When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
DITAMPAR


__ADS_3

"Udah malem pak, saya mau masuk" ujar Kama seraya melepas tatapan nya dari Sutra


"Eh, tunggu, Kam! Pliiis, cukup! Jangan menghindar lagi, dari kemarin kamu terus kayak gini. Saya pengen dengar jawaban kamu" pinta Sutra. Sutra kembali menarik tangan Kama agar Kama mau menatapnya lagi.


"Saya.., saya gak bisa pak"


"Gak bisa apa? Kamu, kamu nolak saya ya?" tanya Sutra lirih, wajah nya berubah kecewa


Jedeerrrr!! Seperti disambar petir rasanya mendengar jawaban Kama barusan. Ya Allah, ternyata sesakit ini rasanya patah hati! batin Sutra


"Okee, saya ngerti.. Kalau gitu saya minta maaf.., maaf saya udah bikin keadaannya jadi aneh gini" sambung Sutra lagi


"Saya-"


"Iya saya tau.., saya yang salah paham sama kamu. Sayaaa, saya berharap terlalu banyak, sampai bikin kamu gak nyaman. Pantas kalau kemarin kamu bilang gak nyaman dengan saya. Ternyata itu memang benar. Sekali lagi, saya minta maaf ya Kama.." Sutra menatap lurus kedepan, dia sudah mulai nanar, gak sanggup melihat wajah Kama lagi.


"Saya-"


"Gak papa, kok. Kamu gak perlu sungkan. Perasaan saya gak ada hubungan nya sama kamu. Saya pasti baik-baik aja, kamu gak usah kawatir.."


"Saya-"


"Tapi saya juga gak akan-"


Plak!!


Tiba-tiba Kama memukul bahu Sutra dengan keras sampai bahunya sengklak sebelah. Itu Kama mukul atau menganiaya ya?


"Aduuh!" Sutra mengaduh kesakitan dan menoleh ke Kama


"Kok kamu mukul saya? Keras banget lagi.." tanya Sutra heran


"Bapak bisa diem gak sih?! Saya ngomong aja dipotong terus!" oceh Kama judes


"Eh maaf.., maksud saya bukan gitu, saya cumaaa, saya gak mau membebani kamu dengan perasaan saya"


"Udah? Sekarang dengerin saya ya! Saya gak bisa jawab! Bukan gak bisa yang lain!" Kama memandang Sutra kesal


"Hmuuuuufffttt, saya butuh waktu untuk mikir.. Ada hal yang gak bisa saya ceritakan sama bapak" sambung Kama lagi


"Jadi maksud nya, kamu gak nolak saya?" mood Sutra kembali semangat walau bahu nya udh sengklak sebelah. Kama segera menunduk dan menggeleng


"Itu artinya kamu juga punya perasaan yang sama dengan saya?" tanya Sutra lagi antusias


Kama masih menunduk, ia mengangguk pelan, ia malu Sutra melihat wajah nya yang sudah pasti merona saat ini. Sejak tadi dadanya penuh sesak, ingin segera mengakui pada Sutra tentang apa yang dirasakan nya. Namun tertahan dibibir, ada hal yang mengganjal dipikiran nya.


"Boleh saya tanya lagi? Sejak kapan?"


Masih tertunduk Kama menarik napas dalam-dalam. Detak jantung nya mulai gak karuan, persis saat Sutra menyatakan cinta tadi. Saat mereka saling menatap dalam dan Sutra menggenggam tangan nya.

__ADS_1


Kama tidak mau menatap Sutra lagi seperti tadi, ia takut terbawa suasana,


atau mungkin dikuasai oleh hormon-hormon cinta. Apalagi sejujurnya, belakangan Kama mulai mengakui kalau wajah Sutra benar-benar tampan, hingga membuatnya cemburu dengan sikap Sutra yang kelewat ramah pada semua wanita.


"Saya..., gak tau. Mungkin sejak bapak marahin saya di parkiran waktu itu.." akhirnya Kama mengaku dan Sutra tampak bahagia mendengarnya.


"..... alhamdulillah.., terimakasih ya Kama. Saya benar-benar bahagia saat ini. Kayaknyaaa saya gak bakal bisa tidur sampe pagi, hehe..." Kama tidak menjawab


"Kamu nunduk terus, saya pengen liat wajah kamu boleh?" tanya Sutra lagi setelah selesai cengengesan


"Gak boleh!" suara Kama ketus


"Loh, kenapa? Eh tapi, saya juga mau nanya lagi ini, kamu kok selalu ketus sama saya, itu kenapa ya? Mungkin ada kesalahan saya yang belum kamu maafin..?" Sutra penasaran, kenapa Kama hobi nya marah-marah tiap ngobrol sama dia. Apa mungkin muka nya kayak bandit atau om-om mesum??


Kama bingung harus menjawab apa, memang dia selalu kesal setiap melihat wajah Sutra. Tapi belakangan wajah ngeselin itu malah bikin kangen dan jantungannya deg-deg an terus, seperti saat ini.


Bener juga kata pepatah jawa, witing tresno jalaran soko kulino, cinta tumbuh karena terbiasa. Terbiasa bertemu, terbiasa berinteraksi, terbiasa bersama-sama. Kebersamaan yang selalu datang tanpa disengaja, kebersamaan yang diatur Sang Pencipta untuk mereka, untuk Kama dan Sutra.


"Ga tau, pak" Kama menjawab pelan


Sutra memberanikan diri menyentuh tangan Kama kembali. Ia menggenggam lembut tangan Kama yang masih saja menunduk.


"Kayak gini boleh ya.., semeniiit aja" ujar Sutra


Blush! Pipi Kama makin merah, ia semakin ser-seran Sutra menggenggam tangan nya.


Duuh, kae begini rasanya jatuh cinta! Digenggam aja pipi berasa panas, mata panas, kuping pun ikut panas, batin Kama


"No... rak.." ujar Kama pelan


"Gak papa lah, serah kamu mau bilang apa. Saya memang norak, soal nya ini pertama kali dalam hidup saya" Sutra senyum-senyum memandangi genggaman tangannya


"Tapi kayaknya sekarang saya baru paham satu hal. Kamu selalu marah-marah ke saya, tapi didalam hati, sebenarnya kamu suka.."


Tiba-tiba Kama menarik tangan nya lepas dari genggaman Sutra.


"Eh, kok..."


"Udah satu menit pak, saya mau turun, udah malem!" Sutra kembali tersenyum seraya menekan tombol open lock mobilnya.


Kama bergegas turun tanpa menoleh ke arah Sutra lagi. Ia begitu malu melihat Sutra setelah pengakuan nya tadi. Tapi Sutra buru-buru mengejar nya keluar


"Kamaa.., ada yang ketinggalan" panggil Sutra dan reflek Kama menoleh dari dalam pagar kost.


Yess! Akhir nya aku berhasil liat wajah Kama! batin Sutra


"I-Love-You" ujar Sutra tanpa suara, hanya dengan gerakan bibir, dan ia yakin Kama menangkap maksud nya. Terbukti dengan wajah Kama yang memerah sempurna, membuat Sutra makin terpukau dan terlena memandang nya.


Aaah! Dia menjebak aku, dasar freak! Kok bisa sih aku jatuh cinta sama dia?! gumam Kama kesal

__ADS_1


πŸƒπŸƒπŸƒ


--- Kama pov ---


Langit pagi sudah terang ketika aku baru selesai mengenakan kemeja dan celana jeans untuk berangkat kuliah. Sejenak aku bercermin, memandang wajah ku yang masih sedikit merona akibat kejadian semalam.


Mck! Kok merah pipi ku gak gak ilang-ilang sih? Uuuuuh...!


Aku berjalan pergi sambil mengusap-usap wajahku, berharap bisa kembali normal tanpa blush on aneh yang melekat sejak tadi malam. Sampai di gerbang kampus aku melihat Mini dan Reyhan yang baru juga sampai bersamaan. Kayaknya mereka berangkat bareng. Mini menghampiri ku lebih dulu.


"Hi, Kam.. Waaah, lo beda banget hari ini, lo pake blus on ya?" tanya Mini heran


"Ha, enggak kok. Gue.., salah pake masker" aku menjawab sekena nya


"Hei Kam.. Emm, lo makin cantik aja. Serius deh. Baru juga dua hari gak ketemu, hehe.." begitu mendekat Reyhan langsung memuji ku. Aku jadi ingat kalau malam jumat kemarin Reyhan menyatakan perasaan padaku, tapi belum ku jawab.


"Ah, ngaco lo Rey. Biasa aja kok, iniii gue salah pake masker" aku beralasan yang sama


"Udah yuk ah ke kelas, jadwal nya Bu Kacar nih.. Bisa diusir kita kalo telat" aku mengajak mereka buru-buru ke kelas.


Kelas hari ini lumayan seru, ada kuis mendadak yang bikin sekelas kelimpungan, tapi aku malah suka. Karena biasanya dosen-dosen yang mengajar membosankan kecualiii, pak Adrian. Ya, si freak itu. Ku akui hanya dia dosen yang bisa menghidupkan suasana kelas, yang lainnya monoton.


Satu persatu anak-anak bubar dari kelas, kecuali aku dan Mini. Reyhan juga sudah keluar dengan genk Bobi, cowok-cowok berisik penghuni kursi belakang.


"Alhamdulillaaaaah..., akhirnya catatan gue kelar jugaaa" oceh Mini setelah selesai menulis materi dari white board


"Eh, ke kantin yok Kam.." sambung nya lagi


Aku mengangguk dan bangkit dari kursi. Aku mengikuti Mini keluar dari kelas. Tiba-tiba..


Plak!


A-aww, sakit nya! Seseorang menamparku keras hingga aku terdorong dan tas ku jatuh berantakan. Kurang ajar!


"Eh, hei! Apa-apan lo?!" teriakan Mini pada orang itu menyadarkan ku. Aku langsung menoleh. Seketika kami bertiga jadi perhatian mahasiswa lain.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


O-oow, siapa gerangan yang tiba-tiba datang langsung nabok Kama??


Ck.ck.ck.


Makin kepoooooo, yuk next episode


TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)

__ADS_1


I Love U 😘


__ADS_2