When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Kama Tega


__ADS_3

Eh eh guys pencet LIKE dan VOTE-nya dulu donks, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—


sarang buruuuung, eh sarangheyo 😘😘


-


-


Selesai makan malam dan solat isya, Kama dan Sutra sedang berbincang di kamar lantai dua resort. Di atas ranjang besar yang baru sekali ini mereka tiduri.



Ah, mohon maaf guys. Berhubung tidak ada foto suasana kamar saat malam. Jadi anggap saja sudah berganti malam ya.


"Aku kepikiran banget, Mas. Kira-kira apa ya yang di lakukan Abah ke ayahnya Chelsea," ucap Kama yang baru saja naik ke atas ranjang. Ia merebahkan dirinya di samping Sutra. Kama mengenakan sweater lengan panjang dan celana panjang.


"Sabar, Babe. Besok setelah sampai di KL kita tanya langsung ke Abah. Jangan menduga-duga, nanti jatuhnya jadi su'udzon ataupun buruk sangka," jawab Sutra. Laki-laki itu memandang penampilan istrinya.


"Tapi, Babe, kamu apa gak gerah tidur pake baju lengkap gitu. Pemanas ruangannya kan udah aku nyalain." Ternyata penampilan Kama sangat tidak cocok dengan suhu ruangan kamarnya saat ini.


Huh, aku sengaja, Mas. Biar kamu gak minta yang macem-macem!


"Enggak, aku gak apa-apa kok. Nyaman tidur kayak gini." Kama beralasan. Ia lantas memiringkan badan lalu mengapit guling dengan kakinya. Bersiap untuk tidur.


Hah? Apa iya tidur dengan pakaian begitu jadi nyaman? Ada-ada aja kamu, Babe.


"Yaudah, sini." Sutra menepuk dada kirinya. Meminta Kama tidur dalam dekapannya dan Kama pun menurut.


Setelah lima belas menit memejamkan mata, Kama tampak gelisah. Rasa gerah mulai menyelimutinya. Ia berpindah dari dekapan Sutra ke atas bantal, namun tak kunjung menemukan kenyamanan. Sebab sumber masalah ada pada pakaiannya yang serba tertutup. Ruangan yang hangat semakin menambah rasa gerah di tubuhnya.


Sutra yang sejak tadi mengintip hanya diam dan berpura-pura tidur, walau sesekali tersenyum melihat kelakuan istrinya.


Hihihi, tuh kan apa ku bilang. Pasti sekarang kamu berasa gerah kan, Babe.


Akhirnya beberapa menit kemudian Kama menyerah. Ia memutuskan untuk melepas sweater dan menyisakan tanktop tipis sebagai penutup tubuhnya. Ia juga mengganti celana jeans panjang yang ia kenakan dengan celana panjang tidur.

__ADS_1


Selesai berganti pakaian, pelan-pelan Kama kembali naik ke atas ranjang lalu masuk ke dalam selimut. Ia merebahkan diri dengan berbaring miring membelakangi Sutra. Semenit kemudian Sutra yang berpura-pura tidur tadi mulai mendekat. Laki-laki itu melingkarkan tangannya ke pinggang Kama, mendekapnya dari belakang.


"Good night, Babe ...," bisiknya pelan di belakang telinga Kama. Napas Sutra menyapu lembut bagian itu.


Seeerrrrr !


Bulu kuduk Kama merinding. Ada perasaan lain yang tergelitik.


"Ka-kamu belum tidur, Mas?" tanyanya tergagap.


"Udah, tapi ke bangun lantaran kamu gelisah tadi. Bener kan dugaan aku, kamu berasa gerah pake baju yang tadi," ucap Sutra lagi-lagi dari belakang telinga Kama.


Seeerrrrr !


Hiiih, Mas Adriaaaaaan! Mancing-mancing banget deh kayaknya!!!!!


"Mas, munduran dikit deh. Aku mau balik badan." Kama berusaha agar posisi Sutra tak lagi ada di belakangnya sebab ia mulai tak bisa menahan perasaan yang muncul setiap kali suaminya itu bicara dari belakang telinga maupun tengkuk lehernya.


Kama memiliki bagian sensitif di sana. Semakin lama Sutra berada di belakangnya, ia malah semakin gelisah, sebab napas Sutra tak henti menyapu bagian-bagian sensitif itu.


"Mas ...," panggil Kama. Sutra tak bergeming.


Kok diem? Mas Adrian sengaja banget iih!


"Maaaass," panggil Kama lagi dengan suara yang lebih kencang.


"Astaghfirullohaladziiim ..., iya Babe. Kaget aku!" Sutra akhirnya melepas pelukan dan bergeser mundur dari Kama. Wajahnya tampak bingung.


Kama seketika berbalik menghadap Sutra.


"Kamu ngapain sih, Mas, niup-niup leher aku?" Kama yang sudah di kuasai perasaan aneh langsung bertanya.


"Apa? Enggak ah, aku gak ada niup-niup kok, Babe. Usil banget aku kayak gitu," jawab Sutra jujur. Ia memang tidak melakukan hal itu pada Kama. Hanya saja napasnya yang deras membuat Kama seolah seperti di tiup dari belakang.


Ooh, aku tau nih. Pasti kamu lagi pengen ya Babe. Sampe berasa aku tiup gitu. Hehehe. Jujur aja kenapa sih. Aku siap kapanpun kok, Babe ...

__ADS_1


Cup !


Seketika Sutra lantas mendaratkan kecupan hangatnya di bibir Kama. Melihat reaksi Kama atas sentuhan dari bibirnya. Dan ternyata Kama memejamkan mata, seolah menunggu adegan berikutnya.


Hm, okelah, hayuk kita lanjutkan ke adegan selanjutnya, Babe ... I like it!


Memang kalau pengantin baru itu harus rajin-rajin macul ya. Biar cepat panen kayak Datuk Emran dan Ida Ayu yang sebentar lagi akan punya anak kedua. Sekarang jejak kelakuan itu ingin di praktekkan oleh Sutra dan Kama saat ini. Oh ya, beserta Komodo Lang dan Kerang Simping.


Walau pasangan kekasih dua alam itu sempat di cekal dan tak di setujui hubungannya di dunia penulisan. Namun rasa cinta kasih mereka tak bisa lagi di lepaskan. Mereka sudah di takdirkan berjodoh. Saling masuk dan di masuki satu sama lain. Tempat, ukuran, dan bentuknya sudah menemukan yang tepat masing-masing, meski awalnya menemui kesulitan. Tanpa Komodo Lang, Kerang simping lengang dan hampa, begitupun sebaliknya. Tanpa Kerang Simping, Komodo Lang tak terikat dan terkepit. Hanya Kerang Simping yang sanggup memeluk dan mendekapnya erat hingga muncrat, eh maksudnya hingga menemukan puncak kebahagiaan.


"Maass, kok jadi gini?" Tiba-tiba Kama melepas kecupan dan membuat jarak di antara mereka. Jari jemari Sutra yang semula berkelana mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah ke samudra. Eh, maaf, kok jadi nyanyi ninja hatori. Hehehe. Jari jemari Sutra itu terpaksa ikut berhenti lantaran terkejut.


"Loh, kenapa, Babe? Bukannya tadi kamu mau?" tanya Sutra polos.


"Iiih, apaan sih?! Udah ah, ayuk bobo! Besok kita kan harus naik pesawat pagi, nanti telat bangun," omel Kama. Memang aneh perempuan rambut keriting satu ini. Tadi dia yang buka peluang seolah minta di satronin, eh giliran seperempat jalan dia cut. Itu sama aja nyeri tapi tak berdarah namanya.


Ada tuh iklannya, 'nyeri otot pinggang, Mas, minum oskadon SP.' Seandainya oskadon SP juga bisa menghilangkan rasa nyeri di otot Komodo Lang, mungkin Sutra akan minta Aiman mencarinya di warung seluruh kota itu. Sungguh terlalu si Kama ini.


"Yaaah, nanggung, Babe ... Lagi pula besokkan kita naik pesawat pribadi, jadi gak apa-apa kalo telat dikit. Ayolah, Babe, pleaseeee ...," rengek Sutra dengan wajah yang tak karuan.


"Gak ah. Aku ngantuk, Mas." Kama tetap menolak.


"Hiks, teganya kamu, Babe ... Aku sudah gak karuan ini ..." Sutra masih terus merengek.


"Yaudah kalo gitu kamu wudhu, Mas. Sekalian solat malam. Pasti bisa bikin kamu tenang," jawab Kama enteng sembari memejamkan mata untuk tidur.


Huwaaaaaaa ... kebangetan kamu, Babe ... Besok aku tunjukin dalilnya gimana kalo nolak ajakan suami, biar kamu paham dan gak bisa giniin aku lagi. Liat aja ntar!


Sutra pun beranjak ke kamar mandi.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Hahaha 🀣🀣


Mohon maaf guys, Kama memang gitu. Tega dan sadis sejak lahir. Apalagi dia masih anak kecil dan juga belum paham betul tentang semua aturan agama. Jadi Sutra harus extra sabar menghadapinya.

__ADS_1


Yuk kita kepoin next eps nya πŸ‘‡


__ADS_2