Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Kelakuan Adrian dan Aska.


__ADS_3

"Aku mau membantu Maria bersih-bersih. Aku ingin menjadi pria yang bertanggung jawab. Aku juga tidak ingin membiarkan Maria kesusahan," jawab Aska yang meninggalkan Adrian.


""Dasar bucin," kesal Adrian yang berteriak.


Aska terhenti langkahnya ketika dirinya berhenti di ambang pintu. Ia menoleh ke belakang sambil berkata, "Begitu juga dengan ayah."


Dengan cepat Adrian menggulung koran dan melemparkan ke arah Aska. Namun Aska dengan cepat menghindarinya. Lalu koran itu melayang ke arah Christina.


Plak!


Aska yang melihat sang ibu terkena tragedi koran terbang matanya membulat sempurna. ia tidak menyangka kalau sang ayah sudah melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Lalu Aska mulai memajukan langkahnya berharap tidak terkena masalah dengan drama rumah tangga itu.


"Aska," seru Christina yang membuat Aska menelan salivanya dengan susah payah.


"A-ada apa Bu?" tanya Aska yang menunduk.


"Masuk ke dalam!" titah Christina dengan serius.


Mau tidak mau dirinya masuk ke dalam. Ia tidak berani menatap sang ibu akan meledakkan amarahnya. Namun apa daya, ia harus bersabar menghadapi semuanya.


"Adrian!" titah Christina.


Begitu juga dengan nasib Adrian. Adria juga tidak bisa menelan salivanya dengan susah payah. Ia bingung mau melemparkan masalah ini ke siapa? Kalau ia melemparkan ke Aska ya percuma saja. Pasti Christina tidak mempercayainya. Lagian juga di ruangan kerjanya tidak ada orang sama sekali.


"Kalian berdua ini selalu berantem! Aska! Kenapa kamu selalu buat ayahmu emosinya naik?" tanya Christina yang menatap tajam ke arah Aska.


"Aku enggak membuat emosinya naik bu. Dasar ayahnya saja yang membuat ulah," jawab Aska dengan jujur.


"Lalu, kamu Adrian! Kenapa kamu membuat masalah dengan Aska? Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang kakek," kesal Christina.


Mata Adrian membulat sempurna. Ia baru sadar kalau dirinya akan sebentar menjadi kakek. Lalu apa yang akan dilakukannya sekarang?


"Kok kamu berkata seperti itu sih?' tanya Adrian yang sengaja memancing keributan.


Alhasil Christina langsung meledakkan amarahnya dan memarahi mereka semua. Aska sedari tadi diam dan tidak berkutik sama sekali. Bagaimana bisa ia kabur dari sana? Jika kabur dari sana, ia tidak menghormati Christina sama sekali. Itulah keluarga sebenarnya keluarga Wicaksono yang normal dan tidak memiliki masalah apapun.


Sedangkan Maria, Maria melihat sang suami dan ayah mertuanya sedang dimarahin oleh Christina. Bukannya menolong, Maria malah menertawakan mereka. Maria malah membenarkan kelakuan oleh kedua orang itu. Hampir setiap hari dirinya selalu mendengar drama antara anak dan ayah itu.


Jakarta Indonesia.

__ADS_1


Pak Broto yang baru saja sampai di Karawang sangat bahagia. Pasalnya ia sendiri cukup lega dengan keluarga Wicaksono. Ia berencana ingin memiliki momongan agar bisa menyambung keturunannya.


Ketika sedang menyeruput kopi, Cici yang berantakan datang. Tanpa permisi ia menghempaskan bokongnya di hadapan Pak Broto. Ia sudah mengetahui kalau Aska sudah menjadi ahli waris dari perusahaan besar di dunia. Bahkan ia juga sudah mendengar kalau Aska akan segera menjadi ayah. Hancur hatinya. Kenapa dirinya tidak mempertahankan Aska? Kenapa dirinya tidak menunggu Aska sedang kesusahan? Malahan dirinya berselingkuh dengan selingkuh dengan juragan jengkol.


"Pak," panggil Cici.


pak Broto yang mengetahui kedatangan Cici sudah mengetahuinya. AKan tetapi ia lebih memilih meminum kopi terlebih dahulu. Kopi buatan Bu Siti memang enak Bahkan Aska sangat mengakui kopi buatan Bu Siti.


"Ada apa?" tanya Pak Broto.


"Aku boleh nanya enggak pak?" tanya Cici dengan wajah mendung.


"Nanya apa?' tanya Pak Broto yang mengerutkan keningnya.


"Apa benar jika Aska sudah menjadi ahli waris di perusahaan ternama Wicaksono Group?" tanya Cici yang ingin tahu semuanya tentang Aska.


"Iya itu benar. Lalu kenapa kamu menanyakan itu? Atau jangan-jangan kamu ingin balikan lagi ke Aska?" tanya Pak Broto yang menaruh curiga kepada Cici.


"Ah... enggak pak. Aku ingin bertanya tentang kebenaran berita itu," jawab Cici yang mencoba mengelak.


"Rupanya ada sesuatu yang disembunyikan. Sepertinya aku harus menyelidikinya," ucap Pak Broto dalam hati.


"Aku sudah ketahuan sama kelima istrinya. Aku memang salah memacari juragan jengkol dan meninggalkan Aska," jawab Cici dengan jujur.


Memang apa yang dikatakan oleh Cici itu benar. Hubungan antara Cici dan juragan jengkol itu telah kandas. Karena kelima istrinya sudah mengetahui hubungan itu dan memintanya putus.


"Kenapa bisa ketahuan?" tanya Pak Broto .


"Masa bapak nggak tahu sih? Sebulan yang lalu ada berita di televisi. Berita itu menayangkan aku bersama juragan jengkol digerebek sama para istri. Setelah itu aku disuruh membuat laporan agar tidak mengganggu juragan jengkol. Sekarang aku sedang jomblo. Aku tidak memiliki uang sepeser pun," jelas Cici.


"Kenapa kamu nggak kerja saja? Kenapa kamu harus tanya tentang keadaannya Aska? Aska sudah bahagia dengan Maria. Aku mohon kamu nggak usah ganggu-ganggu lagi Aska. Jika kamu mengganggu Aska, kasihan calon bayinya. Apalagi Aska sekarang menjadi orang penting. Kamu akan mendapatkan masalah besar yang telah Kamu buat sendiri," ucap Pak Broto sambil memperingatkan Cici.


"Kenapa Aska harus memilih wanita j4l4ng?" tanya Cici.


Pak Broto yang mendengar Cici mengatakan Maria j4l4ng. Pak Broto langsung mengusir Cici dari sana. Pak Broto berteriak keras agar Cici tidak menemui Aska saat berada di Indonesia.


Cici yang merasa mendapatkan usiran dari Pak Broto sangat marah. Ia akan mencari cara agar bisa bertemu dengan Aska. Ia juga akan memisahkan Aska dan Maria. Dirinya seakan tidak rela jika mantan kekasihnya itu bahagia. Lalu apakah cuci berhasil?


"Aku harus berbuat sesuatu! Aku harus memisahkan Maria dengan Aska! Aku akan membuat mereka menderita selamanya. Camkan itu Aska!" Geram Cici dalam hati.

__ADS_1


Melihat kepergian Cici, Pak Broto meminta salah satu pengawalnya untuk mengikuti Cici. Sebelum pergi Pak Broto sudah mencium aroma yang tidak sedap. Pak Broto ingin mencegah Cici agar tidak merusak kebahagiaan Aska.


Paris Prancis.


Siang pun tiba. Maria yang sudah dari tadi bahagia langsung mendapatkan teguran dari Aska. Sebenarnya Aska sendiri tidak marah. Ia hanya memanggilnya dengan pura-pura nada marah. Namun Maria tidak memperdulikan itu. Bahkan Maria sendiri mendekati Aska sambil berbisik, "Ada apa Abang?"


"Aku nggak apa-apa. Sepertinya kamu bahagia sekali?" tanya Aska.


"Memang aku sedang bahagia saat ini. Bahkan anak-anakku juga ikutan bahagia," jawab Maria.


"Kamu tahu nggak tadi ada insiden Antara Aku, ayah dan ibu?" tanya Aska.


"Lagian Abang ngeledek ayah terus-terusan. Hingga Ayah sampai marah begitu," jawab Maria.


"Kamu tahu ayah itu sangat lucu sekali. Sering sekali aku diam Ayah yang jahil. Begitu juga dengan sebaliknya. Aku juga sering jahil. Karena kejahilanku itu seluruh anggota kepolisian dan Paman Luke mengatakan Kalau kami adalah musuh bebuyutan," ucap Aska yang membuat Maria terkejut.


"Jadi selama ini Abang sering berantem sama ayah?" tanya Maria.


"Aku tidak membuatnya marah. Aku hanya membuatnya tertawa saja. Kamu tahu sering sekali kami melakukan adegan seperti itu. Hubungan kami semakin dekat seperti tali yang sudah diikat namun tidak bisa dilepaskan," jawab Aska.


"Syukurlah, Aku kira kamu dan ayah tidak pernah akur sama sekali. Sedari dulu kalian memang memiliki sifat dingin. Bahkan kalau ketemu pun kalian tidak pernah bertegur sapa," ucap Maria yang membuat Aska tersenyum.


"Ya nggak lah. Ayah memang bercandanya suka begitu. Nggak di aku aja. Sama paman Luke juga kayak gitu. Malah lebih parah lagi. Kalau lagi libur saja mereka pergi ke Jerman untuk balapan mobil di jalan tol," jelas Aska.


Berangkat saja Maria terkejut. Bagaimana bisa sang ayah memiliki ide gila seperti itu? Padahal Maria dulu menyangka kalau sang ayah orangnya dingin. Namun kebalikannya, sang ayah memiliki sifat yang hangat untuk keluarganya dan juga orang-orang yang sudah mengenalnya.


"Ayo kita beres-beres. Aku ingin sekali makan ketoprak yang berada di depan kantor Aska Food," pinta Maria yang semangat sekali untuk beberapa lembar pakaian.


"Kamu itu ya? Hampir setiap hari makan ketoprak depan kantor itu," ledek Aska.


"Lagian enak Bang. Entah kenapa kalau setiap istirahat Aku selalu membeli ketoprak di sana. Mungkin saja satu porsinya masih murah," ucap Maria dengan jujur.


"Ibu Minah dan Paman Luke ingin ikut ke Jakarta. Mereka ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga yang telah merawat Fabian. Jika tidak ada mereka kemungkinan besar Fabian sudah tidak ada juga di dunia ini. Ceritaku sama ceritanya Fabian hampir sama. Ini memang benar-benar gila. Aku tidak menyangka kalau semuanya Sama persis. Bahkan yang melakukannya juga orang yang sama," ungkap Aska.


"Lalu bagaimana kabar Benjamin untuk saat ini?" Tanya Maria yang penasaran sekali dengan kabar Benjamin.


"Paman Frank meminta Benjamin dihukum di markasnya. Jujur saja Paman Frank sangat kesal terhadap dia. Dialah orang yang pertama ingin melenyapkan Paman Frank dari dunia ini," jawab Aska.


"Apakah itu benar?" tanya Maria.

__ADS_1


__ADS_2