
“Kabar mereka baik-baik saja. Mereka sangat merindukan Abang. Aku bilang saja sibuk karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan,” jawab Maria jujur.
“Kalau masalah ini sudah selesai kita akan pulang ke rumah. Aku juga rindu dengan Jakarta,” ucap Aska.
Sementara itu Frank yang sedang mengendarai mobilnya masih fokus. Ia tidak sengaja melihat Stefanie menangis dalam diam. Ia sengaja menghentikan mobil itu dan membiarkan Stefanie berjalan.
Sejenak dirinya berpikir, tidak semuanya orang yang bisa menerima kenyataan ini.
Frank pria berusia paruh baya itu hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Hanya demi harta dan nama besar, apapun bisa dilakukan. Maupun dengan cara kotor dan licik.
Namun Frank bersyukur saat itu bisa menemukan Stefanie yang berada di jalanan. Ia tidak menyangka akan bertemu dengan seorang wanita yang sekarang ini dianggapnya ibu. Di sinilah Frank mau membantu rasa sakit hati Stefanie.
“Bu, apakah kamu baik-baik saja?” tanya Frank yang mengambil sapu tangan di kantong celananya dan menyerahkannya ke arah Stefanie.
“Ibu baik-baik saja Frank. Tapi hati ibu sangat sakit sekali melihat Julia. Jika kamu tidak menghentikan ibu. Kemungkinan besar ibu sudah mencekik Julia hingga meninggal,” jawab Stefanie yang mengambil sapu tangan itu dan mengelap air matanya.
“Ibu sekarang tenang saja. Aku sudah menyuruh Andrew mengurus kasus Julia hingga selesai,” ucap Frank.
“Aku sudah terlalu baik sama orang. Hingga kebaikan aku dimanfaatin seperti ini. Aku enggak tahu apalagi yang harus ucapkan setelah ini,” ucap Stefanie. “Aku nggak habis pikir sama Julia. Kenapa dia melakukan perbuatan keji seperti itu?”
“Yang namanya orang jahat dan haus nama dan kekuasaan. Julia itu ingin diakui oleh banyak orang kalau dia adalah istri dari Tuan Damian,” jelas Frank. “Makanya dia akan melakukan banyak cara agar ibu dan Christina terusir dari rumah.”
“Argh.... rasanya sangat aneh sekali. Aku sangat merindukan Christina. Sudah dua puluh empat tahun belum bertemu,” ujar Stefanie yang sangat merindukan putrinya itu.
“Tenang Bu. Sekarang Christina bersama Adrian,” celetuk Frank.
“Aku belum sama sekali lihat menantuku itu,” ujar Stefanie yang sangat penasaran sekali dengan wajah Adrian.
“Apakah ibu ada waktu?” tanya Frank yang akan membuat pertemuan keluarga Wicaksono.
“Ibu kalau malam nggak acara apapun,” jawab Stefanie.
“Ya... sudah kalau begitu. Nanti aku kabari,” ujar Frank yang mulai tersenyum. Menatap wajah keriput milik Stefanie.
__ADS_1
Betapa cantiknya wajah Stefanie saat ini. Yang tadinya menangis berubah menjadi bahagia. Ia tahu apa yang direncanakan oleh Frank. Namun dirinya hanya diam saja. Jujur saja ia tidak mau melihat sang ibu angkatnya kecewa.
“Aku antar sampai ke kamar hotel ya Bu,” ucap Frank.
“Bagaimana dengan rumahku itu?” tanya Stefanie.
“Rumah ibu baik-baik saja. Aku sengaja tidak mengantarkan ibu ke sana. Ibu akan bermalam beberapa hari disana,” jawab Frank.
“Kamu gila ya Frank? Hotel yang aku tempati adalah hotel mewah. Harga kamarnya nggak main-main,” kesal Stefanie yang membuat tertawa kecil.
“Tenang saja bu. Itu kamar hotel memang aku khususkan buat ibu. Semua fasilitas yang berada di sana adalah milik ibu semuanya,” jelas Frank.
“Memangnya hotel siapa?” tanya Stefanie yang bingung.
Stefanie mulai berpikiran aneh. Mana ada fasilitas hotel sangat istimewa. Memangnya hotel siapa itu? Inilah yang menjadi pertanyaan buat Stefanie.
“Sebentar, ibu ingin tanya,” ucap Stefanie.
“Mau tanya apa,” sahut Frank yang mendapatkan kabar Winda lalu membalasnya.
“Ada Bu,” jawab Frank lagi. “Lagian hotel yang ditempati oleh ibu adalah milik keluarga Agard.”
“Keluarga Agard?” pekik Julia yang terkejut mendengar nama keluarga Agard.
Keluarga Agard adalah keluarga yang di mana sangat terkenal di negara Eropa. Namanya sangat tersohor dan memiliki banyak hotel dan rumah sakit di berbagai negara Eropa.
“Bukankah keluarga Agard adalah keluarga yang sangat terkenal itu? Keluarga Agard yang memiliki bisnis properti yang sangat tersohor itu?” tanya Stefanie.
“Ya begitulah,” jawab Frank yang menahan tawanya.
“Kabar yang terakhir aku dengar, setelah kematian sang pemilik bersama istrinya. Perusahaan itu sempat mau roboh,” jelas Stefanie.
“Lalu?” tanya Frank yang memancing Stefanie yang tahu tentang keluarga Agard.
__ADS_1
“Yang aku tahu putranya telah kembali dari Harvard. Semenjak putranya kembali, perusahaan Agard Groups menjadi besar seperti dulu. Tapi yang anehnya lagi sang putra mahkota tidak pernah menampakkan dirinya ke publik,” jawab Stefanie.
“Memangnya ibu belum tahu siapa yang pegang sekarang?” tanya Frank yang membuat Stefanie yang penasaran.
“Iya... tapi percuma saja aku tidak bisa menemuinya,” jawab Stefanie.
“Apakah ibu ingin bertemu dengannya?” tanya Frank yang mengerjai Stefanie.
“Ya... karena Frank Agard dulunya adalah sahabatku semenjak sekolah,” jawab Stefanie yang membuat Frank tertawa.
“Ho... ternyata ibu sangat beruntung sekali mendapatkan menantu dari keluarga Agard,” ledek Frank.
“Maksud kamu apa? Bukannya suaminya putriku adalah Adrian? Adrian seorang aparat penegak hukum di Kota Paris,” jawab Stefanie yang membuat Frank tertawa.
“Memang Bu. Adrian adalah adikku,” jawab Frank. “Dan aku sendiri adalah Frank Agard Junior yang selama ini mengendalikan perusahaan itu dari jarak jauh,” jawab Frank yang membuat Stefanie terkejut.
“Jadi selama ini kamu dan Adrian?” tanya Stefanie.
“Ya... aku adalah Frank Agard dan nama adikku adalah Adrian Agard. Keluarga Agard hanya memiliki dua putra saja,” jawab Frank yang membuat Stefanie tertawa.
“Oh... selama ini aku dikerjai oleh anak nakal ini. Baiklah ibu akan menghukummu,” kesal Stefanie yang melihat Frank.
“Kenapa aku tidak pernah muncul di perusahaan dan media? Karena aku mengalami kecelakaan yang membuatku lumpuh sementara. Aku diterbangkan ke Shanghai. Di sana ada pamanku yang ternyata adalah adik dari papa merawatku dengan cara tradisional. Aku bersembunyi selama dua puluh tahun. Dan akhirnya aku sembuh total,” jelas Frank.
“Apakah Adrian tidak mengetahuinya?” tanya Stefanie.
“Sebenarnya aku ingin memberitahukan kepada Adrian. Tapi aku mendengar kalau rumah tangga bersama Christina sedang berantakan. Aska yang baru saja dilahirkan diculik oleh seseorang ketika berada di rumah. Adrian saat itu sedang bertugas dan tidak mengetahui kalau Aska menghilang. Pulang-pulang Adrian keadaan rumah sudah chaos,” jelas Frank. “Yang lebih parahnya lagi Christina menutup diri dan selalu menyalahkan dirinya karena tidak becus menjaga Aska. Keadaan semakin runyam dan tidak bisa dikendalikan. Hingga akhirnya Tuan Damian sendiri yang memutuskan Adrian pergi dulu untuk sementara waktu. Saat itu aku menyuruh beberapa mata-mataku untuk mencari keberadaan Aska. Aku menyuruh Broto untuk mencarinya hingga ketemu. Itulah ceritanya rumah tangga Christina hancur berantakan. Aku nggak habis pikir pelakunya adalah wanita ular itu. Soalnya Tuan Damian sendiri sudah menentukan Aska adalah ahli waris Wicaksono.”
Mendengar apa yang diceritakan oleh Frank, hati Stefanie merasa hancur berantakan. Bisa-bisanya Julia palsu berbuat seperti itu? Memang Stefanie mendengar berita itu tapi tidak terlalu mendetail seperti ini, Akhirnya Stefanie mendengar apa yang terjadi sesungguhnya. Ia tidak akan pernah memaafkan Julia palsu itu yang mengambil kedudukannya. Ia juga tidak pernah membiarkan Julia palsu itu bahagia di sisa hidupnya.
Masalah satu sudah selesai. Malam itu juga pihak kepolisian langsung menjemput paksa.
Mengapa bisa demikian? Karena sebelum datang Andrew sudah mendapatkan laporan keadaan Julia baik-baik saja. Andrew memang sengaja menekan pihak kepolisian untuk menangkapnya.
__ADS_1
Disisi lain Aska meminta sang ayah untuk membuat Julia palsu ditahan. Jika tidak, Aska akan melakukan hal anarki. Sebab ia sendiri tidak mau melihat Julia palsu berbahagia.