Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Peresmian Persiapan Ahli Waris Sesungguhnya.


__ADS_3

Setelah mendapatkan perintah, sang asisten itu keluar. Ia tidak sengaja melihat Luke berdiri di depan pintu. Ia menepuk bahu Luke menyuruhnya untuk masuk ke dalam. Kemudian Luke memutuskan masuk dan melihat kakek Lione.


“Kakek,” panggil Luke.


“Di mana Adrian dan Aska?” tanya kakek Lione.


“Ada di dalam kamarnya,” jawab Luke.


“Kita tidak bisa menutupinya lagi. Kita harus memberikan berkas-berkas kepemilikan sah Wicaksono group kepada Aska. Sebelum berangkat ke sini Damian sudah memberikan surat ahli waris. Surat itu belum resmi. Dikarenakan surat yang asli berada di tanganku. Aku menyuruhmu memanggil mereka berdua. Agar mereka tahu dan jelas Apa maksudmu setelah ini,” suruh kakek Lione untuk Luke memanggil kedua pria tersebut.


Luke bergegas keluar dari ruangan sang kakek. Ia segera masuk ke dalam dan melihat kedua pria itu sedang bermain ponsel. Sebelum bersuara Adrian mengangkat wajahnya. Lalu melihat Luke, “Ada apa sebenarnya?”


“Kakek telah memanggil kalian berdua, ada yang penting harus dibicarakan sekarang juga,” jawab Luke. 


“Baiklah,” ucap Aska yang berdiri dan membetulkan bajunya. 


Mereka bertiga meninggalkan kamar itu. Mereka langsung menuju ke ruangan sang kakek. Di saat menuju ke sana, Aska tidak sengaja melihat para pengawal berbadan kekar sedang berjaga. Jujur, Aska menghembuskan nafasnya secara kasar. Ia mulai berpikir untuk membentuk tubuhnya seperti para pengawal itu.


“Jika aku menjadi mafia. Aku harus membentuk tubuhku seperti itu. Tapi bagaimana ya? Apakah aku harus minta izin dulu kepada istriku?” tanya Aska dalam hati.


Sesampainya disana mereka masuk ke dalam. Mereka melihat kakek Lione yang sedang sibuk mengecek beberapa berkat di depannya. Tak lama Kakek Lione menyuruhnya duduk di sofa, “Duduklah terlebih dahulu.”


Mereka bertiga duduk secara bersamaan. Lalu kakek Lione berdiri dan mendekati mereka. Sebelum berbicara ia menaruh beberapa dokumen itu di atas meja. 


“Adrian,” panggil kakek Lione.

__ADS_1


“Anda mengenal saya?” tanya Adrian. 


“Jangan ngomong terlalu formal dengan saya. Pakailah bahasa yang sering kita pakai!” perintah kakek Lione.


“Baik kek,” balas Aska. 


“Kamu tidak perlu tahu siapa aku sebenarnya. Aku memang ketua mafia Dark Knight. Akulah yang selama ini menjaga Wicaksono Group. Yang di mana aku adalah teman kakekmu. Soal prahara di Wicaksono Group memang sudah sejak lama. Semua berawal dari Jamaludin. Aku akan memberikan waktu satu bulan dari sekarang. Kalian harus bersiap-siap meresmikan ahli waris sesungguhnya. Jika kalian lebih dari satu bulan. Maka Jamaludin bersama Benjamin akan merebut semuanya dari kalian,” jelas kakek Lione.


Mereka terkejut apa yang dikatakan oleh pria berumur senja itu. Mereka baru tahu kalau Damian memiliki teman seorang mafia. Namun mereka tidak mempermasalahkan soal itu. Mereka lega karena sang mafia telah menolongnya untuk menjaga perusahaannya tersebut dari Jamaluddin.


“Kenapa harus Jamaludin yang merebut Wicaksono Group?” tanya Aska.


“Sudah aku bilang tadi. Jamaludin menginginkan Wicaksono Group hanya demi kesenangan semata,” jawab kakek Lione.


Aska mengerutkan keningnya dan masih memiliki pertanyaan mengganjal di dalam hatinya. Motif sebenarnya Jamaludin itu apa? Kenapa Jamaludin menghancurkan keluarganya? Inilah yang membuat Aska bertanya-tanya. Apakah Jamaludin memiliki penyakit autis sama seperti anaknya? Atau Jamaludin menginginkan aset Wicaksono demi kesenangan semata. Biar Jamaludin mendapatkan nama besar di dunia ini. Entahlah. Pertanyaan ini sering sekali hadir di dalam benaknya. 


“Apakah Jamaludin sering ke sini?” tanya Aska. 


“Jamaludin tidak pernah ke sini. Setiap pertemuan Jamaludin selalu berada di hotel atau di klub malam. Hampir setiap pertemuan dia selalu membahas surat ahli waris sesungguhnya itu. Setiap sang asistenku melaporkan akan hal itu. Aku menjadi bosan sekali. Yang lebih parahnya lagi, dia akan menyerang markas ini jika aku tidak memberikan surat itu kepadanya,” jawab Lione.


“Berapa bulan sekali kek dia ke sini?” tanya Aska lagi.


“Sebulan sekali. Dia sangat gigih untuk mendapatkan surat itu,” jawab Kakak Lione.


“Sebulan sekali hanya bertemu dengan kakek untuk membahas surat itu. Ini sangat lucu sekali. Biasanya kalau pertemuan itu membahas masalah yang sedang happening banget. Aku tidak menyangka Jamaludin benar-benar ingin menguasai Wicaksono Group. Jujur aku sangat bosan sekali membahas satu setiap pertemuan itu,” sahut Aska.

__ADS_1


“Sekarang kamu tanda tangani surat itu. Jika kamu sudah menandatanganinya. Berarti Wicaksono Group berada di tanganmu sekarang. Ini perintah dari aku dan kakekmu,” jelas kakek Lione.


“Bolehkah aku baca isi dokumen itu?” tanya Aska.


“Silakan. Bacalah dengan teliti,” suruh Kakek Lione.


Aska membaca isi berkas itu dengan teliti. Selesai membacanya Aska langsung menandatangani surat tersebut. Hari ini Wicaksono resmi di dalam genggaman Aska. Lalu bagaimana dengan Jamaludin? Aska akan menemuinya secara langsung. Aska memiliki nyali yang besar. Ia tidak akan mungkin mundur lagi. Ia harus maju dan menerjang Jamaludin. Jika Aska diam saja. Jamaludin akan agresif dan mengumumkan ahli waris ke semua media. 


Karawang Indonesia. 


Sebelum berangkat ke Paris, Damian mendapatkan sebuah pesan dari seseorang. Pesan itu membuat ia tersenyum sumringah. Diam-diam sang cucu kesayangannya itu sudah menggenggam perusahaan miliknya. Ia sekarang bisa agak tenang untuk menjalani kehidupan. 


Tiba-tiba saja datang pak Broto dengan membawa tas ransel di punggungnya. Pak Broto langsung menyapa Damian yang sedang tersenyum itu. 


“Tuan Damian,” panggil Pak Broto.


“Ada apa Pak Broto?” tanya Damian. 


“Malam ini kita harus terbang ke Paris. Tuan Frank sudah menyuruh anda untuk kembali ke Paris,” jelas Pak Broto.


“Itu benar. Sudah waktunya Aska memegang perusahaan Wicaksono Group. Aku yakin Aska mampu memimpin perusahaan tersebut hingga mendulang masa emasnya seperti dahulu,” ucap Damian yang membuat Pak Broto terkejut. 


“Apakah itu benar tuan?” tanya Pak Broto. 


“Ya itu benar. aku sudah mendapatkan pesan dari teman baikku yang selama ini membantu melindungi Wicaksono Group. Aska dan Adrian sudah berada di sana dan menandatangani surat tersebut. Aku hanya memberikan waktu sebulan agar Aska bersiap-siap menjadi ahli waris sesungguhnya,” jawab Damian. 

__ADS_1


Pak Broto tersenyum sumringah. Kabar ini sangat membahagiakan buat dirinya. Tak sia-sia Pak Broto menggemblengnya hingga memiliki jiwa kuat. Pada hari ini Pak Broto membantu membereskan barang-barang yang akan dibawa oleh Damian. 


Kedua pria itu sangat semangat sekali ketika mengepak barang. Sore itu juga Pak Broto mengajak Damian pergi ke bandara Soetta. Mereka akan terbang hari ini juga. Lalu bagaimana dengan kesehatan Damian? Semakin hari Damian semakin membaik. Damian mendapatkan dokter yang menganjurkan hidup sehat. Segala peraturan yang diberikan dokter selalu dikerjakan. Karena Damian ingin sekali melihat sang cucu berhasil membawa perusahaan Wicaksono Group.


__ADS_2