When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Botol Sirop


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


Ternyata nama lengkap dokter yang mereka temui adalah, Dr.Ahmad Risa Sp.Og.


"Jadi gimana? Apa keluhannya, Pak? Istrinya telat datang bulan atau gimana?" dokter Risa memecah keheningan setelah ia selesai memberitahukan nama lengkapnya.


Masih dalam keadaan bingung dan terjebak, Sutra menjawab,


"A..., m..., bukan..."


Wah, gawat! Dokternya laki-laki ternyata! Aku gak mau Kama di obok-obok sama dia!


"Mas, kamu keluar dulu deh. Aku mau bicara berdua sama dokter. Boleh ya..." Di luar dugaan, tiba-tiba Kama meminta Sutra keluar dari ruangan.


Sejujurnya ia tidak mau, tapi melihat kondisi Kama yang terus mencurigainya, dengan terpaksa ia pun setuju.


Setelah kepergian Sutra, Kama menjelaskan prihal yang di alaminya pada dokter. Walau pada awalnya malu, tapi ketakutannya akan hamil membuat Kama berani menanyakan secara gamblang.


"Gini Dok, tadi malam suami saya masukin anuannya ke anu saya. Tapi anunya terlalu gede, kayak betol sirop! Saya sampai terkejut pas ngeliat. Trus gak tau gimana ceritanya tiba-tiba di masukin aja sama dia. Saya sampai jerit kesakitan"


"Terus sama dia di maju mundurin, kayak nabrak apa gitu di dalam sana saya gak tau. Tapi pas di jedotin sakitnya minta ampun, Dok! Terus lama-lama berasa anget Dok, kayak di kompres sama anuannya dia"


"Yaudah, abis itu dia keluarin anunya. Udah selesai, gak ngapa-ngapain lagi"


"Hahaha, jadi begitu ceritanya..." dokter Risa tertawa lebar mendengar penjelasan Kama.


Baru kali ini saya dapat pasien sepolos ini. Anuan-anuan bahasanya.


"Iya, Dok. Apa sekarang saya hamil ya Dok?" tanya Kama dengan wajah serius.


"Hahaha, Ibu ini lucu..." dokter Risa masih terus tertawa. Bahkan perawat yang bersamanya pun ikut tertawa juga.


Apa sih?! Orang lagi serius di ketawain!


"Saya serius, Dok!" seru Kama lagi. Kali ini wajahnya berubah tidak enak.


"Ah, iya-iya, maaf Bu"


"M, begini, kalau pun Ibu hamil, apa masalahnya? Toh kalian suami istri sah kan?" ucap dokter.

__ADS_1


"Saya gak mau hamil, Dok! Saya masih 16 tahun" seru Kama khawatir sembari geleng-geleng kepala.


"Wah, serius? Jadi Ibu, eh sori, Mbak masih SMA?" sekarang dokter Risa malah terkejut.


"Enggak, saya udah kuliah Dok. Saya baru sebulan menikah dengan suami saya karena sesuatu hal. Jadi sekarang gimana biar saya gak hamil, Dok? Atau kalau saya hamil, gimana caranya biar hamilnya batal?" jelas Kama sembari bertanya lagi.


Dokter Risa tersenyum simpul.


Ck.ck.ck..., anak jaman sekarang. Masih SMA tapi ngaku udah kuliah biar di ijinin kawin. Eh, sekarang malah ketakutan hamil


"Begini ya Mbak, jika suami istri yang baru pertama kali melakukan hubungan, kemungkinan hamil sangat besar. Namun medis tidak bisa mengetahui hasilnya dalam waktu sehari setelah berhubungan. Butuh waktu dua hingga tiga minggu ke depan. Karena sper-ma yang masuk harus berproses lebih dulu dengan sel te-lur milik si Mbak. Setelah terjadi pembuahan barulah bisa di cek dan di nyatakan hamil atau tidaknya" jelas Dr.Risa.


"Aduh, lama banget nunggunya! Tanda-tandanya ada gak Dok?" tanya Kama lagi.


"Ya itu tadi, tanda-tandanya baru bisa di lihat setelah dua atau tiga minggu ke depan" ucap dokter.


"Tanda yang lain masa gak ada sih Dok, yang mengarah pada kehamilan" Kama belum puas, ia berharap penjelasan lebih.


"Gimana ya, malah jadi saya yang bingung jelasinnya" Dr.Risa bingung dengan pertanyaan Kama


"Apa sper-ma suami saya langsung ketemu dengan sel te-lur saya ya Dok?"


"Belum bisa di pastikan Mbak, tapi kemungkinannya fifty fifty"


"Jalurnya cuma satu itu ya Dok?" tanya Kama lagi.


"Hehehe, iya Mbak"


"Apa gak bisa di muntahin aja ya Dok? Maksud saya, kayak makanan kan bisa di muntahin dari mulut, nah sper-ma itu apa gak bisa di muntahin paksa dari situ?" semakin lama pertanyaan Kama semakin kacau.


Hmuuufft...


"Coba saya tanya sedikit ya. Selesai berhubungan tadi malam, Mbak langsung jongkok gak?" dokter mencari info lebih jauh.


"Boro-boro mau jongkok Dok. Saya gerak dikit aja sakitnya bukan main" saut Kama.


"Oke kalau gitu, ada bercak darah gak? Atau ada darah yang keluar dari bagian bawah Mbak?" tanya dokter lagi.


"M..., kayaknya gak deh, Dok. Spreinya bersih gak ada noda waktu saya beresin tadi pagi. Pas saya ke kamar mandi juga itu saya gak berdarah. Cuma ya perih banget, kayak lecet, pedes rasanya" Kama menjelaskan.


"Hmm, maaf sebelumnya, saya tanya satu hal lagi ya" ucap dokter dan Kama mengangguk.


"Apa sebelumnya Mbak pernah melakukan hubungan dengan orang lain selain suami?" Sontak wajah Kama berubah kesal. Ia tak menyangka akan mendengar pertanyaan itu dari Dr.Risa.

__ADS_1


Brak !


Kama memukul meja dokter.


"Maksud dokter apa? Dokter pikir saya perempuan gampangan?!" pekik Kama. Suaranya terdengar sampai ke luar, membuat Sutra yang sejak tadi menunggu di luar kaget dan langsung saja masuk.


Ceklek !


"Kenapa, Babe?" Sutra buru-buru masuk mendekat.


"Ini ada apa, Dok?" tanyanya lagi sembari menatap tidak enak pada Dr.Risa


Sesaat suasana jadi tegang di antara mereka. Dr.Risa sendiri bingung dengan reaksi Kama. Dia hanya ingin mengetahui info yang sebenarnya agar bisa mendiagnosa lebih lanjut.


"Maaf-maaf, maksud saya bukan begitu. Coba Mas sama Mbak duduk dulu, kita ngobrol pelan-pelan. Pahami kalimat saya, saya tidak bermaksud menyinggung atau menuduh. Saya hanya mengumpulkan info agar saya bisa mendiagnosa lebih lanjut" Dr.Risa menjelaskan maksudnya.


Sutra setuju dan mengajak Kama duduk sembari mendengarkan penjelasan dokter. Mereka lantas ngobrol lebih jauh hingga setengah jam, sampai Kama benar-benar paham bagaimana proses menuju kehamilan yang sesungguhnya.


Dr.Risa menjelaskan untuk perempuan yang masih perawan, saat pertama kali melakukan hubungan akan ada bercak darah yang keluar dari bagian intinya. Itu menandakan kalau selaput dara-nya telah robek, hingga terjadi pendarahan ringan yang tidak membahayakan.


Namun Dr.Risa juga menambahkan kalau tidak semua perempuan mengalami hal demikian. Ada beberapa perempuan yang terlahir tanpa selaput dara. Dan ada juga yang sudah robek lebih dulu akibat cidera/trauma fisik.


Dari penjelasan itu Kama seolah menemukan harapan kalau ia masih perawan. Selain tidak terjadinya pendarahan saat di celupin Sutra tadi malam, ia juga tidak pernah mengalami cedera sejak kecil. Jadi ada kemungkinan ia tidak hamil.


Akhirnya mereka pun lega dan pamit pada Dr.Risa.


"Terimakasih banyak atas konsultasinya Dok..." saut Sutra sembari pamit dan berjabat tangan dengan dokter. Sementara Kama sudah lebih dulu keluar karena ingin ke kamar mandi.


"Iya, sama-sama Mas. Oh ya satu lagi, saran saya nanti kalau Mas nya mau ngambil jatah, tolong lebih pelan sedikit masuknya. Jangan langsung di pacul kayak cangkul. Karena istrinya bilang terlalu besar kayak botol sirop, sampai dia terkejut dan kesakitan" ucapan terakhir dokter sembari menahan tawa.


Seketika wajah Sutra memerah.


"Ah, hehehe, i-iya makasih Dok..." jawab Sutra malu.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Hadeeeh aya-aya wae, kita nyanyi dulu yuk gaes..


"cangkul, cangkul, cangkul yang dalaaam...tanah yang longgar jagung kutanam...


beri pupuk supaya subur...tanamkan benih dengan teratur...jagungnya besar lebat buahnya...tentu berguna bagi semuaΒ 


cangkul, cangkul, aku gembira...menanam jagung di kebun kita..."

__ADS_1


Botol sirop jangan di tanam, ingat!


Tanamlah jagung, bukan botol sirop! 🀣🀣


__ADS_2