
Jam menunjukkan pukul 11 siang saat seorang kurir ekspedisi datang menekan bel rumah aji.
Aji lantas keluar dan menerima paket dari kurir. Paket yang berisi kado special untuk Kama dari Bali.
"Kam.. paket dari biang buat kamu udah sampe nih" ujar aji sambil meletak kan kotak di atas meja.
"Oh ya.. open it, honey.. Aku penasaran sama isi nya" ujar tante Lulu menambahi. Namun sebelum tante Lulu mendekat, aji lebih dulu menahan nya dan mengajak tante Lulu masuk ke dalam kamar.
"Kita biarin Kama yang buka sendiri, sayang.. Ada hal yang harus Kama ketahui dari biang nya" bisik aji ke istri nya.
Aji sudah tau apa isi kado yang di kirim kan oleh kakak nya ke Kama.
Dari ruang tv Kama beranjak mendekati meja, ia begitu senang dan sudah tidak sabar ingin membuka kado yang di kirimkan biang untuk nya.
Ia lantas mengambil gunting di laci serbaguna untuk memudah kan nya membuka kotak paket itu.
Satu persatu bungkus kotak di gunting oleh Kama hingga terbuka sempurna. Tampak sebuah kotak plastik transparan yang berisi beberapa foto di dalam nya, serta sebuah kotak perhiasan kecil berwarna merah.
Kama membuka kotak plastik nya lebih dulu. Ia mendapati banyak foto seorang laki-laki tampan di dalam nya, dan ada sebuah foto yang menampil kan gambar biang bersebelahan dengan laki-laki itu, mereka mengenakan baju adat berwarna kuning.
Kama mengerut kan kening nya, ia seperti pernah mengenal wajah laki-laki itu sebelum nya, tapi entah di mana ia pun tidak ingat.
Kemudian di dasar kotak Kama menemukan sebuah surat tulisan tangan biang. Isinya adalah....
__ADS_1
Happy Birthday, Kama..
Anak kesayangan biang..
Tepat tanggal 28 September Kama berulang tahun yang ke - 16, sudah saat nya Kama tau segala nya tentang abah.. Biang akan menceritakan semua nya pada Kama mulai hari ini.
Foto laki-laki yang Kama lihat itu, adalah foto abah.., ayah kandung Kama. Biang menikah dengan abah 17 tahun yang lalu secara sirih, yakni secara sah dalam agama Islam.
Biang menikah dengan abah tanpa sepengetahuan pekak dan dadong, karena pada saat memutuskan akan menikah dengan abah, biang resmi berpindah agama menjadi seorang muslim lebih dulu.
Biang mengenal abah sejak awal biang kuliah di Malaysia. Dia adalah dosen extra saat mata kuliah utama tidak di hadiri oleh dosen nya. Abah juga seorang laki-laki yang sangat baik dan bertanggung jawab. Sampai saat ini dia masih mengirim uang saku untuk Kama ke rekening yang pernah ia buat atas nama biang dulu. Namun tidak sedikit pun uang abah yang biang pergunakan sampai saat ini. Atm nya ikut biang kirimkan untuk Kama di dalam kotak.
Ketika Kama lahir, sampai usia 2 tahun, kita masih keluarga lengkap yang bahagia. Biang membesar kan Kama sambil terus menyelesaikan study biang di Malaysia. Sampai tiba di hari saat biang akan wisuda, pekak dan dadong datang ke Malaysia menghadiri nya.
Abah sudah jelas tidak setuju, ia bertanggung jawab penuh atas istri dan anak nya. Ia juga tidak ingin di pisahkan dengan kita. Namun pekak memaksa, pekak mengancam akan memperkarakan soal pernikahan diam-diam biang ke pengadilan.
Akhir nya biang setuju untuk pulang ke Bali membawa Kama. Dua tahun pertama setiap bulan abah datang mengunjungi kita, namun sikap penolakan pekak dan dadong tidak pernah reda. Di tahun berikut nya abah mulai mengurangi intensitas ke datangan nya. Abah menjadi sibuk, ia terpaksa harus mengurusi usaha keluarga nya setelah ayah nya meninggal.
Hingga akhir nya abah sudah tidak sanggup lagi menahan perpisahan dengan kita. Ia datang ke Bali untuk membawa kita berdua kabur, ikut dengan nya tinggal di Malaysia.
Tapi dengan sangat terpaksa biang harus menolak permintaan abah. Saat itu pekak sakit parah, biang tidak mungkin meninggal kan pekak dalam keadaan seperti itu. Apalagi hanya biang lah satu-satu nya anak kandung pekak dan dadong.
Kalau Kama masih ingat, Kama pernah bertemu dengan abah terakhir kali nya, kira-kira 10 tahun yang lalu. Itulah saat terakhir abah datang ke Bali mengunjungi kita. Biang terpaksa mengusir abah pergi dari rumah, biang tidak ingin penyakit pekak bertambah parah. Namun saat itu abah juga mengancam jika kita tidak ikut dengan nya, ia tidak akan lagi datang mengunjungi kita.
__ADS_1
Ancaman abah membuat biang tertekan, biang tidak bisa memilih antara suami dengan orangtua. Hingga akhir nya bayangan abah hilang dari pandangan biang, dunia biang menjadi gelap, kepala biang berputar-putar tidak menentu, membuat biang ambruk di atas puing-puing vas pecah yang Kama saksikan 10 tahun yang lalu.
Begitulah kisah biang dan abah yang sudah saat nya Kama ketahui. Semoga Kama bisa memahami semua nya. Maafkan biang yang tidak mampu berupaya menjaga abah tetap bersama dengan kita. Biang sungguh-sungguh minta maaf. Karena kebodohan biang lah Kama jadi tumbuh besar tanpa abah.
Selanjut nya apa saja yang ingin Kama tanyakan tentang abah, pasti akan biang jawab sebaik mungkin..
*O*h ya, di dalam kotak merah itu ada sebuah kalung yang terakhir kali abah berikan untuk Kama. Masih biang simpan hingga hari ini bisa biang serahkan di saat yang tepat ketika biang telah menceritakan semua nya.
i love you so much, my sweetheart
Airmata Kama masih terus menetes sampai akhir kalimat di surat biang. Perasaan hati nya campur aduk saat ini, ada rasa bahagia, rasa sedih, rasa lega, dan ada pula rasa penyesalan atas kejadian 10 tahun yang lalu. Seandai nya saja ia tahu bahwa laki-laki tampan itu adalah abah nya, Kama pasti akan mengejar dan meminta nya kembali bersama dengan Kama dan biang. Tidak akan ada rasa sepi di kehidupan nya jika keluarga nya lengkap, dan juga tidak akan pernah ada yang nama nya penyakit PSTD di dalam diri nya...!!
πππ
Hiikss, ada yang ikutan sedih gak dengan isi surat biang???
TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI ππ
KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT π€
JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)
I Love U π
__ADS_1