Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Aska Frustasi.


__ADS_3

"Aku harus bagaimana Ayah?"


Tanya Aska yang semakin frustasi.


"Berikan penjelasan supaya paham. Soalnya masalah ini adalah masalah berat. Kita harus menuntaskan segera."


Jawab Adrian.


"Berikan batas waktu tiga bulan."


Ucap Frank yang memprediksi kapan masalah ini selesai.


Aska mulai beranjak berdiri dan keluar dari ruangan itu. Aska mencari keberadaan Maria di kamar.


Sebelum membuka pintu itu, Aska merasakan jantungnya tidak dapat berhenti berdetak lebih cepat. Ia tidak mau kehilangan Maria.


Ceklek.


Pintu terbuka.


Aska melangkahkan kakinya lalu matanya menatap Maria yang sedang menangis. Ia merasakan kesedihan Maria. Sungguh ia bingung apa yang dilakukannya sekarang.


"Aku tahu perasaan kamu bagaimana sayang?"


Tanya Aska.


Maria yang mendengar suara Aska langsung membelakangi Aska. Ia tidak menyangka kalau sepagi ini dirinya mendapatkan informasi yang tidak mengenakkan.


"Aku tahu perasaan kamu sayang. Aku paham kalau hati kamu tidak rela dengan berita ini.'


Ucap Aska yang masih diam dalam posisi sama.


"Kenapa bahaya selalu mengintai kamu? Bisa enggak kamu lepas dari bahaya itu?"


Tanya Maria yang masih sesenggukan.


"Apakah abang tahu? Selama Abang belum bertemu dengan ibu. Aku sangat menganggumi Abang. Aku merasakan ada perasaan yang lain sama Abang. Walau itu hanya dari foto."


Aska menundukkan kepalanya dan tidak bisa bilang berkata apapun. Ia hanya terdiam sambil merasakan hatinya pedih.


"Meski kamu enggak cerita soal itu. Aku tahu itu. Perasaanku saat itu sudah tertaut sama kamu."


"Aku marah bukan karena Aska Food. Aku marah karena takdir hidupmu yang sangat jelek sekali."


Ujar Maria yang membuat Aska memeluknya dari belakang.


"Inilah yang namanya takdir. Takdir yang dimana harus dijalankan oleh setiap manusia. Janganlah kamu bersedih. Doakan saja. Biar kami semuanya selamat."


Bisik Aska yang melihat wajah Maria masih basah dengan air matanya. Kemudian Aska menghapus air matanya dengan jari tangannya.


"Abang."


Panggil Maria.


"Ada apa sayang?"


Tanya Aska dengan nada lembut.

__ADS_1


"Biarkan semuanya berjalan apa adanya."


Jawab Maria.


"Apakah Abang tinggal disini?"


"Abang akan tetap tinggal disini sampai masalah selesai. Kamu tenang saja. Aku tidak akan macam-macam melirik gadis lain. Bagiku kamu adalah wanitaku. Wanita yang akan menemaniku hingga akhir hayat."


Jawab Aska sambil menghibur Maria.


"Akan aku pegang janjimu."


Ucap Maria yang akan memegang janji Aska.


"Peganglah janjiku ini. Dan kamu harus setia menungguku pulang."


Ujar Aska agar Maria setia menunggunya.


"Ya... Aku akan menunggumu pulang. Kamu jangan lama-lama pergi. Aku takut nanti jika melahirkan mereka tidak ada kamu."


Aska menganggukan kepalanya sambil mencium bibir tipis Maria. Ia tidak mengerti kenapa sang istri mengatakan mereka? Apakah ia akan mendapatkan bayi kembar? Entahlah. Hanya Tuhan yang tahu.


Aska yang menatap wajah Maria hanya tertawa. Sebenarnya dirinya juga sedih meninggalkan istri tercintanya. Mau bagaimana lagi? Mereka harus berpisah untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.


Aska berdiri sambil memegang tangan Maria. Ia mengajak Maria lalu menuju ke ruangan. Di sana Christina, Adrian, Frank, Max dan Romeo sudah bersiap berperang melawan Helena. Mereka sudah membuat strategi saat Aska sedang berada di dalam kamar.


Lalu Aska membuka pintu dan melihat mereka terdiam. Aska mengajak Maria mendekati mereka sambil berkata, “Duduklah dengan tenang.”


Maria akhirnya duduk di samping Christina. Ia terdiam sambil menundukkan wajahnya. Setelah itu Frank tersenyum melihat Maria yang manja Ia kira pernikahan keponakannya itu hanya sebatas ucapan. Namun nyatanya tidak, Frank menatap wajah Aska yang sangat mencintai Maria.


“Maria.”


Maria mengangkat wajahnya lalu melihat Frank dengan wajah sendu. Ia berharap sang paman tidak mengajaknya. Di dalam hatinya Maria terus saja berdoa.


“I’m Sorry. Aku harus mengajak Aska. Jika kamu tidak hamil. Kemungkinan besar kamu bisa bergabung dengan kami. Sayang kamu sedang mengandung cucuku. Tenanglah... enggak akan lama. Soalnya kami sedang mengumpulkan bukti. Agar mereka masuk ke dalam penjara dengan cepat. Setelah itu masalah selesai. Tidak akan ada lagi masalah seperti ini.”


Kata Frank yang tidak mau Maria kecewa.


“Baik paman aku tahu.”


Ucap Maria dengan sopan.


“Bukannya Helena adalah kekasih Paman?”


“Kami sudah putus semenjak aku sudah menggembleng Aska. Kami bertengkar dengan hebat ketika ada perbedaan yang mendasari. Sejak sebelum aku membunuh Benjamin. Benjamin mengakui semuanya. Kalau Helena adalah kaki tangannya. Bisa dikatakan Helena masih ada hubungannya dengan Jamaludin.”


Jelas Frank.


“Dan kamu tidak menyadari akan hal itu?”


Tanya Adrian yang mengerutkan keningnya.


“Aku tidak tahu akan hal itu. Makanya aku sekarang prediksi. Semua ini adalah kesalahanku. Yang membiarkan Helena memegang perusahaan itu. Dia sangat berbahaya lebih dari Benjamin.”


Jelas Frank yang membuat Aska matanya membulat sempurna.


“Berarti ada udang dibalik batu ini? Bisa jadi saat Paman lengah dia datang untuk menawarkan cinta palsu dan membiarkan semuanya berjalan apa adanya?”

__ADS_1


Tanya Aska yang membuat Christina yang memiliki pernyataan yang sama.


“Bisa jadi.”


Jawab Frank.


“Kamu tahukan kalau aku memiliki sebuah hubungan tidak memperdulikan asal usulnya bagaimana? Aku hanya memilih yang penting hatinya dan attitudenya sangat baik.”


Jelas Frank yang sudah diketahui oleh Adrian.


“Memang disini Paman enggak salah. Orang jatuh cinta adalah hal yang wajar. Semua orang bisa jatuh cinta.”


Jelas Maria yang tidak mau mempersalahkan Frank.


Benar apa yang dikatakan oleh Maria. Orang yang jatuh cinta itu adalah hal yang sangat universal. Frank juga tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya. Namun dirinya sangat bersalah sekali pada keluarga Wicaksono.


“Sebentar... jika Paman tidak pacaran sama Helena. Kita tidak tahu siapa Helena. Kita tidak tahu dimana sepak terjangnya. Di sini kita diuntungkan oleh Helena.”


Ucap Aska yang membuat semuanya kaget.


“Apa maksud kamu?”


Tanya Adrian kepada Aska.


“Memang kita memang diuntungkan. Kita bisa menangkapnya dan mencegah banyak pertanyaan. Tapi sebelum itu kita harus mencari kelemahannya terlebih dahulu. Jika dia memiliki kelemahan, maka kita bisa menyanderanya hingga mendapat pengakuan dengan jelas dari Helena.”


Jelas Aska yang membuat mereka paham.


“Kenapa kita nggak sampai situ ya?”


Tanya Christina yang menyetujui ide Aska.


“Kita bisa memakainya. Kita harus memperhitungkan semua ini dengan baik. Tapi sebelum itu kita harus mencari kekuatannya di mana dulu. Aku yakin Helena memiliki kekuatan yang cukup baik. Jika sampai kekuatannya dan memiliki koneksi di mana-mana. Kita bisa masuk ke dalam koneksinya itu. Kita tidak harus menyerangnya dengan cara kasar. Setelah masuk kita bisa memutus hubungan satu persatu koneksi yang sudah dibuat oleh Helena.”


Tambah Frank yang membuat mereka menyetujui ide kedua pria berbeda generasi itu.


“Apakah itu tidak bahaya?”


Tanya Maria yang ketakutan.


“Bahaya juga. Tapi kita harus melakukannya. Jika tidak maka kita tidak bisa menyerangnya dan menghancurkannya. Kamu tenang saja. Kamu bersembunyilah sama Christina. Biarkanlah kami bekerja. Untuk orang tuamu, biarkanlah mereka di Paris. nanti mereka akan dijaga oleh beberapa pihak aparat dan pengawal Blue Dragon. Aku yakin hal ini tidak akan menyentuh mereka semuanya.”


Ucap Adrian yang membuat hati Maria tenang.


“Terima kasih Ayah. Aku selalu saja merepotkan kalian.”


Ucap Maria.


“Jangan berkata seperti itu. Kita adalah satu keluarga. Yang di mana keluarga itu saling melindungi satu sama lain.”


Jelas Adrian.


“Kapan ibu dan Maria berangkat ke Shanghai?”


Tanya Aska.


 

__ADS_1


 


__ADS_2