
Jangan lupa bantuan LIKE dan VOTE-nya ya guys, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€
sarang buruuuung, eh sarangheyo ππ
-
-
"Kamu gila, Chels ...!" Kama terduduk di atas salju.
Pelan-pelan ia mencoba berdiri walau papan ski yang menempel di kaki menyulitkan geraknya.
Brak !
Sekali lagi Kama terjatuh. Chelsea sengaja mendorong tubuh Kama agar tidak bisa bangkit dan bergumul dengan tumpukan salju.
"Chels, apa-apaan sih?!" teriak Kama, emosinya terpancing.
"Kenapa lo gak mati aja sih, Kam? Kenapa lo gak musnah dari hidup gue?! Kenapa harus ada perempuan macem lo yang nyaingin gueee?!" ucap Chelsea tak kalah berteriak.
"Breng-sek! Bahkan wajah lo yang kampungan itu pun gak sanggup menandingi kuku cantik gue!" umpat Chelsea. Gadis itu sampai bergetar menahan emosi.
Apa katanya? Wajahku lebih buruk dari kuku dia? Apa iya ya?
Sontak Kama berjingkat, tangannya berhasil meraih ujung rambut Chelsea lalu menariknya kencang hingga gadis itu berteriak kesakitan.
"Aaaaaa ..." Kepala Chelsea sampai tertunduk. Ia segera menangkap tangan Kama lalu memutarnya spontan.
"Aaaaaa ..., sakit Chels, ..." teriak Kama lagi.
Dari ujung earpice Aiman makin panik. Bersama dengan ketiga anggotanya ia berlari mencari keberadaan Kama, melihat sinyal terakhir yang di tunjukkan oleh sambungan earpiece.
"Berani-beraninya tangan lo yang menjijikkan ini nyentuh rambut gue!" Chelsea menekuk pergelangan tangan Kama lalu menekannya keras hingga Kama kesakitan.
"Sakit Chels ..., Sakit ...," Kama hampir menangis menahan sakit. Pergelangan tangannya terkilir karena perbuatan Chelsea.
Tak mau kalah, dengan sebelah tangannya Kama menghantam kaki Chelsea dengan tongkat ski hingga ia terjatuh.
Bug !
"Aduuuh," rintihnya pelan.
Sekarang posisi mereka berlawanan. Chelsea di kiri dan Kama di kanan. Chelsea berusaha keras bangkit walau kakinya sakit. Sementara Kama hanya mampu menopang tubuh dengan satu tangan, menyulitkan ia bergerak dari tumpukan salju.
"Huh, kayaknya lo gak mampu untuk bangkit dari situ." Chelsea sudah berdiri tegak susah payah.
"Baguslah, kalau gitu gue jalan duluan. Bye." Chelsea tersenyum jahat lalu meninggalkan Kama sendiri di tempat itu.
πππ
Sutra baru saja memaki sahabatnya, Dega, lantaran cemburu dengan keakraban laki-laki itu bersama dengan Kama.
Ia bahkan mengancam akan membungakan hutang Dega jika Dega mengulanginya lagi.
"Awas lo ya, sekali lagi gue liat lo kayak tadi dengan Kama, gue bunga-in utang lo, 50%!" ancam Sutra.
"Buset! Gila lo, Sut, tega bener dah ah. Masa gua di suru bayar 30 juta. Duit dari mane? Utang gua 20 juta aja gua kagak tau mau bayar pake ape." Dega menggaruk kepala, pusing memikirkan soal utangnya pada Sutra.
"Makanya lo jangan bikin gue naik darah, Betawi! Emosi gue liat lo akrab sama Kama!" bentak Sutra.
__ADS_1
"Jiah, kebangetan lu! Sama sahabat sendiri cemburu. Lu kira gua tanaman yang makan pagar!" Dega tak mau kalah. Ia tidak merasa bersalah atas prasangka sahabatnya.
"Pagar makan tanaman, dodol! Kayak gitu aja lo kebalik, heran gue kok lo bisa masuk UI sih?!" Sutra melotot pada Dega.
"Hahaha, pake di tanyak, gua emang kagak pinter, tapi gua beruntung, bro ..." Dega terkekeh dengan gaya tengilnya.
"Iya bener, gue akui lo memang beruntung banget. Sampe Chelsea juga udah lo tidurin tapi lupa gimana gayanya, hahaha ..." Giliran Sutra yang terkekeh meledek sahabatnya.
Senyum Dega seketika hilang setelah mendengar nama Chelsea.
"Lo yang di atas apa lo yang di bawah, eh lo gak tau, wuakakaka ..." Sutra semakin keras tertawa.
"Kampret lu!" umpat Dega sebal.
Tiba-tiba seseorang menepuk bahu Sutra dari belakang.
"Adrian," ucap seorang laki-laki berwajah blasteran Inggris dan Korea.
Sutra menoleh lalu memperhatikan laki-laki yang menegurnya itu lekat-lekat, mengingat siapa sebenarnya dia.
"Pasti lo lupa sama gue kan?" ucapnya lagi dalam bahasa Inggris.
"Maaf, siapa ya?" tanya Sutra.
"Gue Bryllian Alden Harrison. Kita pernah bertemu waktu di Inggris," jelas laki-laki itu.
"Hm ... Astaga, Bryllian, gue ingat sekarang. Maaf gue hampir lupa, pasalnya dua minggu yang lalu gue baru sadar dari koma, bikin memori gue banyak yang selip," jelas Sutra. Mereka berkomunikasi dalam bahasa Inggris, tanpa di pahami oleh Dega.
Memang Dega tidak pintar bahasa Inggris. Dia hanya pintar bahasa Betawi, Tagalog dan India. What? Serius? Ya, Dega pintar bahasa Tagalog dan India. Memang dia laki-laki yang lain dari yang lain, limited edition. Kesukaannya menonton serial drama Filipin dan India sejak masih SD. Bintang favoritnya adalah Nadine Lustre (artis Filipin) dan Priyanka Chopra (artis India).
Sutra lantas ngobrol dengan asik bersama teman lamanya itu. Mereka bertemu di Inggris saat Sutra mengikuti pertukaran pelajar tiga tahun yang lalu. Bryllian sendiri memang mahasiswa yang kuliah di Inggris.
"Gue juga. Lo keliatan lebih berisi dan keren, Bry, hehehe ..." Sutra memperhatikan Bry dari kepala hingga kaki. Pasalnya tiga tahun yang lalu seingat Sutra, Bry masih sangat kurus dan cuek dengan penampilannya.
"Jelas donk. Gue udah merit sekarang, bro. Udah ada yang ngurusin dan rewel kalo gue berantakan." Tak lama seorang perempuan cantik menghampiri mereka. Ia mendekat pada Bry dan memeluk lengannya.
"Pas banget. Nih, kenalin istri gue, Zivara Narendra." Sutra menyambut uluran tangan perempuan cantik itu lalu tersenyum.
"Lo gimana? Masih single? Masih takut sama cewek? Hahaha ..." Giliran Bry yang menanyai Sutra seraya mengejek.
"Hahaha, sori Bro, gue gak seperti dulu. Gue udah ketemu sama Maria Marcedes versi gue dan udah gue kawinin," jawab Sutra dengan bangganya.
"Serius? Gila! Jadi lo beneran nyari yang kayak Maria Marcede?" Bry ternganga dengan pengakuan Sutra.
Sutra mengangguk dengan senyum.
"Hahaha, gokil! Terus mana orangnya?" tanya Bry.
"Di sana, lagi main ski." Sutra menunjuk ke lintasan ski.
"Yaudah, ntar malam kita diner bareng yuk, biar istri lo bisa kenalan sama istri gue." Bry mengajak Sutra makan malam bersama.
"Oke, ntar malam gue telepon lo," jawab Sutra lalu Bry pun pamit pergi.
Setelah kepergian Bry, Sutra baru sadar kalau Kama dan Chelsea sudah terlalu lama bermain ski. Ia mulai gelisah dan mengajak Dega turun ke lintasan, melihat keberadaan mereka.
Sampai di lintasan tidak ada tanda-tanda keberadaan Kama dan Chelsea di sana. Sutra sempat menanyakan pada petugas lintasan, tapi mereka tidak tau menau. Semenit kemudian Chelsea muncul sambil menangis.
"Huuuu ...," tangis Chelsea.
__ADS_1
"Lu kenapa, Chels?" Dega langsung merespon pujaan hatinya.
"Aku ..., aku jatuh, Ga. Kakiku cidera, sakit ...," rengek Chelsea. Dega segera membantu Chelsea melepas papan ski yang menempel di kakinya. Dan memang benar, kaki Chelsea bengkak bekas di pukul Kama dengan tongkat ski saat mereka bertengkar tadi.
"Kama di mana?" Sutra tak perduli dengan keadaan Chelsea, ia langsung menanyakan keberadaan Kama.
"Aku gak tau, Adrian ... Tadi Kama langsung ninggalin aku waktu aku jatuh. Aku sampai ketakutan, untung aku bisa balik sendiri." Chelsea mengusap air mata kadalnya.
Kok kadal? Ya, karena yang buaya khusus buat cowok. Cewek kita ganti kadal aja guys.
Hah? Apa iya? Mana mungkin Kama seperti itu.
"Kalau benar yang kamu bilang, harusnya Kama lebih dulu sampai di sini. Tapi dia gak ada. Kamu jangan bohongin aku ya, Chels!" Sutra menekan kalimat terakhirnya seraya menatap Chelsea sinis.
"Adrian ..., kok kamu bentak aku ..." Chelsea merengek manja dengan memegang tangan Sutra.
"Lepas! Ga usah pegang-pegang aku, Chels!" Sutra menghempas tangan Chelsea, membuat gadis itu spontan mundur dan hampir terjatuh.
Untung Dega segera menangkap pujaan hatinya.
"Sut, apa-apaan sih lu?! Kasar banget ame cewek?" Sekarang malah emosi Dega yang terpancing.
"Eh, Ga! Lo bilang sama dia, gue bukan orang bodoh! Gue udah muak sama kelakuan dia!" Sutra mengacungkan jari telunjuknya ke arah Chelsea.
"Seminggu yang lalu, lo nyuru orang suruhan bokap lo untuk ngintilin gue, maksud lo apa, Chels?! Lo mau nyulik gue?!" Suara Sutra semakin meninggi, dan sudah ber lo-gue.
Dega terkejut dengan pernyataan Sutra, sebab selama ini ia tidak tau menau perkara itu walau mereka tinggal bersama.
"Chels, bener ape yang di omongin Adrian?" tanya Dega tak percaya.
"Enggak, bukan gitu, Ga. Aku ..." Chelsea mengelak.
"Udahlah lo gak usah ngelak, Chels! Gue udah hapal tipu manja lo yang bikin gue enek! Sekarang lo gak usah banyak alasan, lo bilang di mana Kama?" bentak Sutra.
πππ
Hiiii, di mana Kama guys??
Di manaaaa???? Di manaaaa? Di manaaa...
Ku harus mencari di manaaa?
Yuk lah kita kepoin di next eps π
Cekidot dot dot !
But, don't forget dukungan LIKE dan VOTE poin atau koin buat author ya guys, biar aku semakin berapi-api menulisnya ππ
I love you ... ππ
Oh iya, author mau kenalin karya temen-temen author yg SERU nih gaes, ceritanya gemes dan bikin bapeeeerr
Ada Alvina Devi dan Yayang Baehaqi Abdullah di sana... π
Ada Bryllian yg ganteng dan Vara yg cantik di sana ... π
__ADS_1