When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Ketemu berempat


__ADS_3

Jangan lupa bantuan LIKE dan VOTE-nya ya guys, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—


sarang buruuuung, eh sarangheyo 😘😘


-


-


Pagi menjelang. Selesai solat subuh bersama Sutra, Kama langsung bersiap dengan rencananya. Perempuan rambut keriting itu sudah memikirkan matang-matang apa yang akan dia lakukan. Kama bahkan tidak memberi tau secara detail pada Sutra. Ia hanya meminta Sutra bersikap seolah masih amnesia. Begitu pula dengan Dega. Tidak ada yang boleh tau kalau Sutra sudah sembuh.


Tak lupa Kama menelepon ayahnya, menceritakan rencana yang akan ia lakukan pada Chelsea. Sebab Kama yakin betul kalau ayahnya sudah tau keberadaan Chelsea di kota yang sama dengan mereka.


"Abah jangan khawatir, insya Allah Kama bisa mengatasinya," ucap Kama di telepon setelah ia selesai menceritakan maksudnya.


"Abah tak nak lah anak perempuan Abah ade ape-ape, tak percaye Abah," saut Datuk Emran. Pria paruh baya itu khawatir mendengar rencana Kama.


"Kan ada Bang Aiman, Azfar, dan dua bodyguard Abah di sini. Masa masih gak percaya. Lagipula Kama kenal betul siapa Chelsea. Dia gak akan berhenti sebelum benar-benar ngeliat Mas Adrian gak punya perasaan apapun sama dia." Kama menjelaskan lebih jauh.


Memang benar sifat keras kepala Chelsea harus di hancurkan dengan kenyataan di depan mata. Pasalnya selama ini Chelsea belum pernah melihat langsung kemesraan Sutra dengan Kama. Makanya ia tetap berharap yang lebih pada Sutra.


"Tapi janji, Kama tak boleh lepas komunikasi dengan Aiman, oke?" pinta Datuk Emran pada akhirnya.


"Oke, Abah." Kama tersenyum.


"Salam buat Biang dan calon adik Kama. Assalammualaikum." Kama pun mengakhiri teleponnya.


Ceklek !


Sutra baru saja keluar dari kamar mandi. Ia sudah berpakaian rapi. Sesuai dengan permintaan Kama, kalau ia harus berpakaian di dalam kamar mandi agar tidak terlihat oleh Kama. Bukan karena apa-apa, tapi Kama masih malu kalau harus menatap tubuh polos suaminya sampai detik ini.


"Yuk, aku udah selesai, Babe," ajak Sutra.


Mereka berencana turun ke restoran untuk sarapan. Dan sesuai dengan rencana yang di susun tadi malam, kalau di sana lah pertemuan tak sengaja mereka bersama Chelsea dan Dega.


"Oke," jawab Kama.


Baru saja Kama ingin melangkah keluar kamar, tapi tangannya buru-buru di tarik oleh Sutra.


"Kenapa, Mas?" tanya Kama heran lalu terduduk di sudut kamar di dekat jendela.


"Morning kiss, Babe ..." pinta Sutra.



Cup !


Sutra segera mendaratkan bibirnya ke jelly peach milik Kama.


"I love you ..." ucap Sutra di sela-sela ciuman mereka.


Ternyata tak hanya sekedar morning kiss, Sutra malah semakin menikmati pertautan jelly-jelly. Manisnya begitu memabukkan, membuat lupa apa tujuan mereka sebelumnya.


Deru jantung yang selalu berpacu setiap bersentuhan aktif dengan Kama, juga menambah keinginan lebih di benaknya.


Jemari Sutra pun mulai berpindah. Semula di kedua bahu Kama kini menjalar ke pinggang dan hendak menaikkan sweater yang di gunakan oleh istri cantiknya itu.

__ADS_1


"Mas ...," tegur Kama sembari melepas ciuman mereka hingga menghentikan aksi lincah tangan Sutra.


"Mau ngapain?" tanya Kama lagi.


"Ha, enggak. Ini aku mau ngerapihin sweater kamu. Hehehe ...," Sutra pura-pura tertawa dan mengeluarkan alasan bodoh karena tertangkap basah ingin melakukan hal lebih.


Ah, gagal ...


Memang laki-laki di manapun semua sama. Pantang ngeliat ada kesempatan ngutilin istri, eh langsung beraksi. Persis seperti Sutra.


"Yaudah yuk kita turun!" Kama menarik tangan Sutra untuk beranjak pergi.


Sabar Sut, ini ujian! Cuci otak, cuci hati! Jangan gatel sekarang! Selesaikan urusan Chelsea lebih dulu baru kamu bisa maen celap-celup, perintah author.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Kama dan Sutra memilih meja agak tengah untuk menikmati sarapan. Mereka sengaja agar setiap orang yang datang langsung bisa melihat keberadaan mereka di sana. Posisi duduk Sutra juga menghadap ke arah pintu masuk, jadi dialah orang pertama yang akan melihat kedatangan Chelsea dan Dega nantinya.


Sementara Aiman, Azfar, dan dua orang bodyguard lain, duduk di meja yang terpisah sambil terus mengawasi.


Pucuk di cinta, wulan pun tiba, eh ulam pun tiba. Siapa pula si Wulan di bawa-bawa! Maaf guys.


Dega dan Chelsea baru saja masuk beriringan ke restoran hotel.


"Babe, mereka baru aja masuk resto." Sutra memberitahukan pada Kama yang duduk berhadapan dengannya.


"Bagus, kita mulai rencananya, Mas," saut Kama santai.


Mereka lantas melanjutkan sarapan tanpa memperdulikan Chelsea, seolah tidak tau keberadaannya.



Sementara Dega yang salah kastum, hanya tampil apa adanya. Kaos berwarna peach di lapis kemeja berwarna senada. Tak lupa ia menenteng sweater abu yang tadi malam di kenakannya. Tanpa sarung tangan dan tanpa topi hangat.


Chelsea dan Dega beriringan mengambil makanan ke atas piring, lalu memilih duduk di meja pinggir.



Hap !


Begitu duduk, Dega langsung memasukkan croisant ke mulutnya.


"Ga, jangan jorok deh di sini! Malu tau!" tegur Chelsea. Ia malu melihat Dega makan dengan tangan.


"Ha, apaan, Chels? Kagak boleh gua makan begini?" tanya Dega polos.


"Pake garpu sama pisau! Jangan kayak gitu!" perintah Chelsea.


Yaelaa, mau makan aje di atur-atur. Ribet amat yak!


Dega menuruti perintah Chelsea. Ia meletakkan croisant di piring, memotongnya dengan pisau lalu memakannya dengan menggunakan garpu.


Ahahaha, berasa sekolah kepribadian gua jadinya.


"Nah, itu baru bener." Chelsea melanjutkan makannya. Sesekali matanya berkeliling, melihat tamu-tamu di restoran.

__ADS_1


Pada suapan ketiga, tiba-tiba Chelsea berhenti. Matanya melotot. Ia mendapati sosok yang sangat ia kenal dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"Adrian ...," ucapnya pelan tanpa melepas pandangan.


"Ga, Adrian, Ga!" pekik Chelsea kemudian. Gadis itu menarik-narik lengan kemeja Dega agar melihat ke tempat Sutra duduk.


Di sinilah kemampuan akting Dega di uji. Ia harus pura-pura terkejut demi kelancaran rencana yang sudah mereka susun tadi malam.


"Ape? Mane? Kagak liat gua." Mata Dega berkeliling, seolah mencari sosok sahabatnya.


"Itu di sebelah sana!" Chelsea menunjuk dengan bibirnya.


Ealaaah tu bibir, kagak usah di monyong-monyongin! Gua ci-pok nagih lu!


"Aku samperin deh." Chelsea segera bangkit dan beranjak ke meja Sutra.


"Eh, Chels, ntar dulu." Dega berusaha menahan namun terlambat. Chelsea melangkah dengan lebar, hingga dalam hitungan detik ia sudah sampai di samping meja Kama dan Sutra.


"Adrian ..." Senyum Chelsea begitu lebar saat ia menatap wajah pujaan hatinya dengan sangat dekat.


Kama dan Sutra kompak menoleh.


Huh, dia datang!


"Siapa ya?" tanya Sutra.


"Ini aku Chelsea, temen deket kamu, yang waktu itu jenguk kamu ke rumah sakit." Chelsea langsung saja duduk di kursi yang berada di sebelah Sutra.


Sedetik kemudian Dega muncul dengan membawa piring makanannya. Cuaca dingin membuat Ia merasa tak bisa melewatkan sarapan.


"Ooh, iya-iya, aku ingat." Sutra bersikap biasa. Ia bahkan melanjutkan makan walau Chelsea sudah berada di samping.


"Eh, hai Sut ..., hai Kam ...," sapa Dega. Ia pun memilih kursi yang kosong tepat di sebelah Kama.


Eh, Betawi! Ngapain lo duduk di sebelah istri gue??


Sutra melirik sekilas pada Dega. Namun sahabatnya itu santai sembari mengunyah makanan yang ia bawa tadi.


"Hai, Ga ... Kebetulan banget ya kita bisa ketemu di sini." Kama menjawab sapaan Dega.


"Oh ya, lo apa kabar, Chels?" Sekarang giliran Kama bertanya pada Chelsea.


"Baik," jawab Chelsea sinis.


"Oh ya, Adrian, kamu hari ini ada rencana mau ke mana? Aku ikut donk ..." Tak buang waktu lama, Chelsea langsung melancarkan aksinya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Nah loh, mereka sudah ketemu guys


Kira-kira apa yang akan terjadi setelah ini ya?


Chelsea ribut dengan Kama atau Sutra yang ribut dengan Dega?? 🀣🀣


Yuk kita kepoin di next eps πŸ‘‡

__ADS_1


Cekidot !


__ADS_2