Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Cari Pacar Lagi.


__ADS_3

Senyuman manis itu mengandung kebahagiaan. Yang dimana kebahagiaan itu tidak dapat dinilai dari apapun.


Aska memutuskan untuk menunggu Maria keluar dari toilet. Ia meraih ponselnya dan melihat sepuluh panggilan tidak terjawab dari Adrian.


"Kenapa ayah menghubungiku?' tanya Aska. "Bukankah ayah berada di hotel yang sama bersama ibu?'


Ceklek.


Pintu terbuka.


Maria membuka pintunya dan memakai kimono berwarna pink. Ia berharap Aska tidak melihatnya. Ia mengambil kopernya dan mencari baju.


Aroma Strawberry menyeruak sampai ke hidung Aska. Aroma itu mulai mengganggu pikirannya. Aska yang sedang sibuk berbalas chat mengangkat kepalanya. Ia melihat sang istri memakai kimono berwarna pink.


Tercetak jelas tubuh indah milik Maria. Karena kimono yang dipakai Maria menerawang dengan jelas. Ia mulai menunduk dan memberikan sebuah perintah, "Ganti bajumu segera!"


Maria yang membawa pakaiannya sangat terkejut dengan suara Aska. Ia tidak menyangka kalau Aska melihatnya. dengan cepat Maria pergi ke toilet.


Hanya hitungan menit Maria keluar dari toilet dengan memakai long dress berwarna putih gading. Tak lupa juga ia memakai make up tipis.


"Apakah kamu sudah selesai?' tanya Aska.


"Aku sudah selesai," jawab Maria yang berdiri.

__ADS_1


Setelah itu Aska berdiri dan mendekati Maria. Ia menatap kecantikan sang istri. Senyumannya merekah dan mengajaknya keluar.


Saat keluar ada Romeo yang sudah menunggunya. Sang asisten gilanya itu sengaja menunggunya.


"Jangan katakan kamu menungguku disini semenjak semalam ya?' tanya Aska kepada Romeo.


Romeo menatap malas ke Aska. Romeo memang mendapatkan tugas dari Adrian untuk mengajaknya bertemuan.


"Kata siapa aku berdiri di sini semalam?' tanya Romeo yang masih sibuk dengan membalas pesan dari Adrian.


"Lalu?" tanya Aska yang mengerutkan keningnya.


"Nenek mengirimkan hadiah bulan madu ke Maldives," jawab Romeo. 'Terus aku disuruh Tuan Adrian untuk menyusulmu dan menggagalkan pagi pertamamu bersama Maria," jawab Romeo yang membuat Maria mengerutkan keningnya.


"Maksud kamu apa?" tanya Maria yang tidak tahu apa-apa.


Melihat Maria yang sudah bingung, Romeo hanya bisa menahan tawanya. Dirinya juga pernah mengetahui ritual ranjang tersebut. Memang ia sendiri tidak pernah membaca tentang artikel tersebut. Akan tetapi dirinya mengetahui dari teman-temannya yang di berada di kebun.


"Ah... Kenapa sih kok harus diperjelas seperti ini?" tanya Maria yang kesal terhadap Romeo. "Nggak usah lama-lama lagi di sini. Aku hari ini sangat lapar sekali."


"Ayo kita pergi ke restoran di lantai atas. Seluruh keluarga besar sudah menunggu di sana," ucap Romeo.


Mereka langsung menuju ke lantai atas. Sepanjang perjalanan Aska merasakan ada yang tidak beres. Ketika Maria berbicara dengan Romeo, Aska melihat sosok bayangan yang sedang lewat di ujung lorong sana. Aska tahu kalau bayangan itu adalah manusia. Namun Aska tidak bilang kepada Romeo. Agar tidak membuat Maria panik.

__ADS_1


Sesampainya di restoran mereka disambut oleh Kedua keluarga besarnya itu. Bu Tanti sangat bahagia sekali melihat Aska yang sangat akrab dengan Maria. Begitu juga dengan Pak Budi. Pak Budi melihat Aska sangat cocok sekali dengan Maria. Mereka berdoa agar hubungan Aska dan Maria bisa bertahan lama hingga maut memisahkan.


Suasana di restoran itu memang masih sangat sepi. Christina sengaja membooking restoran itu hanya untuk sarapan. Mereka akhirnya mendekati dan duduk bersama di satu meja yang besar.


Di sebuah kos-kosan kecil, ada seorang gadis yang bernama Cici sangat marah sekali. Matanya membengkak karena habis menangis semalam. Dirinya tidak rela kalau Aska menikah dengan Maria. Karena ia tahu kalau Maria sudah tua.


Tak lama Cici kedatangan Lia. Gadis berambut panjang itu pun menaruh sarapan di atas meja. Ia tidak sengaja melihat Cici dengan mata sembab. Lalu Lia memutuskan untuk duduk di dekat Cici.


"Kamu Sudah dipecat," ucap Lia. "Seluruh akses masukmu sudah diblokir oleh Romeo."


Argh!!!!!


Cici berteriak dengan kencang sambil menarik rambutnya. Kenapa hal ini menimpa pada dirinya? Padahal dirinya tidak melakukan kesalahan apa-apa. Ia hanya ingin Aska mengakuinya sebagai kekasih. Namun Aska sekarang sudah berubah total. Aska lebih memilih wanita berusia tua itu.


"Lu kenapa sampai nangis gitu? Lu masih nggak rela jika Aska menikah dengan Maria?" tanya Lia.


"Lu tahu kalau Aska itu adalah cinta pertama Gue. Memang Aska dulu dekil jelek dan nggak keurus. Sekarang Aska menjelma sebagai pangeran yang tampan dan tajir. Jujur gue nggak akan pernah rela jika Maria menikahi Aska. Cepat atau lambat gue akan berbuat sesuatu agar hubungan mereka rusak," jawab Cici yang bersumpah ingin menghancurkan hubungan Aska dan Maria.


"Eh gue bilangin sama lu. Sebenarnya lu itu salah. Kenapa nggak dari dulu lu mempertahankan Aska? Malah membandingkan Aska dengan juragan jengkol itu. Sudah tahu juragan jengkol itu tipe pria yang gak setia. Memiliki lima istri dan masih punya dua kekasih. Lah lu mau dikemanain? Ya wajarlah Aska marah sama lu kayak gitu. Apalagi ditambah Lu ngajakin pulang secara kasar," kesal Lia.


"Dan Lu harus tahu kalau Aska itu anaknya Nyonya Christina. Lu nggak bakalan bisa merusak hubungan mereka. Kalau lu sampai merusak hubungan mereka. Otomatis lu akan masuk ke dalam penjara," tambah Lia. ''kalau pacar gue udah kayak gitu. Mending gue cari amannya saja. Cari pacar lagi. Ngapain lu hidup tapi nyusahin orang lain dengan cara membubarkan rumah tangga orang. Lu bukan Tuhan yang seenaknya memberikan takdir ke Aska bercerai hari ini. Tuhan juga nggak bodoh kayak lu. Kalau sudah takdirnya mereka tetap akan bersatu selamanya. Soalnya gue pernah ngalamin kayak gitu. Makanya gue nggak mau lagi merusak rumah tangga orang. Sudah cukup gue ngerasain. Jangan elu yang ngerasain. Ditambah lagi lu berhubungan dengan putra dari sang pemilik perusahaan Aska Food yang sangat terkenal sekali di Asia."


"Gue nggak peduli dengan keluarganya. Pokoknya gue harus menghancurkan Maria. Lalu Aska akan menjadi milik gue selamanya!" geram Cici.

__ADS_1


Jujur Lia datang ke sini hanya untuk memperingatkannya saja. Lawannya Maria itu tidak main-main. Maria memiliki otak yang cerdas di atas rata-rata. Itulah sebabnya Maria dipertahankan oleh Christina. Sedangkan Cici, masih kalah jauh dari Maria. Cici hanya mengandalkan kecantikannya saja bukan kecerdasannya.


Akhirnya Lia memutuskan untuk pulang dan tidak memperpanjang masalah ini. Jujur saja Lia sangat kasihan sekali sama Cici. Ia memang tidak ikhlas melihat Cici sakit hati seperti itu. Namun Cici lah yang berbuat seenaknya di pesta itu. Sekarang Lia memutuskan untuk angkat tangan. Ia tidak mau mengganggu Cici lagi. Jujur ia ingin bertahan di perusahaan itu karena anaknya yang butuh biaya banyak


__ADS_2