Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Haryadi Tertangkap Polisi.


__ADS_3

"Kita mau pergi mencari baju-baju untuk kalian," jelas Christina.


Beberapa saat kemudian datang beberapa pelayan membawa pesanan mereka. Mereka langsung menikmatinya dan makan dengan tenang.


Sesampainya di pusat perbelanjaan Romeo dan Adrian bergegas menuju ke restoran. Akan tetapi mereka tidak sengaja melihat siluet Hariyadi bersama wanita. Di saat Haryadi sedang berbincang dengan wanita itu, Romeo tidak sengaja mendengar perkataan mereka.


"Welly, bagaimana tadi? Apakah kamu sukses melakukannya? Apakah kamu sudah memperlakukan Maria di depan umum?" tanya Haryadi.


"Aku sudah menamparnya cukup keras. Jujur saja aku juga kesal sama Maria yang sok suci itu," jawab Welly nama wanita itu.


"Kenapa kamu kesal dengan waria?" tanya Haryadi.


"Karena mereka lebih unggul dariku di sekolah maupun pekerjaan. Kita sama-sama masuk kerja di Aska food.. Maria lebih dulu diangkat sebagai sekretaris Nyonya Christina. Bahkan Nyonya sangat menyayangi Maria ketimbang aku," jawab Welly.


"Oh... Jadi itu yang membuat kamu sakit hati? Baiklah... Lebih baik kita bekerja sama dan saling membutuhkan satu sama lain. Jujur saja Aku ingin menghancurkan hidup Maria beserta keluarganya itu. Aku sudah sangat sakit hati sekali karena ibunya sering menolakku," ucap Haryadi dengan jujur.


"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Welly.


"Gampang," jawab Haryadi. "Kamu masih satu perusahaan kan?"


"Itu benar. Tapi kami hanya berbeda divisi. Kalau Maria sudah di atasku. Sedangkan aku berada di divisi humas," jawab Welly.


"Lebih baik kamu serang lewat sosial media. Kamu bisa membuat Maria hingga stress sampai depresi. Buatlah bukti-bukti untuk menyerang Maria. Aku akan menjadikan bukti-bukti tersebut dan mengeditnya. Setelah aku menemukan banyaknya bukti kamu taruh aja di grup logo berwarna hijau yang ada teleponnya itu. Terutama pada perusahaan. Aku yakin Nggak semuanya karyawan di sana mengetahui sifat Maria. Kamu paham kan apa maksudku? Jika kamu sukses, Aku akan memberikanmu upah sebanyak satu miliar," jelas Haryadi.


Welly mengangguk tanda setuju. Lalu mereka berpisah dan meninggalkan pusat perbelanjaan itu. Romeo yang melihatnya hanya bisa menghela nafasnya. Ternyata wanita malam itu adalah pegawai di Aska food.


"Ternyata dia adalah seorang pegawai di perusahaan istriku," ucap Adrian sambil meninggal perut Romeo.


"Aku tidak kenal begitu pasti anak-anak divisi humas. Yang paling aku kenal adalah David dan Bryan. Selebihnya sih nggak. Kecuali membuka data-data perusahaan baru mengetahuinya," ujar Romeo yang mengatakan sebenarnya.


"Kalau begitu kita langsung menuju ke restoran yang sudah ditentukan oleh istriku," jelas Adrian.


"Baiklah Tuan," balas Romeo.


Satu fakta yang berhasil terkuak tentang Haryadi. Haryadi ternyata memiliki otak licik untuk menghancurkan seseorang. Ia bisa menyuruh orang lain lalu membayarnya dengan harga mahal sampai orang itu hancur.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Romeo dan Adrian memikirkan tentang Maria. Kedua pria berbeda generasi itu pun sangat ngeri sekali melihat Hariadi seperti itu. Mereka juga mengetahui banyaknya korban-korban yang jatuh karena Haryadi.


Beberapa hari lalu Adrian pernah bertanya tentang calon menantunya itu kepada Romeo. Romeo membuka kartu Maria serta keluarganya. Meskipun keluarga Maria tidak punya. Namun mereka tidak pernah menggantungkan dan memanfaatkan seseorang memperkaya diri sendiri. Bahkan mereka menjunjung tinggi harga diri. Itulah kenapa Adrian sangat menyetujui pernikahan mereka.


Setelah sampai Adrian dan Romeo bertemu dengan mereka.sebelum berbicara lebih lanjut Christina menyuruh mereka memesan makanan terlebih dahulu. Kemudian mereka memesan dan menunggunya.


Beberapa saat kemudian pesanan tersebut datang. Mereka makan siang terlebih dahulu dan membicarakan tentang masalah tadi. Romeo sengaja menanyakan hal itu kepada Sheila dan menarik kesimpulan. Jika Welly melakukan hal itu kemungkinan besar Romeo akan mengadukan hal ini ke Aska.


Siang hingga menjelang malam, mereka berbelanja dan menghabiskan waktu. Setelah itu mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Sebelum masuk ke area parkir, Aska melihat Haryadi yang masih berada di sana. Lalu Aska mengerutkan keningnya sambil berkata dalam hati, "Kenapa Haryadi masih berada di sini?"


Tanpa pikir panjang Aska langsung merangkul Maria sambil berbisik, "Ada Haryadi di sini. Mau tidak mau kita harus melakukan ini."


"Maksud Tuan apa?" tanya Maria sambil mencium aroma maskulin dari dalam tubuh Aska.


"Sudah nggak usah banyak tanya. Lebih baik kita pergi," jawab Aska sambil menghembuskan nafasnya di telinga Maria.


Tiba-tiba saja leher Maria meremang karena ulah Aska. Lalu Aska menarik Maria dan meninggalkan pusat perbelanjaan itu.


Hariadi yang sengaja melihat Maria bersama Aska sangat geram sekali. Tangannya mengepal seakan ingin menghajar Aska. Tanpa sadar beberapa orang mendekati Haryadi langsung memegang tangannya. Mereka adalah polisi yang sedang menyamar memakai baju preman.


Keesokan paginya Aska terbangun melihat wajah Maria berada di dekatnya. Bukannya marah Aska langsung bangun dan duduk. Kemudian Aska menatap wajah Maria sambil bertanya, "Kamu nggak pulang semalam?"


"Aku sudah pulang. Subuh tadi aku berbelanja sama ibu membeli beberapa bahan makanan di pasar tradisional. Sekalian aku menawarkan jasaku ke nyonya Christina untuk membantunya membeli bahan makanan. Nyonya Christina sangat senang sekali dan memesan beberapa bahan makanan untuk pagi ini," jawab Maria.


"Kenapa kamu masih memanggilnya nyonya?" tanya Aska.


"Memangnya harus ya? Nyonya Christina adalah atasanku," jawab Maria.


"Kamu itu aneh. Dalam hitungan 4 hari dari sekarang kita sudah resmi menjadi suami istri. Kamu kok masih memanggil ibuku Nyonya Christina? Seharusnya kamu memanggilnya ibu," ucap Aska.


"Aku masih canggung dalam hal itu," ujar Maria yang tidak enak hati.


"Biasakanlah memanggil Nyonya Christina Ibu. Begitu juga dengan Tuan Adrian. Panggil saja ayah. Karena mereka akan menjadi mertuamu itu," pinta Aska dengan serius.


Maria menunduk sambil menganggukkan kepalanya. Dirinya tidak enak hati mendapat teguran dari Aska. Jujur ia sangat menghormati Christina dan Adrian. Meskipun masih calon mertua, Maria memanggilnya nyonya dan Tuan.

__ADS_1


"Aku sudah menyiapkan susu panas di nakas," ucap Maria yang tidak mau memandang wajah Aska.


"Kamu itu aneh. Kamu berbicara padaku tapi tidak mau memandang wajahku. Memangnya wajahku tidak ganteng lagi?" tanya Aska yang mulai narsis.


Maria langsung beranjak berdiri meninggalkan Aska. Jantungnya berdetak kencang dan tidak bisa dikondisikan lagi. Jujur Maria sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Tidak sengaja Christina melihat wajah Maria bersemu merah. Christina tersenyum sambil bertanya, "Kamu terkena panah cinta dari Aska ya?"


Mata Maria membulat sempurna dan menatap wajah Christina. Gadis muda itu pun langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak nyonya. Aku baik-baik saja. Kemungkinan besar aku sedang panik makanya wajahku memerah," jawab Maria sambil melihat Christina tersenyum.


"Yang namanya orang jatuh cinta juga nggak akan pernah sadar," ledek Christina yang meninggalkan Maria.


Maria bingung dengan apa yang didengarnya itu. Kemudian Maria mendekati Christina untuk membantunya memasak. Sementara itu Aska meraih ponselnya dan melihat pesan dari Romeo. Akan tetapi akan teringat wajah Maria. Jujur baru pertama kali bertemu Aska merasakan ada sesuatu di dalam hatinya. Diam-diam Aska mengagumi sosok Maria. Meski usianya terbilang jauh. Namun Aska tidak minder untuk mendapatkannya.


Tangan keker Aska mulai menscroll pesan dari Romeo. Matanya membelalak dan sambil mengerutkan keningnya. Ternyata kedatangan Romeo dan sang ayah ada niat terselubung. Diam-diam Romeo menghubungi pihak kepolisian untuk menangkap Haryadi di pusat perbelanjaan itu.


Namun dirinya tidak menyangka ketika membuka sebuah video. Video itu ternyata bukti dari Welly ketika menampar Maria. Entah kenapa hatinya sangat sakit sekali. Kemudian Aska membuka lagi satu video yaitu Welly sedang mengobrol bersama Haryadi. Untung saja Romeo merekam jelas gerak-gerik mereka.


Ditambah lagi pengakuan Welly yang benci kepada Maria. Aska hanya menghembuskan nafasnya secara kasar. Dirinya akan menyimpan bukti itu jika Welly sudah membuat Maria terkena mental.


Kemudian Aska memutuskan untuk membersihkan tubuhnya. Setelah dirinya membersihkan tubuhnya. Aska pergi ke dapur untuk menatap dua wanita berbeda generasi itu sedang memasak.


"Kalian sangat kompak sekali Jika di dapur. Rasanya aku adalah pria paling bahagia memiliki dua wanita yang hebat," puji Aska dengan tulus.


"Kok aku mencium bau yang tidak sedap ya?" celetuk Christina.


"Mencium bau apa ya? Memangnya ada bau gosong di sini?" tanya Aska.


"Pagi," sapa Romeo.


"Pagi bang. Tumben pagi-pagi sudah ke sini," sahut Aska.


"Biasalah. Mau cari sarapan gratis," ucap Romeo.

__ADS_1


Aska menarik Romeo keluar dari dapur. Mereka menjauhi dapur menuju ke ruangan kerja. Sesampainya di sana Aska bertanya, "Ini serius ya bang? Kalau Haryadi benar-benar tertangkap."


__ADS_2