Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Ingin Balikan Lagi.


__ADS_3

"Apakah kamu nggak tahu kasus perceraian sangat tinggi sekali? Kamu malah menambah beban buat mereka saja," jawab Romeo sambil bertanya yang membuat Aska menggaruk-garukkan kepalanya.


"Kamu ini ada-ada saja. Biarinlah aku nggak terlalu mengurus soal itu. Aku nggak pusing mikirin mereka. Karena mereka sudah membuat banyak masalah sama aku," kesal Aska.


"Waktu sudah habis. Kita harus berangkat ke sana. Sesampainya di sana kita akan berdiskusi tentang beberapa skandal yang sudah dibuat oleh mereka. Aku yakin ayahmu akan terkejut," ucap Romeo.


Aska hanya mengangguk dan membereskan semua peralatannya. Pria muda itu sudah bersiap-siap untuk berperang melawan mereka. Meskipun hanya lulusan SMA, Aska yakin mampu menghancurkan orang-orang seperti itu.


Aska Food Internasional.


Christina dan Adrian sedang duduk mempersiapkan beberapa poin itu. Adrian nanti tidak akan ikut meeting dewan direksi itu. Karena ia sendiri belum resmi sebagai seorang asisten dari Christina.


"Sayang, Aku tidak akan ikut dalam dewan direksi tersebut. Aku belum resmi sebagai asisten pribadimu. Aku sengaja memberikan saham milikku untuk Aska. Agar Aska memiliki kekuatan penuh untuk menghajar mereka semuanya," ucap Adrian.


"Apakah kamu yakin atas keputusanmu itu? Jika aku sangat menginginkanmu bagaimana?" tanya Christina.


"Tenanglah. Aku tidak akan pergi menjauh. Masalahnya sekarang aku tidak bisa ikut. Pokoknya kamu harus kuat menghadapi mereka semua," jawab Adrian.


"Ternyata Putraku sangat cerdik sekali. Dari mana dia memiliki ilmu bisnis manajemen dan surat-menyurat? Setahuku Aska itu tinggal di kampung," ucap Christina yang ingin tahu kehidupan Aska dulu.


"Aku sudah mengirimkan mata-mata di kebun papa. Mata-mata itulah yang sering melaporkan Aska ke aku. Diam-diam Aska sering mencari informasi tentang bisnis dan manajemen melalui internet. Bahkan Kamu tidak akan percaya. Aska mampu menguasai beberapa bahasa asing. Tapi kelebihannya itulah yang disembunyikan oleh Aska dari orang-orang lainnya. Aska tidak mau jumawa menjadi orang. Intinya dia memang belajar untuk bekerja di salah satu perusahaan terelit di Jakarta," jelas Adrian yang membeberkan satu fakta saat Christina tidak tahu.


Beberapa saat kemudian Aska sudah sampai di lobby. Pria muda itu memakai celana jeansdan t-shirt warna hitam. Hal ini menandakan kalau Aska sedang menantang mereka. Apakah Aska sengaja melakukannya? Iya, Aska memang sengaja melakukannya.


"Mari kita berperang untuk melawan orang-orang yang tidak bertanggung jawab," ucap Aska dalam hati sambil memberikan semangat.


Lalu Romeo mendekatinya dan menepuk bahu Aska. Romeo hanya menghembuskan nafasnya secara kasar. Bagaimana bisa sang Tuan mudanya melakukan hal konyol seperti ini? Mungkinkah Romeo mengatakan kalau Aska sedang memberontak kepada orang-orang yang tidak ada guna itu?

__ADS_1


"Apakah kamu siap tuan muda?" tanya Romeo.


"Ya Aku siap. Aku ingin melihat mereka yang sedang berebut tahta untuk menjadi CEO di perusahaan ini," jawab Aska.


"Ternyata kamu menantang mereka ya?" tanya Romeo yang meledek Aska.


"Iya. Sebagai seorang eksekutif seharusnya kita melawan mereka habis-habisan. Kamu tahu apa arti bajuku ini? Mereka tidak akan tahu siapa aku sebenarnya," jawab Aska yang membuat Romeo bertanya-tanya.


"Andaikan Maria ada di sini. Mari akan berteriak dan memujamu. Jujur aku ingin tahu reaksi Maria. Tapi ya sudahlah, Maria tidak ada dan harus cuti pernikahan," sahut Romeo yang membuat Aska terkekeh.


"Ayo masuk! Aku ingin tahu bagaimana suasana di kantor ini?" tanya Aska sambil melangkahkan kakinya di lobby dengan elegan.


Ketika melangkah banyak karyawati yang sedang berlalu lalang. Mereka tidak sengaja melihat ketampanan Aska. Ada satu wanita sedang membawa berkas-berkas banyak. Lalu wanita itu melihat Aska yang sangat tampan sekali bak pangeran. Namun wanita itu tidak sadar kemudian menabrak tiang penyangga yang berada di dalam lobi.


Duakkkkk!


Wanita itu jatuh tersungkur ke lantai. Seluruh dokumen-dokumen yang dibawa itu berhamburan di lantai.


"Terima kasih Mas," ucap wanita itu.


"Sama-sama. Kalau jalan hati-hati. Jangan sampai seperti tadi. Untung saja di dalam gedung. Bagaimana di luar gedung?" pesan Aska sambil berdiri mendekati Romeo.


Setelah mendekati Romeo, Aska menatap wajah sang asistennya itu. Lalu Aska bertanya, "Kenapa dengan wanita itu?"


"Wanita itu terpesona melihat kamu. Saking tampannya di sini beberapa wanita sudah menjadi korban. Dan dialah korban yang paling parah karena ketampananmu itu," jawab Romeo dengan jujur.


"Memangnya aku tampan apa? Aku adalah pria biasa yang tidak mengerti soal cinta," tanya Aska yang kesal atas kejujuran Romeo.

__ADS_1


Kemudian kedua pria itu masuk ke dalam lift. Di sana mereka sedang memikirkan meeting pada pagi ini. Sementara itu di ujung meja sana Cici sangat kesal sekali. Ia tidak menyangka bahwa mantan kekasihnya itu berubah menjadi seorang pangeran. Banyak sekali wanita-wanita yang berlalu lalang tadi kagum atas ketampanan Aska. Rasanya dada Cici ada api yang membara.


Plakkkkkk!


"Siang-siang begini lu ngelamun?" tanya Lia yang baru saja datang.


"Gue nggak ngelamun. Tapi gue baru saja melihat mantan pacar lewat," jawab Cici yang penuh percaya diri dan mengakui kalau Aska adalah mantan pacarnya.


"Memangnya siapa mantan pacar lo itu? Bukannya mantan pacar lo rata-rata dari desa?" tanya Lia.


"Mantan pacar gue adalah Aska. Gue nyesel ninggalin Aska. Dia sekarang sudah tampan nggak dekil ditambah lagi kucel. Tadi lewat saja parfumnya masih ketinggalan di sini," jawab Cici.


"Palingan kek, Aska seorang office boy di sini. Ujung-ujungnya ditugaskan di ruangannya Nyonya Christina. Gue nggak yakin kalau dia adalah anak orang kaya," ujar Lia.


"Siapa tahu Aska sekarang dapat keberuntungan lebih. Ah rasanya... Ingin balikan lagi," sahut Cici yang ingin mengajak Aska menjalin hubungan lebih.


"Lalu bagaimana dengan juragan jengkol itu? Lu buang dia?" tanya Lia.


"Gue minta dinikahin, juragan jengkol itu hanya janji-janji saja. Gue pengen cari yang pasti. Meskipun Aska jadi office boy di sini. Gue tetep mau kok. Soalnya Aska sekarang sangat tampan sekali," jawab Cici. "Ditambah lagi Aska sekarang bergaul dengan Romeo. Lu masih ingat nggak? Pas Aska naik mobil mewah milik Romeo itu. Aku juga pengen ikut dan merasakan duduk di samping Aska."


"Jangan ngimpi ketinggian lo. Kalau jatuh pasti sakit. Gue yakin kalau Aska itu hanyalah seorang pesuruh Nyonya Christina. Sudahlah jangan bahas itu. Lebih baik kita kerja. Kita harus memberikan keramahan kepada orang-orang yang mengunjungi perusahaan ini," ajak Lia.


Sesampainya di depan ruangan Christina, kedua pria itu masuk ke dalam dan melihat pasangan suami istri itu sedang sibuk. Aska sangat dengar sekali melihat kedua orang tuanya berkutat dengan dokumen-dokumen sialan itu.


"Kalau aku di sini. Kalian sangat sibuk sekali dengan dokumen-dokumen sialan itu. Bisa nggak sih kalian bermesra-mesraan agar membuat diriku iri?" protes Aska yang membuat Christina dan Adrian tertawa.


"Kamu ini sangat aneh sekali. Mana ada seseorang mau dipamerin kemesraan?" tanya Christina.

__ADS_1


"Adalah Bu. Yaitu aku. Kemungkinan besar aku akan menyuruh Maria ke sini dan melakukan adegan mesra-mesraan di hadapan kalian," jawab Aska.


"Dasar bucin!"


__ADS_2