
Aska tercekat mendengar pertanyaan dari Roni. Aska masih mengingat bagamana kematian bapaknya yang telah merenggut nyawanya. Aska hanya bisa mengembuskan nafasnya.
Malam itu Aska yang baru saja menyelesaikan pekerjaan rumah mendekati bapaknya. Aska melihat bapaknya semakin parah. Ia bingung apa yang harus dilakukannya. Sementara itu Aska kecil mencari keberadaan ibunya. Namun tidak menemukannya sama sekali.
Aska kembali lagi ke kamar dan melihat sang bapak sedang menjemput ajalnya. Ketika bapaknya ingin berbicara suatu kebenaran, bapaknya sudah tidak sanggup lagi berbicara. Hingga akhirnya sang bapak meninggalkan Aska selamanya.
"Sudah setahun bapak sakit keras. Kata dokter ginjalnya sudah tidak berfungsi lagi. Kemungkinan besar bapak bisa disembuhkan dengan cara pencangkokan ginjal,'' jawab Aska. "Sementara itu kami tidak memiliki biaya untuk membawanya ke rumah sakit."
Mereka menganggukan kepalanya dan menyimpannya ke dalam memori. Mendengar cerita Aska, kedua orang itu menaruh curiga yang besar. Kemungkinan besar bapaknya Aska meninggal secara tidak wajar. Akankah mereka turun tangan mengingat alm. Ayahanda Aska adalah suami dari Christian?
"Setelah ini kamu mau kemana?" tanya Roni.
"Biasa mas... aku mau pergi ke kebun Pak Broto,'' jawab Aska.
"Baiklah... aku akan mengantarkanmu,' sahut Roni.
"Tidak usah mas. Aku sudah terlalu merepotkan,'' balas Aska.
Paris Perancis.
Seorang pria yang sudah tidak muda lagi sedang memandang foto seorang anak kecil. Air matanya menetes dan menyebut anak itu dengan panggilan Aska. Tak lama ada seorang pria muda datang menghadap lalu membungkukkan badannya. Pria itu langsung menyapanya dengan ramah. "Selamat malam tuan.''
"Apakah kamu sudah menemukan Christina?'' tanya pria tua tadi.
"Saya sudah menemukannya tuan. Nyonya muda sekarang berada di Jakarta Indonesia untuk mencari keberadaan Tuan muda,'' jawab pria itu.
Selang berapa lama datang seorang wanita paruh baya. Wanita itu membawakannya makan malam sambil menyapa pria yang sedang duduk di kursi kebesarannya.
"Damian," panggil wanita itu yang menaruh makanan itu di meja.
"Duduklah Flo. Ada kabar gembira buat kamu," suruh Damian mana pria itu.
"Apakah Christina sudah ditemukan?" tanya Flo nama wanita itu.
"Nyonya muda sudah ditemukan. Sekarang nyonya muda menetap di Jakarta untuk mencari keberadaan Tuan muda. Menurut informasi yang didapatkan Tuan muda tinggal di Karawang," jawab pemuda itu.
"Pergilah!" usir Damian.
__ADS_1
Damian langsung mengusir keberadaan pemuda itu. Sedangkan Flo sangat geram karena ulah Damian. Flo segera berdiri dan melangkahkan kakinya.
"Mau kemana?" tanya Damian.
"Aku mau keluar dari ruangan ini dan mencari pemuda itu. Aku ingin tahu kabar cucuku satu-satunya!" geram Flo.
Damian membiarkan Flo pergi lalu mulai menyantap makan malamnya. Sesekali Damian ingin tertawa melihat tingkah sang istrinya menurutnya sangat lucu sekali. Di sela-sela sarapannya, Damian mengirimkan pesan kepada seseorang untuk menyiapkan jet pribadinya.
Aska yang selesai sarapan hanya bisa menghembuskan nafasnya. Aska berharap pada pagi ini tidak ada drama dari Bu Minah. Aska sangat jengah dan ingin menikmati hidup dengan damai.
"Mas," panggil Aska.
"Yupz... Mau berangkat Tah?" tanya Roni.
"Iya... Sudah kesiangan," jawab Aska.
"Ayo... Aku antar!" tegas Roni yang beranjak dari duduknya.
"Enggak usah mas," tolak Aska.
"Enggak usah apanya. Aku mau ke Jakarta. Sekalianlah berangkat bareng. Dari sini ke kebun kan jauh," tawar Roni.
Sementara di rumah sebelah, Bu Minah mulai mencari keberadaan Aska. Lalu Bu Minah berkeliling rumah namun usahanya tidak berhasil.
"Dimana sih Aska? Kok pagi ini enggak ketemu," gumam Bu Minah. "Kalau enggak ketemu bisa-bisa aku..."
Pikiran Bu Minah melayang entah kemana. Bu Minah ketakutan sekali jika Aska menghilang. Bu Minah tidak akan membiarkan Aska menghilang. Kemudian Bu Minah pergi meninggalkan rumah untuk menemui Pak Broto.
"Awas saja kalau enggak pulang! Aku akan memburumu sampai dapat!" sumpah Bu Minah.
Aska yang sudah sampai di kebun sangat berterima kasih kepada Roni. Pasalnya hari ini dirinya menjalani hidup pertama kalinya dengan damai. Roni yang melihat kedamaian Aska sangat senang. Roni berdoa agar Aska mendapatkan kebahagiaan selamanya.
Sebelum pergi Roni berpapasan dengan Pak Broto. Dengan senyum ramahnya Roni memanggil Pak Broto. Pak Broto langsung menoleh dan menatap Roni. Ia akhirnya mendekatinya dan mengajaknya menjauh.
"Bagaimana keadaan semalam?" tanya Pak Broto.
"Keadaannya buruk," jawab Roni.
__ADS_1
"Maksudnya?" tanya Pak Broto yang mengerutkan keningnya.
"Semalam Tuan Muda memergoki Bu Minah bercinta dengan berondong," jawab Roni yang memperhatikan keadaannya.
"Sudah aku duga. Kejadian ini akan ketahuan juga sama Tuan Muda!" geram Pak Broto.
"Jadi bapak?" tanya Roni.
"Ya... Aku sudah tahu beberapa bulan terakhir ini. Aku sering melihat Minah bercumbu dengan pemuda di desa ini. Aku sudah mewanti-wanti Ahmad agar Aska tidak boleh tahu. Eh... Kenyataannya tuan muda sudah tahu," jawab Pak Broto.
"Apakah rencana selanjutnya?" tanya Roni yang benar-benar ketakutan.
"Rencana selanjutnya adalah menggiring tuan muda ke nyonya muda. Aku bahkan sudah mendapatkan perintah dari Tuan Damian beberapa hari yang lalu," jawab Pak Broto.
"Bagaimana caranya? Aku tahu sebentar lagi tuan muda akan dicari oleh Minah. Kalau enggak ketemu Minah akan mengerahkan seluruh preman yang berada di desa ini mencarinya," tanya Roni.
"Aku ada orderan dari Aska Food International untuk mengirimkan beberapa karung buah Strawberry. Aku akan menyuruh Pak Ahmad untuk mengirimkan buah itu ke sana," jawab Pak Broto yang memang mendapatkan tugas dari seseorang untuk mengirimkan buah ke perusahaan sang mama.
"Cuma sehari?" tanya Roni.
"Kalau bisa dia menginap di perusahaan itu. Aku berharap Tuan muda bisa bertemu dengan Nyonya muda," jawab Pak Broto sambil menatap wajah Roni seakan meminta bantuan.
"Hmmp... Aku akan meminta Winda untuk mengatur pertemuan antara Tuan Muda dan Nyonya muda. Aku harap hari ini bisa terlaksana," kata Roni.
"Terima kasih," ucap Pak Broto.
"Sama-sama," Roni. "Kalau ada perkembangan tentang tuan muda laporlah ke aku. Biarkan aku tenang. Kita bekerja di tempat yang sama. Tapi bedanya aku dan bapak beda bos," pinta Roni.
"Okelah kalau begitu. Aku akan mengurus kebun," balas Pak Broto.
Mereka akhirnya berpisah dan melanjutkan tugasnya masing-masing. Mereka berharap hari tuan mudanya itu tidak bertemu dengan Bu Minah. Sudah cukup penderitaan yang dialami oleh tuan mudanya itu.
Beberapa saat kemudian Aska bertemu dengan Bu Siti. Aska melihat Bu Siti langsung menyapanya dengan ramah, "Bu."
"Hey... Aska... Apakah kamu sudah sarapan?" tanya Bu Siti.
"Sudah dari tadi Bu di rumahnya Mas Roni," jawab Aska dengan tersenyum manis.
__ADS_1
"Tumben kamu tersenyum manis. Biasanya kamu cemberut jika datang. Ada apakah wahai gerangan Tuan Mudaku?" tanya Bu Siti sambil menggoda Aska.