When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
DATUK EMRAN


__ADS_3

Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat πŸ€—πŸ™


happy reading..


.


.


"Datuk.." sapa Aiman dari belakang Datuk Emran yang sedang berdiri melihat ke arah kolam renang.


"Hm.." Datuk Emran menoleh


"Para pekerjanye dah balek kat sane, saye dah bagi tugas untuk mereka" Aiman melapor


"Good! Ai tak nak dengar kesalahan lagi! Next, macemane mak tu?" tanya Datuk Emran penasaran


"Mak tu belom keluar dari biliknye sampe sekarang Datuk" jawab Aiman


"Yu dah suruh orang hantar makanan?" tanya Datuk Emran lagi


"Sudah Datuk, tapi pintu bilikpun tak boleh buke" jawab Aiman lagi.


Datuk Emran merasa tidak tenang, ia lantas bergegas keluar dari kamar diikuti Aiman dari belakang. Di ruang tamu ia bertemu dengan seseorang.


"Bang.." sapa orang itu


"Wayan.., ai tak tau lagi nak cakap ape! Sumpah mati ai tak tau ape saje yang dibuat anak buah stupid ni! Tak de ai suru copy sertifikat tu.." Datuk Emran menghampiri orang itu, ia berkeluh kesah sembari duduk dihadapannya.


Ya benar, Wayan yang ada dihadapan Datuk Emran saat ini adalah adik sepupu dari ibunya Kama, Aji Wayan.


"Saya percaya sama Abang, tapi Kak Ida.., kasi dia waktu bang" ujar Wayan

__ADS_1


"Tapi Aiman cakap, Ida tak mahu makan, macemane pula.." ucap Datuk Emran khawatir.


"Sabar Bang.., bukan cuma soal sertifikat, tapi Kak Ida lebih terkejut dari itu! Kehadiran Abang setelah sekian lama pergi, itu yang membuat Kak Ida butuh waktu memahami keadaan ini.." jelas Wayan.


"Wayan.., ai tak benar-benar pergi lah, ai selalu pantau die.. But, ai tak de kuase hampiri die! Yu punya orangtua tak kasi point sikitpun..! Demi Tuhan, ai tak pernah duakan cinte kami!"


"Memang ai mengaku dah kawen lagi, tapi tak de hati. Tak de anak pun! Tak de mase ai nak cinte kan die, diotak ni cuma Ida lah satu-satunye! Dah cukop die seorang! Ai pun dah ada anak sama die kan, apa lagi nak diharap" jelas Datuk Emran lagi


"Bang.., saat itu yang saya tau tidak ada restu dari ayah dan ibu pada kalian. Tapi kak Ida tidak sedikitpun melupakan Abang. Setelah kalian berpisah kak Ida pun berubah jauh Bang, dia jadi pendiam, banyak merenung dan sering menangis. Terlalu besar tekanan dalam batinnya. Disatu sisi Abang suami, tapi disisi lain kak Ida anak tunggal ayah dan ibu yang akan mengupacarakan mereka jika mereka tiada. Wayan paham betul dilema yang kak Ida rasakan saat itu Bang.. Walau akhirnya Wayan juga yang mengupacarakan ayah dan ibu saat mereka tiada" Wayan pun menjelaskan apa yang dia lihat selama ini.


"Really? Yu cakap Ida masi cintekan ai? Dia tak sikitpun lupakan ai? Die tak benci ai? Daan.." Datuk Emran memburu Wayan dengan pertanyaan hingga ia memutus kalimatnya.


Ape benar wayan cakap ni? Ida tak upacarakan emak ayahnye??


"Sangat! Wayan yakin bang.., bahkan saat inipun hati kak Ida sedang bergejolak karena Abang kembali datang. Kak Ida sampai tak sanggup melihat Abang, makanya dia mengunci diri didalam kamar, menenangkan gejolak didalam hatinya" jawab Wayan yakin.


"Wayan, ai tadi dengar yu cakap Ida tak uparakan emak ayahnye, betol tu?" Datuk Emran menelisik.


"Itu berarti ai tak betol-betol pisah dari Ida. Wayan, ai nak jumpe die sekarang!" Datuk Emran berdiri, dia ingin segera menghampiri Ida Ayu, ibu kandung Kama.


"Tunggu dulu Bang! Maksudnya apa kalimat Abang tadi?" Wayan buru-buru menahan Datuk Emran, membuatnya kembali duduk.


"Ape tak de kalian semua yang tau?" Datuk Emran bertanya balik


"Soal apa Bang? Saya tidak paham" Wayan masih bingung.


"Wayan.., dengar cakap Abang baek-baek. Ai menikah dengan Ida dalam satu agama.. Ida dah jadi mualaf seminggu sebelum nikah tu. Jadi sampai detik ni pun Ida masih muslim.. Die tak betol-betol lupe pasal sembahyang pura. Die cuma tak bagi tahu dah jadi mualaf. Die takot tak de yang terime pasal tu.." Datuk Emran menjelaskan pelan-pelan.


"Astagaaa, Abang serius?" Wayan terkejut, sudah sepuluh tahun kakaknya menutupi kenyataan itu. Padahal bagi Wayan sendiri, agama adalah pilihan masing-masing orang, tidak ada yang boleh dipaksa dan memaksa. Sama seperti ketika ia mau menikah dengan Lulu, mereka juga terhalang oleh perbedaan agama hingga salah satunya mengalah.


Datuk Emran mengangguk, raut wajahnya yang semula khawatir berubah jadi sedih.

__ADS_1


"Sebab tu lah ai dan Ida tepakse berpisah.. Ida tak sanggop tinggalkan emak ayahnye.."


"Wayan tidak tau Bang, sumpah! Kalau tau begitu kenyataannya Wayan yang akan ambil tanggungjawab mengurus ayah dan ibu" Wayan jadi merasa ikut menekan kakaknya saat itu.


"Mase tu yu pun masih study kan.., tak de pilihan lain.. Dah lah, tak usah lagi dibincangkan! Dah macem ni lah takdir yang mesti Abang dan Ida jalani" jawab Datuk Emran bijak, ia kembali berdiri.


"Sekarang juga, ai musti jumpe die. Dah terlalu lama ai buang mase, dah betumpuk dosa Abang ni Wayan. Ida tak pernah sikitpun tinggalkan Abang, sebab Ida masih jage janji suci dalam agama kami tu.." jelas Datuk Emran lagi sembari pergi menuju kamar Ida Ayu.


Didepan pintu kamar Datuk Emran mengetuk pintunya,


Tok tok tok !


"Assalammualaikum..." sapa Datuk Emran, namun tidak ada jawaban dari dalam kamar. Pria paruh baya itu lantas mengulangi ketukannya.


Tok tok tok !


"Assalammualaikum, sayang.. Ini Abang.." Datuk Emran mengulang kalimatnya tujuh belas tahun yang lalu. Saat dimana ia dan Ida baru saja menikah hingga usia pernikahan mereka tiga tahun, kehidupan rumah tangga mereka tetap mesra dengan satu orang anak perempuan, yakni Kama.


Masih tidak ada jawaban dari dalam, tapi Datuk Emran berkeras menunggu hingga beberapa menit. Namun ketika ia ingin menyerah dan pergi, pelan-pelan pintu kamar terbuka. Muncul sosok Ida dari balik pintu. Wajahnya sembab, matanya bengkak karena terlalu banyak menangis.


Datuk Emran dan Ida pun berpandangan selama beberapa saat. Mereka terpaku, bibirnya terasa kelu, namun jantungnya tetap memburu, persis seperti saat bersama dulu.


Dengan susah payah Datuk Emran akhirnya berucap,


"Boleh Abang masuk?"


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Woaaa.., Cinta Lama Bersemi Kembali


Akhirnya biang bertemu dengan kekasih hatinya yang sudah terpisah sepuluh tahun

__ADS_1


Kira-kira Biang mengijinkan Datuk Emran masuk atau tidak ya??


__ADS_2