Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Satu Fakta Tentang Christina.


__ADS_3

"Aku nggak tahu mereka siapa? Aku sangat penasaran sekali mereka. Yang aku dengar dalam pembicaraan itu, barang-barang yang dikirimkan akan digantikan dengan barang palsu," jelas Maria.


"Memangnya barang kita bisa dipalsukan?" tanya Aska.


"Kalau di palsukan enggak. Beberapa industri rumahan pernah meminta izin untuk membuat barang yang sama tapi jualnya dengan harga yang murah. Nyonya saat itu sangat menyetujuinya. Karena nyonya tidak akan menjualnya dengan harga murah. Kalau buat aku rasanya kurang menendang dan tidak sama dengan punya kita. Kalau yang kita jual dan ekspor itu rasanya sangat enak sekali. Sampai-sampai barang itu aku jadikan best seller di perusahaan ini," jelas Maria yang bisa membedakan barang palsu dan tidak.


"Kalau yang dijual dari home industri, Kenapa kamu mengatakan palsu?" tanya Aska. "Jangan salah lho. Mereka sudah meminta izin untuk membuat barang kita dengan kualitas nomor sekian. Itu masih belum bisa dikatakan palsu. Kalau orang itu menjual barang-barang kita tanpa sepengetahuan bisa dikatakan palsu. Tanpa izin pula. Terus isinya tidak akan sama meskipun yang kw sekian," jelas Aska.


"Sama aja itu palsu. Tapi lebih sopannya dibilang KW," jelas Romeo.


"Ini sangat aneh sekali. Bisa-bisanya jontor berkhianat kepada kita. Kalau begitu misi dimulai!" tegas Aska.


"Hei... Apakah kamu tidak ingin mengajakku?" seru Adrian.


"Apakah ayah serius ingin ikut misi ini?" tanya Aska.


"Memangnya kenapa? Apakah kamu nggak tahu pekerjaan ayah apa? Apakah ibumu tidak pernah bercerita tentang ayahmu ini?" tanya Adrian.


"Sebaiknya tuan muda berkata dengan jujur agar Nyonya tidak marah," bisik Romeo.


"Bukan maksud aku begitu ayah. Sebaiknya ayah di rumah saja menjaga ibu," pinta Aska.


"Ayahmu tidak perlu menjaga ibu. Biarkanlah ayahmu menjagamu. Apa yang kamu lakukan adalah misi yang bahaya," seru Christina yang masuk ke dalam.


"Baiklah kalau begitu," balas Aska.


"Sebelum kalian pergi makanlah terlebih dahulu," suruh Christina.


Mau tidak mau mereka makan terlebih dahulu. Kemudian Christina dan Adrian bergabung bersama. Tepat pukul tujuh pagi, mereka menuju ke pabrik. Di dalam perjalanan mereka membagi tugas agar bisa mempersempit langkah sang target.


Belum sampai perusahaan, Romeo menghentikan mobilnya dan memarkirkannya di tempat yang sepi. Jujur Romeo ingin penyamarannya tidak ketahuan oleh siapa-siapa.


"Kalau begini lebih baik naik bis karyawan," keluh Romeo.


"Memangnya kita memilikinya?" tanya Aska yang membetulkan pakaiannya.


"Kita di sini memiliki sepuluh armada bus. Lima buat penjemputan lima buat mengantarkan para karyawan sampai ke rumah," jelas Romeo.


"Kalau begitu baiklah. Ayo kita ke sana!" ajak Aska.


Sebelum pergi Romeo menghubungi satu pengawalnya untuk menjaga mobilnya itu. Tak lupa Romeo memberikan sebuah tag name buat mereka. Untung saja Romeo membuat tag name itu dengan memakai nama palsu. Hanya butuh satu jam Romeo membuatnya. Tanpa perlu minta izin ke HRD, Romeo bisa mendapatkannya dengan cepat.


Tepat pukul delapan pagi. Aska Food Internasional memulai aktivitasnya. Sebelum dimulai seluruh karyawan pabrik mengadakan apel pagi. Hal itu membuat Aska menjadi bosan. Namun dirinya harus mengikuti peraturan yang tersedia.

__ADS_1


Selesai apel Aska dan lainnya berpisah. Lalu Aska ditempatkan di bagian pengiriman barang. Di sinilah Aska akan melakukan penyelidikan dengan sunyi senyap.


Sejam 2 jam telah berlalu. Aska belum menemukan pergerakan apapun. Aska memutuskan untuk mencari pekerjaan lain. Ketika dirinya ingin pergi ke toilet, Aska menemukan beberapa orang yang mendekati Jontor.


Aska hanya melihatnya saja dan matanya sedang mencari CCTV lalu menemukannya. Kemudian Aska bersembunyi di belakang tumpukan barang. Untung saja suara Jontor dan lainnya terdengar jelas. Kemudian Aska memberikan sebuah kode berisi pesan untuk Adrian.


Setelah melakukan pembicaraan Jontor membubarkan mereka. Lalu Jontor pergi meninggalkan lorong tersebut. Aska yang mengetahui Apa yang dibicarakan itu tangannya mengepal dan memukul tembok di sana. Satu kata jengkel. Karena jontor ingin membawa barang itu ke gudang lainnya untuk ditukarkan dengan barang palsu. Sudah terlihat jelas kalau Jontor ingin menjatuhkan perusahaan ini.


Aska terus berlanjut untuk mencari bukti-bukti yang ada. Meskipun hanya setengah hari, Aska menemukan banyak bukti. Ternyata oh ternyata... Banyak karyawan pabrik yang bekerja sama dengan Jontor. Kalau dibiarkan saja Aska food akan oleng.


"Jadi selama ini ibuku tertipu dengan orang-orang yang diajaknya bekerja. Bukti sudah cukup kuat. Jadi tinggal merangkumnya saja. Tunggu beberapa hari lagi aku akan memanggil kalian semua!" geram Aska di dalam hatinya.


Dua hari berlalu. Aska meminta timnya berkumpul di tempat biasa. Dirinya ingin membahas sesuatu yang sangat penting sekali.


"Jadi bagaimana?" tanya Romeo.


"Hari apa saja waktunya kirim barang keluar?" tanya Aska lagi.


"Kemarin dan kemarinnya lagi. Terus hari Senin dan selasa sudah itu aja jadwal pengiriman barang," jawab Romeo.


"Jadi empat hari pengiriman barang lalu tiga free tanpa pengiriman barang. Oke... Aku mengerti itu," ucap Aska.


"Kenapa kamu mengirimkan aku ketika pengiriman barang terjadi?" tanya Aska.


"Itu hanya kebetulan saja. Kamu sangat beruntung mendapatkan waktu yang tepat dan bukti-bukti yang bisa mengarahkan ke mereka. Apalagi sekarang sedang dalam pengiriman partai besar," jawab Romeo.


"Nanti malam. Tepatnya jam sepuluh atau jam sebelas," jawab Romeo.


Aska tersenyum smirk sampai Romeo ketakutan. Kemudian matanya beralih ke Adrian. Tanpa basa-basi Aska mengeluarkan statement yang membuat Romeo terkejut.


"Jam segitu ada jam penjarahan. Jika mereka membelokkan barang itu bisa dibenarkan. Yang jadi pertanyaan mereka membiarkan barang itu ke daerah kekuasaanku. Yaitu sebuah bangunan tua yang berada di selatan kebun Pak Broto. Di sanalah mereka menaruh barang itu. Kalau kamu ingin tahu sebenarnya, coba kamu cek video yang sudah aku ambil kemarin," ujar Aska.


"Yang dikatakan Aska itu benar Romeo. Mereka sengaja membelokkan barang itu di suatu tempat. Lalu mereka menukarnya dengan barang palsu. Untungnya setiap sudut ruangan pabrik situ sudah diberi CCTV. Bisa dipastikan mereka tidak akan lepas dari sana," tambah Adrian yang dari tadi hanya diam saja namun pembicaraan mereka.


"Selebihnya begitu. Aku yakin dengan firasatku ini. Mereka sengaja bekerja sama dengan pihak lain. Sepertinya kita harus memburu orang itu. Di balik Jontor ada orang lain di belakangnya," jelas Aska.


"Apakah istriku memiliki musuh dalam dunia bisnis?" tanya Adrian dengan serius.


"Ya... Beberapa orang. Nanti aku kasih tahu datanya siapa saja. Kalau aku merasa sih mereka yang membuat perusahaan ini menjadi kacau," jelas Romeo.


"Apakah mereka termasuk klien ibu?" tanya Aska yang penasaran.


"Tiga puluh persen tidak. Selebihnya iya. Jujur dahulu mereka sangat mendukung perusahaan ini untuk bangkit. Tapi mereka berbelok arah untuk menjatuhkan perusahaan ini. Aku nggak tahu kenapa bisa terjadi. Ketika aku menyelidikinya, Nyonya bilang tidak perlu sama sekali. Kita harus berpikir positif kepada mereka," pungkas Romeo.

__ADS_1


"Itulah istriku. Yang terlalu percaya pada orang. Kita harus melakukan sesuatu agar perusahaan ini tetap berjalan hingga aku memiliki cucu dan cicit!" tegas Adrian.


"Apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Kita nggak boleh tinggal diam saja kalau kayak gini," tanya Aska pada Adrian.


"Kalau aku boleh usul kita harus menjadi sopir saat barang yang akan dikirimkan itu," jelas Romeo.


"Aku ingin tahu, kita memakai ekspedisi apa? Apakah ekspedisi itu bisa berkaitan langsung dengan pihak lawan?" beber Aska.


"Selama ini kita memakai ekspedisi dari Aman Jaya. Setahuku ekspedisi itu klien dari Nyonya sendiri," ungkap Romeo.


"Baguslah kalau begitu. Satu langkah lagi. Apakah perusahaan itu bekerja sama dengan pihak lawan?" tanya Aska sambil menganalisis perusahaan itu.


"Bisa jadi bisa iya. Sepertinya ada yang janggal saat pengiriman barang itu. Aku belum sempat menyelidikinya.Karena masalah di dalam internal itu sangat sulit sekali dipecahkan. Butuh seseorang yang kuat untuk memegang perusahaan ini," jawab Romeo dengan jujur.


"Apakah kamu membenci kepemimpinan ibuku?" tanya Aska.


"Jujur iya. Nyonya tidak terlalu kuat untuk memegang perusahaan ini. Semakin lama semua orang ingin bahkan sudah menindas nyonya berkali-kali. Maafkanlah Aku jika terlalu jujur berbicara," jawab Romeo yang mulai ketakutan karena berkata jujur.


"Kamu tidak perlu takut dengan apa isi hatimu. Karena aku sendiri ingin tahu bagaimana sifat ibuku. Kalau seperti ini terus sifat ibuku yang lemah itu bisa ditindas dengan seenaknya. Itulah mengapa dua hari ini aku gelisah," tandas Aska dengan jujur. "Bagaimana dengan ayah? Kalau kayak gini terus, aku nggak bisa membayangkan banyaknya karyawan yang akan menjadi pengangguran."


"Dengan terpaksa ibumu harus diganti dengan orang lain demi menyelamatkan perusahaan. Kemungkinan ayah tidak akan mungkin naik jabatan CEO itu. Mau tidak mau kamu harus naik jabatan itu. Biar ayah yang ada di belakangmu. Jika tidak you knowlah," jelas Adrian.


"Jujur ini sangat sulit sekali kasus ini. Ketika ingin memecahkan selalu saja ada masalah di depan. Kalau aku merasakan Nyonya itu seperti terbelenggu oleh masalah berat. Terus Nyonya itu ingin melangkah ke depan nggak bisa ke belakang nggak bisa. Nah... Aku mulai menarik kesimpulan kalau nyonya sudah tidak layak lagi menjabat kursi CEO itu. Nyonya harus berhenti dan istirahat. Sebelumnya aku minta maaf dulu kepada kalian dengan perkataanku ini," ungkap Romeo dengan jujur.


"Mau tidak mau nyonyaku harus turun jabatan. Ini demi kebaikan," tambah Adrian yang membetulkan ucapan Romeo.


"Dengan keputusan berat, biarlah ayah yang berbicara soal ini kepada ibu. Aku tidak mau Ibu menjadi syok sekali," sahut Aska sambil memandang wajah sang ayah.


"Tak apa... Demi keputusan bersama kita akan mengambil apa yang sudah terjadi. Nanti ayah akan membicarakan semuanya tentang perusahaan yang sedang kacau balau. Begitu juga dengan para kliennya sengaja ingin menjebak agar Azka food internasional jatuh ke bawah," jelas Adrian. "Romeo!"


"Iya tuan," sahut Romeo.


"Aku tahu kamu dari organisasi Blue Dragon. Yang di mana organisasi itu dibuat oleh almarhum kakakku. Sekarang organisasi itu sudah tidak ada. Bisakah kamu menolongku untuk membangunkan Blue Dragon?" tanya Adrian.


"Untuk apa tuan ingin membangun organisasi Blue Dragon itu?" tanya Romeo dengan serius.


"Karena aku ingin merekrut orang untuk melindungi Aska Food dan Wicaksono Group Internasional. Jika aku dan Aska tidak memiliki kekuatan apapun, kemungkinan besar mereka akan menyerang seenaknya. Tujuan utamaku membangun grup itu hanya untuk melindungi dua perusahaan raksasa di dunia," jelas Adrian.


"Memangnya blue dragon itu apa Yah?" tanya Aska.


"Organisasi bawah tanah yang disebut mafia," jawab Adrian yang membuat Aska terkejut.


"Kalau begitu berarti ayah berkhianat. Ayah kan orang baik. Kenapa ayam sangat membutuhkan kelompok tersebut?" tanya Aska yang tidak paham.

__ADS_1


"Orang baik nggak selamanya baik. Ayah ingin bertanya sesuatu kepadamu. Tapi kamu harus jawab dengan jujur," pinta Adrian.


"Boleh, apa yang ingin ayah tanyakan?" Aska mempersilakan Adrian bertanya.


__ADS_2