Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Mundur Alon-Alon.


__ADS_3

"Kamu harus bersabar dengan keadaanmu ini. Sekarang aku tanya sama kamu. Apakah kamu tetap menjadi seorang kaki tangan Paman Frank?" tanya Aska.


"Ini adalah pekerjaanku sesungguhnya. Aku tidak akan bisa meninggalkan Paman Frank begitu saja. Aku sudah menganggapnya Dia seorang keluargaku sendiri," jawab Romeo.


"Kamu tahu, kalau Mala itu adalah seorang gadis yang sangat polos. Kamu nggak bisa membawanya ke duniamu. Cepat atau lambat pasti banyak orang yang akan mengincar istrimu itu untuk dijadikan buruannya," ucap Aska dengan serius.


"Kamu benar. Lebih baik aku mundur saja. Aku akan membiarkan Pak Ahmad untuk mengejarnya," sahut Romeo yang membesarkan hatinya untuk melepaskan Mala.


"bukannya Pak Ahmad sudah menikah dan memiliki dua anak?" tanya Aska.


Pak Ahmad yang mendengarnya memutuskan untuk kabur dari sana. Ia tidak akan mungkin mengakui soal status dirinya. Jujur pada waktu itu Pak Ahmad mengaku kalau dirinya sudah menikah dan memiliki dua orang anak. Namun sekarang ia untuk bungkam dengan statusnya itu.


"Kamu belum tahu siapa dia? Dia ngomong sama kamu kalau memiliki istri dan dua anak. Sebenarnya itu hanya bualan saja. Dia belum menikah sama sekali. Bisa dikatakan Pak Ahmad adalah seorang perjaka tua," jawab Romeo yang membuka kartu Pak Ahmad sesungguhnya.


"Apakah kamu serius dengan perkataanmu itu?" tanya Aska lagi.


"Ya aku serius. Jujur aslinya Pak Ahmad itu tampan sekali. Wajahnya memiliki campuran dari negara Timur tengah sana. Tapi sayangnya Pak Ahmad tidak menjaga ketampanannya itu. Sehingga dia menjadi orang tua," jawab Romeo yang membuat Aska menggelengkan kepalanya.


"Ini tidak mungkin. Kok aku baru tahu kalau Pak Ahmad itu masih jomblo?" tanya Aska sekali lagi.

__ADS_1


"Percuma kamu tanya kepada Pak Ahmad. Ujung-ujungnya dia memilih untuk diam. Kalau begitu aku akan melepaskan Mala. Sebab Dia nggak cocok sama aku. Dia terlalu polos untuk menjadi istriku," jawab Romeo sekali lagi. "Lagian juga Aku adalah seorang Playboy. Yang di mana Aku sering berpesta dengan para wanita malam. Seandainya itu terjadi maka aku bisa menyakiti Mala."


"Aku sudah tahu semuanya tentangmu. Maka dari itu aku menantang keras hubunganmu dengan Mala. Aku sangat menghargai seorang wanita ketimbang menyakitinya.gadis polos itu mendapatkan jodoh yang tidak baik itu rasanya sangat sakit sekali. Ditambah lagi dengan pria yang dinikahinya adalah seorang playboy cap kakap. Aku nggak bisa membayangkan penderitaan Mala untuk kedepannya. Aku ingin Mala tetap bahagia selamanya," ucap Aska dengan tulus.


"Maka dari itu aku lebih baik mundur saja. Aku tidak akan menyakiti wanita sebaik Mala. Terima kasih yang sudah memberitahukan sesungguhnya," ujar Romeo yang tersenyum getir.


"Itu terserah kamu. Jika kamu benar-benar berubah kamu bisa mengejarnya. Jika kamu tidak mau berubah. Aku tidak akan melepaskan Mala begitu saja," jelas Aska yang sebenarnya tidak ingin membuat Romeo sakit hati.


"Aku tidak apa-apa. Terima kasih sudah memperingatkanku. Aku sadar betul siapa diriku sebenarnya," sahut Romeo.


"Jangan bilang begitu. Pulanglah ke markas. Di sana masih ada banyak perempuan-perempuan cantik dan baik untuk kamu pilih dijadikan istri. Kenapa aku menyuruhmu untuk memilih mereka? Karena mereka tahu, jika nanti ada satu bahaya yang menerjangmu. Istrimu akan sigap menolongmu. Istrimu tidak akan pernah panik dengan masalah itu. Begitu juga dengan aku. Kenapa aku harus memilih Maria bukan memilih Mala? Karena Maria adalah wanita bar-bar. Dia bisa beladiri maupun pegang senjata. Sekarang dia menikah denganku. Otomatis hidupnya akan dalam zona bahaya. Para musuh akan mengincar keluargaku kelak. Maka dari itu Maria harus mengerti tentang artinya bahaya," ujar Aska yang mendapat pujian dari Romeo.


Yang dikatakan Romeo itu benar. Aska akan secara langsung terjun ke perusahaannya. Namun Apakah Aska bisa berjalan mulus untuk memimpin perusahaan? Tidak semudah itu buat Aska. Aska juga sadar diri atas kemampuannya itu. Akan tetapi dirinya akan belajar terus menerus dan memimpin perusahaan itu dengan baik.


Aska sudah mengetahui tentang orang-orang penjilat di perusahaannya itu. Meskipun dirinya diam namun telinga Aska mendengarnya. Matanya yang yang terbuka tidak akan terpejam sekalipun. Bahkan Aska sendiri sudah mempelajari seluk beluk perusahaan Wicaksono Group.


"Di perusahaan Wicaksono Group banyak sekali orang-orang penjilatnya. Aku belum pernah sama sekali masuk ke dalam sana. Tapi aku sudah menaruh beberapa orang untuk masuk ke dalam perusahaannya itu. Ada beberapa orang yang ingin menyingkirkanku dengan cepat.Mereka bilang kalau aku tidak pantas untuk menyandang ahli waris. Yah kita tahu kan hidup di dunia ini itu tidak semulus jalan tol. Itulah kenapa aku sekarang lagi menyusun strategi untuk melemparkan mereka ke jalanan," ucap Aska yang benar-benar ingin menyingkirkan benalu dari perusahaan Wicaksono Group.


"Kamu itu sangat mirip dengan paman Frank. Aura kamu untuk menjadi pebisnis itu besar. Tapi kamu tidak cocok dalam militer. Kamu kalau telak sama ayahmu itu," puji Romeo yang tersenyum dan memukul perut Aska dengan pelan.

__ADS_1


"Padahal semenjak aku kecil pengen banget menjadi polisi atau tentara. Eh ujung-ujungnya malah menjadi seorang pebisnis," ucap Aska.


"Kamu tahu Kenapa ayahmu menjadi seorang polisi?" tanya Romeo.


"Ayahku sudah berjanji pada Paman Frank. Suatu hari nanti jika aku diizinkan menjadi polisi aku akan menjadi polisi. Aku akan memburu seseorang yang telah membunuh ayah dan ibu. Itulah janji ayahku sendiri," jawab Aska yang didengarkan oleh Romeo.


"Tapi, pembunuhnya baru ketemu sekarang," ledek Romeo.


"Entahlah. Padahal pembunuhnya dekat sekali dan berkeliaran di sekitarnya," sahut Aska sambil tersenyum manis.


"Aku baru tahu kalau yang membunuh itu adalah Julia," kata Romeo.


"Itulah kenapa cerdiknya Julia menghabisi nenek dan kakekku sendiri. Bahkan Julia sangat bersih melakukannya. Dan saat itu tidak ada orang yang tahu bagaimana caranya Julian membunuhnya," ucap Aska.


"Motifnya juga sama. Dia berusaha membunuh Paman Frank dengan cara yang sama. Kalau aku sengaja ditabrak oleh Jamaludin. Hampir setahun aku belum bisa bangun dari tidurku. Aku seperti mayat hidup kala itu. Tapi ayahmu sangat sabar sekali merawatku. Aku tidak akan mungkin berkhianat kepada dua orang itu. Mulai sekarang aku akan mengabdikan diriku untuk mereka," ungkap Romeo yang membeberkan fakta sesungguhnya.


"Kamu sangat beruntung sekali bertemu dengan mereka. Sekarang, rencanamu ke depan apa?" tanya Aska.


"Menjadi seorang prajurit yang baik hati," jawab Romeo.

__ADS_1


"Apakah kamu tidak ingin menikah sama sekali?" tanya Aska sekali lagi.


__ADS_2