
Di tempat lain Pak Broto, Pak Ahmad bersama Roni sedang menikmati bir. Mereka sedang mengenang masa lalunya. Terkadang mereka tertawa dan menangis. Itulah mengapa indahnya kebersamaan.
"Akhirnya masalah besar telah selesai," celetuk Pak Broto.
"Abang benar," sahut Roni yang memainkan game online di ponselnya.
"Aku baru sadar kalau kamu adalah tangan kanan Frank," sahut Pak Broto yang membuat Roni menganggukan kepalanya.
"Aku memang sengaja ditugaskan Tuan Frank ke sini untuk menjaga Tuan Muda Aska. Bahkan bersama istriku aku membeli sebuah rumah di samping Rumah Minah. Aku memang sengaja menjadi orang biasa," sahut Roni yang menaruh ponselnya.
"Yang namanya agen rahasia tidak akan membuka identitasnya masing-masing. Meskipun dia bersama temannya. Jangankan temennya istrinya saja nggak tahu kalau dia mata-mata," ucap Pak Ahmad.
"Pak Ahmad benar. Awalnya Bu Siti pun nggak percaya kalau aku agen rahasia. Aku memang sengaja membuka identitasku. Agar Bu Siti selalu nyaman di sampingku. Tapi yang uniknya Bu Siti juga membuka rahasianya. Kalau dia orang suruhannya tuan Adrian. Memang rumit Kisah cintaku sama Bu Siti," jelas Pak Broto.
"Jodoh tidak akan kemana. Contohnya saja Pak Broto. Diam-diam menikah seorang polisi wanita. Yang di mana polisi wanita itu di bawah naungan adiknya Tuan Frank sendiri," ledek Roni.
"Hanya Pak Ahmad saja yang belum menikah," sahut Pak Broto.
"Tapi aku pernah bilang ke tuan muda. Kalau aku pernah menikah," ujar Pak Ahmad.
"Lalu Tuan Aska percaya?" tanya Roni.
"Aku telah membohonginya. Bagaimana aku bisa menikah jika tugasku masih banyak? Aku sendiri bingung untuk mencari seseorang yang cocok buat diriku," jawab Pak Ahmad.
"Bagaimana dengan Mala? Kamu bisa menikahinya dan menjadikan seorang istri yang baik," tanya Roni yang memberikan solusi kepada Pak Ahmad.
__ADS_1
"Mala tidak menyukaiku. Mala lebih memilih Romeo," jawab Pak Ahmad secara blak-blakan.
"Dia belum menjadi istri orang lain. Bapak bisa mengejarnya dan melamarnya. Usia bapak juga belum empat puluh tahunan. Jadi bapak bisa kok menjadikan sebagai seorang istri," jelas Pak Broto.
"Justru itu… dari dulu aku sudah menyukai Mala. Pada waktu itu aku menyukainya ketika memakai baju seragam SMA. Tapi aku nggak pernah mendekatinya," ujar Pak Ahmad.
"Kalau Pak Ahmad menyukainya Kenapa nggak dikejar? Pak Ahmad selama di kebun penampilannya seperti bapak-bapak. Sekarang Pak Ahmad menjadi tampan dan berwibawa. Jika saja Mala mengetahui kalau Pak Ahmad tampan seperti ini. Kenapa enggak? Lagian juga Pak Ahmad adalah seorang pria yang bertanggung jawab," jelas Pak Broto.
"Lalu bagaimana dengan Romeo?" tanya Roni.
"Romeo sedari dulu tidak pernah berubah sama sekali. Dia masih saja menjadi playboy. Itulah kenapa aku tidak akan melepaskan Mala kepada Romeo. Jika saja Mala mengetahui Romeo seperti itu. Dia tidak akan memilihnya. Dia lebih baik memilih mencari pria baik yang bisa membimbingnya ke suatu tempat yang indah," jelas Pak Broto.
"Nanti aku pikirkan bagaimana caranya menaklukkan gadis kecil itu," ucap Pak Ahmad.
"Ron, bagaimana menurutmu kalau Mala menjadi istrinya pak Ahmad?" Tanya Pak Broto.
"Bagaimana dengan perasaan Mala ya?" tanya Pak Ahmad.
"Perasaan Mala ke Romeo itu belum tertebak sama sekali. Malahan Mala sendiri belum memikirkan ke jenjang pacaran. Bisa dikatakan dia itu masih trauma berat terhadap pamannya," jawab Pak Broto.
"Apakah kematian orang tua Mala karena sakit?" tanya Pak Ahmad.
"Aku nggak tahu pasti. Kalau aku sih merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh pamannya Mala. Bisa dikatakan kematiannya masih misteri," jawab Pak Broto yang mengetahui kematian orang tua Mala.
"Berarti nggak bisa ditebak juga ya?" Tanya Roni yang semakin penasaran dengan kematian orang tua Mala.
__ADS_1
"Tapi di luar sana banyak yang mengatakan kalau orang tua Mala sakit?" tanya Pak Ahmad.
"Dibunuh oleh pamannya. Bahkam pamannya sendiri sudah mengganti aset milik Mala menjadi namanya," jelas Pak Broto yang membuat Pak Ahmad.
"Masa bapak enggak ngerti sih soal kematian tentang orang tua Mala?" tanya Roni
"Pak Ahmad dipilih berada di Jakarta. Pak Ahmad diminta sama Tuan Damian untuk mengurus pembangunan Aska Food. Bisa dikatakan Pak Ahmad itu menjadi Manager proyek," jelas Pak Broto.
"Selama pembangunan Aska Food aku dijadikan sebagai Manager proyek. Setelah selesai selama dua tahun pembangunan gedung dan pabrik. Aku memang disuruh kembali. Ketika ingin kembali aku mendapatkan sebuah perintah. Yang dimana aku harus melindungi Tuan Muda Aska dari anak buah Benjamin. Paginya aku enggak terlalu mengurusi kebun. Melainkan aku sendiri mengintai rumah Minah sampai Tuan Muda Aska keluar dari rumah," jelas Pak Ahmad yang meraih botol Wine nya. "Jadi wajar aku enggak tahu kalau berita tentang kematian orang tua Mala."
"Semoga saja Mala mendapatkan jawabannya," sahut Pak Ahmad dengan tulus.
"Amin," balas Roni dan Pak Broto dengan serempak.
Pagi yang cerah di kota Paris. Aska yang baru saja berolah raga langsung pergi ke kamar. Ia membuka pintu dan melihat wajah sang istri sedang terlelap tidur. Tiba-tiba saja ia memiliki ide yang jahil kepada Maria. Aska langsung menutup pintu dan menguncinya.
Pelan-pelan Aska mendekati Maria dan naik ke atas. Ia naik ke atas lalu membuka kancing bajunya Maria. Aska langsung jatuh mengecupnya bibirnya berkali-kali. Hingga membuat Maria med*s*h.
"Argh,"
Aska hanya tertawa tanpa bersuara mengerjai Maria. Ia langsung membuka baju Maria dan meninggalkan sang istri dan keluar. Ia sengaja melakukannya. Karena dengan cara ini, Aska bisa membuat Maria terbangun.
Aska berjalan ke dapur untuk mencari sarapan. Namun di dapur tidak ada apa-apa. Azka akhirnya membuka kulkas dan melihat beberapa telur. Aska mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Di kulkas hanya ada telur. Aku harus makan apa hari ini?"
"Makan ya… tinggal makan saja," jawab Christina.
__ADS_1
"Orang-orang pada ke mana? Kok sepi banget," tanya Aska yang menghempaskan bokongnya di kursi.
"Orang-orang berada di taman. Ini kan hari Sabtu. Keluarga besar Wicaksono memiliki kebiasaan. Kalau hari Sabtu sering ngumpul di taman bersama para pelayan. Ibu ingin membangun kembali hubungan antara kita bersama para pelayan. Yang di mana acara perkumpulan seperti ini ditiadakan tanpa ada alasan jelas. Mulai saat ini kita harus sering-sering mengadakan acara ini bersama para pelayan," jelas Christina yang membuat Aska tersenyum. "Apakah kamu setuju untuk bergabung dengan kami?"