Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Kelicikan Jamaludin.


__ADS_3

"Video yang sedang viral itu apa?" tanya Romeo yang tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Roni.


"Masa kamu enggak tahu video viral itu?" tanya Roni.


"Memang aku enggak tahu. Aku sedang sibuk mengurusi masalah barang milik Aska Food yang palsu itu. kamu tahukan gudangnya berada di jalur selatan itu?" tanya Romeo balik.


"Iya aku tahu itu. Bahkan pelakunya sudah tertangkap," jawab Roni.


"Pelakunya mati keracunan. Aku enggak tahu apa penyebabnya. Kemungkinan besar ada yang meracuni," ucap Romeo.


"Apa?' pekik Winda yang matanya membulat sempurna.


"Kok bisa?" tanya Roni.


"Entahlah," jawab Romeo. "Kamu kemana saja?"


"Selama ini aku tidak menghilang. Kami mengemban tugas untuk memasok bahan baku. Jadi kami berkeliling mencari bahan baku. Kalau soal itu aku sendiri enggak tahu," jelas Winda. "Kalau orang itu mati, bagaimana saksi kuncinya?"


"Aku sendiri enggak tahu. Padahal aku ingin membiarkan Jontor hidup. Jika Jontor hidup, aku bisa menanyakan banyak hal. Ujung-ujungnya mati dech itu orang."


"Jadi kamu mencari informasi itu ke mana lagi?' tanya Winda.


"Aku enggak tahu. rencananya malam ini aku terbang ke Singapura. Tuan Frank memintaku untuk menjadi asisten Tuan Aska," jawab Romeo. "Apakah kalian masih di sini?"


"Besok kami akan terbang ke Perancis untuk mempersiapkan tempat tinggal buat Tuan Aska," jawab Roni.


"Baguslah. Ini tidak bisa dibiarkan. Semakin lama Jamaludin semakin melunak. Aku tidak akan membiarkan kakek tua itu bersenang-senang. Sudah cukup dia merasakan kebahagiaan setelah membuat hidupku hancur!" geram Romeo yang mengingat peristiwa yang dimana dirinya kecelakaan.


"Peristiwa itu?" tanya Roni.


"Ya... dimana aku mengalami kecelakaan parah," jawab Romeo. "Setelah kecelakaan itu kekasihku terbunuh. Saat itu kekasihku sedang mengandung bayiku."


Winda menggelengkan kepalanya mendengar cerita Romeo. Ia tidak menyangka, kalau pria bertubuh kekar itu merasakan kepahitan yang sangat parah sekali.


"Jadi kamu selama ini enggak cerita?' tanya Winda yang paham dengan hati Romeo.


"Ya... aku memang tidak cerita. Maafkan aku. Kadang aku ingat aku ingin marah. Tapi kondisiku saat itu tidak memungkinkan untuk menolongnya. Aku meminta kepada Tuan Adrian untuk menolong kekasihku. semuanya terlambat. Kekasihku sudah dikuburkan oleh kedua orang tuanya. Aku shock banget," jelas Romeo.


"Jadi selama ini kamu tidak menikah?' tanya Roni.


"Ya... aku memang sengaja tidak menikah. Sebelum Jamaludin meninggalkan bumi ini," jawab Romeo yang tersenyum manis.


"Lalu bagaimana dengan Mala?" tanya Winda. "Kamu selalu saja merayunya untuk dijadikan kekasih?'

__ADS_1


"Aku takut jika Mala tahu masa laluku. Dia tidak akan maau sama aku," jawab Romeo. "Sampai sekarang aku masih anggota mafia Blue Dragon. Kamu tahukan kalau Tuan Frank masih hidup?"


"Untuk saat ini aku belum mendengar berita itu. Aku sudah lama tidak mengetahui kabar dari Tuan Frank. Kalau masih hidup, kenapa Tuan Frank tidak menampakkan batang hidungnya?" tanya Winda.


"Kamu nggak tahu saja kalau Tuan Frank itu orangnya sangat misterius. Jika ad tugas beliau menampakkan wajahnya. Jika tidak, kamu tidak bisa menemukan uan Frank," jawab Roni yang paham dengan tabiat Frank.


"Orang pertama yang ditemui oleh Tuan Frank adalah Tuan Aska," sahut Romeo yang membuat pasangan suami istri itu terkejut.


"Apakah itu benar?' tanya Roni.


"Iya itu benar," jawab Romeo sambil melihat kopi buatan Mala. "Ah... rasanya kopi buatan Mala sangat enak sekali."


"Makanya bang... cepetan nikah. Biar enggak jomblo terus," pesan Winda,


"Tunggulah surat undangan aku yang akan berada di tangan kalian nanti," ujar Romeo.


Kuala Lumpur Malaysia.


Setelah melakukan beberapa pertemuan dengan investor, Adrian mengajak Christina makan malam di restoran mewah. Di sana Adrian ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting sekali. Bagaimana nantinya kabar Wicaksono?


Adrian sedang mengupayakan nasib Wicaksono Group. Selama ini Christina tidak pernah tahu bagaimana kabar perusahaannya. Maka dari itu Adrian akan memberitahukan semuanya.


"Maafkan aku," ucap Adrian.


"Ada yang harus aku bicarakan sama aku," jawab Adrian.


"Bicaralah," ucap Christina yang mempersilakan Adrian bicara.


"Ini bukan karena masalah hubungan kita berdua. Aku ingin membicarakan nasib Wicaksono Group," jelas Adrian.


"Nasib apa?'' tanya Christina.


"Nasib Wicaksono Group di ujung tanduk. Jika kita tidak merebutnya, Wicaksono Group akan ambruk. Aku tidak mau terjadi," jelas Adrian.


"Bagaimana caranya kita merebut perusahaanku?" tanya Christina. "Sementara itu Jamaludin semakin menjadi."


"Kamu benar. Black Crossover sekarang dipegang oleh Jono putranya. Yang dimana Jono memiliki ketebalan gan mental," jawab Adrian yang memberitahukan sifat Jono sesungguhnya.


"Maksud kamu apa?" tanya Christina.


"Dia normal. Ada saatnya Jono mengalami perubahan yang signifikan. Kalau kata kasarnya Jono mengidap autis," jawab Adrian.


"Apa?" pekik Christina.

__ADS_1


"Iya. Kelihatannya memang normal. Tapi jika Jamaludin mendoktrin dan mengubah pola pikir Jono. Bisa berakibat fatal buat kita," jawab Adrian.


"Jadi?' tanya Christina. "Apakah Jamaludin tidak pernah mengajaknya ke psikiater?'


"Tidak pernah sama sekali. Ngobatin juga tidak pernah. Malah dibiarkan saja. Menurut mata-mata yang turunkan, Jamaludin memang sengaja melakukannya. Dia tidak ingin anaknya sembuh dari penyakit seperti itu," jelas Adrian.


"Gawat ternyata. Diam-diam Jamaludin menjadikan Jono sebagai alat balas dendam semata?' tanya Christina.


"Ya... itu memang benar," jawab Adrian. "Aku sudah memberikan informasi ini ke Frank. Aku tidak tahu apa lagi setelah ini.''


"Lalu apa yang akan kita akan lakukan?" tanya Christina.


"Pekerjaan sudah selesai. Kita akan terbang ke Singapura besok pagi. Setelah ini kita akan beristirahat," jawab Adrian.


Singapura.


Brakkkkk!


Frank langsung menggebrak meja. Ia baru saja mendapatkan informasi dari Adrian. Ia sangat kesal terhadap informasi itu.


"Ada apa?' tanya Aska.


Tanpa banyak bicara Frank memberikan ponselnya ke Aska, "Baca informasi dari ayahmu. Ini semuanya berkaitan dengan Jamaludin."


"Memangnya ada apa?" tanya Aska sambil meraih ponsel itu.


Kemudian Aska membaca isi pesan dari Adrian. matanya membulat sempurna. Bagaimana bisa Jamaludin menjadikan Jono sebagai putranya?


"Ini tidak bisa dibiarkan," kesal Aska.


"Putranya mengidap autis. Tapi kenapa kok dijadikan sebagai senjata untuk menyerang kita?" tanya Frank yang sama-sama kesal terhadap Jamaluddin.


Tak lama Aska teringat tentang anak-anak pengidap autis. Ia bergidik ngeri sambil membayangkan putranya Jamaludin mengamuk. Tidak ada yang bisa menghalaunya.


"Ini lebih parah. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini," ucap Aska yang membuang nafasnya secara kasar.


"Kamu benar. Aku juga tidak bisa menghalaunya jika seperti ini. Ternyata Jamaludin sangat hebat sekali untuk menghajar kita secara pelan Dia tidak akan bisa membuat kita menjadi nyaman," ujar Frank.


"Semakin runyam saja masalah ini," keluh Aska.


"Kita tidak boleh melibatkan putranya itu. Kalau kita melibatkannya. Kita akan ditentang oleh banyak pihak," ujar Frank yang mulai berpikir tentang Jamaludin.


"Bagaimana caranya kita menyingkirkan putranya itu?' tanya Aska yang mulai berpikir.

__ADS_1


__ADS_2