
TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI ππ
TINGGALIN JEMPOL DAN VOTE NYA JUGA YA (he..he..he)
I Love U π
.
.
.
Dua mobil yang beriringan baru saja sampai di depan rumah Mr.William. Mereka adalah Sutra dengan Kama, dan aji dengan Lulu.
"Wow.., honey.., the house is nice! Kayaknya Adrian bukan orang biasa-biasa..." di dalam mobil Lulu mengomentari rumah keluarga Sutra.
"Heum, mungkin" jawab aji singkat
"Iih, apaan sih kamu, akuin aja deeh.." protes Lulu
"Udah yuk turun, mereka udah nungguin kita tuh.." aji mengajak Lulu turun dari mobil
Sutra turun dari mobil lebih dulu, ia memburu langkahnya agar bisa membukakan pintu untuk Kama.
"Yuk.., saya pegangin. Pasti susahkan jalan pake heels gitu.." Sutra menyodorkan tangannya
"He, iya bener" Kama meraih tangan Sutra, mereka jalan beriringan. Diikuti oleh aji dan Lulu dibelakang.
Pintu depan rumah Mr.William sudah terbuka ketika mereka berempat sampai. Dari dalam rumah Mr.William menyambut kedatangan mereka.
"Hi.., welcome to our home.." sambut Mr.William dengan hangat dan tak lupa senyum charmingnya.
"Ayah, kenalin, ini Kama.." Sutra memperkenalkan Kama pada ayahnya
"Kama, pak.." Kama menyalami Mr.William dengan menunjukkan senyum terbaiknya
Waoww, ayahnya ganteng banget! batin Kama
"Hallo Kama.. Nice to meet you.. You are so beautiful.." Mr.William memuji penampilan Kama seraya mengedipkan sebelah matanya ke Sutra.
"Ini tante dan om nya Kama, ayah.." Sutra memperkenalkan aji dan Lulu pada ayahnya
"Wayan Agung.." aji berjabat tangan dengan Mr.William
"William Zanyar.."
"Zanyar..? Zanyar DesignInc Architect..?" dengan wajah terkejut aji bertanya
"Yes! That's my company. Have we met before?" tanya Mr.William antusias. Kayaknya aji dan Mr.Will bakalan nyambung nih.
"Ya Mister, kita memang pernah bertemu sebelumnya.." saut aji tak kalah antusias. Aji senang bisa bertemu dengan seseorang yang satu profesi.
"Ah ya Mister, ini istri saya.." aji memperkenalkan Lulu
"Lulu Ang.." Lulu berjabat tangan dengan Mr.William
"Nice name.." puji Mr.William
"Oke, come in, kita temui nyonya rumahnya.." Mr.William mengajak mereka semua masuk hingga ke dalam, menuju meja makan yang sudah dipenuhi dengan makanan enak buatan Ajeng, istrinya.
Persis seperti suaminya, Ajeng juga menyambut mereka dengan ramah dan hangat. Setelah semua selesai berkenalan, Ajeng langsung mempersilahkan mereka mengambil makanan secara prasmanan. Ajeng sengaja menyusunnya seperti itu agar setiap orang bisa memilih makanan yang disukai masing-masing.
Tak jauh dari situ, dipinggir kolam renang, Ajeng sudah menata dua meja makan bulat untuk mereka menikmati makanan bersama-sama. Ajeng juga tak lupa mengatur pencahayaan yang terang walau mereka makan di pinggir kolam.
"Ayo.., ayoo, silahkan.. Jangan sungkan-sungkan ya.." Ajeng mengambilkan makanan untuk suaminya, diikuti Lulu dibelakang.
__ADS_1
Sementara itu Mr.William dan Aji sudah lebih dulu duduk di meja bulat, mereka melanjutkan pembicaraan diawal tadi seraya menunggu istri-istri mereka mengambilkan makanan.
Setelah Ajeng dan Lulu bergabung dengan suami-suaminya. Giliran Sutra yang mengajak Kama.
"Yuk, kita ambil makanannya.." ajak Sutra
"Cepet banget ya mereka akrabnya.. Kayak mereka aja yang punya hubungan.." Kama melihat ke meja tempat Aji dan Mr.William duduk bersama istri-istrinya.
"Hmm, syukurlah, langsung akrab dari awal, kita jadi bisa ngobrol berdua.." Kama beralih melihat Sutra.
Quiny yang baru saja turun dari kamarnya, berdandan cantik dengan mengenakan dress tanpa lengan berwarna kuning cerah. Rambut pirang nya dibiarkan tergerai.
"Hi.." sapa Quiny pada Kama. Quiny langsung mengapit lengan Sutra dengan manja.
"Ah ya, hi.." Kama terkejut dengan kehadiran Quiny
Siapa dia? Cantik banget! Semua orang dirumah ini kelewatan cantik dan ganteng.. Huuufft, aku cuma sepersepuluhnya..
"Kenalin, my name is Quiny, mantan pacar Adrian.." saut Quiny lagi, membuat Kama kembali terkejut dan terdiam.
Mantan? Bukannya dia bilang baru pertama kali pacaran? Dasar tukang bohong...!
Sutra menangkap ekspresi aneh Kama, ia lantas menjepit hidung Quiny dan menjelaskan.
"Ah, hehehe.., iya dia ini mantan pacar saya. Dari mulai bayi udah saya pacarin!"
"Aww! Don't touch my nose, Adrian!" protes Quiny, ia lantas membalas hal yang sama ke Sutra "Uuuh..." saut Quiny kesal
"Oke, aku mau kenalan sama tamu ayah dan ibu dulu.." Quiny pun pergi meninggalkan Kama dan Sutra.
"Dia adik saya.." jelas Sutra seraya mengambil piring dan mulai memilih makanan.
"Oh.., pantes cantik banget.." Kama mengikuti Sutra, ia juga mulai memilih makanan.
"Oh ya, tapi menurut saya, cantikkan kamu.." ujar Sutra sambil menyendokkan sayur sop ke piringnya.
Kama dan Sutra pun mulai mengunyah makanan dipiring masing-masing. Setelah lima belas menit berlalu, mereka selesai dengan makannya. Sutra mengambilkan Kama dua macam minuman. Sementara di meja satunya, para orangtua masih sibuk dengan obrolan mereka masing-masing. Quiny sendiri malah mengundang seorang temannya datang. Kebetulan hanya berselang dua rumah dari situ. Mereka makan bersama sambil menonton di ruang tv.
"Hmm, kemarin sebenarnya saya mau kasi kabar ke kamu.., soal tesis saya.." Sutra kembali membuka obrolan.
"Kenapa?" tanya Kama
"Dua minggu lagi saya sidang meja hijau"
"Terus?"
"Saya sudah buktiin ke kamu, sesuai dengan janji saya. Tepat di hari Jumat kemarin sesuai dengan deadline"
"Ooh.., bagus donk kalo gitu" jawab Kama santai
"Tapi kamu inget kan hadiah yang saya minta dari kamu..?" Kama menggeleng
"Apa?" tanya Kama polos
Huh! Dia pura-pura gak inget atau memang lupa sih?
"Itu.." Sutra menunjuk ke diri Kama
"Ha, apa?" Kama makin bingung, ia memperhatikan bajunya.
Apa sih? Kok nunjuk-nunjuk baju..
Sutra lantas mengayunkan tangan, memberi kode agar Kama bisa sedikit mendekat padanya.
"Saya mau kamu.." satu kalimat dari Sutra itu sukses membuat wajah Kama bersemu merah seperti tomat. Kama jadi salah tingkah, dia malu mendengar kalimat seperti itu disaat banyak orang disekitarnya.
__ADS_1
Mau aku? Mau apa dia..??
Refleks Kama menyenggol gelas air putih diatas meja, membuat isinya tumpah. Kama pun cepat-cepat berdiri menghindar, agar bajunya tidak ikut basah karena tetesan air.
"Hei, Kam.., what's going on?" Lulu melihat reaksi Kama, seketika para orangtua ikut memperhatikan mereka.
"Eh, ituu, eee..."
"Saya gak sengaja nyenggol gelas Kama, tante.." jawab Sutra menimpali
"Yaudah, tinggalin aja Sut..,mejanya udah basah. Kalian pindah ke depan ya, nak.." saut Ajeng. Sebenarnya sejak awal Ajeng terus memperhatikan gerak gerik Sutra lewat ujung matanya, ia sudah curiga, pasti Sutra mengatakan sesuatu yang membuat Kama terkejut sampai gadis itu tak sengaja menumpahkan air minumnya. Ajeng ingin langsung menegur Sutra, namun ia mengurungkan niatnya, ia tidak mau membuat suasana jadi aneh diantara mereka. Ia lantas meminta Sutra mengajak Kama pindah ke ruang tamu depan.
"Oke, buk.." Sutra mengajak Kama pergi ke depan
Di ruang tamu depan Kama dan Sutra duduk berseberangan.
"Besok pagi jam sepuluh saya jemput ya.." ujar Sutra
"Ha, mau kemana? Gak, gak mau! Saya gak mau yang aneh-aneh!" Kama masih takut dengan kalimat Sutra sebelumnya.
"Kok aneh sih? Saya mau ngajak kamu kencan..." ujar Sutra
Kencan?
"Itu kok tadi Mas Adrian bilangnya, 'mau saya', maksudnya apa?"
"Ooh, itu.. Saya mau kamu.., waktu kamu.., perhatian kamu.., sayang kamu.., dan cinta kamu cuma untuk saya.." Sutra menjelaskan dengan serius
Ohh..kirain..
"Kalau untuk waktu dan perhatian, saya gak bisa janji. Saya kan juga harus fokus kuliah"
"Hehehe, kamu polos banget sih.." Sutra tertawa kecil mendengar jawaban Kama.
"Oke, saya setuju, tapi beneran fokus kuliah ya.. Jangan fokus ke bocah cunguk itu atau temen cowok kamu yang lain!" sambung Sutra lagi
"Maksud nya Reyhan ya..?" Sutra mengiyakan
"Hehehe.., dia cuma temen kok! Gak lebih.." jelas Kama
"Tapi saya gak suka! Dia terlalu perhatian sama kamu.."
"Sama Mini dia juga perhatian kok.. Udaah, mas Adrian gak perlu kawatir" Kama meyakinkan
"Maunya sih gitu.., tapi saya kepikiran terus. Apalagi kita bakal LDR (long distance relationship), saya jadi gak bisa liat kamu setiap hari.."
"Memangnya Mas mau pindah ke Malaysia ya?" Kama bertanya serius
"Enggak, cuma kerjaan.."
"Loh, udah keterima kerja ternyata.. Bidang apa?" Sutra tidak bisa lagi menahan gemas melihat wajah serius Kama. Apalagi posisi duduk mereka terlalu jauh.
"Kita ngobrol diluar aja yuk.." Sutra menarik tangan Kama keluar, ngobrol di halaman depan rumahnya. Mereka duduk bersebelahan di kursi taman kecil yang ada di halaman.
"Kok pindah kesini? Memangnya gak banyak nyamuk?" tanya Kama heran
"Nih, tutupin pake jaket saya.." Sutra meletakkan jaketnya di pangkuan Kama agar kakinya sedikit tertutupi
"Kalau ngobrol didalem, gak bisa duduk sebelahan kayak gini.." sambung Sutra lagi dengan senyum
Huu.., dasarr..
πππ
Nah loh.., mulai ngebahas LDR mereka
__ADS_1
Aiih, baru jadian udah mau jauh-jauhan...