When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
PULAU KUBURAN


__ADS_3

Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat πŸ€—πŸ™


happy reading..


--- Sutra Pov ---


"Hah? Hahaha, adik ini ada-ada saja. Pulau ini tidak berpenghuni dik. Tempat ini dijadikan makam bagi masyarakat Pulau Tidung Besar" jelas bapak yang tampak mengawasi Pulau Tidung Kecil.


Apa? Jadi ini pulau kuburan..?


"Oh, maaf pak, saya tidak tau, hehehe.. Terimakasih ya pak infonya.., permisi.."


"Sama-sama dik.., silahkan.."


Aku lantas mendekati Kama dan segera mengajaknya kembali ke ujung jembatan yang satunya.


Bisa gawat kalau dia minta tinggal di pulau kuburan ini setelah kami menikah nanti! Hiii, aneh-aneh saja seleranya!


"Udah yuk, balik.. Saya udah laper.." sautku beralasan.


"Oh, oke"


Aku mempercepat langkahku dari sebelumnya.


Yang benar saja kekasihku ini, kok bisa dia suka dengan kesunyian pulau kuburan itu. Memang sih pemandangannya indah, tapi aura ditempat itu senyap, sepi tanpa ada kebahagiaan sama sekali.


"Kok buru-buru sih mas?" tanya Kama heran


"Ah iya, tiba-tiba perut saya laper banget!" aku kembali beralasan.


"Padahal saya suka suasana di Pulau Tidung Kecil itu" Kama mengimbangi langkah cepatku


Tuh kan.., dia mulai lagi membahas tempat itu! Ya Allah, dia ini paket komplit keanehan kayaknya!


"Ya next time kita kesitu lagi.. Ini perut saya benaran gak bisa kompromi, cacingnya udah goyang dumang dalam perut"


"Apa? Goyang dumang? Apa itu?"


"Hehe, lagu dangdut.., masa kamu gak tau.."


"Memang enggak. Saya taunya lagu kebangsaan dan lagu daerah. Itu juga karena dipelajari waktu SMP.."


"Loh, jadi kamu gak punya lagu favorit donk ya.." Kama tersenyum tapi dia tidak mau melihat ke arahku. Daritadi terus seperti itu, kayaknya dia memang benci melihat wajahku.


"Lagu favorit, penyanyi favorit, artis favorit, film favorit, dan semacamnya, saya gak punya sama sekali"


Wah, dia bukan cuma aneh, tapi langka! Persis hewan komodo.


"Terus kamu sukanya apa? Hobi gitu?" aku makin penasaran padanya


"Belajar dan baca.."


"Oh, gitu.. Kamu suka baca apa? Novel ya.."


Hobinya bagus banget, kalem. Gak kayak aslinya, ngegas!


"Bukan, saya suka baca buku pelajaran dan baca koran"

__ADS_1


Pantas dia gak cocok usia 16, hobi nya baca koran sih. Dia ini mestinya kategori cupu ya? Tapi cupu didalam, menggoda diluar, aaah, imajinasiku mulai kemana-mana!


"Pantesan kamu pinter.." pujiku dan dia kembali tersenyum


Aku dan Kama terus ngobrol ringan menyusuri Jembatan Cinta. Dan tak terasa, eh terasa banget sih sebenarnya, 800 meter panjang jembatan dikalikan dua pulang-pergi, bohong kalau tak terasa. Untungnya Kama kategori cewek tangguh, ia tampak santai walau menempuh perjalanan sejauh itu dengan berjalan kaki. Pantas saja badannya proporsional, apalagi kaki jenjangnya itu, sexi!


Waduh, mulai lagi otakku! Tahan Sut.., tahaan! Segala kaki Kama doank udah bikin lo gak fokus. Aah, susah memang kalo sudah tergila-gila. Mungkin nanti sekedar melihat tahi lalat Kama pun bisa buat aku menggelora. Parah!


Kami berdua akhirnya sampai di ujung Jembatan Cinta dibagian Pulau Tidung Besar.


"Kita langsung ke warung bapak yang tadi aja ya.., saya sekalian mau solat dzuhur disana.." Kama mengangguk setuju.


Kama memesan makanan sementara aku ijin untuk menumpang solat pada pemilik warung.


"Eh, ntar dulu.. Mas mau pesan apa?" tanya Kama


"Samain aja dengan kamu.." jawabku singkat. Kalau menurut Kama enak udah pasti enaklah buatku. Toh dia juga selalu cocok dengan fast food yang beberapa kali kupesankan untuknya. Berarti selera kami sama.


Sepuluh menit berlalu aku selesai solat dzuhur dan kembali ke meja tempat Kama duduk menunggu.


"Maaf ya, lama.." ucapku pada Kama


"Gak kok.. Oh ya, itu tadi ponselnya bunyi mas, ada banyak pesan whatsapp kayaknya" saut Kama sambil menunjuk ke ponsel yang sengaja kutinggal diatas meja warung.


Langsung saja kuraih ponselku dan mengecek notifikasi wa. Ada beberapa pesan yang masuk dari ibu, ayah, dan Chelesea.


Ha, Chelsea! Mau apalagi dia?


Kubaca pesan ibu dan ayah lebih dulu.


- Ibu -


Ingat jadwal flight kamu!


- Ayah -


Have fun, boy


Enjoy your date


Aku tertawa kecil membaca pesan yang bertolak belakang dari ibu dan ayah. Ibu selalu kawatir, sementara ayah begitu santai. Pantas mereka berjodoh, saling melengkapi kekurangan masing-masing .


Kemudian aku beralih membaca pesan dari Chelsea.


- Chelsea -


Hai, Adrian, kamu lagi dimana?


Aku di Jakarta nih, kita ketemuan yuk..


Oh iya, aku lupa kirim foto wefie kita yang diapartemenku kemarin, nih..


(image.0091-my love)


Aku terkejut melihat foto yang dikirimkan Chelsea. Foto yang diambilnya tanpa ijin ketika aku baru selesai muntah waktu di apartemennya kemarin. Buru-buru foto itu ku hapus, bisa gawat kalau Kama sampai lihat. Untung kami duduk berhadapan, jadi dia tidak bisa melihat apa yang terjadi dilayar ponselku.


Dasar Chelsea gila! Pake ngirim foto segala!

__ADS_1


Tak berapa lama minuman kami sampai. Kama memesan es kelapa bulat untuk kami berdua.


Tuh kan, apa kubilang.., kami pasti satu selera


Selanjutnya kakak pelayan itupun kembali mengantar makanan, yakni dua porsi sup.


Loh? Ini sup? Isinya cuma bihun, sawi dan sedikit irisan bakso ikan. Makanan apa yang dipesan Kama ini? Oh, m**ungkin masi ada pesanan yang belum datang..


"Kok gak dimakan mas?" Kama mengaduk-aduk sup miliknya yang sudah ditambahinya dengan sambal cabe.


"Gak papa, saya sekalian nunggu makanan yang lain datang"


"Makanan apa? Saya cuma pesan ini kok!" Kama mulai menyuapkan sup bihun itu kemulut nya.


Apa? Jadi cuma ini makanan yang dipesan Kama? Ya ampun, aku pikir ini lauk sayurnya aja. Nasinya gak ada, ikannya juga gak ada. Mana kenyang aku makan siang begini doank! Mending tadi dia pesan nasi goreng daripada beginian! Hmuuuuffttt...


Memangnya dia gak laper apa habis jalan satu setengah kilo lebih?!


Aku lantas berniat memanggil pelayan untuk memesan makanan lagi.


"Mas mau ngapain?" tanya Kama


"Nambah pesanan.."


"Gak suka ya sama pilihan saya?"


"Oh, suka kok.. Suka banget malah, ini mau nambah satu lagi sup bihunnya"


"Yaudah biar saya pesenin.."


Haduuh, apa sih yang kubilang barusan? Masa aku harus makan sup bihun dua porsi???


Mau tidak mau dengan terpaksa kumakan sup bihun yang ada dihadapan ku sekarang. Dan setelah habis satu porsi, datanglah porsi yang kedua yang juga harus kutelan didepan Kama seolah aku sangat menikmatinya.


"Ternyata mas suka makan bihun ya?" tanya Kama yang melihatku makan mangkuk kedua


"Iya.., pas banget dengan pilihan kamu ya.." aku pura-pura tersenyum menikmati


"Padahal menurut saya rasanya gak enak, tapi mas sampai nambah seporsi lagi"


Aisshh.., rasanya mau aku muntahin sup bihun ini! Kenapa dia gak bilang dari awal kalo dia juga gak sukaaaaa????


Aku berhenti mengunyah saat itu juga, sebelum mangkuk kedua ini habis.


"Loh, kok gak diabisin?" tanya Kama yang terus memperhatikanku


"Aduuh, kenyang banget, udah full perutnya" aku mengelus perutku didepan Kama dan diapun tersenyum.


Ternyata memang benar kalimat yang mengatakan 'senyummu mengalihkan duniaku'. Buktinya aku sampai bisa menelan makanan yang tidak enak sama sekali hanya untuk mendapatkan sebuah senyuman dari Kama.


Oh, Kamaaaa... I'm totally in love with you!


"Hei, Kama..." tiba-tiba suara itu muncul lagi dari belakang Kama.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Wohoo, siapa tuh yang manggil Kama?

__ADS_1


Gangguin orang pacaran aja nih!


Yuk kepoin di next episode nya..


__ADS_2