
Drrrt..
Drrrrtt...
(Dosen Freak calling)
Ponsel Kama berdering, muncul kontak pak Adrian di layar nya. Kama lantas segera mengangkat.
"Hallo, Kama.., saya di depan kost kamu" ucap pak Adrian
"Oh, iya pak" jawab Kama seraya menutup sambungan telfon nya.
Kama segera melangkah keluar kamar. Ia berjalan menuju pintu pagar rumah kost nya dan melihat mobil sedan kuning pak Adrian di sana. Kemudian Kama mendekati mobil itu.
Adrian lantas keluar dari mobil nya, dengan baju dan celana yang sedikit basah.
"Loh, bapak kenapa?" tanya Kama yang bingung melihat penampilan Adrian
"Maaf ya saya telat satu jam dari janji" jawab Adrian dengan wajah yang sedikit lesu. Ia malu bertemu Kama dengan penampilan yang berantakan seperti saat ini.
Ada sebab kenapa Adrian datang dengan penampilan yang berantakan begitu. Ketika ia mengantar Chelsea tadi,
ia memapah Chelsea hingga sampai di depan kamar apartemen Chelsea. Saat Chelsea hendak masuk ke dalam,
tiba-tiba Chelsea muntah dan mengenai kemeja dan sedikit celana Adrian di bagian resleting. Chelsea lantas memberikan Adrian handuk basah untuk membersihkan pakaian Adrian, namun hasil nya malah lebih buruk. Noda basah di kemeja dan celana Adrian terlihat makin besar hingga membuat nya seperti orang yang habis mengompol.
Chelsea berulang kali minta maaf ke Adrian. Dia mengaku stres,
__ADS_1
sedang banyak pikiran hingga mual dan tiba-tiba muntah. Chelsea juga sempat menawarkan mencuci pakaian Adrian di laundry kilat,
namun Adrian segera menolak. Adrian harus memburu waktu untuk menemui Kama sesuai dengan janji nya, walau kenyataan nya sudah pasti ia telat.
"Gak papa pak.." jawab Kama
Adrian tampak mengecek jam tangan nya, kemudian wajah nya mulai gelisah.
"Bapak kenapa? Kayak nya gelisah.." tanya Kama kemudian
"Mm, saya belum solat ashar, tapi pakaian saya udah kotor begini. Saya mau pulang, tapi saya juga ada janji sama kamu" jawab Adrian
"Yaudah bapak pulang aja sekarang, urusan dengan saya kan bisa besok-besok" ucap Kama memberi saran
"Gak bisa. Saya mau ngomong penting ke kamu, lagipula ini sudah jam macet, kalau saya pulang tetap gak keburu. Waktu ashar tinggal setengah jam lagi soal nya" jawab Adrian lagi menjelas kan
mungkin Kama bisa meminjam kaos dan sarung milik mas Deko sebentar untuk pak Adrian. Setau Kama, laki-laki muslim bisa solat menggunakan sarung.
"Bapak tunggu di sini sebentar ya.." ucap Kama seraya masuk ke dalam kost meninggal kan Adrian
Enam menit kemudian Kama kembali dengan membawa sebuah sarung kotak-kotak dan kaos warna kuning. Kama lantas menyerah kan semua itu ke Adrian.
"Nih.., bapak bisa pake ini? Barusan saya pinjem sama yang jagain kost"
"Bapak solat di situ aja, di post jaga mas Deko, dia juga sering solat di situ kok" ucap Kama seraya menunjuk kan post jaga yang ada di sudut pagar kost nya.
Adrian menerima pemberian Kama dengan takjub. Dia tak menyangka Kama begitu perduli dengan nya sampai mencari pinjaman kaos dan sarung untuk di pakai.
__ADS_1
Kama memang sungguh special, biasanya dia selalu datar bahkan ketus namun sesaat bisa menjadi manis seperti di monas waktu itu, dan bisa juga begitu perhatian seperti sekarang ini. Cewek yang benar-benar tidak bisa di tebak.., pikir Adrian
"Kamar mandi nya di situ pak" ucap Kama lagi memberitahu letak kamar mandi
Dengan hati bahagia Adrian segera beranjak masuk ke dlm area kost Kama, ia menuju ke kamar mandi untuk berganti baju dan melapis celana nya dengan sarung,
skaligus berwudhu. Selesai wudhu Adrian melangkah ke post jaga. Tampak sajadah yang terbentang di situ dan ia segera melaksanakan solat ashar.
Delapan menit kemudian Adrian telah selesai dengan solat nya. Masih di dalam pos jaga, Adrian membuka dan melipat sarung yang baru saja di gunakan nya. Kini giliran ia membuka kaos kuning tadi, dengan bertelanjang dada Adrian melipat kaos kuning itu dan menyatukan nya dengan sarung.
Tiba-tiba Kama muncul di ambang pintu, ia melihat Adrian bertelanjang dada hanya menggunakan celana panjang nya. Tampak tubuh atletis Adrian dengan bentuk yang sempurna. Perut nya rata tanpa gumpalan lemak. Ada bulu-bulu halus di bagian tengah dada nya. Membuat nya terlihat begitu sexi dan menggairah kan oleh pandangan wanita dewasa.
"Ah, maaf pak.." ucap Kama seraya berbalik membelakangi Adrian.
Deg
Seketika jantung Kama berdetak kencang dan wajah nya terasa panas. Ada yang tidak beres dengan nya. Kama jadi merasa malu dan canggung, tanpa sengaja ia melihat pak Adrian yang sedang bertelanjang dada.
πππ
TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI ππ
KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT π€
JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)
I Love U π
__ADS_1