Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Motif Sebenarnya.


__ADS_3

Selesai membuat laporan, Adrian masuk ke dalam ruangan tersebut. Adrian memberikan dokumen itu ke Aska. Ia tidak berbicara sama sekali namun menatap tajam mata Julia.


"Sekarang kamu mau diam atau bicara. Mumpung nada bicaraku masih dalam tahap tidak memakai kekerasan," ucap Aska yang mengambil dokumen tersebut. 


"Aku tidak membunuh orang tua ayahmu! Jika sekali lagi kamu menuduhku seperti itu. Aku akan meminta pengacaraku untuk menuntut kamu balik," ujar Julia sambil menatap wajah Adrian.


Dengan gaya kocaknya Aska bertepuk tangan. Ia malah tertawa sambil berkata, "Anda sangat pintar sekali membuat sandiwara agar kami percaya. Anda mendapatkan Grammy awards dengan kategori seorang pembohong dan pembual."


Adrian hanya diam saja dan menertawakan Julia saat ini juga. Jujur meskipun sedang menyelidiki, Aska memang termasuk pria kocak. Meskipun bercanda namun perkataannya membuat orang tersindir. 


"Sekarang aku katakan sekali lagi. Kamu sengaja membunuh kakek nenekku dengan cara merusak rem sedemikian rupa. Sidik jarimu tidak bisa dilacak oleh pihak kepolisian. Dan cara membunuh kakek dan nenekku juga terjadi pada pamanku Frank. Untung saja Frank mengetahui itu semuanya. Jadinya kamu kakek nenekku dengan cara yang sama. Memang kamu iblis yang bisa menghancurkan tiga keluarga sekaligus. Kamu sangat hebat. Wajahmu sangat meyakinkan sekali. Sebab wajahmu itu bukan wajah aslinya. Untung saja nenekku kamu buang dan diterima oleh pamanku sendiri. Di sana nenekku membuat rencana untuk menyingkirkanmu dari rumah. Ternyata oh ternyata gara-gara pamanku, nenekku bisa menemukan aku di Jakarta. Dan kamu tahu siapa itu Pak Broto? Dia orang yang merawatku ketika kecil hingga saat ini. Dia adalah kaki tangan pamanku sendiri. Tapi kamu nggak sadar. Setiap kali bertemu dengan Pak Broto. Kamu tidak mengetahui kalau Pak Broto itu adalah agenda rahasia milik pamanku. Jadi selama ini hidupku diawasi oleh pamanku sendiri dan ibuku. Aku juga bersyukur selama aku terpisah dari mereka. Minah tidak pernah membunuhku sama sekali. Minah sengaja membiarkan aku hidup dan menuntut balas kepada kamu. Sekarang Minah berada di pihakku," jelas Aska yang membuat dunia mulutnya bergetar.


Jelas sudah pihak Aska semakin kuat. Minah sudah meminta maaf kepada Christina. Meskipun marah dan memakinya, Christina tetap memaafkan. Sebab Minah tidak pernah membunuh Aska sama sekali. Kabar terakhir yang Aska dengar, mereka akan menjadi sahabat baik. 


"Apakah kamu masih tetap mengelak saja?" tanya Aska sambil tersenyum iblis. 


"Sudah aku katakan. Kalau aku tidak pernah membunuh Frank Agard maupun Helena Agard. Kamu menuduhku yang tidak-tidak. Kamu sengaja membuat mental menjadi lemah," jawab Julia. 


"Ternyata kamu masih mengelak. Oke... Nggak usah berlama-lama lagi. Aku sengaja masuk ke dalam kamarmu. Aku menemukan tumpukan-tumpukan dokumen yang berada di lemarimu itu. Aku menemukan sebuah dokumen yang berisikan rencana pembunuhan terhadap kakek nenekku sendiri. Aku membacanya dari awal hingga akhir. Dan itu ternyata kamu sangat rapi melakukannya. Kamu memakai sarung tangan berharap sidik jarimu tidak tertinggal di area sana. Sekarang ayahku sudah membuat laporan tentang pembunuhan kedua orang tuanya. Aku yakin hukumanmu kali ini sangat berat sekali. Jika kamu masih mengelak saja. Pihak penyidik sudah mendapatkan dokumen tersebut. Cepat atau lambat para penyidik akan mencari mobil lama yang ditumpangi oleh mereka. Mereka akan melakukan penyelidikan secara mendetail. agar kamu tidak bisa mengelak secara terus-menerus seperti ini. Oh ya soal barangmu... Aku sudah membuangnya ke jalanan. Aku sengaja membuangnya sama seperti apa yang kamu lakukan terhadap nenekku. Sekarang kamu sudah tidak berhak lagi atas rumah itu. Sebab kamu bukan anggota asli keluarga Wicaksono," tambah Aska yang menjelaskan status Julia sekarang ini. 

__ADS_1


Julia langsung syok mendengarnya. Ia tidak menyangka kalau selama ini sandiwaranya terbongkar. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Jadi ia hanya menunduk sambil meneteskan air matanya. 


"Sekarang aku tahu. Kenapa aku tidak boleh menikahi Christina?" tanya Adrian yang mulai berbicara. "Bahkan kamu berusaha memisahkan aku dengan Christina."


Julia pun menganggukkan kepalanya. Meskipun tidak menjawab Julia tetap mengakuinya. 


"Oh ya soal acara perpisahan istriku itu. Kamu menyuruh temannya untuk menjebaknya dan memberikan obat perangsang ke dalam minumannya. Tapi Christina sangat beruntung sekali masuk ke dalam kamarku. Jika tidak hidup Christina akan menjadi berantakan. Di sinilah awalnya aku mengenal cinta dan kasih sayang dari seorang perempuan. Cinta kami tumbuh dengan tulus. Kami benar-benar jatuh cinta seperti anak muda lainnya. Ketika kami memutuskan untuk menikah. Kamu orang pertama yang menentang hubungan ini. Ternyata aku tahu kenapa kamu menentang hubungan ini. Kamu takut kan jika pembunuhan kedua orang tuaku terbongkar? Iya kan?" tanya Adrian dengan memakai nada dingin. 


Julia menganggukkan kepalanya. Ia sudah tidak sanggup untuk berkata apa-apa lagi. Ia sangat ketakutan sekali jika melihat Adrian. 


"Memang kejahatanmu tidak terbongkar selama ini. Tapi aku di dalam hatiku ada yang menuntun untuk masuk ke dalam kamarmu. Di sana Aku menemukan sebuah dokumen. yang di mana dokumen itu ternyata rencana pembunuhan dan keberhasilan saat kamu membunuh mereka. Fix Kamu adalah psikopat yang kejam," tambah Aska dengan nada menekan. 


Jujur hati kedua pria berbeda generasi itu pun sangat lega. Ternyata Julia mau mengakui semuanya. Meskipun Julia sempat berkelit dan berkilah agar kejahatannya tidak tercium oleh mereka. Ujung-ujungnya tercium juga dan membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa. 


Mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah. Mereka diam selama dalam perjalanan. Memang sedih dan perih di dalam hati mereka. Namun apa daya, mereka harus tegar menghadapi kenyataan. 


"Bagaimana perasaan ayah sekarang ini?" tanya Aska. 


"Apakah kamu tidak membaca dibalik itu semuanya ada motif tersembunyi yang dilakukan oleh Julia?" tanya Adrian yang membuat Aska baru sadar.

__ADS_1


"Apa motifnya yah?" tanya Aska balik. 


"Motifnya adalah Julia ternyata sangat menyukai kakekmu. Dia secara terang-terangan mencintai kakekmu. Tapi kakekmu menolaknya. Sebab saat itu nenekmu sedang mengandung aku. Dia tetap berusaha mendekatinya dan tidak segan-segan mendeklarasikan hubungannya ke seluruh dunia. Untung saja kakekmu tidak pernah mau mengkonfirmasi hubungan tersebut ke dunia. jadi bisa dikatakan Julia itu merasakan cinta bertepuk sebelah tangan," jelas Adrian yang membuat Aska menganggukkan kepalanya. 


"Ternyata munafik juga orang seperti itu. Nggak bisa mendapatkan kakek. Langsung membunuh mereka. Ini sangat lucu sekali. Kalau nggak mau ya sudah. Ngapain juga menjadi cinta dipaksakan. Masih banyak pria baik di dunia ini," tambah Aska. 


"Cara pemikirannya berbeda Aska. Nggak semua wanita seperti Julia. Contohnya saja ibumu. Ibumu itu termasuk wanita terhormat. Begitu juga dengan istrimu. Kamu harus bangga memiliki ketiga wanita di dalam hidupmu. Mereka akan memberikanmu kasih sayang yang tulus," imbuh Adrian. 


"Sangat mengerikan sekali. Untung saja semuanya sudah terbongkar. Ketika pertama kali bertemu dengan Julia. Aku merasa ada sesuatu yang tidak bisa kujelaskan. Setiap Aku menyapa, Julia sendiri memiliki sifat dingin. Seharusnya Kalau bertemu seorang cucu pasti akan bahagia dan sumringah," ujar Aska. 


"Kamu sangat pintar sekali ketika mengetahui perbedaan Julia dan nenek aslimu itu," puji Adrian yang masih fokus dalam membawa mobil. 


"Jadi bagaimana yah? Kelanjutan kisah ini hingga besok," tanya Aska. 


"Kamu sudah mengambil keputusan yang tepat. cepat atau lambat kamar itu harus dibersihkan. Semua barang yang dimiliki oleh Julia harus dibuang ke jalanan. Aku tidak mau nenekmu merasa sedih. Yang terlalu biarkanlah berlalu. Jangan pernah mengingat kejadian itu lagi. Yang penting Sekarang kita adalah menuju kebahagiaan yang tidak bisa diraih selama ini. Semoga saja kita bisa bahagia selamanya," jawab Adrian. 


Frank bersama beberapa jenderal sudah menyiapkan taktik untuk melakukan penyerangan. Mereka langsung menuju ke markas Black Crossover. Frank sengaja membawa Max dan Romeo bersama pasukannya. Ditambah lagi dengan satu company dari pihak kepolisian untuk menyerang markas tersebut. 


Sesampainya di sana seluruh pasukan menyebar dan tidak memberikan celah sedikitpun. Agar Jamaludin tidak kabur dari markas tersebut. Setelah para pasukan mengitari markas tersebut.

__ADS_1


Mereka akhirnya berjalan dan melihat para pengawal Black Crossover. Untung saja sebelum terjadi penggerebekan, pasukan Frank sudah latihan terlebih dahulu dan menyusun taktik agar tidak ketahuan oleh musuh utama. 


__ADS_2