Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Rahasia Dalam Perusahaan Aska.


__ADS_3

"Iya... Itu benar... Namanya pak Budi," jawab Bu Tanti.


"Astaga... Berarti Maria," ucap Aska yang menganga sempurna.


"Maria itu adalah anakku. Dia adalah putriku satu-satunya. Kami sangat menyayanginya," ujar Bu Tanti.


Sontak saja Aska terkejut. Bagaimana bisa dirinya bertemu dengan guru di sekolahnya dahulu? Bu Tanti dan Pak Budi adalah guru yang mengajarkan Aska penuh dengan keberanian. Selain itu Aska sering dikirim ke olimpiade matematika maupun bahasa Inggris. Dengan kecerdasannya itu ada berhasil membawa sekolahnya ke ajang internasional. Betapa bahagianya semua guru dan murid-murid saat itu.


Lalu, Bagaimana dengan tanggapan Maria? Jujur Maria sangat terkejut dengan pengakuan Aska dan kedua orang tuanya. Baru kali ini Maria mengetahui kalau Aska adalah murid orang tuanya. Maria tidak tahu harus berkata apa lagi.


"Bagaimana kabar bapak Bu?" tanya Aska. "Apakah bapak sudah sadar?"


"Belum. Masih terpengaruh dalam obat bius," jawab Maria. "Bisakah kita keluar sebentar?"


"Ada apa kalian keluar? Apakah kalian ingin membahas pernikahan?" Tanya Christina.


"Tidak Bu. Kemungkinan besar Kak Maria sedang lapar. Biarkan aku yang mentraktirnya makan," jawab Aska.


Beberapa saat kemudian Pak Budi membuka matanya. Pria paruh baya itu tidak sengaja menangkap wajah Aska. Lalu Pak Budi memanggil Bu Tanti untuk segera mendekat.


"Ibu," panggil Pak Budi sambil melambaikan tangannya.


Maria yang melihat Pak Budi segera mendekatinya. Wanita cantik itu meraih air mineral di atas nakas. Kemudian Maria menyodorkan minuman itu ke arah Pak Budi.


"Minumlah dulu Pak. Jangan banyak bertanya dahulu," pinta Maria lembut.


Pak Budi menuruti apa keinginan Maria. Kemudian Pak Budi meminum air itu sambil berkata, "Apakah pria itu adalah Aska Wicaksono?"


"Apakah bapak mengenalnya?" Tanya Maria.


"Bapak mengenalnya. Pria itu adalah pria yang sangat baik sekali," jawab Pak Budi yang belum bisa berbicara banyak.


"Bapak nggak boleh ngomong banyak-banyak dulu ya... Bapak kudu istirahat. Soal pernikahan bapak jangan terlalu khawatir. Nanti jantung bapak kumat lagi," pesan Maria dengan wajah sendu.


Pak Budi hanya mengangguk lalu kembali berbaring. Tiba-tiba saja Aska mendekatinya sambil bertanya, "Bapak tidak apa-apa kan?"

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Sudah agak mendingan dari yang pagi tadi. Makasih ya sudah menolong bapak untuk kesekian kalinya," jawab Pak Budi sambil tersenyum.


"Pak," panggil Aska.


"Beberapa hari ke depan hingga dua minggu aku tidak berada di Jakarta. Aku harus menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda. Sebelum aku pergi malam ini, aku meminta Kak Maria untuk dijadikan istriku. Tanggal pernikahannya saat Kak Maria melaksanakan akad," ucap Aska sambil meminta izin untuk menikahi Maria.


Jujur Pak Budi terkejut atas pernyataan Aska. Tiba-tiba saja Pak Budi menatap wajah Maria untuk mengkonfirmasi hal tersebut.


"Apakah itu benar?" tanya Pak Budi.


"Ya itu benar pak. Haryadi sudah masuk penjara. Terus membelai prianya diganti oleh Tuan Muda Aska. Restuilah kami pak," jawab Maria.


"Berikan Bapak waktu satu hari saja untuk memikirkannya. Bapak belum bisa mengambil keputusan ini," pinta Pak Budi.


Terpaksa Aska dan Maria tidak melanjutkan pembicaraan ini. Mereka menatap Pak Budi masih belum sembuh total. Aska akan bersabar menerima jawaban Pak Budi. Terima atau tidak terima Aska akan mendengarkan dan menerima jawaban Pak Budi dengan legowo.


"Bisakah kita berbicara berdua saja?" tanya Maria.


"Bisa. Aku tahu kamu belum makan dari pagi. Lebih baik kita ku kantin dan makan siang bersama," jawab Aska dengan tegas.


Setelah menjauh dari ruangan itu Maria mengembalikan badannya dan menatap pria berpostur tinggi. Wanita itu menggelengkan kepalanya sambil menundukkan wajahnya.


"Kamu kenapa seperti itu? Apakah aku tidak tampan hari ini?" tanya Aska yang berusaha membuat Maria tersenyum.


Mendengar kata tampan keluar dari mulut Aska, Maria tertegun sejenak. Ia baru menyadari kalau sang Tuan mudanya itu ternyata memiliki narsis tingkat tinggi. Akhirnya Maria mengajak Aska pergi ke kantin. Sungguh Maria sangat bingung karena sang Tuan mudanya itu.


Sesampainya di kantin Maria menawarkan berbagai macam menu makanan yang berada di sana. Dengan senyum hangatnya Aska meminta nasi putih dan telur mata sapi. Maria bingung kenapa sang Tuan mudanya hanya meminta makanan itu?


"Kenapa tuan muda meminta makanan itu? Sementara di kantin ini menyediakan berbagai macam makanan. Apakah Tuan Muda sedang diet?" tanya Maria.


"Aku tidak diet. Aku hanya menemani kamu makan saja. Setelah ini aku menemani ibu dan abang makan," jawab Aska yang menghormati Maria.


Dengan terpaksa Maria menganggukkan kepalanya. Biar bagaimanapun sosok Aska di mata Maria adalah pria yang hangat. Ditambah lagi Aska sangat menghormati perempuan. Itulah kenapa Maria nyaman berada di sekitaran Aska.


"Terima kasih Tuan Muda telah memperhatikan saya," ucap Maria dengan penuh haru.

__ADS_1


"Aku akan meminta Restu kepada orang tuamu. Entah malam ini atau besok hingga dua minggu ke depan, aku bersama abang sedang melakukan penyelidikan. Diam-diam perusahaan sedang kacau. Di dalam banyak orang yang bisa dikatakan berkhianat kepada ibu," ujar Aska.


Maria teringat akan sesuatu hal tersimpan rapat di dalam hati. Iya menghembuskan nafasnya dan menatap Aska. Kemudian Maria berkata, "Apa yang dikatakan oleh tuan muda itu benar. Banyak sekali orang-orang yang ingin membuat Aska Food bangkrut. Apalagi orang-orang itu bekerja sama dengan pihak lawan. Aku kadang-kadang ikut melakukan penyelidikan bersama Romeo. Kami belum bisa memastikan karena belum ada bukti yang akurat. Jika tuan muda ingin membuka kasus ini, bolehkah aku ikut?"


Deg.


Jantung Aska berdetak kencang. Bagaimana bisa Maria mengetahui hal itu tanpa sepengetahuannya. Kemudian Aska tersadar karena dirinya baru saja masuk ke dalam perusahaan.


"Apakah ibu sudah tahu?" tanya Aska.


"Nyonya sudah tahu tapi hanya diam saja. Nyonya belum bereaksi apapun," jawab Maria.


Aska mulai mendeteksi Ada apa dengan sang ibu. Kenapa ibunya diam ketika banyak masalah di perusahaan. Kalau dibiarkan saja kemungkinan besar perusahaan bisa gulung tikar dengan cepat. Dirinya harus melakukan sesuatu. Mau tidak mau Aska harus mencari siapa-siapa pelaku utamanya.


"Sepertinya aku harus mencari semua orang yang melakukan blunder di perusahaan ini. Aku yakin orang-orang itu pasti disuruh oleh pihak lawan. Ditambah lagi mereka melakukannya dengan sunyi senyap," jelas Aska yang membuat Maria mengangguk tanda setuju.


"Aku sama Romeo sudah mengantongi beberapa nama. Kami berdua belum mengungkapkan ke nyonya. Jujur aku takut salah. Sebab mereka terlalu berbahaya buat kami. Apalagi Nyonya adalah seorang wanita. Mereka bisa seenaknya menyerang nyonya tanpa ampun," tambah Maria.


"Kamu benar. Tidak ada uang hati wanita sekeras baja. Hati ibuku itu sebenarnya sangat rapuh. Itulah mengapa aku tidak bisa membiarkan Ibu bersedih."


"Kalau begitu aku ikut tuan. Izinkanlah aku mengungkap semua kasus yang selama ini membelenggu perusahaan," pinta Maria.


"Lalu, Bagaimana dengan acara pernikahanmu itu? Apakah kamu tidak mempersiapkannya lagi? Ini adalah pekerjaan pria. Kamu tidak boleh ikut," tegas Aska.


"Tapi tuan," ucap Maria yang menggantung.


"Tidak ada tapi-tapian. Siapkanlah semua acara pernikahan kita," sahut Aska yang tidak ingin Maria ikut.


"Apakah tuan serius dengan keputusan pernikahan ini? Sedangkan kita tidak saling mengenal satu sama lain. Aku takut pernikahan ini akan berakhir secara tragis," ungkap Maria sambil menatap wajah tampan Tuan mudanya itu.


"Kalau kamu berpikiran seperti itu kemungkinan bisa terjadi. Aku tidak mau kamu berpikiran yang aneh-aneh. Karena kita belum menjalani pernikahan ini tapi kamu sudah memikirkan rencana jeleknya. Jangan begitu... Nanti Tuhan akan membuat pernikahan ini menjadi indah," papar Aska.


"Aku takut semuanya akan berlalu begitu saja. Aku takut disakiti lagi. Aku sering disakiti banyak pria. Lalu Apakah Tuhan akan menyakitiku seperti pria-pria lainnya?" tanya Maria yang penuh dengan tanda tanya.


"Aku serius menikahimu. Kamu tahu kenapa aku melakukannya? Kita hidup di dunia bisnis. Aku tidak mau kawan maupun lawan menjebakku untuk membuat skandal agar perusahaanku hancur!" tegas Aska.

__ADS_1


__ADS_2