When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Bonus S2 - Kado Pernikahan Dega & Chelsea


__ADS_3

Acara akad nikah Dega dan Chelsea menuju penghujung. Hanya tiga jam acara tersebut berlangsung. Tidak ada perhelatan yang meriah. Sesuai kesepakatan dan budget, Dega hanya sanggup mengadakan acara akad nikah kecil di hotel berbintang pilihan istrinya, Chelsea. Itupun dengan tidak mengundang banyak orang. Maklumlah Dega kan pengangguran. Selama ini pemasukan yang dia dapati hanya dari permainan game online. Itupun kalau lagi hoki, kalau enggak malah buntung, habis ludes modalnya.


Entah kenapa, dua bulan sebelum acara akad nikahnya bersama Chelsea berlangsung, Dega nekat main game lagi. Dan alhamdulillah atas ijin Allah Swt Dega menang dalam dua puluh kali putaran, hingga ia bisa mengumpulkan uang mencapai dua ratus juta dalam satu bulan. Sungguh keberuntungan tak terduga dari Tuhan Yang Maha Kuasa.


Memang kalau sudah ingin melaksanakan niat baik, segala cara akan menjadi mudah ditempuh. Apalagi niatnya adalah untuk menikah. Menyatukan dua insan berbeda dalam balutan ikatan halal yang berbuah pahala.


Hadeeeh, enak banget jadi Dega ya. Bisa hoki gitu. Ya habis mau gimana lagi ya guys, namanya juga cerita fiksi. Segala yang kelihatan gak mungkin bisa jadi mungkin. Tapi ngomong-ngomong soal main game bisa dapet duit, ini beneran ada dan bisa kok. Kuncinya adalah usaha dan kuota. Hahaha.


Siang itu, selesai dengan acara makan bersama, tamu-tamu pun satu persatu mulai meninggalkan hotel. Hingga tersisa keluarga inti dan para tim wedding organizer. Kemudian diadakan acara sesi foto kedua mempelai dengan berbagai macam pose. Setelah itu dilanjut dengan foto bersama keluarga inti. Lalu diakhiri dengan foto bersama semua tim wedding organizer sebagai dokumentasi, bukti suksesnya hasil kerja mereka.


Alhamdulillah acara akad nikah Dega dan Chelsea berlangsung sukses dan lancar tanpa ada satu halangan apapun. Sekarang giliran Dega yang sibuk mengajak Chelsea meninggalkan ballroom menuju kamar. Tampaknya tombak naga sakti sudah tidak bisa menahan diri, tidak kuat menahan geloranya lebih lama.


"Yank, ayok yank ...," ajaknya pada Chelsea.


"Sabar donk, kamu apa gak liat papi aku jalan menuju kesini." Dari meja bulat Tuan Sakamoto melangkah cepat menuju pelaminan tempat Dega dan Chelsea menjadi raja dan ratu sehari.


Bujugbuneeeng, setdah ah ... Tuh aki-aki Jepang kagak bisa ngasi gua napas barang dikit. Udah halal ini tapi masi aje digrecokin!


"Chels, ayo ikut Papi," ucap Tuan Sakamoto begitu sampai dihadapan anaknya.


"Kemana, Pi? Terus Dega?" tanya Chelsea bingung.


"Ya dia juga donk." Tuan Sakamoto langsung mengapit tangan Chelsea. Menuntunnya turun dari pelaminan untuk mengikuti langkahnya. Sementara Dega membuntuti dari belakang dengan rasa dongkol yang tak terbilang. Bukan karena kehabisan kata-kata, melainkan lantaran takut kualat ngumpat mertua sendiri.


Langkah Tuan Sakamoto bersama Chelsea ternyata menuju ke loby hotel berbintang tempat acara itu dilangsungkan. Chelsea yang semula tadi bingung dengan sikap ayahnya kini berubah menjadi deg-degan. Lalu kemudian matanya mulai berkabut. Tampak bening kaca yang hampir pecah dari kedua bola matanya, sekuat tenaga ia tahan.


Dega yang mengikuti langkah mereka dari belakang masih dengan rasa dongkol. Lelaki yang sudah sah menjadi seorang suami itu tidak menyadari kalau istrinya sudah akan menumpahkan tangis haru beberapa detik lagi.


"Mungkin kamu berpikir kalau Papi begitu kejam karena tidak memberi bantuan biaya apapun dalam pernikahan kalian. Tapi itu semata-mata hanya untuk memacu tanggung jawab suami kamu atas diri kamu, Chels. Papi tau betul kalau dia adalah seorang pengangguran. Namun Papi akui kalau Papi salut dengan usahanya sampai bisa bertanggung jawab atas terselenggaranya pernikahan yang cukup manis ini tanpa bantuan orang tua. Papi doakan semoga kalian bahagia selalu." Tuan Sakamoto berucap panjang lebar dalam bahasa Jepang, sembari merogoh saku celananya. Menyerahkan sebuah kunci ke tangan Chelsea.


Refleks air mata haru yang sejak tadi ditahan oleh Chelsea mengalir tanpa henti. Dugaannya tadi terbukti benar. Langkah mereka menuju loby hingga ke pintu keluar ternyata untuk menunjukkan kalau mobil SUV keluaran terbaru berplat toko yang terparkir di sana adalah hadiah pernikahan yang diberikan oleh Tuan Sakamoto.


Saat itu juga Chelsea memeluk erat ayahnya. Ia begitu bahagia. Bukan hanya karena menerima hadiah mobil baru, melainkan juga karena pengakuan ayahnya atas tanggung jawab yang mampu diemban oleh Dega, selaku suaminya.


"Makasih Pi ..., makasih untuk kepercayaan Papi pada Dega. Makasih untuk doa Papi pada pernikahan kami. I Love you so much, and always love you anytime ...," jawab Chelsea lirih karena menangis.


Ucapan tulus dari Chelsea turut menggetarkan hati lelaki paruh baya itu. Setitik bulir hangat mengintip disudut mata Tuan Sakamoto. Tidak ada lagi sikap dingin dan tegas layaknya seorang mafia, yang ada sekarang adalah seorang ayah yang harus rela melepas putri satu-satunya kepelukan suami yang sah demi kebahagian.


"I love you too, my baby ...," jawab Tuan Sakamoto dengan suara yang sangat pelan. Tak ingin terlihat rapuh didepan anak perempuannya. Namun Chelsea bisa mendengar jawaban itu dengan jelas, membuatnya menyunggingkan senyum.


"Sekarang coba kamu cek, ada isi apa saja di dalam mobil itu." Tuan Sakamoto melonggarkan pelukan mereka. Meminta Chelsea memeriksa mobil baru pemberiannya.


"Ayo, temani istrimu," sambung Tuan Sakamoto pada Dega.

__ADS_1


Masya Allah, ini kagak bo'ong kan ye. Mertua gua ngasi kado mobil baru??? Baik juga nih orang. Kirain kagak ade peduli-pedulinye.


Chelsea pun menekan tombol kunci mobil tersebut. Mereka kemudian masuk ke dalam dan mendapati sebuah kotak kecil yang dibalut pita berwarna merah.


"Yank, ni mobil buat kite? Terus entu apaan lagi yank?" tanya Dega yang masih kebingungan dengan semuanya.


Chelsea mengangguk sembari senyum. Lalu ia membuka kotak kecil berpita itu. Ternyata didalam kotak tersebut lagi-lagi berisikan kunci. Namun kali ini kuncinya tampak berbeda dari kunci pada umumnya. Dan tak hanya sampai disitu, sebab terselip juga sebuah kertas didasar kotak.


Chelsea lantas membuka kertas itu dan membacanya. Tertulis nominal angka yang fantastis di sana. Sontak hal itu kembali menarik tangis haru dari seorang Chelsea. Ia tak bisa lagi berkata apa-apa.


"Eh, kok nangis lagi? Apaan sih tu, yank?" Dega lantas menarik tangan Chelsea untuk melihat isi kertas itu. Dan tak diduga Dega malah melotot. Bola matanya hampir melompat keluar melihat banyaknya angka nol yang tertulis dikertas itu.


"Buseeeeeeeeeeeeeeettttttt, ape kagak salah tuh?? Sebanyak ape ye kalo digoniin???" Begitu terkejutnya Dega.


"Ya Allah, yaaank, kite kaya, yank ... Kayaaaa ..." Kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Dega. Begitu noraknya lelaki Betawi itu, sebab sepanjang dia hidup baru kali ini dia melihat cek bertuliskan sebuah angka yang diikuti dengan sembilan angka nol dibelakang.


Chelsea tak menjawab kalimat suaminya. Ia bergegas keluar dan berlari menuju Tuan Sakamoto. Menumpahkan semua tangisnya dalam pelukan lelaki paruh baya itu. Sikap Chelsea yang demikian menarik kesadaran Dega. Ia lantas membawa kotak tersebut keluar lalu mendekat ke ayah mertuanya.


"Pi, ini kagak prank kan ye?" Pertanyaan bodoh langsung terlontar dari mulut Dega kepada mertuanya.


Tuan Sakamoto mengernyitkan dahi, tidak mengerti dengan bahasa menantunya. Yang dibarengi oleh Chelsea dengan memukul lengan Dega.


"Dia bilang apa tadi, Chels? Dia ngatain Papi ya?" tanya Tuan Sakamoto curiga.


Huh, beginilah kalau punya menantu orang kampung. Dikasi apartemen dan duit dia pikir bercanda.


"Yaudah, sekarang kalian bisa istirahat. Papi masih ada urusan. Sebentar lagi Papi akan ada meeting virtual. Kita ketemu saat makan malam ya, Chels." Tuan Sakamoto mengelus kepala anaknya lalu kemudian pergi meninggalkan mereka.


Selesai dengan itu Chelsea dan Dega pun diantar oleh room boy menuju ke kamar pengantin mereka. Hadiah pernikahan dari hotel yang bersangkutan karena telah menggunakan hotel mereka sebagai tempat acara.


Ternyata kamar yang dihadiahi oleh pihak hotel adalah kamar president suit. Kamar yang paling luas dan terlengkap fasilitasnya. Tak hanya itu, tempat tidur king size yang ada didalam juga sudah dihias ala pengantin baru. Handuk mandi yang dibentuk seperti dua ekor angsa yang saling berhadapan dan bercumbu, terletak cantik diatas taburan bunga mawar merah. Di atas meja juga sudah disiapkan dua buah gelas kaca bening berisikan minuman berwarna merah, layaknya red wine.


Chelsea yang baru saja duduk di sofa langsung mencicipi minuman itu.


"Enak, yank? Kayak yang waktu kita mabok-mabokan itu?" tanya Dega polos.


"Hm ..., yang ini aneh, manis banget." Chelsea mengerutkan dahinya.


"Masa sih?" Dega lantas mengambil gelas satunya lalu menenggak isinya.


"Buseeeet, kok kayak sirop ya?" celetuk Dega.


Bersamaan dengan itu telepon kamar berbunyi. Dega bergegas mengangkat.

__ADS_1


"Hallo, siape ni?"


"Heh, Dega! Lu jangan coba mabok-mabokkan lagi ye! Untung Nyak udeh pesen ke room boy buat ganti minuman lu jadi sirop marjan, kalo kagak bakalan dosa lu." Suara cempreng Nyak Wina terdengar diujung telepon.


Ya Allah, Nyaaaak, nyak. Gak dimane mane ngawasin mulu. Setdah aaaah ...


"Iye, Nyak, iyeee. Dega kagak mabok-mabokan lagi. Sumpah deh Nyak." Dari tempat duduknya Chelsea tersenyum mendengar percakapan itu.


"Yaudeh, bagus! Terus lu juga jangan lupa, doa dulu sebelom nyoblos. Jangan maen sorong aje lu! Ntar kagak berkah!" Nyak Wina kembali mengingatkan beberapa wejangan perkara coblos mencoblos.


"Ya Allah, Nyaaaak, iyeeeee ...," rengek Dega lalu mengakhiri telepon.


Selepas itu Dega kembali mendekati istrinya. Ealah Betawi udah kagak nahan, udah greget mau nyoblos di mari. Hahaha.


Dega duduk disamping Chelsea sembari menatap lekat wajah cantik wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu.


"Cantik banget lu, yank. Sumpah, gua kagak bo'ong," ucapnya.


Chelsea tersenyum tipis.


"Dari lahir juga aku udah cantik kok. Bosen dengerin pujian yang sama terus."


Ya elaaa, bini gua pede banget yak.


"Buat gua, lu bukan cuma sekedar cantik di wajah, yank. Tapi lu lebih segalanya. Soalnye lu bersedia nerima gua yang kagak ade lebihnye ini jadi suami lu."


"Cuma satu alasannya, Ga. Karena cinta. Aku cinta sama kamu. Dan kamu juga harus sama. Gak boleh ada orang lain diantara kita." Kalimat Chelsea jelas sesuai dengan karakternya yang pemaksa.


"Kagak, gua janji ame lu. Cuma lu yang ade dihati dan idup gua, yank. Kagak bakal ade yang lain." Dega membentuk lambang V dengan dua jari tangannya. Menandakan kalau dia serius dengan kalimatnya.


Chelsea memilih tak menjawab, dia menatap lekat manik mata Dega yang berada tepat dihadapan nya lalu,


Cup !


Eh, udeh nyosor aje nih kesayangan gua. Okedeh kite lanjut yaaaank ...


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Nah loh..... apaaaa?? lanjut apa mereka guys??? πŸ˜‚


Pantengin terus di next episode ye ...


Gua janji bakal terus update dimari πŸ€—πŸ˜‚

__ADS_1


Jangan lupa Like, komen dan vote-nya juga.. sarangheyo 😘😘


__ADS_2