When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
SHE IS SPECIAL


__ADS_3

Jam menujukkan pukul 6 sore ketika akhirnya Kama dan Adrian sampai dirumah Aji Wayan, komplek perumahan elit di Jakarta Utara. Aji Wayan dan istri nya


tinggal di sebuah rumah dengan tipe paling kecil di perumahan itu.


Rumah berkonsep minimalis 2 lantai dengan nuansa cream, abu dan hitam.


Dari luar terlihat beberapa tanaman yang tersusun rapi di teralis besi pagar dan balkon lantai 2 nya, membuat suasana rumah terlihat asri walau hanya memiliki sedikit sekali pekarangan.


Aji dan istrinya, LuLu, menyambut kedatangan Kama dengan senang,


mereka sampai menunggu di depan pagar rumah nya.


Tak berapa lama tampak mobil sedan kuning berjalan pelan lalu berhenti tepat di depan rumah mereka. Sosok yang sudah ditunggu-tunggu pun keluar dari mobil.


"Kamaaa, akhirnya kamu sampe, senang aji bisa ketemu kamu sekarang" ucap Aji Wayan ketika melihat Kama turun dari mobil


Kama langsung memeluk aji sambil ngedumel,


"Aji udah lupa pulang ke Bali!"


Sedetik kemudian, Kama beralih memeluk Lulu,


"Apa kabar tante Lulu?"


"I am fine, thank you Kama. Kami udah nungguin kamu sejak tadi" Lulu memeluk Kama dengan hangat


Sebelum menikah dengan aji Wayan, tante Lulu sempat tinggal di Canada 4 tahun untuk menyelesaikan kuliah nya.


Maka nya jangan heran jika mendengar tante Lulu berbicara separuh English separuh Bahasa, lidah nya sudah kepelintut waktu disana.


Sementara itu dari dalam mobil Adrian sempat melihat momen pelukan itu skaligus memastikan bahwa Kama sudah benar-benar bertemu dengan om dan tante nya.


Lantas Adrian membunyikan klakson dan tersenyum dari balik stir mobil, pertanda dia pamit dan segera pergi dari situ.


Aji Wayan memperhatikan betul mobil sedan kuning yang barusan mengantar Kama, seraya berjalan masuk ke dalam rumah, dia bertanya,


"Kamaa, apa betul itu tadi taksi onlen?"


"Ah, y-ya betul, aji" Kama berusaha menjawab pertanyaan aji sedatar mungkin


"Apa iya? Setau aji itu mobil mewah, Kama. BMW seri 8, dengan warna khusus pula. Apa mungkin jadi taksi onlen?" aji makin penasaran,


dia curiga dengan pengakuan Kama, baru kali ini dia melihat ada taksi onlen dengan mobil mewah begitu.


"Mungkin. Itu buktinya" Kama kembali menjawab datar


Aji mengerut kan dahi, dia masih tak percaya dengan pengakuan Kama dan berusaha mengorek lebih dalam lagi


"Kalo gitu, tarif nya berapa tadi?"


Tante Lulu, menangkap ketidak mauan Kama menjelaskan siapa yang mengantar nya tadi. Dia lantas segera menghentikan ke kepoan suami nya.


"Honeeey, enough! She is tired. She need rest" kalimat tante Lulu seketika membuat aji lemah, dan mengalah untuk tidak menanyai Kama lagi


"Hmmmuuuuh, tante, rumah nya nyaman bangeeet" Kama menarik nafas panjang, menghempaskan badan nya ke atas sofa ruang tamu.


Kama sudah hafal sifat aji yang kepo sampai seperti itu, tapi dia memilih untuk tidak perduli dan menikmati kenyamanan yang ada di dalam rumah om & tante nya itu



"Are you sure? It's too small. Aji kamu gak mau tinggal di rumah orang tua tante yang jauh lebi besar" tante Lulu mulai menjelaskan perkara aji yang tak mau tinggal bersama mertua nya, walau masih di komplek yang sama.


Sesungguhnya aji Wayan itu menikahi anak konglomerat di Jakarta, namun aji tidak mau hidup berlebihan,


dia tetap memilih untuk hidup sederhana seperti sebelum nya.


"Seriuus tante, sofa nya aj nyaman banget" Kama menjawab jujur

__ADS_1


"No, no, no. Follow me, i have prepared your room. Kita ke atas" ajak tante Lulu pada Kama.


Memang benar ada nya, sejak tau Kama kuliah di UI, aji dan istri nya sudah menyiap kan satu kamar di rumah nya untuk di tempati oleh Kama.


Dengan malas Kama bangkit dari sofa dan mengikuti langkah tante Lulu,


mereka menaiki tangga menuju lantai atas. Ada sedikit ruang penghubung antara satu jalur tangga dengan jalur tangga berikutnya, ruang itu di tata cantik dengan beberapa foto Aji dan tante Lulu yang tersusun rapi serta beberapa pot tanaman yang menjadi hiasan nya.



Setelah semua anak tangga terlewati, mereka sampai di lantai dua rumah. Tante Lulu berjalan menuju ke ruangan sebelah kanan, dan membuka pintu nya.


Tampak sebuah kamar yang cantik dengan perpaduan warna yang santai namun terlihat elegant, ditambah lampu tidur simple yang senada dengan dinding membawa kesan hangat ruangan.



"Ok, Kama. This is your room, do you like it?" tante Lulu mengajak Kama masuk ke kamar itu


"Woww, bagus banget tante. Simple, aku pasti suka lah. Makasi ya" Kama yang senang dengan kamar nya segera merebahkan badan nya diatas kasur yang terasa begitu nyaman dan hangat


"You're welcome" jawab tante Lulu tersenyum seraya meninggalkan Kama untuk beristirahat


πŸƒπŸƒπŸƒ


Sutra kembali terjebak macet sejak keluar dari kawasan perumahan elit paman Kama. Semesti nya jarak dari situ ke rumah nya hanya sekitar 25 kilo,


namun karena lalu lintas yang penuh, membutuhkan waktu satu jam untuk nya sampai kerumah


Sutra juga sudah mengirimkan pesan, dan lokasi ke ibu nya, sebelum ibu nya kawatir dan menelfon nya berkali-kali nanti.


Satu jam kemudian, akhir nya Sutra sampai di rumah orangtua nya di kawasan elit Menteng, Jakarta Pusat.


Rumah dengan konsep sederhana, namun tetap terlihat mewah dengan garasi yang langsung menuju ke basemant. Tampak juga halaman depan yang tidak begitu luas namun cukup asri dengan rerumputan yang terawat rapi dan beberapa tanaman hijau.



Kepulangan Sutra kali ini disambut dengan sedikit marah dari Quiny, adik Sutra. Pasalnya sudah 2 minggu Sutra tak pulang ke Jakarta, padahal biasanya mereka selalu menghabiskan weekend bersama.


"Assalammualaikum" ucap Sutra masuk ke dalam rumah setelah memarkirkan mobil nya di basemant


"Walaikumsalam. Anak ibu baru sampe, macet ya? Jam berapa tadi kamu berangkatnya?" ibu Sutra menyambut kedatangan anak nya, menerima salam cium tangan Sutra lalu memeluk nya.


"Ayah dimana, bu? Quin?"


"Ayah dikamar, baru selesai magrib. Kalo quiin, ngumpet di kamar nya, dia ngambek sama kamu" ibu tersenyum menjelaskan kelakuan Quin, adik Sutra


"Yaudah, sekarang kamu cuci tangan dulu. Trus panggilin ayah dan bujuk Quin keluar. Ibu mau siapin makan malam kita" sambung ibu lagi


"Siaaaap, ratuuu.."


Selesai mencuci tangan, Sutra beranjak ke kamar ayah nya, dia mengetuk pintu dan membuka pintu kamar,


"Assalammualaikum ayah"


Tampak seorang laki-laki berusia 50-an, dengan rambut dan brewok yang memutih, bola mata abu pekat dengan sorot yang hangat namun tegas,


dan tentu nya senyum yang selalu charming, khas keluarga Zanyar. Mirip sekali seperti aktor George Clooney, dia adalah William Zanyar.


"Eh, hi boy. Walaikumsalam. Baru dateng kamu" Sutra segera datang memeluk ayah nya, dan di sambut ayah dengan tangan lebar.


Sejak Sutra kecil hubungan nya dengan ayah nya sangat akrab, terlihat seperti sahabat, bukan hanya sebagai ayah dan anak.


"Ayah sehat kan?" kemudian Sutra bertanya kabar ayah seraya melepas pelukan


"Alhamdulillah, ayah sehat. But..." ayah menatap Sutra dengan serius


Oh ya, berhubung ayah Sutra adalah bule Swedia tulen, jadi dia masih banyak bicara dengan bahasa asing. Dan kebetulan bahasa asing yang mudah di pahami adalah Inggris.

__ADS_1


"There is something. I can see in your eyes! Is that true?"


(Ada sesuatu. Aku bisa melihat di matamu. Benar kan?) begitu dekat nya hubungan Sutra dengan ayah nya sampai beliau bisa menebak ada sesuatu yang terjadi dengan Sutra belakangan ini.


Seketika Sutra seperti di tembak tepat sasaran oleh pertanyaan ayah nya, namun dia berusaha untuk mengelak,


"Hahaha, no, ayah. Nothing happens"


"Are you sure? Hei boy, i know you" ayah Sutra kembali bertanya dan meyakinkan bahwa dia sangat mengenal betul bagaimana anak nya


"Kamu gak mungkin lupa pulang beberapa minggu kalau tidak terjadi apa-apa" sambung ayah lagi dengan sedikit tertawa


"Hehehe, ok ayah. Ayah benar. Kayak nya Sutra sedang jatuh cinta, but, not really sure.., entah lah ayah, i don't know. This is first time" akhirnya Sutra menyerah,


dia mengaku pada ayah nya bahwa memang benar ada sesuatu yang terjadi pada nya belakangan ini,


semua itu di sebabkan oleh seorang mahasiswi keriting yang selalu mengganggu pikiran nya, Kama Leandra Rahayu, seorang yang mengingat kan nya pada Maria Marcedes, namun gak sedikit pun goyah melihat ketampanan nya.


"It's ok boy, this is normal. Ayah senang mendengar nya, artinya kamu sudah dewasa sekarang. So, tell me, she is pretty?"


(Gak papa nak, itu normal. Ayah senang mendengar nya, artinya kamu sudah dewasa sekarang. Jadi ceritakan padaku, apakah dia cantik?)


Sutra sedikit berpikir menjawab pertanyaan ayah, menurut nya Kama bukan kategori cantik, tapi dia menarik, bahkan sangat menarik.


"Hmm, not really, ayah. But, she is special, fantastic. Aah, udah lah ayah, ibu nungguin kita di bawah untuk makan malam. Sutra juga mau ketemu Quiny, ibu bilang dia ngambek" Sutra menyudahi pembahasan tentang Kama, dia tidak mau


ayah nya berpikir lebih jauh soal hubungan nya dengan Kama, sementara kenyataan nya hanya dia yang punya perasaan lebih.


Ayah yang menyadari sikap Sutra yang mengelak hanya bisa tertawa,


"Hahaha..., ok..ok.."


Setelah beranjak dari kamar ayah, Sutra segera menuju ke kamar adik nya, Quiny. Terlihat ada papan yang bertuliskan Quiny's Room tergantung di depan pintu nya. Lantas Sutra pun mengetok pintu lebih dulu,


Tok..Tok..Tok..


"Hei, Quiny. It's me Adrian, i'm home" ucap Sutra seraya berusaha membuka pintu, namun terkunci dari dalam.


Ya, benar, hanya Quiny yang memanggil nya dengan sebutan Adrian sejak dia lulus SD, pasal nya Quiny bilang nama Sutra itu aneh, itu jenis kain, bukan nama orang, jelas nya


"I don't care!" jawab Quiny berteriak dari dalam kamar nya


"Pleaseee, my princess. Open the door. I miss u so" bujuk Sutra lagi.


Dia paham betul sifat adik nya yang keras namun sangat manja itu.


"Are you sure?" jawab Quiny seraya membuka pintu kamar nya.


Tampak wajah cantik Quiny keluar dari kamar. Gadis berusia 16 tahun dengan mata besar nya yang berwarna abu,


berhidung mancung, dan warna rambut yang pirang mengikuti pigmen kulit nya yang putih, seperti ibu nya.


Adrian melihat Quiny dengan gemas, ingin sekali dia mencubit Quiny lantaran kelewat manja, namun jika itu di lakukan nya, Quiny bisa ngambek dan mengunci pintu sampai pagi


"Off course! I really miss u, princess"


"Ok, kalo gitu gendong ke bawah!" perintah Quiny pada Sutra.


Dan mau tidak mau Adrian terpaksa menggendong Quiny turun ke bawah untuk makan malam bersama


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)

__ADS_1


__ADS_2