Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Kartu As Calon Istri Aska.


__ADS_3

"Tidak apa-apa. Tapi untuk sekarang aku tidak bisa melepaskannya. Aku sekarang mempertaruhkan nyawaku demi melindungi Putraku," jawab Christina.


"Maksud ibu apa?" tanya Aska.


"Kamu tahu kan musuh utamanya belum diketahui. Nyawa kamu sedang terancam. Mereka bisa menyerangmu kapan saja," jawab Christina dengan jujur.


"Kenapa Ibu terlalu bingung dengan hal itu? Lebih Baik Ibu rileks saja biarkan kami yang bekerja. Aku dan Romeo bersama Maria Ditambah lagi dengan Sheila adalah tim yang cukup solid. Apalagi ada ayah di belakangku. Aku sudah tidak takut lagi dengan seseorang itu," ucap Aska.


"Tuan muda memang benar. Kita harus melawan orang itu. Jangan sampai kita lemah dan dimanfaatkan oleh mereka," sahut Maria dengan jujur.


"Wah, Nona Maria ternyata sangat mencintai Tuan Aska. Ternyata siasat pun berhasil dengan mengirimkan foto-foto tuan muda," ujar Sheila.


"Maksud kamu?" tanya Aska yang bingung dengan Sheila.


"Maaf tuan muda. Semenjak Maria berpacaran dengan Hariadi aku tidak menyetujuinya. Bahkan aku sendiri tidak merestuinya sama sekali. Maka dari itu aku sering mengambil foto tuan muda ketika berada di kebun, di kolam, sedang santai dan lalu santai. Lalu foto-foto itu sengaja aku kirimkan kemari ya agar bisa melupakan Haryadi. Ternyata Maria sangat mengagumi sosok anda," jawab Sheila yang membuka kartu Maria di hadapan calon mertuanya dan suaminya itu.


"Oh... I know. Sekarang Ada udang di balik batu. Jadi selama ini Maria diam-diam memuja Putraku?" Tanya Christina yang baru mengetahui Maria menyukai Sang putra.


"Kamu ini buka-buka kartu saja. Jujur aku malu sekali," kesal Maria.


"Tak apa. Aku juga menyukaimu. Kalau begitu ayo kita menikah," ajak Aska yang membuat Romeo matanya membulat sempurna.

__ADS_1


"Yang namanya anak muda jiwanya muda. Kalau sudah dikasih umpan saja masuk ke dalam perangkap. Beda sekali dengan namanya orang zaman dahulu. Jujur ayah sangat sulit sekali menaklukkan hati ibumu itu. Sampai jungkir balik mendapatkan hati ibu yang keras itu. Sekarang kamu enak. Baru pertama kali mengenal dan jatuh cinta. Jadi tidak perlu repot-repot lagi kalian saling mengejar satu sama lain," kesal Adrian terhadap putranya itu hingga membuat gelak tawa di ruangan Christina.


"Kalau begitu kapan saya tugas?" tanya Sheila.


"Kamu bisa bersantai sampai pernikahan akan dilaksanakan di tempat yang sudah ditentukan. Setelah pernikahan itu kamu masih libur dalam waktu seminggu. Kemudian Aska dan Maria akan menjalani hidup normal. Lalu kamu boleh masuk dan menjadi pengawal pribadinya. Sekalian kamu belajar bisnis dan manajemen di perusahaan ini. Agar bisa membantu pekerjaan Maria. Soal upah tiga kali lipat dari biasanya," ucap Adrian.


"Aku stand by di mess saja. Tidak ada perlu sesuatu kalian bisa menghubungiku," ujar Sheila.


"Aku dengar kamu sudah mati?" tanya Romeo.


"Enggak. Kata siapa Sheila meninggal? Hampir setiap hari aku selalu bertukar pesan dan menanyakan seluruh keluarganya," jawab Maria yang kesal terhadap Romeo.


"Oh itu... Aku memang sengaja membuat berita kematianku agar tidak dikejar oleh Minah. Kamu tahu kan Minah kejamnya kayak apa? Minah juga berencana ingin membunuh tuan muda. Untung saja saat itu aku sudah diberikan dua puluh pengawal bayangan oleh Tuan Adrian. Setiap ingin membunuhnya mereka yang bekerja," jawab Sheila yang bukan rahasianya selama ini.


"Jadi selama ini aku?" tanya Aska.


"Ayah memang sengaja melakukannya. Ayahtahu meskipun kita tidak saling mengetahui, nyawa kamu dalam bahaya. Sebelum mengirimkan Sheila dan pengawal tambahan, ayah mendengar kabar dari Pak Broto tentang kekejaman Minah. Ayah mana yang melihat Sang putra menderita karena ulah seseorang? Tidak ada kan. Meskipun ayah sibuk, ayah selalu membaca laporan demi laporan dari Sheila dan Pak Broto," jelas Adrian.


"Jadi, selama ini Pak Broto adalah," ucap Aska menggantung.


"Pak Broto adalah kaki tanganku yang berada di Indonesia. Ditambah lagi pak Broto juga bekerja sama dengan kakek Damian. Jadi bisa dikatakan Pak Broto memiliki dua majikan sekaligus," ujar Adrian.

__ADS_1


"Lalu Romeo?" tanya Aska sambil menunjuk Romeo.


"Dia adalah kaki tangannya almarhum kakak ayah. Setelah pamanmu meninggal maka Romeo aku angkat sebagai kaki tanganku selanjutnya. yang di mana Romeo tugasnya untuk memata-matai ibumu. Selain itu Romeo adalah pengawal bayangannya ibumu itu. Jadi jangan heran jika aku sering mendapatkan informasi tentang kalian. Karena kalian adalah milikku satu-satunya," tambah Adrian.


"Jadi selama ini? Kamu sengaja membuat aku tidak nyaman di mana-mana," Christina pura-pura kesal terhadap Adrian.


"Aku memang sengaja melakukannya. Selain itu juga kamu ke mana-mana tidak aman. Musuh utama yang belum diketahuinya itu sudah menyebarkan regu tembaknya di mana-mana. Jika kamu lengah bisa dipastikan mereka akan membunuhmu. Itulah informasi yang aku dapatkan dari seseorang satu lagi," jawab Adrian yang penuh misteri.


"Rasanya aku hidup di dalam komik Detektif Conan saja. Semuanya menjadi ribet," ujar Aska.


"Kamu harus paham soal itu. Jika kamu nggak paham musuh bisa menyerangmu kapan saja," jelas Adrian.


"Lalu, musuh utamanya siapa tuan Adrian?" tanya Maria yang belum paham dengan sang musuh.


"Ada. Dia adalah seseorang yang ingin menguasai Wicaksono Group. Yang aku takutkan adalah musuh utama itu bekerja sama dengan mafia. Sifat mafia adalah sifat licik yang sudah tertanam dalam jiwanya masing-masing. Mau tidak mau aku harus menyelidikinya lebih dalam," jawab Adrian yang membuat Maria terkejut.


"Apakah itu benar? Jadi," tanya Aska menggantung.


"Iya itu benar. Daerah Eropa memang terkenal dengan mafianya. Aku sebagai kepala kepolisian ditugaskan untuk memburu para mafia yang sudah membuat kerusuhan di mana-mana. Bisa dikatakan aku adalah seorang pasukan khusus yang ditugaskan untuk menjaga perdamaian," jelas Adrian.


"Rasanya itu tidak mungkin. Sering sekali membaca novel-novel yang bertemakan mafia ternyata terjadi pada diriku sendiri," keluh Aska. "Bagaimana bisa aku hidup dengan tenang? Jika diriku dikejar-kejar oleh mafia sialan itu."

__ADS_1


"Bersabarlah tuan muda. Hidup ini penuh dengan cobaan yang tidak bisa ditebang sama sekali. Jadi nikmatilah hari ini dan hari-hari lainnya. Mereka ingin sekali merebut kekuasaan. Mereka ingin menjadi orang terkenal tapi tidak mau berusaha dengan keras. Banyak sekali kejadian-kejadian seperti itu yang pernah aku alami. Mereka adalah tetangga-tetanggaku yang saling berebut kekuasaan. Yang lebih ekstrem lagi jika tidak bisa merebut kekuasaan itu ujung-ujungnya membunuh keluarganya sendiri. Ini sangat parah sekali. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi," Maria mencurahkan isi hatinya karena para tetangganya mengeluhkan soal harta gono gini.


"Apakah mereka sudah meninggal?" tanya Aska.


__ADS_2