When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Sutra Hilang


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


Kama segera menuju ke kantor jurusan Arsin. Ia menemui Mas Dika, si pegawai jurusan sembari menanyakan syarat yang harus dipenuhinya untuk mengajukan cuti kuliah.


"Eh, Kama, apa kabar? Gimana itunya? Sehat?" Mas Dika langsung bertanya begitu melihat wajah Kama.


Nanya apa sih? Gak jelas!


"Alhamdulillah sehat, Mas" jawab Kama singkat.


"Kabarnya udah pulang kerumah ya?" Mas Dika kembali bertanya.


"E..., maksud Mas siapa ya?" Kama memastikan. Ia berlagak tidak tau.


Pria itu lantas lebih mendekat,


"Adrian..." bisiknya pelan.


Loh? Kok Mas Dika tau? Kan pernikahan aku dan Mas Adrian dirahasiakan dari orang-orang dikampus


"Saya tau dari Prof. Rasyid" bisik Mas Dika lagi. Prof.Rasyid adalah paman nya Sutra, dosen mata kuliah yang sebelumnya diisi oleh Sutra sebagai asisten dosen.


Duuh, gawat kalau sampai dia ember!


"O-oh..., iya Mas. Dia sehat" jawab Kama singkat.


"Oh iya, saya udah siapin draf yang harus kamu isi untuk cuti kuliah. Nih.." Mas Dika menyerahkan sebuah kertas.


"Tapi maaf Kama, ada kabar buruk sedikit" tambah Mas Dika lagi.


"Apa ya Mas?" Kama penasaran, ia khawatir dengan nilai semesternya.


"Sebelumnya kan kamu adalah mahasiswi undangan UI, jadi harusnya kamu tidak diperboleh cuti. Namun karena keadaannya mendadak, saya terpaksa memindahkan status kamu menjadi mahasiswi reguler agar kamu tetap bisa mengambil cuti" jawab Mas Dika.


"Oh, ya gak apa-apa Mas" Kama memaklumi akan hal itu.


"Mulai saat ini kamu terpaksa harus bayar SPP, Kam, dan untuk semester ini kamu diwajibkan membayar penuh karena perkuliahan sudah aktif selama satu minggu" sambungnya lagi.


"Oke Mas" Kama langsung menyetujui. Ia lantas mengisi draft tersebut, dan tak lupa menyertakan pas photo ukuran 4 x 6 sebagai syarat.


Setengah jam berlalu, Kama selesai dengan urusan dijurusan. Ia tak menyangka kalau proses pengurusannya bisa semudah itu. Mungkin karena dibantu oleh Pak Rasyid, hingga memudahkan jalannya.


Kama lantas menghubungi sahabatnya Mini dan mengajaknya bertemu di koridor belakang kampus. Kebetulan saat itu sedang jam pergantian mata kuliah, jadi teman-temannya mendapat jatah istirahat sekitar 40 menit.


Tak berapa lama Mini pun datang, namun ia tidak sendiri. Gadis imut itu bersama dengan Reyhan yang sudah resmi menjadi pacarnya.

__ADS_1


"Hei, Kam... Gue kangen banget sama lo" Mini langsung memeluk Kama. Sementara Reyhan hanya diam melihat dengan jarak 3 meter.


"Sama, gue juga" Kama mengusap lembut punggung Mini.


"Terus, lo jadi ngurus cutinya?" Mini melepas pelukan mereka.


"Baru aja selesai. Makanya gue sempetin ketemu lo" Kama tersenyum, namun kemudian ia melirik ke Reyhan dengan heran.


"Eh, dia kenapa?" Kama menunjuk Reyhan dengan matanya.


"Shock, ketemu sama lo!" saut Mini acuh.


"Hehehe, ngaco lo!" Kama tertawa kecil.


"Rey..." Kama lantas memanggil Reyhan.


"Hem..." sautnya.


"Apa kabar lo?" Kama melangkah mendekati Reyhan.


"Baik" jawabnya singkat.


"Dih, cuek banget sih sama gue. Lagi sakit lo?" tanya Kama.


"Gak, gue sehat kok" sautnya lagi.


"Masi inget aja lo..." ucapnya tanpa melepas senyum. Kama berhasil mencairkan Reyhan yang berlagak beku.


"Apaan? Kok ada nama gue?" Mini turut mendekat lalu nyambung dengan tampang bingungnya.


"Inget donk, gue inget semuanya kok" Kama tau kalau yang Reyhan maksud adalah kenangan tentang mereka dulu. Ia ingat betul dengan setiap kalimat pernyataan cinta dari Reyhan untuknya, namun apa mau dikata, hati Kama sudah terlanjur dicuri oleh Sutra kala itu.


Biarlah kenangan bersama Reyhan tetap berada ditempatnya, diikat menjadi hubungan baik yang dinamakan sahabat.


"Tapi jodoh lo bukan gue Rey... Tuh, ada orang yang selalu berada disamping lo, yang selalu ngeramein hari-hari lo dengan mulutnya yang cerewet" tambah Kama.


"Hehehe, iya lo bener, Kam. Ni si nenek lampir tiap hari ngomelin gue" ucap Reyhan sembari merangkul Mini masuk dalam peluknya.


"Yee, enak aja lo ngatain gue nenek lampir!" Mini menarik rambut Reyhan gemas, namun Reyhan hanya tertawa.


"Cinta datang karena terbiasa Rey, sejauh ini itulah yang gue tau" Kama begitu bahagia melihat dua sahabatnya bisa menjadi pasangan kekasih yang kompak seperti itu, dan berharap agar hubungan mereka awet hingga menuju ke pernikahan.


Haduh Kam, ketuaan harapannya! Jangan ngarepin orang menikah kalau pernikahan kamu sendiri juga belum bisa disebut pernikahan yang seutuhnya. Loh kok? Ya, iya. Masa ada orang menikah tapi belum kawin juga.


Pantas kalau Sutra nyaman dengan sandiwaranya. Soalnya Kama begitu kaku dan tegang. Bahkan saat mabok pun Kama sanggup menyiksa prajurit tempur Sutra dengan sadis tanpa memberi jatah makannya sedikitpun.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Kama baru saja turun dari taksi online, ia berada diapartemen sekarang. Sejak statusnya menjadi istri Sutra, ia sudah memiliki kartu akses langsung ke unit. Kama lantas masuk ke dalam lift dan menekan tombol lantai unitnya.

__ADS_1


Ting !


Lift pun terbuka di lantai 11. Sejak kecelakaan yang menimpa Sutra dua minggu yang lalu, mereka batal pindah ke unit apartemen yang lebih besar. Padahal saat itu uang muka untuk unit baru sudah dibayar oleh Sutra.


Kama melangkah menuju kamarnya. Setelah berbincang sebentar dengan Mini dan Reyhan, Kama sengaja langsung pulang agar bisa mengurus bayi berbulu dada miliknya. Ia bahkan tidak menelpon lebih dulu dan memilih langsung datang.


Ceklek !


Pintu unit pun sudah dibuka oleh Kama. Namun tidak tampak siapapun disana. Kama lantas merogoh tas ransel, mencari ponsel untuk langsung menghubungi suaminya.


Bukannya tersambung dengan Sutra, Kama malah mendengar suara ponsel Sutra ada didalam kamar. Ternyata Sutra meninggalkan ponselnya diatas ranjang.


Mas, kamu dimana??


Kama mulai panik, tapi ia coba untuk santai. Ia meletakkan ranselnya dan mengambil air minum agar pikirannya bisa tenang. Sempat terlintas dipikiran Kama untuk menghubungi ibu mertuanya untuk menanyakan keberadaan Sutra, namun ia urungkan. Pasalnya Ajeng pernah berburuk sangka pada Kama, dan ia tidak mau hal itu terjadi lagi.


Setengah jam berlalu Kama semakin gelisah. Sutra belum juga muncul. Kama memutuskan untuk turun menuju lobi.


Kamu dimana sih Mas??


Sampai di lobi apartemen, Kama segera menemui resepsionis, menanyakan soal suaminya.


"Maaf Mbak, saya mau tanya, tadi ada lihat Mas Sutra keluar lewat sini gak ya?" tanyanya. Sejak membawa Kama pindah ke apartemen, Sutra sudah memperkenalkan Kama sebagai istrinya, membuat semua pegawai perempuan dari resepsionis hingga cleaning servis patah hati karenanya.


Perlu diingat kalau wajah tampan Sutra memang membuat para kaum hawa tergoda ingin mendekatinya. Apalagi kalau ia sudah menunjukkan wajah imut dan unyu saat selfie di koridor apartemen seperti ini.



Walau ditutupi oleh brewok dan kumis, tapi bibir tipisnya yang berwarna pink itu begitu menggugah selera. Lihat saja! Siapa yang tidak ingin mencicipinya, coba? Ah, sungguh menggoda iman para wanita dewasa termasuk saya.


"Kayaknya gak ada deh, Mba" saut salah satu resepsionis.


"Duh, okedeh, makasih ya Mbak" Kama beranjak dari sana. Ia menuju pintu keluar dan menemui security gedung.


"Pak, maaf, lihat suami saya gak Pak?" tanyanya.


"Eh si neng, tadi bapak lihat Mas Sutra naik ke unitnya. Coba dihubungi aja nomernya, Neng?" bapak security kembali bertanya.


"Dianya gak ada dikamar Pak, dan gak bawa ponsel juga" saut Kama cemas sembari menunjukkan ponsel Sutra.


"Oh, kalau gitu pasti perginya gak jauh Neng. Tunggu aja, ntar juga balik" saut bapak security.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Wah, ngilang kemana Sutra gaes?


Apakah dia disembunyikan pocong atau wewe gombel??


Yuk kita cek di next episode πŸ‘‡

__ADS_1


__ADS_2