
"Nanti kamu tahu sendiri. Pesan kakek adalah bersabarlah menghadapi mereka. Lindungilah semua keturunan Wicaksono. Hanya Kamu dan Maria yang bisa melakukannya. Kalau begitu kakek pamit terlebih dahulu. Selamat tinggal cicitku," jawab kakek Kuntoro sambil berpamitan.
Tiba-tiba saja Aska terbangun dan melihat di sekelilingnya. Ia tidak sengaja melihat ruangan toiletnya yang serba putih itu. Tidak sengaja ada mengingat siapa itu kakek Guntoro? Apa ada hubungannya dengan masalah ini? Lalu kenapa kakek Guntoro menyebut nama Maria? Pertanyaan ini membuatnya sangat aneh. Setelah itu akan memutuskan untuk membilas tubuhnya dan keluar dari toilet.
Di tempat lain Frank nama pria paruh baya itu pun selesai melakukan olahraga. Dirinya melihat sang asisten sedang menyiapkan sarapannya. Kemudian Frank menghempaskan bokongnya di kursi sambil meraih ponselnya.
"Max," panggil Frank.
Max terkejut dengan suara sang tuannya itu. Ia sengaja tidak menoleh tapi menyahutinnya, "Ada apa Tuan?"
"Sebenarnya aku risih jika kamu memanggilku tuan. Aku pengen kamu mengganti nama panggilan itu. Kalau dipikir-pikir panggilan Tuhan adalah panggilan orang bergengsi saja. Sedangkan aku, aku adalah bekasnya ketua mafia," kesal Frank.
"Nama panggilan apa yang pantas buat Tuan?" tanya Max.
"Panggil saja Kakak. Aku ingin menjalin hubungan yang akrab sesama manusia. Kalau panggilan Tuan adalah panggilan yang ditujukan untuk seseorang yang memiliki jabatan penting dan kekuasaan. Aku memang Memiliki segalanya. Tapi aku tidak mau seperti orang-orang yang gila ketika dipanggil tuan. Apakah kamu mengerti soal itu max?" tanya Frank balik.
"Apakah kakak bertemu ingin bertemu dengan Aska?" tanya Max sambil mematikan kompornya.
"Ya... Lebih baik pertemuanku dipercepat saja. Aku tahu mereka sedang melakukan rencana busuk untuk menghabisi keluarga Wicaksono. Aku nggak bisa membayangkan jika mereka melakukannya.setahuku keluarga Wicaksono tidak membuat masalah sama orang lain maupun kolega-kolega bisnisnya," jawab Frank sambil membaca suatu pesan.
__ADS_1
"Jamaludin memang sudah gila. Banyak sekali yang menjadi korban atas kegilaannya itu. Terutama pada istri tuan Damian. Aku yakin istrinya Tuan Damian masih hidup. Dia sedang bersembunyi di suatu tempat untuk membalaskan dendamnya. Apakah aku harus mencarinya untuk mengajaknya kerjasama?" tanya Max.
"Apa yang kamu katakan? Setahu kita Nyonya Julia masih hidup dan berada di samping Tuan Damian. Memangnya Nyonya Julia ada berapa sih?" tanya Frank yang bingung dengan pernyataan Max.
Max sendiri juga bingung dengan pernyataannya itu. Ia tidak mungkin menjelaskan apa yang dimaksud olehnya. Max berasa kalau wanita yang berada di sampingnya Damian bukan Julia asli. Sambil menghidangkan makanan, Max hanya diam saja. Dengan geramnya Frank menegurnya sambil bertanya, "Jelaskan apa yang kamu maksud itu?"
"Selama ini kita tahu Nyonya Julia adalah orang yang dermawan. Kita sudah mengenalnya berpuluh-puluh tahun yang lalu. Aku sangat mengagumi Nyonya Julia. Beberapa tahun terakhir ini banyak sekali wartawan memburu berita keluarga Wicaksono. Mereka ingin sekali tahu tentang ahli waris sesungguhnya untuk memegang seluruh aset Wicaksono. Setelah menguliti siapa ahli waris, Nyonya Julia marah-marah dan ingin menuntut mereka semua. Ditambah lagi Nyonya Julia tidak pernah ramah kepada para wartawan itu," jelas Max.
Frank sadar atas penjelasan Max. Dirinya juga merasakan ada sesuatu yang aneh dengan Julia. Ia dapat menyimpulkan bahwa masalah ini berkaitan dengan Aska sang keponakannya itu. Namun Frank belum mau bicara kepada Max. Ia sangat penasaran sekali sebenarnya apa yang telah terjadi?
"Kapan kakak bertemu dengan Aska?" tanya Max.
"Sudah seharusnya ada menjadi pria kejam. Jika tidak nyawa seluruh keluarganya akan dipertaruhkan. Masalahnya ada harus menghadapi suatu organisasi hitam. Yang di mana organisasi itu membuat daerah Eropa sangat ketakutan. Jamaludin tidak pernah bermain dengan kata-katanya. Dia memang harus seakan darah dan kekuasaan. Jika ada yang memiliki kekayaan berada di atasnya, kemungkinan besar Jamaludin akan menghabisi nyawa seseorang. memang kejam orang itu dan tidak memiliki hati dan perasaan. Aku berharap ada dan lainnya bisa menjadi satu kelompok yang kuat untuk menghabisi kerabat dekatnya itu," ucap Max sambil mendoakan Aska.
"Apakah kamu berani melakukannya? Jika kamu berani mengajak Azka untuk bergabung untuk menghabisi Jamaluddin. Kamu akan berhadapan dengan Adrian. Dan kita akan menjadi bulan-bulanan Adrian," kesal Frank terhadap adiknya itu.
Memang Frank terkadang kesal terhadap Adrian. Dirinya tidak menyangka kalau Adrian memilih masuk ke kepolisian. Ditambah lagi Adrian ditugaskan khusus untuk menghabisi para mafia yang berada di negaranya itu. Mau tidak mau Frank akhirnya bermusuhan dengan Adrian untuk sementara waktu. Gara-gara Adrianlah, Blue Dragon akhirnya vakum dan bubar. Untung saja Adrian tidak menghabisi nyawanya atau menjebloskannya ke dalam penjara.
Selesai membersihkan tubuhnya Aska keluar dari kamar. Entah apa yang dipikirkannya itu, nama Guntoro sangat melekat sekali di dalam otaknya. Mau tidak mau dirinya bertanya kepada kakek Damian.
__ADS_1
"Aska," panggil Damian.
Aska menoleh dan melihat Damian yang sedang duduk di sofa sambil membaca koran. Lalu Aska mendekatinya sambil menghempaskan bokongnya di samping Damian.
Dengan usilnya Aska mengintip koran yang dibaca oleh Damian. Dirinya sangat terkejut sekali melihat koran yang berbahasa Indonesia.
"Kakek bisa membaca koran berbahasa Indonesia?" tanya Aska yang membetulkan posisi duduknya agar bisa berhadapan dengan Damian.
"Kamu ini meremehkan kakek saja. Nih kakek ceritakan silsilah keluargamu," jawab Damian sambil melipat korannya dan melemparkannya di atas meja.
"Memangnya siapa saja kek, silsilah keluargaku itu?" tanya Aska yang tiba-tiba saja bersemangat untuk mendengarkan Damian.
"Kakek buyutmu adalah seorang pejuang negara ini. Bisa dikatakan kakek buyutmu adalah seorang pahlawan. Kakekmu sudah meninggal di usianya yang ke seratus lima tahun. Beliau meninggal ketika kamu masih di dalam kandungan ibumu. Tapi kakekmu tidak pernah bercerita asal usul keluarga ini. Bisa dikatakan kakekmu orangnya sangat pelit pada informasi," jawab Damian yang menghadap ke Aska.
"Berarti sama ini kakek Damian adalah orang Indonesia asli?" tanya Aska.
"Memang benar. Di usia kakek saat menginjak 2 tahun, kakek buyutmu mengajak seluruh keluarga pindah ke negara Eropa. Di sana kakekmu mulai bekerja di suatu perusahaan swasta. Yang di mana perusahaan itu menjadi cikal bakal Wicaksono Group. Kamu mau tahu kenapa perusahaan itu menjadi Wicaksono Group? Karena sang pemilik tidak memiliki seorang anak. Lalu sang pemilik meminta diriku menjadi anak angkatnya. Di sinilah seluruh perusahaan pusat dan cabang resmi menjadi milikku. Dengan kata lain kakek lah yang menjadi ahli waris. Setelah dewasa kakek menjabat sebagai CEO di perusahaan itu. Kakek mulai mengolah semua aset agar perusahaan itu tetap berdiri dengan kokoh sampai saat ini. Tapi ada orang yang tidak suka dengan kakak. Orang itu sengaja menjatuhkan kakek dan ingin merebut semua milik kakek," jelas Damian.
"Sebentar kek. Siapa nama kakek buyutku?" tanya Aska yang pura-pura tidak tahu.
__ADS_1