When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
BEASISWA REYHAN


__ADS_3

Sudah seminggu berlalu sejak orang tua Reyhan meninggal, teman sekelas Kama dan Mini, tapi dia belum juga muncul di kampus.


"Min.. gue ga lihat Reyhan, dia kemana sih?" Kama yang penasaran bertanya ke Mini


"Udah seminggu ga masuk, lo ga tau? belajar mulu siiih"


Mini tidak tau saja kalau seminggu belakangan Kama sibuk meladeni dosen freak itu. Dari mulai kejadian di poliklinik, tugas mata kuliah, hingga membantu mencari buku di perpustakaan.


Tapi percuma sih kalau Kama menjelaskan tentang semua kejadian itu ke Mini, dia kan menganggap pak Adrian dosen idola nya, pasti dia tidak akan mudah percaya cerita Kama. Malah sebaliknya, Mini yang akan berpikir yang tidak-tidak ke Kama.


"Masih berduka mungkin ya.."


"Ga tau, tapi kayaknya Reyhan ga kuliah lagi deh." omongan Mini membuat Kama terkejut


"Aah, sok tau lo!


"Iiyaa, gue serius. Kayak nya terbentur biaya gitu, kan gue liat keadaan keluarga nya, waktu minggu lalu ke rumah Reyhan sama anak-anak"


"Sayang banget ya kalo dia beneran ga lanjut kuliah" Kama teringat sosok Reyhan yang lucu dan akrab dengan semua teman di kelas. Pasti akan terasa sepi sekali kelas nya tanpa adanya Reyhan yang selalu punya bahan becandaan.


"Mau ga mau lah, Kam. Keadaan. Apalagi Reyhan juga punya adek yang masih sekolah, kalo ga salah kelas 2 SMA deh"


"Eh bukan nya kampus kita punya program beasiswa ya, Min?" Kama mencoba mencari jalan lain agar Reyhan bisa terus kuliah


"Harus nya sih ada"


"Yaudah yuk, temenin gue ke kantor jurusan buat cari infonya..." Kama langsung menarik tangan Mini pergi menuju kantor jurusan


Sampai di kantor jurusan, mereka bertemu dengan mas Dika, pegawai di kantor itu.


"Siang mas. Mau nanya boleh?" Kama memulai pembicaraan


"Ya, ada apa adek cantiiiik?" mas Dika yang selalu ramah, menyambut Kama


"Mau nanya soal beasiswa"


"Ok, nama kamu siapa? Biar saya cek datanya" mas Dika langsung beranjak ke depan layar komputer yang wajib online


"Kama Leandra Rahayu" teriak Mini yang baru masuk belakangan


"Kama? Ooh, yang kemarin biodata nya di minta pak Rasyid ya. Bukan nya kamu mahasiswa undangan? Gratis kan kuliah nya" mas Dika teringat dengan kejadian minggu lalu saat Adrian datang meminta data Kama


Kama mengerutkan dahinya, ia heran, untuk apa pak Rasyid minta biodata nya. Apalagi dia belum pernah ketemu dengan pak Rasyid, karena selama ini pak Adrian, asisten dosen yang freak itu, yang selalu mengisi mata kuliah nya.


Tapi tujuan Kama kesini soal beasiswa Reyhan, soal lain urusan belakangan, pikirnya.


"Maaf mas, bukan buat saya. Buat cowok, Reyhan Wiyoko namanya"

__ADS_1


"Oh, ok. Tunggu ya saya cek dulu." Kama mengangguk senyum


"Ketemu, Reyhan Wiyoko. Mahasiswa reguler, jadi tidak sedang menerima beasiswa dari mana pun." terang mas Dika


"Tapi masih ada kesempatan untuk ngurus kan mas?"


"Bisa donk. Untuk semester depan. Tapi ada syarat-syarat yang harus dia penuhi. Terutama nilai IP yang bagus di semester ini untuk menjadi bahan pertimbangan kampus" terang mas Dika lagi


"Kalau gitu, boleh donk mas saya minta list syarat-syarat nya."


"Ok, saya print ya"


"Makasih mas sebelumnya"


Mas Dika menjawab dengan senyum lebarnya


πŸƒπŸƒπŸƒ


Kertas berisi syarat-syarat pengajuan beasiswa sudah ada di tangan Kama. Dia mengajak Mini beranjak keluar dari kampus menuju tempat pemberhentian angkutan umum.


"Sekarang kita kemana lagi, Kam?" tanya Mini


"Kerumah Reyhan lah, kan lo yang tau alamat nya dimana"


"Sekarang juga?" tanya Mini lagi


"Minggu depan! Ya sekarang lah, Min"


"Kenapa sih?!"


"Gue.., gue lupa alamatnya. Hehe" Kama menghela nafas kasar mendengar jawaban Mini


Mini buru-buru mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Reyhan..


Tuut..


Tuut..


(nada telfon tersambung)


"Hallo Rey.. ini gue Mini. Kirimin alamat lo doonk. Gue sama Kama mau kesana sekarang"


"Iya niiih. Kama kangen, katanya udah seminggu gak ngeliat tampang lo. hihihi" Kama yang mendengar percakapan Mini, spontan mencubit lengan nya


"Adududuuuh.. Yaudah Rey, kirim sekarang ya, gue tunggu! Bye"


"Sakit, Kaaam. Lo nyubitnya beneran!" Mini merengek kesakitan

__ADS_1


"Salah sendiri, lo bikin gosip!"


"Eh, udah masuk ni pesan dari Reyhan. Kita naek ojol aja yuk Kam, biar cepet nyampe. Lagian tuh langit nya kayak mau mendung deh"


"Ok"


πŸƒπŸƒπŸƒ


Omongan Mini tentang keadaan keluarga Reyhan seperti nya benar. Terlihat rumah yang sangat sederhana dengan cat yang pudar, serta warung kecil yang menjual gorengan di depan nya, tempat ojol menurunkan Kama dan Mini.


"Assalammualaikum. Woii Reyhan!" Mini segera masuk ke warung gorengan itu


Reyhan yang tampak sedang mengangkat pisang goreng dari kuali, tersenyum lebar dengan kedatangan teman nya


"Walaikumsalam, elo.. Eh, Kama mana?" segera dia menanyakan Kama


"Tuuh, baru turun dari ojol" Mini menunjuk ke arah Kama


"...gue mau dooonk pisang goreng nya.."


"Ambil aja sendiri, gue mau nyamperin Kama dulu ya"


"Dasar bucin lo..."


Ya, kenyataan nya Reyhan sudah sejak lama naksir dengan Kama. Dia sudah mengatakan pada Mini, teman dekat Kama, meminta untuk di comblangi.


Tapi Mini menolak, dia tidak yakin Kama yang selalu serius belajar itu mau berpikir untuk pacaran, apalagi dengan Reyhan. Anak yang setiap hari lebih banyak ngelawak di kelas ketimbang belajar.


Reyhan keluar dari warung nya menjemput Kama yang baru turun dari ojol. Dia benar-benar senang melihat Kama mau datang mengunjungi nya. Karena minggu lalu ketika ayah nya meninggal, dia sangat berharap Kama datang, mengurangi sedikit kesedihan di hati nya.


"Kam, mau juga lo kerumah gue." dengan senyum Reyhan membuka pembicaraan


"Maaf ya Rey, minggu lalu perut gue bermasalah. Gue turut duka cita buat lo" Kama mengelus tangan Reyhan, merasa tidak enak karena tidak bisa datang minggu lalu


Namun Reyhan menanggapi nya berbeda, dia salah tingkah mendapat perlakuan begitu.


"Ee, gak, gak papa kok, Kam"


Tiba-tiba Mini berteriak dari dalam warung,


"Woii, Rey.... Tu tempe goreng belom diangkat!!"


Teriakan Mini spontan membuat mereka berdua tertawa dan mencairkan suasana


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)


__ADS_2