
Aska meminta pelayan itu untuk membelikannya air mineral. Namun pelayan itu akan memberinya dengan cuma-cuma. Lalu pelayan itu meminta izin agar bisa mengambilkan air mineral itu.
Melihat kepergian pelayan itu, akan menatap wajah Romeo yang tiba-tiba saja pucat. Lalu Aska bertanya, "Kenapa baju Abang budeg seperti itu?"
"Aku ingin bilang, Haryadi lepas dari penjara. Yang melepaskannya adalah Benjamin. Aku hanya mendapatkan informasi itu dari seseorang," jawab Romeo yang membuat Aska terkejut.
"Aku ingin tahu siapa itu Benjamin? Berikan semua data-datanya kepadaku. Setelah aku mengetahuinya, aku akan bertindak santai walau mematikan," perintah Aska.
"Kalau begitu aku akan mengirimkan data-data tersebut ke emailmu. Kamu bisa baca semuanya tentang kejahatan yang telah diperbuatnya," jelas Romeo sambil meraih ponselnya di dalam saku jas.
"Sepertinya orang-orang itu sangat menyeramkan sekali," celetuk Aska.
"Maksudnya bagaimana? Yang kamu maksud itu adalah orang-orang? Ayah belum mengerti apa maksudmu itu?" tanya Adrian yang tidak paham dengan Aska.
"Ayah belum tahu ya. Kalau di belakang Benjamin masih ada seseorang yang ingin menghancurkan kita. Aku rasa orang itu sangat dekat sekali dengan kakek. Yang pasti orang itu sangat spesial sekali. Ini hanya firasatku saja," jawab Aska yang merasakan ada sesuatu dengan keluarganya itu.
"Kakekmu hanya memiliki nenekmu saja. Aku yakin itu. Karena kakekmu adalah tipe pria yang setia," jelas Adrian yang sangat mengagumi Damian.
"Kalau begitu Bisakah aku meminta data-data milik nenek?" tanya Aska.
"Kenapa kamu meminta data-data wanita yang sudah lemah itu. Kamu itu sungguh terlalu sekali Aska," kesal Adrian.
"Aku hanya memintanya dan," ucap Aska yang menggantung.
"Nenekmu itu adalah orang baik. Janganlah kamu mencurigainya seperti itu. Kasihan nenekmu sudah tua dan tidak memiliki siapa-siapa kecuali kakekmu itu," Adrian memberikan nasihat kepada Aska agar tidak terlalu mencurigai sang nenek.
__ADS_1
"Kalau begitu ya sudahlah. Maafkan aku Yah," Aska meminta maaf kepada Adrian.
Tak lama Maria keluar dengan memakai gaun putih yang bertabur dengan bunga mawar. Wajahnya sangat cantik sekali meskipun tanpa make up. Tubuhnya sangat ramping dan tinggi semampai. Maria adalah wanita yang sangat sempurna dengan kriteria di mata Aska.
"Apakah kamu calon istriku?" tanya Aska yang membuat Maria menganga sempurna.
"Iya aku adalah calon istrimu," jawab Maria dengan senyum yang manis hingga membuat jantung Aska berdetak kencang.
"Kalau begitu, malam ini kita akan tidur bersama," ajak Aska yang tidak tahu di sampingnya ada Adrian.
Pletakkkkk.
Sebuah tangan kekar mendarat di bahu milik Aska. Sang pemilik tangan itu baru sadar kalau Sang putra bisa-bisa menjadi liar. Dengan tatapan membunuhnya, Adrian menatap Aska sambil memperingatkan dengan tegas, "Jaga sikapmu!"
"Tapi ayah, Wanita itu sangat cantik sekali. Mirip sekali dengan ibu," puji Aska kepada Maria secara blak-blakan.
"Ini sangat aneh sekali mengingat bahwa Aska tidak pernah senakal ini," celetuk Romeo yang membuat Adrian kesal.
"Baju itu sangat bagus sekali. Malahan aku sangat menyukainya," ujar Aska yang mengacungkan jempolnya untuk Maria.
"Jika kamu suka ini, Aku tidak akan menggantinya lagi. Kalau kamu tidak suka aku akan menggantinya dengan yang baru," ucap Maria.
"Sudah tidak perlu. Meskipun kelihatannya simple, gaun itu menjadi sangat mewah sekali hanya bertabur dan bunga mawar putih. Jujur aku sangat menyukainya," jelas Aska.
"Kalau begitu aku akan mengambil yang ini. Ini gaun hanya untuk dipakai dalam ikatan janji Suci setia di altar pernikahan. Aku masih memiliki beberapa baju lagi yang akan kamu pilih setelah acara akad akad," tambah Maria.
__ADS_1
"Kalau begitu nggak apa-apa aku akan menunggumu di sini!" perintah Aska.
Kemudian Maria masuk ke dalam untuk mencoba beberapa gaun lagi yang akan dipakai acara resepsi. Setelah itu Aska dan Adrian menunggu kedatangan dua orang yang dicintainya itu. Lalu Romeo mencari data-data tentang Benjamin. Dirinya sangat sibuk sekali dan tidak melihat Maria bergonta-ganti gaun.
Tepat pukul tujuh sore, mereka memutuskan untuk pergi ke rumah Maria.Adrian akan melamar Maria secara resmi. Memang pernikahan ini hanya untuk menyelamatkan harga diri Maria. Akan tetapi Adrian sangat bertanggung jawab sekali terhadap putranya itu. Adrian tidak mau kalau pernikahan ini hanya untuk mendompleng nama putranya saja. Alias hanya demi kepentingan bisnis mata.
Adrian tahu kalau Aska sudah menyukai Maria sejak lama. Namun Aska tidak pernah bercerita soal itu. Ada rahasia yang terpendam di dalam hati Aska dan tidak pernah terucapkan oleh apapun. Dirinya memang jago sekali untuk menyembunyikan rahasia tersebut. Saking jagonya tidak ada orang yang tahu soal perasaan ini.
Saat kedatangan Maria bersama Aska dan keluarganya, Pak Budi dan bu Tanti bersiap-siap menyambut kedatangan mereka. Kemudian Bu Tanti menyuruhnya masuk. Sementara Romeo meminta para pengawal mengambilkannya banyak hadiah untuk Maria. Beberapa saat kemudian, datang seorang wanita paruh baya bersama putrinya tersebut. Wanita itu melihat rumah Maria yang sangat ramai. Tiba-tiba saja wanita itu masuk ke dalam rumah Maria dan tertawa terbahak-bahak.
"Oh jadi ini… menantunya Bu Tanti!" ucap wanita itu dengan nada menekan.
"Memangnya kenapa jika putra kami menantunya Bu Tanti?" tanya Christina dengan damai.
"Kalian tahu nggak? Kalau Bu Tanti itu adalah seorang wanita yang berasal dari keluarga yang tidak baik.ditambah lagi Bu Tanti itu memiliki profesi sebagai kupu-kupu malam!" Jelas wanita itu dengan nada meninggi. "Ditambah lagi dengan Maria yang suka nongkrong di klub malam!"
"Hey… Ambar! Jangan pernah membuat fitnah!Aku tidak pernah melakukan hal gila seperti itu! Jika aku melakukan hal itu maka namaku sudah tercoreng dalam beberapa bulan belakangan ini. Bukannya kamu yang melakukannya!" ujar Maria yang tidak terima kalau ibunya dibawa-bawa dalam masalah ini.
"Maksudmu apa? Sudah kenyataannya toh. Aku sendiri yang melihat dengan mata kepalaku!" bentak Ambar kepada Maria.
"Ini maksudnya apaan ya? Kamu sudah membuat calon menantuku sedih begini. lalu kamu tambah dengan fitnahan yang kamu lemparkan kepada kami. Aku sebagai bosnya paham apa yang dilakukan oleh Maria. Jika kamu berkata seperti itu, Aku yang akan menuntutmu dengan pencemaran nama baik. Aku yakin Malam ini polisi akan mencarimu!" sungut Christina yang tidak terima dengan makian Ambar untuk Maria.
"Okelah kalau kamu nggak percaya. 2 jam lagi aku akan kembali dengan bukti-bukti yang ada. Aku yakin kalian tidak akan mau menikahkan putramu ini," tunjuk Ambar kepada Aska. "Dengan Maria sang wanita malam."
"Aku tunggu kau malam ini juga. Aku ingin melihat bukti-bukti itu!" Christina menantang Ambar untuk membuktikan bahwa Maria adalah gadis baik-baik.
__ADS_1
"Oke kalau begitu! Tunggu di sini!" bentak Ambar lalu meninggalkan rumah Maria.