When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
GALAU


__ADS_3

Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat πŸ€—πŸ™


happy reading..


.


.


Kama berlari sangat kencang sampai dia sendiri heran dengan kemampuannya. Padahal ketika masih sekolah dulu ia tidak pernah suka dengan pelajaran olahraga.


Untung saja dia selalu memakai sepatu kets setiap kali pergi, jadi memudahkan langkahnya ketika berlari.


Setelah setengah jam berlari, akhirnya kaki Kama mulai lemah. Ia berhenti tepat di depan pintu masuk Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana yang berjarak 800 meter dari villa tadi.


Hah..hah.. jauh juga aku berlari. Tiba-tiba udah sampai disini


Jangan ditanya kenapa Kama sanggup berlari sejauh itu. Author sendiri gak bisa bayangin gimana keramnya kaki dan paha Kama sekarang. Yang jelas habis ini, dia ngesot kayaknya. Hahaha.


Silih berganti orang yang masuk ke dalam Taman GWK, tapi Kama tetap diam memandang dari luar. Ia sekarang sudah bingung harus kemana lagi.

__ADS_1


Tidak jauh dari tempat Kama berdiri ada sebuah plank yang menunjukkan arah menuju mushalla. Entah kenapa hatinya tergerak untuk mengikuti petunjuk itu. Pelan-pelan Kama berjalan hingga ia sampai didepan sebuah mushalla yang tidak begitu besar namun bersih dan terawat.


Kama menoleh ke kanan dan kiri, mencari letak kran air untuk membasuh wajahnya. Setelah ketemu, ia bergegas menyalakannya, menampung tetesan deras air dengan kedua telapak tangannya, lalu membasuhkan ke wajahnya beberapa kali. Ia bahkan sudah tidak ingat lagi dengan pelembab ber-spf yang sempat ia kenakan tadi pagi ketika masih di villa Mr.Ed.


Wajah Kama yang semula kucel karena keringat, tampak lebih segar sekarang. Gadis itu beranjak menuju teras mushalla. Ia lalu duduk di anak tangga tempat orang-orang biasanya meletakkan sandal dan sepatu. Kebetulan pintu mushalla masih ditutup, karena sekarang masih jam sepuluh pagi, masih jauh dari waktu solat dzuhur.


Kama lalu menopang dagunya dengan kedua tangan, bertumpu diatas pahanya. Pandangannya lurus kedepan namun tidak fokus, sebab yang ada dipikirannya sekarang hanya satu kata, yakni abah.


Gimana rupanya sekarang? Tadi aku hanya melihatnya samar-samar sebelum kabur. Tapi kenapa abah tiba-tiba muncul? Apa maksudnya? Apa Biang sudah memaafkannya? Apa Biang sudah berdamai dengan masa lalu?


Kembali airmata Kama menetes satu persatu. Ia betul-betul bingung harus bagaimana. Ada rasa takut, rasa terkejut, dan rasa sedih yang campur aduk di dalam hatinya.


Kama masih ingat semuanya. Pertengkaran kalian diteras cottage hingga akhirnya Abah pergi meninggalkan kami.. Walau saat itu Kama tidak tau kalau itu adalah Abah, tapi ketika Abah sempat memanggil nama Kama, ada perasaan hangat kala itu, yang hanya terjadi semenit.


Sekarang Kama sudah lupa dengan rasa hangat itu! Kama sudah lupa kalau Kama punya Abah! Kama sudah terbiasa dengan kehidupan yang hanya memiliki satu orangtua yakni Biang! Dan dengan mudahnya Abah muncul.., bahkan berdamai dengan Biang..


Abah gak pernah tau kalau Kama harus tumbuh tidak normal selama sepuluh tahun ini. Melewati hari dengan ketakutan menjalin hubungan, menghindar dari segala hal, bahkan menangisi hal yang tidak ada hubungannya dengan Kama sendiri


"Hmuuuuffftt.." Kama menghembus napas panjang, menenangkan emosi yang bergejolak dalam dadanya. Begitu banyak pertanyaan yang ia lontarkan dalam batinnya, membuat dadanya jadi sesak.

__ADS_1


Biang.., Kama gak tau seluas apa hati Biang. Tapi senyum Biang yang Kama liat diteras villa tadi begitu lebar. Biang terlihat begitu bahagia dengan senyum itu. Apa itu artinya Biang sudah memaafkan Abah? Apa Biang sudah menghapus semua rasa sakit yang Abah tinggalkan selama ini?


Ataaau.., semua itu karena cinta?? Cinta Biang yang begitu besar pada Abah hingga melebihi rasa sakit yang ada..


Kama terus saja merenung, bertanya-tanya sendiri, hingga ia tiba-tiba teringat dengan obrolannya dengan Felicia waktu itu, psikolog cantik yang juga teman dekat Lulu.


"Iya, jalan kamu sembuh itu udah di depan mata, Kam.. Hanya tinggal menyelesaikan masalah yang terlanjur terjadi. Kamu harus ketemu dengan ayah kamu, ngobrol, dan komunikasi yang baik. Nah, disitu kamu bakal ngerasain perasaan apa yang sebenarnya ada di hati ayah kamu tentang kalian.."


Apa yang dibilang tante Feli waktu itu benar gak ya? Apa aku harus ketemu Abah? Berkomunikasi yang baik dengannya? Tapi aku takut, aku bingung, aku gak tau harus bicara apa dengannya. Aku.., aku gak yakin dengan diriku sendiri. Aku gak yakin bisa ngerasain perasaan Abah seperti aku bisa merasakan perasaan Biang dan Mas Adrian..


Seketika Kama menurunkan tangannya, mengahapus semua sisa airmata dipipinya. Ia teringat satu hal,


Mas Adrian..! Ya, dia! Aku harus ketemu dia sekarang!


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Sejauh apapun berlari, yang dicari tetap cintanya juga..


Tapi apakah Sutra bisa benar-benar jadi obat untuk semua rasa galau Kama?

__ADS_1


Yuk cekidot di next eps


__ADS_2