
"Kalau gitu kalau begitu aku akan mengecek nomor milik Sony," ucap Romeo
"Lakukanlah semau kamu. Aku hanya ingin mengetahui siapa saja orang yang di belakang Sony itu," ujar Aska yang berdiri meninggalkan Romeo.
Romeo hanya pasrah mendapat perlakuan Aska yang cuek. Bukannya cuek terhadap Romeo, justru Aska sedang mencari makanan yang bisa dimakan siang ini. Kemudian Aska pergi ke dapur dan melihat Bu Siti sedang memasak.
"Bu Siti," panggil Aska.
Seketika Bu Siti yang sedang memasak itu terkejut. Untung saja sutil panasnya itu tidak terlempar jauh ke arah Aska. Kemudian Bu Siti menoleh sambil melihat Aska sedang berdiri tegak.
"Astaga Aska... mengagetkan saja kau ini," Bu Siti benar-benar terkejut karena Aska.
"Maaf Bu. Ibu terkejutkan pasti datang ke sini diam-diam?" tanya Aska sambil menyunggingkan senyumnya yang manis itu.
"Bukan terkejut lagi. Panas Ibu mau terbang ke arahmu tadi," jawab Bu Siti sambil membalikkan ikan di wajan.
"Ada makanan nggak Bu? Aska mau makan bersama bang Romi," tanya Aska dengan jujur.
"Tuan muda mau makan?" tanya Bu Siti lagi.
"Ibu lagi membuat sambal terong. Pesanan bapakmu itu. Pagi-pagi sudah minta sambal terong," Bu Siti masih sibuk dengan urusan balik membalikkan ikannya itu.
"Nggak papa... Bu yang penting kenyang. Kasihan bang Romi dari tadi belum makan. Maksudku belum makan dua kalinya," ledek Aska.
__ADS_1
"Semenjak kamu menjadi tuan muda, kamu tidak lupa dengan bahasa absurdmu itu. Ibu kira kamu sudah lupa sama itu?" tanya Bu Siti sambil balikin badannya dan melihat Asta tiba-tiba saja menjelma menjadi seorang pangeran yang sangat tampan sekali.
"Tidak akan lupa Bu. Aska masih sayang sama ibu kok. Aska juga sayang sama Pak Broto. Kenangan Aska banyak sekali di sini. Aku tidak akan lupa dengan apapun itu," jelas Aska dengan jujur yang membuat Bu Siti tersenyum.
"Ya udah deh kamu keluar dulu sana. Ibu mau melanjutkan masaknya. Jika sudah selesai, aku akan memanggil kalian untuk makan bersama," suruh Bu Siti.
"Terima kasih Bu," balas Asta yang meninggalkan Bu Siti yang menuju ke ruangan depan melihat Romeo yang sedang sibuk bekerja.
"Udah selesai belum?" tanya Romeo.
"Aku belum selesai tinggal berurusan dengan Pak Broto sebentar. Memangnya kenapa?" Aska bertanya sambil menghempaskan bokongnya di hadapan Romeo.
"Ada berita yang tidak mengenakkan. Setelah aku telusuri Baru dapat setengah informasi. Yaitu Sony telah bekerja sama dengan orang yang jelasnya aku belum tahu itu siapa. Yang terpenting orang itu adalah seorang yang dibayar oleh orang yang berada di Perancis sana," jawab Romeo yang sudah mengecek siapa saja yang dihubungi oleh Sony.
"Aku harap ayah tahu semuanya tentang ini," ucap Aska dengan serius.
Setelah berdiskusi mereka akhirnya bersantai sejenak. Mereka memutuskan untuk makan makan siang terlebih dahulu. Lalu mereka melanjutkan perburuannya untuk mencari buah-buahan yang segar.
Selama 3 jam mereka menemukan beberapa buah-buahan yang diinginkannya. Kemudian mereka mengumpulkan satu demi satu di dalam kardus. Rencananya buah itu akan dikonsumsi sendiri. Berhubung Aska suka sekali makan buah-buahan, Pak Broto memberikan beberapa buah yang sangat disukai oleh Aska.Pak Broto bangga dengan Aska yang sampai saat ini masih rendah hati setelah menjadi ahli waris. Sungguh Pak Broto sangat menyayangi Aska seperti anak kandungnya sendiri.
Di tempat lain pengawal yang disuruh memata-matai Sony, mengetahui Kalau Sony adalah kaki tangan Benjamin. Pengawal itu pun hanya bisa tersenyum licik. Ternyata pengawal itu merekam semua aktivitas yang dilakukan oleh Sony dan Benjamin. Hingga terdengar jelas suara Sony yang marah-marah kepada Aska.
Benjamin sangat terkejut sekali mendengar pernyataan Sony. Bisa-bisanya Sony ketahuan ketika menghubunginya. Tangan Benjamin mulai mengepal dan giginya kemelutuk ingin rasanya menghajar Aska. Kemudian Benjamin menyuruh Sony memberikan sebuah perintah yaitu membunuhnya. Akan tetapi Sony menolaknya karena membunuh bukanlah ide yang bagus. Dirinya tidak mau masuk dalam penjara.
__ADS_1
Benjamin hanya mengambil nafasnya dalam-dalam lalu mengeluarkannya secara kasar. Yang dikatakan Sony benar. Bukannya menyelesaikan masalah malah membuat masalah semakin runyam. Setelah itu Benjamin memiliki ide untuk menghancurkan perusahaan itu. Sony pun mengangguk tanda setuju dan mendukung ide Benjamin.
Tanpa disadari Sony, semua aktivitas melalui pesan singkat maupun telepon, Aska sudah mengetahuinya semua. Cepat atau lambat Aska akan bertindak. Suami juga tidak tahu bahwa perusahaan yang ingin dihancurkannya itu adalah milik Aska.
"Kalau begitu besoklah masuk kerja sana! Jangan pernah membolos lagi!Karena dengan membolos kamu akan mendapatkan masalah besar! Terutama pada Romeo! Romeo adalah pria yang sangat membahayakan bagi kita! Cepat atau lambat Romeo akan mengetahui tindak tanduk kita! Setelah masalah ini selesai aku akan membawamu ke Prancis!" perintah Benjamin.
"Lalu bagaimana dengan Aska?" tanya Sony lagi.
"Biarkanlah. Aku suruh Minah untuk menuntutnya agar mengembalikan apa saja yang sudah dikonsumsi oleh Aska. Dengan cara licik seperti inilah yang membuat Aska akan menjadi orang bersalah. Ditambah lagi Minah akan membawa hasil tes DNA miliknya," jawab Benjamin.
"Apa benar Aska Adalah anaknya Minah?" tanya Sony yang ragu akan hal itu.
"Tidak, itu tidak benar. Aku akan memanipulasi hasil tes DNA yang dimiliki oleh Aska. Kamu tahu kan artinya apa?" tanya Benjamin balik.
"Ya aku tahu itu. Kamu menggunakan cara ini demi mengeruk keuntungan yang sangat besar sekali. Di Prancis kamu mendapatkan hasil uang yang banyak di sini juga," jawab Sony sambil tertawa.
"Pintar sekali. Makanya kamu belajar dengan serius agar bisa menghancurkan Aska. Sedari dulu kamu tidak bisa menghancurkannya. Memang menghancurkan Aska itu sangat susah sekali. Dari dulu Aska sangat terbaik jika melalui akademis pendidikan maupun ekstrakurikulernya. Kali ini Kamu tidak boleh gagal total," kesal Benjamin yang sedari dulu tahu tentang Sony dan Aska.
"Baiklah, akan aku usahakan memberikan terbaik untukmu. Sekarang aku ingin pulang ke rumah dan beristirahat.tubuhku sangat sakit sekali ketika mendapatkan pukulan demi pukulan dari Aska!" Geram Sony yang tidak ingin kena pukulan demi pukulan dari Aska.
"Kamu bisa menuntutnya ke kepolisian. Nanti laporanmu akan ditindaklanjuti," saran Benjamin.
"Kalau itu aku nggak mau. Jujur saranmu bisa membunuhku. Cepat atau lambat Romeo akan memberikan fakta sebenarnya. Jika itu terjadi, kemungkinan besar aku yang akan masuk penjara dalam waktu yang cukup lama," kesal Sony terhadap Benjamin.
__ADS_1
Benjamin hanya terkekeh melihat Sony yang kesal. Iya tidak memiliki saran untuk mempermudah kaki tangannya itu. Mau tidak mau masalah ini akan diserahkan ke Benjamin sendiri.
"Jadi bagaimana, Apakah kamu masih mau melaporkan kasus ini ke kepolisian?" tanya Benjamin.