
--- Sutra Pov ---
*S*elesai solat zuhur tadi, aku sungguh-sungguh berdoa kepada Allah. Aku minta dipertemukan dengan Kama, agar aku bisa tau apa yang terjadi sebenarnya.
Tiba-tiba....
"Adrian...." tiba-tiba Chelsea datang dan langsung memelukku didepan warung padang. Padahal aku baru saja mau masuk ke dalam mobil setelah makan siang tadi.
Duuuh, Chelsea apa-apaan sih! Kelakuannya membuat semua orang memandangi kami sambil senyum-senyum! Bikin risih saja!
Kalau tadi Kama yang memelukku begini, pasti kakiku refleks menguncinya, biar lama. Hihihi, tau sendiri lah, kakiku ini emang kurang ajar jika didekat Kama!
Aku lantas melepas kedua tangan Chelsea yang menempel dipinggang ku.
"Duh, malu Chel.. Diliatin orang!" ujar ku padanya.
Dia menatapku dengan serius, bolamatanya tampak berkaca-kaca. Halaaaah, kenapa lagi sih dia ini? Bikin urusanku saja! Aku kan harus lanjut keliling nyari Kama..
Tapiii, dasar aku terlalu lemah sih dengan cewek. Aku gak sanggup nyuekin dia. Dan terpaksa mulutku bertanya, kenapa..
"Kamu kenapa, Chel? Kok kayak mau nangis gitu?"
"Aku..., aku mau ngomong sama kamu... Penting!"
"Yaudah ngomong aja"
"Tapi gak disini.. Masa didepan warung padang!" protes Chelsea
Huuufffttt, mau ngomong aja ribet banget! Terpaksa aku harus ngajak dia pergi darisitu.
"Yaudah yuk.. Tapi aku gak bisa lama ya Chel.. Aku masih ada urusan penting" pintaku dan ia pun setuju.
Kulajukan mobil ku menuju taman kota Depok, tak jauh dari UI. Begitu sampai, aku mengajak Chelsea turun, tapi dia tidak mau.
"Aku gak mau ah ngobrol disitu.., kotor gitu tempatnya" ujar Chelsea
"Hehe, kotor apanya sih Chel? Bersih kok taman nya, gak ada sampah" jawabku
"Iyaa, tapi kan berabu Adrian.. Bajuku kotor donk duduk disitu"
"Terus dimana donk? Aku gak bisa loh kelamaan, kan tadi aku udah bilang ada urusan penting"
"Yaudah di mobil aja deh.."
Baguslah.., semakin cepat obrolan Chelsea selesai, semakin cepat aku pergi mencari Kama lagi.
"Oke, kamu mau ngomong apa tadi?"
__ADS_1
"Adrian.., kamu tau kan kalo aku suka sama kamu dari awal?" tanya Chelsea
"Yaa, terus?"
"Kok terus sih.. Kamu nya gimana? Kan selama ini kita udah deket. Aku selalu perhatian sama kamu.. Aku pengen hubungan kita jelas, Adrian.."
Hah? Hahaha, kenapa lagi si Chelsea ini?? Apa dia lupa kalau aku sudah menolaknya sejak awal..
Aku tersenyum melihat tingkahnya. Chelsea yang cantik memasang wajah manja dan sedih bersamaan. Ia bahkan menggenggam tanganku. Manisnyaaa..
Tapi maaf, dia bukan tipe ku, juga bukan seleraku!
Mungkin dia lebih cocok dengan Dega, Dega suka perempuan berkulit putih sepertinya. Apalagi sikap unyu dan manja seperti itu, memang tipe Dega banget sih..
"Maaf ya Chel.. Maaaaaf banget! Jawabanku masih sama seperti dulu. Dan hubungan kita juga tetap sama, sebatas teman" aku menjelaskan semampuku. Wajah Chelsea berubah, ia semakin sedih bahkan hampir meneteskan airmata.
Aaaaahhhhhh, aku gak tega! Gimana niii????
Kukirimkan share loc ke ponsel Dega dengan sebelah tanganku, memintanya untuk segera menyusulku kesini. Urgent!
"Kamu tega sama aku, Adrian.. Kamu pasti bohongkan.. Gak mungkin kalau kamu gak punya perasaan apa-apa sama aku.. Buktinya kamu perhatian sama aku.. Kamu selalu jagain aku... bahkan kamu minta Dega untuk ngecek aku di apartemen waktu itu... Itu apa namanya kalau bukan sayang???" chelsea bicara sambil bergelayut memelukku. Haduuuuuh....
"Chel..., kamu tenang dulu ya.. Mau minum gak? Aku beliin air mineral mau ya.." aku mencari alasan untuk melepas pelukan Chelsea, dan syukurnya ia setuju.
Lantas aku keluar dari mobil, menuju warung kecil diseberang jalan, membeli dua botol air mineral. Aku mengecek ponsel, dan Dega sudah membaca pesanku, lalu kukirimkan pesan tambahan.
Aku sengaja berlama-lama di warung sambil menunggu Dega datang. Tapi tak berapa lama Chelsea menelepon.
"Hallo, ya Chel..?"
"Kok lama banget sih beli airnya?"
"Iya ini, abang nya gak punya kembalian tadi. Tungguin bentar ya.."
Lima menit berlalu, kuputuskan kembali ke mobil dan menyerahkan air yang kubeli tadi pada Chelsea.
"Nih.., kamu minum dulu" Chelsea langsung menurut, ia menghabiskan air mineral hingga setengah botol.
"Udah.., aku udah lumayan tenang sekarang. Tapi jujur aku gak bisa berhenti suka sama kamu, Adrian.. Aku gak tau, tapi aku teruus mikirin kamu. Kamu itu sosok laki-laki idaman aku.. Aku bahkan udah cerita ke orangtua aku soal kamu.." sambung Chelsea lagi
Haduuuh, apalagiiii ini? Kenapa Chelsea kesannya jadi maksa gini ya!
"Mm, Chel.., gini deh.. Aku tanya, kamu masih inget gak waktu itu aku jawab apa pas nolak kamu?" Chelsea tidak menjawab, entah dia lupa atau sengaja aku gak tau.
"Aku ulangi ya.. Terimakasih untuk perasaan suka kamu ke aku. Tapi maaf, saat ini aku udah jatuh hati pada seseorang..." Chelsea kembali menatapku dengan mata yang berkaca-kaca.
Haduuuuh, dia bakalan nangis lagi! Dega, pliiiiisss lo dimana?! Kok gak nyampe-nyampe sih?!
__ADS_1
"Gak mungkin! Hikss, waktu itu kamu bohongin aku kan, Adrian..." dan benarr, Chelsea sudah menangis sekarang. Aku semakin gak tega, kalau terus begini aku bisa ngalah dan mengiyakan maunya. Dari dulu aku gak pernah sanggup melihat cewek menangis dihadapanku.
Terus bagaimana dengan Kama?? Oh Kamaaaa..., Maria Marcedesku..., Sumpah aku gak berniat mengkhianatimu, sumpah! Aku gak punya perasaan secuilpun pada Chelsea! Aku baru jatuh cinta sekali, dan itu hanya denganmu, Kama!
Tiiin... Tiiin...!
Suara klakson yang keras dari belakang mobilku, menghentikan atmosfer sedih yang diciptakan Chelsea didalam.
Aaaahhh, akhirnyaa!! Itu Dega! Dia datang dengan motor sport nya! Baguslah, aku bisa pergi mencari Kama menaiki itu.
"Itu.., itu Dega, Chel.. Bentar ya, pasti ada yang penting" aku beralasan ke Chelsea
Segera kutemui Dega diluar.
"Woii, kebangetan lu Sut..! Gua lagi asik-asik main game, lu udeh share loc aje minta tolong. Mang lu kenape?" oceh Dega menanyaiku
"Panjang ceritanya. Udah lo turun, gue pinjem motor lo ya, Ga.. Sama helm nya skalian sini!" aku meminta Dega turun, dan menggantikannya naik diatas motor.
"Buseet dah.., udah gile lu? Terus gua pegimane?" tanya Dega
"Tuh, lu bawa mobil gue. Kuncinya didalem. Oh ya, ada Chelsea juga tuh. Gue mesti buru-buru, Ga. Penting banget ini" aku menyalakan motor Dega
"Hah?? Beneran gile lu, Sut.." rengek Dega
"Ntar gue mesti ngomong ape ke die..?"
"Serah lo.. Gue jalan ya!" ujarku seraya pergi meninggalkan Dega dan Chelsea yang masih didalam mobil
Aaaahhh, leganya! Aku bisa lepas juga dari Chelsea. Kayaknya ini terakhir kalinya aku ketemu Chelsea berdua, karena dia semakin agresif sekarang! Hiiii....
πππ
Ada yang tau gak apa yang bakal dilakukan Chelsea dan Dega setelah itu?
Hahaha
Terus, Sutra pergi kemana tuh?
Yuuk, kepoin di next episode...
TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI ππ
KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT π€
JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)
I Love U π
__ADS_1