
Setelah dirasa aman, tiga jenderal bersama Frank langsung mendekati pintu masuk. Mereka melihat beberapa pengawal uang berjaga di pintu masuk. Beberapa pengawal itu langsung mengambil senjata dan mengarahkannya ke Frank.
“Siapa kalian!” seru salah satu pengawal itu.
“Kami dari pihak kepolisian. Tempat ini sudah dikepung! Lempar sejenisnya kalian dan angkat tangan!” tegas Frank sambil mendekati mereka.
“Ada perlu apa kalian kesini?” tanya pengawal tadi.
“Kami ingin mencari Jamaludin,” jawab Frank yang mendekati para pengawal tersebut.
“Di sini tidak ada yang namanya Jamaludin!” bentaknya.
“Sudah mulai berkilah rupanya,” ejek Frank yang mengetahui mereka berkilah.
Salah satu dari pengawal itu langsung mengambil ponselnya. Ia menghubungi seseorang dengan memakai kode khusus. Namun Frank tersenyum karena mengetahui kode tersebut. Frank menahan beberapa jenderal untuk tidak menyerang. Salah satu jenderal yang bernama Leon mendekati Frank sambil berbisik, “Mereka sudah menangkap para anggota Black Crossover satu-satu.”
Dengan senyum mematikan, Frank langsung mendekati mereka. Ia merebut secara pistol yang berada di tangan salah satu pengawal sambil berkata, “Jika kalian tidak membuang sejajar kalian. Aku akan menghabisi kalian!”
Saat Frank menangkap salah satu pengawal yang tidak mau menyerahkan diri, dari belakang ada beberapa perwira kepolisian mendekati dan membantu menyergap mereka. Mereka tidak kesulitan sama sekali. Sebab Adrian sendiri meminta atasannya untuk menyediakan tank untuk menyergap mereka.
Dalam beberapa jam mereka berhasil menangkap para pengawal Black Crossover. DSetelah menangkap mereka membawa ke kantor kepolisian dan langsung ditahan. Diam-diam Aska sudah memberikan kejahatan di setiap para anggota Black Crossover. Hingga kepolisian dengan mudah memberikan hukuman.
Selesai penyergapan Frank bersama lainnya langsung menggeledah markas itu. Mereka menemukan banyaknya senjata dan obat-obatan terlarang. Barang itu sudah siap dijual ke berbagai daerah dan negara di dunia ini.
Yang lebih terkejutnya lagi mereka menemukan kulkas besar. Bisa dikatakan kulkas itu sebesar seperti ballroom. Frank yang sangat penasaran sekali membuka pintu itu dan masuk ke dalam. Walau sendiri Frank terkejut. Frank merasa kalau si Jamaludin adalah psikopat. Semakin melangkah lebih jauh, Frank melihat beberapa mayat yang sedang ditaruh dan dibekukan oleh pendingin. Ia juga melihat tubuh si mayat itu sudah ada jahitan yang tidak biasa. Bisa dikatakan bekas jahitan itu bertempat di jantung dan hati. Sungguh sangat menyesakkan buat Frank. Ternyata selama ini Jamaludin adalah mafia yang sangat kejam sekali.
“Benar-benar gila ini orang. Banyak sekali yang dilakukannya di bawah tanah. Benar pa yang dikatakan oleh Aska. Jamaludin memiliki kekuatan di bagian ini. Kali ini kamu tidak akan pernah lolos dari jerat hukum!” geram Frank yang tidak akan membiarkan Jamaludin selamat.
Ketika masih berada di dalam, Frank kedatangan Jenderal Leon. Ia mendekati Frank sambil melihat beberapa mayat yang sedang terbaring di atas brangkar. Matanya membulat sempurna dan menatap wajah Frank sambil meminta penjelasan.
__ADS_1
“Aku enggak tahu... mereka bisa berada di sini semenjak aku masuk kesini,” jelas Frank.
“Makanya keponakanku ngotot ingin ditangkap itu namanya Jamaludin,” puji Jenderal Leon.
“Ya begitu dech,” ungkap Frank dengan hati yang bahagia.
“Kalau begitu aku akan memanggil beberapa ambulance untuk mengangkut mereka dan dibawa ke rumah sakit!” geram Jenderal Leon.
Jujur selama ini di hidup Jenderal Leon, penggerebekan pagi ini bisa membuat buku kuduknya berdiri. Ia tidak menyangka kalau Jamaludin yang sering melenggang di acara TV adalah psikopat. Ia tidak mau Jamaludin bebas dari dirinya.
Lalu bagaimana dengan partnernya yang bisa dikatakan selalu bersama? Mereka sudah tertangkap terlebih dahulu. Ia dibantu oleh Aska sudah menyeretnya ke dalam jeruji besi.
Pagi yang cerah. Setelah kejadian menemukan beberapa dokumen tentang pembunuhan kakek neneknya, seisi rumah heboh. Damian terkejut sekali kalau menantunya adalah bukan kalangan biasa. Ia tidak menyangka kalau Adrian adalah anak pengusaha yang terkenal dan termashyur di negara Perancis maupun dunia.
“Apakah papa tidak tahu? Kalau menantu papa adalah anak dari Tuan Frank Agard dan Helena Agard?” tanya Christina yang membuat Damian terkejut.
“Maksud kamu Adrian?” tanya Damian.
“Selama ini aku tidak menyadarinya. Ah... rasanya aku bahagia. Meskipun kamu dijebak sama wanita itu. Papa bersyukur sekali. Sebab kamu mendapatkan jodoh yang tepat,” jelas Damian.
Sementara Aska yang melihat Christina dan Damian sedang berduaan di taman hanya bisa berdeham. Ia tidak bermaksud mengganggu mereka, namun apa daya ibu dan kakeknya terkejut. Mereka langsung menatap Aska sambil tersenyum manis.
“Ada apa ya?” tanya Christina.
“Enggak ada apa-apa Bu. Aku mau izin ke kantor Wicaksono Group,” pamit Aska.
“Ngapain kesana?” tanya Christina sambil menatap wajah sang putra.
“Lebih baik kamu di rumah terlebih dahulu. Nanti akan ada pengacara perusahaan dan pengacara paman kamu kesini. Kamu harus menandatangani berkas-berkas pengalihan perusahaan penting. Setelah itu mereka bisa mengesahkan ahli waris buat Wicaksono Group,” jelas Damian.
__ADS_1
“Lalu bagaimana dengan Jono? Papanya ingin banget meminta sebagian dari perusahaan tersebut,” jelas Aska yang mendekati mereka lalu menghempaskan bokongnya di hadapannya.
“Sesuai dengan perjanjian di surat itu. Mereka hanya mengambil dua perusahaan cabang yang berada di negara lainnya. Yang di mana negara itu yang akan ditempati oleh Jamaludin dan putranya. Tapi Jamaludin tidak bisa mengolahnya hingga bangkrut. Kakek pernah menolongnya dan membantu membangunnya kembali. Tetap saja kedua perusahaan dagang itu harus bangkrut dan tutup,” jelas Damian.
“Paman Frank dan pihak kepolisian sudah menggerebek markas milik Jamaludin. Mereka menemukan sejumlah senjata, obat-obatan terlarang dan beberapa mayat yang sudah diawetkan di sana. Jamaludin mengambil organ tubuhnya untuk dijual ke pasar gelap. Aku nggak tahu apa lagi yang harus dilakukan sekarang,” ucap Azka yang memberitahukan keadaan sebenarnya.
“Tidak apa-apa. Sudah seharusnya Jamaludin harus ditangkap dan diadili. Hampir setiap malam kedua orang tua Jamaludin memintaku Untuk menghentikan aksinya. Kemungkinan besar hanya kamu yang bisa melakukannya,” ujar Damian.
“Kalau begitu ya sudah. Aku akan pergi di kamar untuk membangunkan Maria,” pamit Aska sekali lagi.
“Kamu semalam nggak tidur ya?” tanya Christina yang menebak apa yang terjadi dengan Aska.
“Bener Bu. Semalam aku tidak tidur. Semalam aku penasaran dengan kamarnya Julia. Entah kenapa ada yang menuntunku untuk membuka kamar tersebut. Diam-diam di sana ada satu dokumen yang di mana Julia membunuh kakek nenekku. Malam itu juga aku bersama ayah pergi ke kantor kepolisian. Sekalian kami membuat laporan dan bertemu dengan Julia,” jawab Aska yang menjelaskan kejadian semalam.
“Syukurlah. Semuanya sudah terungkap satu persatu. Setelah ini kakek berharap sudah tidak ada lagi kejadian di masa lalu terulang terhadapmu. Kakek ingin kamu beserta keturunanmu hidup damai hingga selamanya,” ucap Damianyang mengucap rasa syukur dan berdoa agar tidak terjadi kejadian lalu di masa mendatang.
“Aku juga begitu kek. Sudah cukup aku saja yang merasakan berpisah dari ayah ibuku. Oh iya... Apakah ibu memaafkan Minah?” tanya Aska.
“Ibu sudah memaafkannya. Ibu tidak akan menyimpan dendam ini kepada Minah. Jujur Jika Ibu memiliki dendam, hidup Ibu tidak akan tenang seperti ini. Ada benarnya apa yang dikatakan oleh Minah. Wina tidak akan membunuhmu begitu saja. Dia sengaja membiarkan kamu hidup. Agar aku bisa bertemu denganmu,” jelas Christina.
“Syukurlah. Kalau semuanya sudah clear. Tinggal satu langkah lagi. Oh iya... Setelah masalah ini selesai Aku ingin pulang ke Indonesia dan mengajak orang-orang kampung untuk makan bersama. Sebab mereka sudah melindungiku dari para pengawal Jamaludin yang ingin membunuhku,” pinta Aska.
“Apakah kamu akan tinggal di sana lebih lama lagi?” tanya Damian.
“Sebenarnya aku tidak akan tinggal di sana lama-lama. Cepat atau lambat banyak urusan yang harus aku kerjakan di perusahaan. Sekalian aku belajar untuk mengurusi bisnis perusahaan Wicaksono Group,” jelas Aska.
“Sekalian Kamu urus gih surat-surat tentang perusahaan Aska Food. Perusahaan itu harus masuk ke dalam Wicaksono Group. Yang di mana perusahaan itu akan menjadi perusahaan cabang yang berada di Indonesia,” pinta Christina.
“Nanti aku akan mengajak Abang Romeo dan Maria ke sana. Aku juga ingin memperbarui data terbaru di perusahaan tersebut,” sahut Aska.
__ADS_1
“Ya sudah tidak apa-apa. Memang sudah seharusnya kamu perbarui data di sana. Sekalian Kamu urus karyawan-karyawan yang nakal itu seperti Pak Gilang dan lainnya,” jelas Christina.
“Baik bu. Aku akan meminta ke Maria untuk menuliskan jadwal ketika berada di Indonesia,” ucap Aska. “Kalau begitu aku pamit terlebih dahulu.”