
Adrian baru saja keluar dari kamar rawat Kama dengan wajah yang tampak lebih tenang dari sebelum nya. Di depan kamar, dia bertemu dengan tante Lulu dan aji,
reflek Adrian tersenyum ke arah mereka,
yang juga disambut dengan senyuman oleh tante Lulu namun tidak dengan aji.
Aji langsung mendekati Adrian,
"Saya mau bicara serius sama kamu!"
Dengan penuh tanggung jawab, Adrian seketika mengangguk, mengiyakan permintaan aji.
Lantas aji meminta tante Lulu menunggu di dalam kamar,
seraya meminta istri nya untuk tidak mengatakan apapun pada Kama. Aji bilang ini urusan laki-laki,
dan dia adalah wali Kama selama di Jakarta, jadi dia berhak menuntaskan semua masalah yang melibatkan Kama.
Namun bukan Lulu namanya jika tidak kepo dengan segala hal yang dilakukan suami nya, lantas Lulu pun berbisik,
"Honey, nanti ceritain ya sama aku semuanya.., semuanyaa.." kening aji mengkerut, dia tak habis pikir dengan bisikan istri nya barusan
Sedetik kemudian, Aji beranjak meninggalkan tempat itu, yang diikuti oleh Adrian dibelakang.
Mereka berjalan keluar dari rumah sakit. Entah kemana tujuan mereka, yang pasti pembicaraan mereka sangat serius. dan aji pasti akan menguliti Adrian hingga ke akar-akar nya.
πππ
Kama baru saja terbangun dari tidur nya. Dia melirik ke jam dinding yang ada di kamar pasien tempat nya di rawat, tampak jarum jam masih menunjukkan pukul setengah 5 pagi.
"Aaah, aku bangun ke pagian. Mcck, tidur ku juga gak nyenyak semalaman" gerutu Kama kesal.
Semalaman tidur Kama gelisah, apalagi dia hanya sendirian di kamar ini. Aji dan tante Lulu terpaksa harus pulang karena gak bisa meninggalkan baby Jason untuk bermalam di rumah sakit.
(-flashback sedikit tadi malam-)
"Kamaa, i'm so sorry, kita gak bisa temenin kamu tidur disini. Jason waiting me, kamu gak marah kan?" ucap tante Lulu yang tidak enak hati harus meninggalkan Kama sendiri di rumah sakit
"Gak papa tante. Lagian Kama juga baik-baik aja kok. Ini karena prosedur rumah sakit yang mengharuskan Kama bermalam disini. Besok setelah visit dokter, Kama juga pulang kok" jawab Kama
"Atau kamu di temenin aji ya.." tanya tante Lulu yang masih gak enak hati
"Gak usah. Serius deh, Kama gak papa. Besok pagi aja aji dateng jemput Kama ya" jawab Kama lagi meyakinkan. Dia tau kalau aji pasti juga capek dan ingin beristirahat enak di rumah.
"Yaudah, kalo gitu kita pamit pulang ya. Kalo perlu apa-apa, kamu langsung pencet bel nya, biar suster nya dateng. Besok pagi Aji balik, jemput kamu" ucap aji kemudian
------------
Kama bangkit dari tempat tidur nya, berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya di westafel,
menggosok gigi dan ritual lain yang selalu dia lakukan setiap bangun pagi.
Beberapa menit kemudian Kama keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar dan bersih. Dia lantas membuka tas ransel yang tergeletak di atas rak sebelah ranjang,
tas yang memang dibawa nya sejak berangkat dari kost menuju rumah aji. Tas itu berisi semua keperluan Kama,
dari mulai baju, pakaian dalam, parfum dan skin care yang setiap hari digunakan nya.
__ADS_1
Kama segera kembali ke kamar mandi untuk mengganti pakaian dan berkutat dengan skincare nya beberapa saat. Tak lupa dia menyemprotkan parfum serta mengoleskan sedikit lip tint pink di bibir nya, agar terlihat lebih fresh.
"Untung saja tante Lulu membawakan tas ini dari mobil aji, aku jadi bisa ganti baju dan siap-siap untuk pulang. Sekarang tinggal nungguin aji dateng menjemput" Kama berucap sendirian
Kemudian Kama keluar dari kamar mandi, dia kembali melirik jam dinding yang tidak berubah jauh dari sebelum nya, hanya bergerak dua puluh menit dari waktu awal tadi. Ya, masih pukul 5 kurang, bahkan setelah dia selesai mandi dan sedikit berdandan.
Kama memang orang yang simple, dia tidak butuh banyak waktu untuk mandi dan membenahi wajah nya, seperti kebanyakan cewek lain.
Kama lantas mencari kesibukan, dia berjalan ke arah jendela, menyibak tirai jendela, namun yang terlihat hanyalah pemandangan luar yang masih gelap. Untung aja gak keliatan mahkluk astral, bisa ngompol dia, hahaha.
Kemudian Kama kembali duduk di ranjang, menyalakan televisi dengan remote, mengganti chanel nya berkali-kali hingga dia bosan sendiri.
Tidak satu pun acara tv yang menarik buat nya, itu karena pikiran Kama saat ini ingin pulang dan segera merebahkan diri di ranjang empuk rumah aji. Dia ingin membalas waktu tidur nya yang tidak nyenyak semalaman di rumah sakit.
Sesaat kemudian Kama kembali bangkit dari ranjang, dia berjalan ke arah pintu keluar,
berusaha melihat keluar dari balik bagian kaca yang terdapat di pintu.
Maklum ya, Kama memang gak bisa diem anak nya.
Yang terlihat hanya pintu kamar pasien yang ada di seberang kamar nya. Lantas dia mencoba untuk membuka pintu kamar nya sedikit, entah apa yang dia cari sesungguh nya,
hanya karena perasaan bosan dia lantas ingin sekedar melihat-lihat keluar.
Tidak jauh dari kamar Kama, di sebelah kanan, tampak beberapa kursi ruang tunggu khas rumah sakit.
Terlihat seorang bapak yang tidur diantara 3 kursi yang sejajar. Kemudian berjarak satu meter dari situ
tampak seorang laki-laki yang sedang duduk. Laki-laki itu agak menunduk sambil berkutat dengan ponsel nya. Rambut nya tampak basah dengan beberapa tetes yang sesekali jatuh mengenai ponsel nya.
Wah, cepat juga dia bangun. Mungkin keluarga pasien lain, pikir Kama dalam hati
Kama terkejut, reflek dia menarik pintu kamar nya hingga tertutup kembali.
Dengan langkah cepat Kama segera menuju ke ranjang, menarik selimut dan masuk ke dalam nya.
Apa aku gak salah lihat?? Itu dia kaaan?? Kok dia masih disini sih?! Kama bertanya-tanya dalam hati. Dia seperti melihat setan sampai harus ngumpet di dalam selimut seperti ini
Tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu kamar dengan pelan,
Tok...
Tok...
Tak ada jawaban dari Kama, dia masih sibuk di dalam selimut. Semenit kemudian, pintu kembali di ketuk pelan,
Tok..
Tok..
Kama tetap tak menjawab, namun dia sudah mengeluarkan kepala nya dari balik selimut. Dia mulai menyadari,
untuk apa dia harus bersembunyi dalam selimut, padahal dia tak punya salah apa-apa dengan orang itu.
Ini pasti gara-gara kejadian kemarin, sewaktu Kama memeluk pak Adrian, sampai-sampai dia harus bertingkah konyol pagi ini.
Pak Adrian membuat Kama jadi salah tingkah, apalagi kalimat nya yang meminta untuk membalas pelukan Kama.
__ADS_1
Hiih, dasar laki-laki mesum! Cari-cari kesempatan!
Kama lantas melihat ke arah kaca yang ada di bagian pintu kamar, seraya mengangguk ke sosok yang ada di balik pintu. Perlahan pintu kamar di buka oleh sosok itu,
lalu menutup pintu kembali. Dia adalah Adrian. Sejak tadi malam Adrian tidak pulang. Dia sengaja menunggu Kama keluar dari rumah sakit,
sampai dia benar-benar yakin bahwa Kama baik-baik saja. Dia juga sudah meminta ijin pada aji untuk bermalam menunggu Kama dari luar kamar.
"Kamu udah bangun?" tanya Adrian yang perlahan mendekat
"Y-ya" jawab Kama singkat namun terbata
"Laper gak? Mau aku cariin sarapan diluar?" tanya Adrian lagi
"Eng-gak" Kama kembali menjawab singkat. Dia masih berusaha membuang jauh pikiran tentang kejadian kemarin agar tidak canggung dengan pak Adrian.
"Trus kamu mau tidur lagi ya?" Adrian menunjuk ke arah selimut yang menutupi tubuh Kama kecuali wajah
Seketika Kama bangkit, dan duduk di ranjang nya, dia lantas menyingkap selimut yang menutupi tubuh nya.
Tampak oleh Adrian, Kama yang memakai atasan lengan pendek berwarna pink. Kemudian Kama merapikan rambut keriting nya yang berantakan akibat ngumpet di selimut tadi. Dia mengikat rambut nya jadi satu ke belakang dengan menyisakan beberapa untaian di kanan dan kiri belahan rambut nya.
Adrian terdiam menatap Kama, dia begitu terpana hanya dengan melihat Kama yang merapikan rambut.
Apalagi di tambah aroma parfum Kama yang menyeruak saat dia menyingkap keluar dari dalam selimut tadi. Sampai-sampai bulu kuduk Adrian berdesir, seperti melihat hantu, begitu dahsyat nya aroma parfum Kama yang memikat itu.
Adrian langsung memalingkan wajah nya, dia takut tidak bisa menahan diri jika terus memandangi Kama. Adrian menarik nafas panjang berusaha menenangkan diri sebelum kembali melihat Kama.
"Saya bangun ke pagian tadi. Bapak kok masih disini?" Kama mulai bertanya setelah beres menata rambut nya
"Ah ya, saya baru bisa tenang kalau kamu sudah bisa pulang dari sini" Adrian kembali menoleh, menjawab jujur pertanyaan Kama
Ooh.." Kama sedikit mencebik kan bibir nya
Dasar keras kepala..! Padahal aku sudah susah payah memeluk nya kemarin! Eh, apa sih! Kok aku jadi mikirin pelukan itu terus! Kama berguman kesal
"Terus bapak tidur dimana?" sambung Kama lagi
"Saya gak tidur" jawab Adrian seraya duduk di atas ranjang bersebelahan dengan Kama
"Awas ya kalo bapak pingsan lagi kayak waktu itu, saya gak perduli!" ucap Kama ketus, dia tak menyangka bahwa dosen nya itu tidak tidur semalaman.
Mau belagak jadi highlander lagi dia! batin Kama
"Hahahaa" seketika Adrian tertawa, dia teringat kejadian saat dia pingsan di depan kost Kama, hingga berakhir dengan adegan brutal di apartemen nya
"Gak, saya kapok.. Takut kamu pukulin lagi, hehehe" Adrian melirik Kama, dia menggoda Kama dengan ucapan nya yang seketika membuat wajah Kama berubah merah seperti cabe.
Ya cabe, karena dimana-mana cabe pasti pedas. Di pastikan setelah itu Kama akan marah-marah.
πππ
TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI ππ
KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT π€
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)