€
JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)
__ADS_1