
"Ketimbang kamu marah. Ayo kita duduk bersama untuk meredakan emosi kamu," ajak Aska yang melihat sofa panjang berada di sudut ruangan.
Akhirnya Maria menuruti keinginan Aska. Aska memegang tubuh Maria dan memapahnya dan duduk di sana. Lalu Aska menghempaskan bokongnya lalu di samping Maria sambil memegang tangannya.
"Maafkan Aku. Aku harus jujur sama kamu. Selama ini kamu sudah mengetahui siapa musuh asli keluarga Wicaksono," ucap Aska yang memandang wajah Maria.
Maria menganggukkan kepalanya. Lalu ia memilih untuk diam dan menanti penjelasan dari Aska.
"Tapi aku minta alami jangan marah sama aku terlebih dahulu. Aku memang salah saat ini. Tapi aku sengaja melakukannya. Karena aku sangat terdesak. Aku sengaja bergabung ke dunia bawah tanah memiliki alasan tertentu. Aku ingin kamu mendengarkan apa alasanmu ini," jelas Aska yang tidak ingin melihat Maria kecewa.
"Sekarang jelaskan kepadaku! Kenapa kamu melakukannya! Kenapa kamu bergabung dengan dunia bawah tanah?" tanya Maria dengan tegas. "Bukankah hubungan pernikahan itu memiliki pondasi kejujuran?'
"Aku tahu itu. Makanya aku berani menikahimu. Saat menuju ke sini aku tidak memberitahukan kemana yang kita tuju. Oke... sekarang dengarkan perkataanku," jawab Aska. "Aku memang bergabung di dunia bawah tanah karena terpaksa. Keluarga Wicaksono dalam bahaya. Sejauh ini aku mendapatkan informasi kalau Jamaludin akan menyerang kami melalui dua jalan. Satu melalui dunia atas. Satu lagi melalui dunia bawah yang disebut mafia."
Mata Aska membulat sempurna. Bagaimana bisa ia mendengar berita buruk dua sekaligus. Ia tidak menyangka kalau sang suami sedang terancam bahaya.
"Bagaimana ini?" tanya Maria.
"Enggak gimana-gimana," jawab Aska.
"Nyawa kamu sedang terancam," ucap Maria.
"Bukan aku saja yang terancam. Kamu juga terancam. Maafkan aku yang telah menyeretmu ke dalam kasus besar Wicaksono," kata Aska yang meminta maaf.
"Aku tahu itu. Aku harus bagaimana?" tanya Maria.
"Aku belum selesai menjelaskan apa maksudku. Aku sengaja masuk ke dalam Blue Dragon. Yang dimana Blue Dragon adalah sebuah organisasi hitam yang menguasai dunia bawah tanah. Pemilik Blue Dragon adalah Frank Agard. Frank Agard adalah pamanku. Beliau juga adalah kakak dari ayahku. Jika aku tidak masuk ke suami bawah tanah, aku tidak memiliki kekuatan dan banyak pengawaL Jika aku pergi kemana. Mereka bisa memburuku dan membunuhku," jelas Aska.
"Yang dikatakan oleh Aska benar. Aku memang menyuruhnya masuk kesini. Aska memang harus mendapatkan pengawalan ketat. Ditambah lagi Aska akan aku latih untuk belajar ilmu bela diri dan menembak. Ia harus menjaga dirinya dengan baik. Aku harap kamu mengerti. Maafkan aku Maria. Jangan pernah menyalahkan Aska," tambah Frank yang mulai meredakan pertengkaran pasangan suami istri itu.
"Kenapa enggak bilang dari dulu?" tanya Maria.
__ADS_1
"Maaf... sebelum terjadi pernikahan aku bertemu dengan paman. Aku saat itu baru mengetahui kalau ayah masih memiliki seorang kakak. Apa salahnya aku bertemu dengan beliau," jawab Aska. "Semenjak pertemuan itu aku melihat Paman Frank adalah pria biasa. Ternyata Paman adalah seorang ketua mafia."
"Soal keluargamu jangan khawatir. Max sudah menutup semua identitas keluargamu. Di beberapa titik aku sudah menyebarkan dua puluh orang untuk menjaganya. Jadi kamu jangan khawatir soal itu," Frank memberitahukan keadaan di Jakarta.
Tak lama datang seorang kepala pelayan mendekatinya. Pria yang dipanggil Bach itu membungkukkan badannya sambil menyapa Frank, "Selamat datang Tuan Frank."
"Apakah sudah siap kamar yang aku minta?" tanya Frank.
"Sudah siap tuan," jawab Bach.
"Kalau begitu antarkan kedua keponakanku ke kamarnya. Biarkan mereka beristirahat!" perintah Frank. "Maria! Aska! Lebih baik kamu istirahat terlebih dahulu. Buat tubuh kalian rileks. Nanti malam kita akan bertemu tepat jam makan malam."
"Paman mau kemana?" tanya Aska yang penasaran.
"Ada jadwal latihan menembak," jawab Frank yang berdiri meninggalkan mereka.
Melihat Frank pergi, Aska dan Maria berdiri. Mereka disambut oleh Bach dengan ramah. Dengan senyumnya yang tulus Bach mulai mempersilakan mengikutinya.
Mereka langsung menuju ke lorong. Sambil berjalan mereka melihat ornamen-ornamen naga berwarna biru. Aska masih bingung kepada sang paman. Kenapa sang paman menamai organisasi bawah tanahnya dengan nama Blue Dragon? Ini sangat aneh sekali. Harusnya memakai nama yang seram. Seperti Black Roses atau Black Immortal. Inilah yang membuat Aska bingung.
Sesampainya di kamar Bach menyuruhnya masuk. Sebelum masuk mereka mengucapkan terima kasih.
Di dalam kamar Maria masih belum mengerti untuk saat ini. Ia masih mencerna apa yang telah terjadi. Lalu Aska mendekatinya sambil memegang tangan Maria.
"Nanti kamu akan paham semuanya. Inilah yang dinamakan hidup ekstrim. Hampir setiap hari kita disuguhi oleh penyerangan musuh. Jujur diam-diam aku melihat pergerakkan Jamaludin yang agak agresif. Namun kadang-kadang diam di tempat. Sudah saatnya aku ingin balas dendam sama orang-orang seperti itu," jelas Aska.
"Tapi ini sangat mengerikan sekali," ucap Maria.
"Ya... aku tahu itu. Memang sangat mengerikan sekali. Mereka ingin menghabisi nyawa keluarga Wicaksono dan keturunannya. Supaya kita engga bisa menguasai perusahaan itu," ujar Aska.
"Memang gila itu orang," sahut Maria.
__ADS_1
"Mereka memang sengaja melakukan itu demi gengsi. Mereka bergaul dengan kalangan atas. Lalu mereka berpikir caranya agar dipuji terus-terusan tanpa harus jatuh miskin. Nah... mereka mulai berpikir untuk berbuat curang. Yang dimana kecurangan itu membuat kita dirugikan," jelas Aska lagi.
"Jadi kita harus bagaimana?" tanya Maria.
"Aku sudah meminta ayah untuk mencabut semua fasilitas yang dimiliki oleh Jamaludin. Lalu aku menendangnya ke jalanan. Seluruh kekuasaan yang dimiliki oleh Jamaludin akan musnah," jawab Aska yang membalikkan badan Maria dan saling menatap.
"Sepertinya kamu kejam juga ya?" tanya Maria.
"Aku harus melakukannya. Jika tidak kita bisa di jam-jam oleh mereka," jawab Aska.
"Bagaimana dengan barang-barang palsu itu?" tanya Maria.
"Abang masih menyelidikinya. Dia sedang menelusuri siapa-siapa yang terlibat. Menurut informasi dari Abang, Jontor bunuh diri di dalam penjara," jawab Aska yang membuat Aska.
"Maksud Bang Aska bagaimana?" tanya Maria.
"Sang pelaku utama ternyata sudah meninggal di dalam penjara. Polisi menemukan kalau Jontor mulutnya mengeluarkan busa," jawab Aska.
Sontak saja Maria terkejut dengan jawaban Aska. Bagaimana bisa Jontor mati di dalam keadaan berbusa.
"Bagaimana bisa Jontor mati berbusa?" tanya Maria.
"Kemungkinan besar Jontor diracun oleh orang yang tidak dikenal oleh orang tidak dikenal melalui makanan," jawab Aska yang menganalisis keadaan Jontor.
"Padahal dia adalah tersangka utamanya," ujar Maria.
"Nah itu. Kita kehilangan kunci utama. Sekarang kasus semakin rumit," ucap Aska yang menghembuskan nafasnya secara kasar.
"Lalu langkah selanjutnya?" tanya Maria.
"Kita akan stay disini terlebih dahulu. Kita enggak bisa melakukan apapun sebelum ayah dan ibu datang kesini," jawab Aska.
__ADS_1
"Bagaimana kita makan? Aku tidak mau meminta kepada orang," tanya Maria.