Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Menjelang Hari Pernikahan.


__ADS_3

Maria merasa curiga terhadap kedatangan Jontor pada malam ini. Entah kenapa Maria memiliki firasat yang tidak enak. Tiba-tiba saja Maria teringat akan laporan Aska. Bahwa Aska memberitahukan target utamanya adalah jontor.


Sebelum turun tangan Aska sudah mewanti-wanti mereka untuk tidak gegabah. Jika gegabah sedikitpun maka penyidikan ini akan batal semuanya.


Maria hanya bisa diam dan memperhatikan Jontor dengan Wahyu. Bagaimana tidak Jontor yang diam-diam datang langsung menatap tajam wajah Wahyu dan memakinya.


Seketika jontor memukul Wahyu dengan keras hingga pingsan. Otomatis Maria terkejut Dan hampir saja berteriak. Setelah memukul Wahyu, Jontor menarik tubuh Wahyu untuk dimasukkan ke dalam gudang. Lalu Jontor pergi ke luar.


Melihat kepergian jontor Maria sangat terkejut. Jadi selama ini Wahyu tidak pernah bekerja karena si Jontor. Jujur masalah ini sangat berat sekali. Aska harus mengetahui ini semuanya. Begitu juga dengan Nyonya besarnya itu. Bagaimana bisa jontor menganiaya temennya sendiri?


Itulah kenapa Jontor melakukan penganiayaan terhadap Wahyu. Sekarang Maria tahu terhadap gosip yang di mana Wahyu tidak mau bekerja. Menurutnya ini adalah ulah Jontor sendiri. Mau tidak mau Maria harus melaporkannya kepada Aska.


Tempat pukul tujuh malam tiba. Aska dan Pak Ahmad sudah sampai di perusahaan. Mereka akhirnya memberikan tanda pengenalnya untuk di data. Untung saja Pak Ahmad sudah meminta tanda pengenal Pak Yudi dan asistennya yang bernama Rio. Setelah memberikan tanda pengenal mereka akhirnya masuk ke dalam perusahaan.


Di sisi lain Aska melihat Jontor sedang marah-marah. Seenaknya saja Jontor memaki-maki karyawan karena kerjaannya lambat sekali. Aska harus bisa bersabar karena tindak laku Jontor.


Sambil menunggu barang-barang masuk ke dalam Aska memilih bersantai di bawah pohon rambutan. Di sana Aska dan Pak Ahmad sedang menikmati kopi dan gorengan. Tak selang berapa lama ibu kantin datang membawakan dua bungkus nasi buat mereka. Untung saja ibu kantin itu tidak mengenali Aska karena waktu malam tanpa adanya cahaya penerangan.


Sembari makan Pak Ahmad bertanya kepada Aska. Namun Aska memilih diam karena tidak mau menceritakannya terlebih dahulu. Jika dirinya bercerita cepat atau lambat pendidikan ini akan selesai sampai di sini. Aska hanya bisa mengirim pesan kepada Pak Ahmad dan memberikan sebuah alasan. Setelah itu Pak Ahmad paham apa maksud Aska. Pak Ahmad juga memilih diam dan tidak bertanya banyak lagi.

__ADS_1


Tepat jam tiga pagi barang-barang sudah masuk ke dalam kontainer. Satu persatu kontainer itu jalan dan menuju ke suatu tempat bukan ke pelabuhan. Pak Ahmad yang sedang menyetir merasakan ada sesuatu yang mencurigakan. Akan tetapi apa menyuruhnya diam terlebih dahulu.


Selama dalam perjalanan, Aska mengirim pesan ke Adrian dan Romeo agar bersiap-siap ke daerah yang ditujunya. Aska pun semakin santai saja melihat cara Pak Ahmad menyetir. Di dalam hati Aska sedang gundah gulana. Apakah dirinya bisa untuk menjebak para koruptor di kantor itu?


Adrian yang ingin beristirahat Dapat pesan SOS dari Sang putra langsung bangun. Pria paruh baya itu segera bersiap-siap untuk menuju lokasi. Untung saja Adrian masih mengingat denah pulau Jawa. Tanpa map pun Adrian menghafal semua tempat-tempat yang akan dikunjunginya.


Beberapa saat kemudian Adrian dan Romeo meluncur ke arah sana. Ketika ingin meluncur ke sana, Aska sudah menunggunya di persimpangan jalan. Lalu Adrian gen Romeo ikut bersama Aska. Dalam perjalanan mereka sedang mendiskusikan sesuatu. Ada yakin rencana ini akan berhasil seratus persen. Lalu Pak Ahmad, Pak Ahmad hanya mendengarnya saja. Ia tidak ingin ikut campur dalam masalah ini. Karena Pak Ahmad bukan karyawan di pabrik sana.


Hampir tiga jam mereka sampai di gudang. Mereka di sana melihat beberapa barang yang mirip sekali dengan produk Aska food sudah ditumpuk. Mereka menghela nafasnya sambil berkata dalam hati, "Inilah biang keladinya."


Beberapa saat kemudian datanglah Jontor dan seorang pria paruh baya. Mereka memanggil anak buahnya untuk membongkar paksa isi kontainer itu. Jontor langsung saja menyuruh mereka mengganti produk Aska asli dengan yang palsu. Terlihat jelas Aska melihat Jontor sebagai bos di gudang ini.


Aska menarik kesimpulan bahwa aktivitas ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Mau tidak mau Aska harus memiliki taktik untuk menangkap Jontor dan pria itu.


Firasat Aska mengatakan kalau Jontor sedang bekerja sama dengan pihak lainnya. Mau tidak mau Aska harus mencari siapa dalang dibalik semua ini? Bagi Aska kasus ini sangat berat sekali. Aska harus berhati-hati agar tidak ketahuan ketika penyamarannya itu.


Hampir seminggu Aska sudah mengumpulkan banyak bukti. Kemudian Aska, Christina, Adrian Maria, Romeo, Winda dan Roni akhirnya meeting bersama. Mereka sudah menetapkan beberapa tersangka dalam kasus ini.


Kemudian Christina menghubungi pihak kepolisian untuk membongkar gedung tua yang berada di selatan kebun Pak Broto. Di sana Christina meminta pihak kepolisian untuk menghancurkannya. Lalu bagaimana dengan Aska? Aska hanya bisa bersantai dan menikmati hari-harinya. Bahkan Aska sendiri sedang bingung karena hari pernikahannya sudah semakin dekat.

__ADS_1


Pagi yang cerah di kota Jakarta yang indah. Aska sudah mengumpulkan berkat-berkas itu dan mulai briefing di kantor pusat. Rencananya pagi ini Aska akan memanggil seluruh divisi dan staff di kantor itu. Tak lupa juga Aska memanggil seluruh staf di pabrik.


"Bagaimana hari ini?" tanya Aska kepada Romeo.


"Semuanya sudah beres bro. Tinggal kita sergap saja. Beberapa pihak kepolisian akan datang tepat pukul delapan pagi. Mereka sudah memegang bukti-bukti kuat untuk menangkap si Jontor dan beberapa staf lainnya yang juga ikut-ikutan," jawab Romeo dengan tegas.


"Okelah kalau begitu. Ayo kita berangkat hari ini," ajak Aska dengan tegas.


"Kamu berangkat sekarang?" seru Christina.


"Iya Bu," sahut Aska.


"Ini jam berapa Aska?" tanya Christina yang melipat kedua tangannya di dada.


"Sudah jam delapan Bu," jawab Aska yang sengaja tidak melihat jam.


"Ish... Kau ini. Seharusnya hari ini kamu udah libur. Beberapa hari lagi kamu akan menikah," jelas Christina.


"Tidak ada kata libur Bu. Masalah ini harus cepat selesai. Belum lagi masalah di luar negeri. Aku juga ingin mencari ekspedisi yang tidak bekerja sama dengan pihak dalam," ujar Aska yang membetulkan dasinya.

__ADS_1


"Ingatlah Aska! Kamu sebentar lagi menikah. Kamu harus di rumah terlebih dahulu," kesal Christina yang membuat Romeo tertawa.


Christina semakin kesal ketika ditertawakan oleh Romeo. Bisa-bisanya sang asisten cadangannya itu tertawa? Bukannya dibantuin malah ditertawakan. Dengan kesal Kristina menghempaskan bokongnya di sofa. Lalu Christina bertanya, "Kenapa kamu tertawa Romeo? Bukannya kamu membantuku agar aku tidak kemana-mana? Malah tertawa terbahak-bahak lagi!"


__ADS_2