Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Tugas Baru Max.


__ADS_3

"Iya itu benar. Tuan muda Aska orangnya sangat gigih sekali. Awalnya aku memang pergi ke sini hanya untuk menghilangkan jejak. Jamaludin pernah memburuku dan ingin membunuhku. Aku memutuskan untuk tinggal di kebunnya tuan muda Aska. Di sinilah aku hidup belajar menjadi tukang buah. Pak Broto menerima aku dengan senang hati dan melindungi ku dari Jamaludin," Max menjelaskan ketika dirinya tinggal di kebun Pak Broto.


"Setelah itu aku bertemu dengan seorang pemuda yang lusuh dan tidak bersemangat untuk hidup. Aku berkenalan sama dia dan memintanya menjadi temanku. Kita sama-sama belajar dari Pak Broto. Tapi pemuda itu sering sekali menyerah untuk belajar buah-buahan. Semakin lama aku diberitahu sama Pak Broto kalau pemuda itu adalah pemilik kebun ini. Aku terkejut dan Pak Broto menceritakan semuanya. Aku nggak bercerita kepada dia. Aku memilih diam. Diam-diam aku memberikan semangat hidup. Agar bisa menjalani hidupnya dengan baik. Semenjak saat itulah tuan muda mengubah mindset lalu pikirannya bilang kalau aku harus berubah. Dalam waktu sekejap dia bekerja keras dan berubah. Aku lihat tuan muda tidak pernah mengeluh sedikitpun. Dan aku membuat acuan dalam hidupku," Max menambahkan penjelasan tentang Aska.


"Kamu benar. Sudah saatnya Aska harus bangkit dan mengetahui seluruh keluarga besarnya itu. Semoga saja Aska bisa mengusir orang-orang kebatilan dalam hidupnya sendiri," Frank berharap agar Aska bisa maju.


"Sekarang Aska sudah tumbuh menjadi dewasa. Aska sudah mengambil keputusan yang tepat untuk nasibnya Jamaluddin di perusahaan Wicaksono. Aku ingin tahu reaksinya bagaimana. Jika Jamaludin masih tetap ingin menguasai Wicaksono. Cepat atau lambat Jamaludin akan berhadapan langsung dengan Aska. Kemungkinan besar aku berada di belakang Aska. Ditambah lagi Adrian. Aku yakin Aska adalah sosok yang kuat. Aku tidak mau melihat Jamaludin mati begitu saja. Kalau sampai mati dengan cepat itu tidak asik. Ketika Aska mulai menyerang aku akan menyerangnya secara mental. Apalagi putranya itu yang bernama Jono. Dibandingkan Aska, Jono tidak bisa melakukan apa-apa. Dia hanya bersembunyi di balik belakang Jamaludin," Frank diam-diam membuat rencana di belakang Adrian.


"Bagaimana dengan Julia?" tanya Max.


"Julia sebenarnya tidak ada apa-apanya. Dia hanya mengandalkan kelicikan dan keserakahannya saja. Andaikan Julia tidak mengandalkan dua-duanya. Maka dia tidak bisa menjadi Nyonya Wicaksono. Selain itu Julia mengandalkan rencana Jamaludin. Sekarang Aska sudah mengetahui semuanya. Sebentar lagi kakek Damian akan menurunkan surat perintah untuk Aska. Surat itu adalah Wicaksono akan berada di tangan Aska. Jika sampai benar aku akan menugaskan kamu sebagai asisten pribadi yang kedua. Jadi di sini kamu sama Romeo menjadi asistennya. Lalu istrinya itu bertugas sebagai sekretaris," jawab Frank yang sedang memikirkan rencana itu.


"Apakah Maria harus ikut dengan Aska?" tanya Max lagi.


"Itu benar. Maria harus berada di sisinya. Kamu tahu kan diabakan-jebakan yang dilakukan lawan bisnis? Jika Aska terkena jebakan maka Maria harus melindunginya. Kemungkinan besar jebakan-jebakan itu demi menghancurkan karir Aska. Itulah kenapa aku tidak akan membiarkan Maria tidak ikut di sampingnya," Frank menjawab sambil membuat rencana licik agar Aska tidak terkena jebakan.


"Baguslah tuan. Aku setuju," sahut Max. "Bagaimana dengan tuan? Apakah Tuan tidak mencari asisten baru lagi?"


"Itu tidak perlu Max. Kemungkinan besar aku akan mengajak adikku bergabung. Meskipun adikku bekasnya polisi penumpas mafia. Tapi aku harus melakukannya. Dari dulu Adrian ingin menghabisi Black Crossover. Tapi dengan segala cara Jamaludin selalu lolos. Dan itu membuat aku jengkel. Seharusnya Adrian sudah menghabisi Jamaludin Sedari dulu. Ya kamu tahu lah Bagaimana liciknya Jamaludin dan memutar balikan fakta. Itulah mengapa Adrian tidak pernah bisa menghabisi Jamaludin. Hingga akhirnya Jamaludin memporak-porandakan rumah tangga adikku," Frank memberitahukan apa yang ingin dilakukan oleh Adrian.

__ADS_1


"Kalau begitu aku siap melakukan tugas selanjutnya. Tuan hanya memberikan aku waktu yang tepat untuk melakukannya," ucap Max.


"Kalau begitu hubungi pengacaraku suruh datang ke sini. Aku tidak akan menunda-nunda apa yang diminta oleh keponakanku itu. Cepat atau lambat Jamaludin akan merasakan semuanya!" Frank memerintahkan Max untuk menghubungi pengacaranya yang berada di Prancis sana.


Dengan cepat Max menghubunginya. Dirinya juga tidak mau melihat Tuan mudanya itu bersusah-susah lagi seperti dulu.


Paris Prancis.


Julia yang berada di rumah sangat kesal. Ia sudah mengetahui di mana keberadaan Damian sekarang. Lalu Julia memutuskan untuk pergi ke markas besar.


Setelah keluar dari rumah Julia membawa mobilnya dengan cepat. Tiba-tiba saja ada sebuah truk menghadangnya. Hingga akhirnya Julia tidak bisa mengendalikan mobil dan menabrak truk itu.


Kemudian mobil Julia sangat ringsek sekali. Julia yang masih berada di dalam mobil berusaha keluar. Namun kakinya sudah tidak bisa digerakkan lagi. Dengan pasrah Julia diam di tempat hingga polisi mengevakuasinya.


Namun di dalam hati ia sangat marah sekali. Ia mengutuk keluarga Wicaksono agar tidak mendapatkan kebahagiaan. Meskipun sudah tertabrak, Julia masih bisa mengutuk orang seenaknya saja.


Beberapa saat kemudian datanglah polisi. Lalu mereka melihat mobil Julia hancur berantakan. Tapi sang sopirnya memutuskan kabur dari sana. Ia memang sengaja melakukannya. Lalu sang sopir truk memutuskan untuk bersembunyi di markas Black Crossover.


Di saat berlari sang sopir melihat mobil hitam yang mendekatinya. Kemudian ia masuk ke dalam dan bernafas dengan lega.

__ADS_1


"Habis dari mana?" tanya Jono yang sedang membawa mobil.


"Aku habis melaksanakan perintah dari tuan Jamaludin," jelas si sopir itu.


"Maksud kamu apa? Coba jelaskan padaku!" perintah Jono.


"Tuan Jamaludin ingin membuat Nyonya Julia celaka. Hampir setiap hari Tuan Jamaludin sangat muat dengan kelakuannya. Bahkan Nyonya Julia sangat menginginkan hubungan lebih dirinya bersama Tuan besar. Maka dari itu aku harus melakukan tugasnya. Yaitu membuat Julia celaka hingga cacat," jelas sang sopir itu.


Diam-diam Jono tersenyum devil. Hatinya sangat bahagia sekali karena mendengar kecelakaan itu. Memang dari dulu Jono tidak menyukai Julia.


"Baguslah. Aku akan menambahkan bonusmu. Dari dulu wanita ular itu berhak mati. Tapi kenapa Papa selalu melindunginya. Gara-gara dia mamaku meninggal. Jika papa tidak melakukan apa-apa dan membiarkan dia hidup. Kemungkinan besar aku yang akan membuat Julia menderita," ucap Jono yang membuat sang sopir itu ketakutan.


Beberapa jam kemudian berita tentang kecelakaan Julia menyebar. Julia saat ini berada di rumah sakit. Ia tidak bisa berbuat sesuatu. Sampai berita ini diturunkan seluruh awak media menyebarkan hingga ke seluruh penjuru bumi.


Jakarta Indonesia.


Aska yang sedang duduk hanya bisa melihat Maria. Ia hanya memperhatikan apa yang dilakukan oleh istrinya itu. Jika dilihat dengan jelas, ternyata Maria sangat imut dan menggemaskan. Terlebih lagi Maria adalah wanita yang sangat lucu sekali.


Merasa diperhatikan Maria menatap wajah Aska sambil bertanya, "Abang kenapa kok memandangiku seperti itu dengan serius?"

__ADS_1


__ADS_2