
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€π
-
-
Hati-hati, ada adegan menggetarkan !!
-
-
Terima kasih cinta ...
Cinta memang tak bisa di duga, kepada siapa dan mengapa kita jatuh cinta. Cinta datang tanpa alasan.
Cinta tak bisa di deskripsikan, karena mencintai juga tak butuh alasan. Hal yang paling penting dalam hidup adalah belajar bagaimana memberi cinta, dan membiarkannya masuk tanpa syarat.
Begitu pula dengan cinta yang sedang terjalin antara Komodo Lang dan Kerang Simping. Tanpa syarat Komodo Lang bisa memasuki tubuh Kerang Simping, menyatukannya pelan namun pasti. Inilah yang di namakan jodoh. Tidak ada yang tau apa dan bagaimana rupanya. Walau dari dunia yang berbeda, tapi Sang Kuasa mampu menggerakkan hati hingga langkah dan pertemuan menjadi awal mula berjumpa.
Pertemuan cinta yang sah di mata agama juga memberi hadiah yang berharga bagi penikmatnya, yakni pahala berbuah surga. Sungguh kuasa Tuhan Yang Maha Esa, menciptakan hawa untuk adam, persis seperti Kama untuk Sutra.
Penyatuan cinta sesungguhnya yang di mulai dari kata halal, menjadikan setiap langkahnya terasa begitu luar biasa. Tak sedikit yang menitikkan air mata, walau sakitnya sungguh menyiksa namun setimpal dengan pencapaian yang di terima. Membuat setiap insan yang bercinta sanggup mengulanginya hinga dua, tiga, bahkan lima sampai tenaga tak bersisa.
Hah? Apakah itu terjadi pada Kama? Marilah kita saksikan bersama, mengingat yang setengah coblos saja sudah begitu menyakitinya. Apakah kali ini roh Maria Ozawi juga mampu menyemangatinya?
Jawabannya adalah ya. Wow, luarbiasa! Tak di duga Kama sungguh-sungguh dengan niatnya. Ia serius ingin menjadi istri soleha.
Sekarang perjelajahan ke surga dunia di pimpin oleh Komodo Lang sebagai nahkodanya. Ia memasuki lautan terdalam tanpa batas dari tubuh Kerang Simping, namun semua harus di awali dari atas.
Jepit dan menggigit, tampaknya bisa jadi simbol resmi dinding Kerang Simping. Membangkitkan gairah menggelegar bak petir yang menyambar di tengah hujan salju kota Stockholm.
Ya, hujan salju lebat inilah yang menjadi saksi penyatuan sempurna dari kedua insan yang di mabuk cinta.
"A-aarrgghhh ..., sakit Mas ..." Spontan Kama menjambak rambut Sutra yang sudah di kunyel-kunyelnya sejak awal ia merasakan sensasi pencoblosan di pintu gerbang pertama.
"Terus gimana donk, Babe ...? Apa kita udahin ...?" Berat rasanya berucap, namun pertanyaan bodoh itu keluar juga dari mulut Sutra. Itu membuktikan kalau cinta bisa membuat kita jadi bodoh. Karena cinta yang di miliki Sutra untuk Kama jauh lebih besar dari hawa napsunya.
Mungkin ini yang disebut cinta sejati. Tak ingin menyakiti, walau keiingan tak mampu di tanggulangi. Apa mungkin? Apa bisa? Apa sanggup? Siapa bilang tidak bisa kalau seorang pencinta sanggup menguasai diri. Tapi kalau boleh memilih janganlah sampai sering-sering terjadi, bisa makan hati dan berujung mencari pengganti. Hiii, amit-amit jabang bayi!
__ADS_1
"Jangan ..., terusin aja ..." Suara Kama bergetar, menandakan kalau ia sangat ingin melaksanakan tugasnya sebagai istri yang sempurna bagi Sutra. Urusan jejak pemberedelan yang nyut-nyutan, itu belakangan. Tak ingin dia pikirkan untuk saat ini.
Ooh, Babe ... i love you so much ...
Merasa sudah mendapat persetujuan, Komodo Lang lantas menekan gasnya di bawah. Ia tancap masuk dengan gigi 4, bukan lagi gigi 1, 2, ataupun 3.
Komodo Lang tidak mau lagi hanya berhenti di seperempat jalan seperti waktu itu. Walau rasanya begitu sempit dan terjepit, tapi ia sudah cukup terlatih untuk tidak muntah di tengah jalan. Seolah sudah minum obat antimo sebelum berangkat.
Jeduukkk !
Benturan di pintu kaca tebal bagian dalam Kerang Simping tak bisa di elakkan.
Kraak !
Dengan sekali hantaman Komodo Lang yang berukuran semok dan panjang itu berhasil menyobek-nyobek pintu kaca tebal Kerang Simping. Itu berarti pengalaman sebelumnya menjadikannya pintar dengan sekali belajar.
"Ssshhh ..., aaaaarrrghh ..., Maaassss ...," desahan sekaligus teriakan Kama bergetar hingga cairan bening hangat keluar dari sudut matanya. Di saat yang sama, ia pun reflek mencengkram bahu Sutra dengan kedua tangan, melampiaskan rasa sakit yang sungguh perih di bagian dalam Kerang Simping.
Ya, Kama menangis sekarang. Sutra telah resmi menyakiti bagian terdalamnya, mengoyak dengan begitu gagahnya.
"Babe, kalau kamu gak kuat aku gak apa-apa ..." Sutra menunduk, memposisikan wajahnya tepat di atas wajah Kama. Ia menyeka cairan hangat itu, merasa tak tega dengan kesakitan yang Kama rasakan.
Jika ada istilah yang melebihi bucin, itulah yang tepat di sematkan untuk perasaan Sutra pada Kama. Kira-kira apa yang cocok ya, guys?
"Gak apa-apa, Mas ... A-aku mau ..." Walau menangis tapi wajah Kama tetap bersemu merah setiap membahas tentang itu. Mereka bertukar napas dengan jarak yang begitu dekat.
By the way, kalau Sutra nyabut Komodo Lang setelah ia berhasil memecah dinding pertahan terakhir Kerang Simping, itu tidak baik! Dan sungguh kelewatan! Tak patut di contoh. Bukan hanya Kama dan Sutra yang tersiksa, tapi readers juga! Camkan itu, Sutra.
Rasa haru pun menjalar di hati Sutra. Ia tersentuh sekaligus salut dengan keikhlasan Kama yang kali ini sungguh-sungguh merelakan dirinya tersakiti, agar bisa menyongsong kenikmatan bersama.
Terjawab sudah berapa besar cinta Kama untuk Sutra, yakni sebesar pengorbanannya saat ini.
Aku janji gak akan ngecewain kamu sampai kapanpun, Babe ...
Sutra mengusap pipi Kama dengan lembut. Mencium dahi, kedua mata, hidung lalu berlabuh di kedua bagian kenyal wajah Kama. Pagutan kembali terjadi, jelly-jelly pun bermain. Mengait, mencecap, dan saling menghisap satu sama lain. Mencoba mengurangi rasa sakit bagian inti Kama lewat sentuhan cintanya. Untuk yang satu ini Kama sudah pintar berkat ajaran Sutra.
Sementara itu di bagian bawah, Komodo Lang dan Kerang Simping masih berpelukan sambil berbisik-bisik mesra.
Abang goyang, ya ..., kata Komodo Lang.
__ADS_1
He-eh, pelan-pelan ya, Bang ..., jawab Kerang Simping.
Berbekal pengalaman secuil dan terputus di tengah jalan waktu itu, Komodo Lang dengan percaya diri bergerak maju mundur perlahan, sesuai request sang kekasih. Rasanya sungguh hangat, di dekap erat dengan jepitan super kencang dari tubuh kekasihnya, si Kerang Simping.
Sret sret sret !
Begitulah bunyinya sanking terlampau sempit, atau karena yang masuk terlalu besar. Ah, pokoknya luarbiasa lah, padat menggigit tanpa celah sedikitpun. Jangankan celah, udara tipis yang numpang lewat saja pun tak punya tempat di sana. Bahkan Komodo Lang seolah terhisap oleh pelukan hangat Kerang Simping.
Tak bisa di gambarkan nikmat yang di rasakan Komodo Lang saat ini. Ternyata pintu terakhir yang berhasil di tembusnya betul-betul surga dunia. Jangan tanya apa isinya, karena ia pun sudah tidak bisa melihat lagi. Cengkeraman kuat Kerang Simping membuatnya buta, hanya tau gerakan maju mundur saja.
Cengkeraman demikian di lakukan Kerang Simping bukan saja karena merasa nikmat, tapi gemas terhadap kekasihnya yang bermain celap-celup, menghukumnya dengan cara demikian.
celap-celup ...
celap-celup ...
(iklan di tv swasta)
"Ssshhhh ..., aaaakhhh Maasss ..." Kama melepas ciuman mereka. Desahannya kembali terdengar bersamaan dengan tetesan bulir hangat untuk yang kesekian kalinya.
πππ
Hiks, author udah gak kuat gaes ...
Rasanya sakit, muter, dan bikin gemetaran ...
Adegan hareudang Kama dan Sutra terpaksa harus jadi korban ...
Author terserang penyakit mules-mules akibat sehari gak makan cabe ..
Loh, kok?
Iya, semenjak harga cabe mahal, author jadi ngurangi makan cabe, padahal cabe adalah cemilan author sehari-hari π
Gak percaya?
Makanya gaes, tolong bantu π dukungan vote untuk author yang banyak ya, biar aku bisa beli cabe lagi walau harganya mahal π
Atau tanyain langsung deh ke wa ku di 082165727555
__ADS_1
Next, kita kepoin aksi Kama-Sutra di eps berikutnya ya, cekidot π