Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Kedatangan Adrian.


__ADS_3

"Kami tidak penting siapa kamu sebenarnya? Yang jelas Kamu adalah seorang penyusup di perusahaan ini," teriak Pak Gilang beserta dengan lainnya.


"Kenapa aku dibilang penyusup? Apakah kalian tidak pernah merasa? Kalau kalian adalah manusia picik yang ada di hadapanku ini?" tanya Aska yang mulai emosi.


Dengarkan semuanya! Aku tidak akan mengulangi lagi! Apa yang aku katakan!" teriak Romeo sambil menatap Pak Gilang dan lainnya. 


Mau tidak mau seluruh para peserta rapat diam. Mereka memberikan waktu untuk Romeo berbicara. Sebelum berbicara Romeo melihat di sekelilingnya dan matanya beralih ke Aska. Romeo menarik nafasnya pelan-pelan dan berkata, "Sudah cukupkah kalian menghina seseorang yang berada di sampingku ini? Sudah cukupkah kalian memiliki sikap yang cakap dalam lingkungan pekerjaan? Sudah cukupkah kalian melakukan hal-hal yang di luar dugaan kepada sang pemilik perusahaan ini? Baiklah kalau begitu saya akan berbicara siapa pria yang berada di sampingku ini!


Seluruh para peserta saling menatap. Mereka memang tidak peduli apa yang dibicarakan oleh Romeo. Sejujurnya mereka mengadakan rapat dewan direksi hanya untuk mencuci tangan. Akan tetapi mereka tidak mengerti. Seluruh kejahatannya sudah sampai di tangan Christina.


Sebelum mengadakan rapat, Romeo dan Aska meminta Christina tidak berbicara. Mereka ingin Christina menikmati rapat hari ini. Namun mereka mengerti apa yang akan terjadi? Tapi mereka akan mengambil alih rapat. Mereka sepakat untuk membuka siapa jati diri Aska. Mereka berharap seluruh para peserta paham akan hal itu.


"Pria yang berada di depanku ini adalah tuan muda Wicaksono. Beliau adalah seorang pemegang saham tertinggi di perusahaan ini yaitu sebesar delapan puluh persen. Sekaligus beliau adalah calon CEO yang baru!" tegas Romeo yang membuat seluruh anggota rapat terkejut.


Mereka langsung berbisik-bisik dan ada yang tidak percaya. Ada juga yang menampik kalau Aska adalah seorang gadungan. Yang di mana seorang gadungan sedang mengaku tuan muda Wicaksono.


"Masih tidak percaya juga! Beliau adalah putra dari Nyonya Christina. Saya harap kalian paham soal ini," jelas Romeo. 


"Saya tidak percaya dengan perkataan Anda. Siapa tahu pria itu," tunjuk Pak Hadi ke arah Aska. "Yang mengaku-ngaku sebagai anak dari Nyonya Christina."


"Iya itu benar. Selama ini nyonya Christina tidak memiliki seorang putra. Ada yang bilang putra Nyonya Christina sudah meninggal. Ada yang bilang Nyonya Christina tidak pernah menikah sama sekali. Jika Nyonya Christina memiliki seorang putra itu tidak mungkin," sahut Pak Gilang.

__ADS_1


Di ruangan CEO, Adrian yang sedang melihat sang istri dan Sang putra diserang hatinya seakan tidak rela. Ia langsung mengambil amplop yang berada di tasnya itu. Kemudian Adrian berdiri dan meninggalkan ruangannya.


Adrian ingin membuktikan kalau Aska itu adalah putra dari Christina dan juga dirinya. Ia juga tidak akan pernah membuat Aska terkena mental karena mereka. Selama ini Adrian sudah mengetahui siapa-siapa yang ingin merusak perusahaan sang istri.


Di dalam ruangan rapat itu, suasana semakin panas. Para peserta saling menyerang satu sama lain kepada Aska maupun Christina. Mereka yang menyerang adalah orang-orang yang melakukan kejahatan di dalam perusahaan Aska Food. Mereka tidak terima kalau seandainya kejahatannya terungkap. Namun mereka tidak sadar kalau kejahatannya sudah terendus oleh Aska dan Christina. 


"Sudah cukup! Kalian sudah menyerangku dan nyonya Christina. Apakah kalian tidak sadar dengan serangan demi serangan buat kami?" tanya Aska.


"Apa yang kamu katakan? Aku tidak menyerang kalian semua.aku memang berkata sejujurnya kalau Nyonya Christina itu tidak memiliki seorang putra. Dan pendapatan di perusahaan ini semakin merosot hingga signifikan. Jika dibiarkan terus maka perusahaan ini akan gulung tikar!" teriak Pak Gilang paling kencang sendiri.


Ceklek. 


Adrian melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Pria itu membawa bukti sebuah tes DNA. Yang di mana tes DNA itu membuktikan kalau Aska adalah putranya. Kemudian Adrian mendekati Aska dan Romeo.


"Maafkan saya. Jika saya lancang masuk ke dalam tanpa izin dari kalian," ucap Adrian yang masih sopan menghadapi mereka.


Mereka terkejut atas kedatangan pria asing. Mereka tidak tahu selama ini di ruangannya Christina ada seorang pria. Kenapa mereka tidak sampai mengerti? Karena mereka ingin mengincar seluruh aset milik Aska Food. 


"Anda siapa Tuan? Tujuan anda apa kemari?" tanya Pak Bimo. 


"Tujuanku di sini adalah memberikan sebuah bukti yang di mana, pria yang berada di sampingku ini adalah putra dari Nyonya Christina. Dan saya adalah suami dari Nyonya Christina. Jika anda berpikiran kalau Nyonya Christina tidak pernah menikah itu salah besar. Ditambah lagi Nyonya Christina sudah memiliki seorang putra," jawab Adrian dengan penuh ketegasan.

__ADS_1


"Apakah ada bukti yang bisa membuktikan kalau pria itu adalah putra dari Nyonya Christina?" tanya Pak Gilang yang sudah mulai memiliki nyali ciut.


"Apakah harus membuktikannya? Apakah kalian tidak lihat kalau Putraku ini sangat mirip sekali dengan Nyonya Christina? Perhatikanlah wajahnya baik-baik dengan Nyonya Christina. Tidak mungkin kan kalau Putraku itu bukan anak dari Nyonya Christina," jawab Adrian yang mulai mendominasi keadaan.


Sontak saja Aska terkejut dengan pernyataan Adrian. Ia bingung dengan barang bukti itu. Lalu Aska melihat Adrian sambil menggelengkan kepalanya karena ragu. Adrian mendekat dan berbisik, "Tenanglah. Ayah sudah memiliki bukti yang kuat kalau kamu adalah putra kami."


"Dari mana ayah memiliki sebuah bukti yang cukup kuat?" tanya Aska.


"Nanti ayah ceritakan bagaimana mendapatkan bukti itu," jawab Adrian dengan bijak.


Aska memilih untuk diam dan membiarkan sang ayah berbicara. Dengan penuh keberanian yang kuat, Adrian mengeluarkan surat DNA dari dokter. Kemudian Adrian menunjukkan surat ini kepada mereka.


"Yang saya pegang di sini adalah surat hasil tes DNA. Surat hasil tes DNA ini mengatakan kalau Aska adalah putra kami. Aska memiliki sebuah gen yang mengarah ke Nyonya Christina. Yang di mana hasil pemeriksaan gen itu mengatakan sembilan puluh sembilan persen sangat mirip sekali dengan Nyonya Christina. Apakah kalian masih mengelak tentang hasil bukti surat DNA tersebut?" tanya Adrian kembali.


Jujur mereka langsung diam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Beberapa dari mereka sangat geram sekali atas hasil bukti tes DNA tersebut. Di sisi lain Mereka seakan terpojok karena masalah ini. Mau tidak mau mereka mengakui kalau Aska adalah putra dari Christina.


Kemudian Aska menatap beberapa orang yang berada di sebelah kiri pojok. Mereka diam dan tidak banyak bicara. Aska menilai orang-orang itu memilih untuk diam tanpa banyak bicara. Kemungkinan besar mereka memang sengaja membiarkan orang-orang itu berbicara terlebih dahulu.


Setelah membeberkan satu bukti kuat, Adrian memberikan mic itu ke Romeo. Adrian langsung mendekati Christina dan duduk di sampingnya. Ia akan mengikuti jalan rapat itu hingga selesai. 


"Kenapa kalian tidak bertanya soal hasil tes DNA itu?" tanya Romeo sambil mengintimidasi mereka.

__ADS_1


__ADS_2