
Andrew berharap kalau Aska tidak membocorkan siapa Winnie itu. Namun apa yang dilihatnya? Aska hanya menganggukkan kepalanya tanpa bersuara. lalu Adrian berteriak dengan kencang sambil mendekati Andrew lalu berkata, "Selamat! Kamu sudah mendapatkan calo istri yang terbaik dari agen mata-mataku."
Jederrrr.....
Otomatis Andrew terkejut. Ia sebenarnya sudah tahu, siapa Winnie sebenarnya? Ia hanya tersenyum kecil dan langsung berdiri sambil memeluk Adrian.
"Aku mau dia menjadi istriku," ucap Andrew dengan jujur.
"Ambilah. Dia sudah tidak bekerja denganku lagi. Dia sudah memutuskan untuk mundur dari agen mata-mata," ujar Adrian yang melepaskan Andrew.
Betapa bahagianya Aska saat ini. Ketika Fabian akan bertemu dengan kedua orang tuanya. Ditambah lagi dengan Andrew yang sudah memiliki calon istri.
Aska terkenal dengan pria supel. Sedari dulu ia lebih mudah bergaul. Apalagi sifatnya yang humble membuat dirinya semakin terkenal.
Di taman belakang, Fabian menatap indahnya cahaya rembulan. Pria muda itu meneteskan air matanya. Kenapa kisah hidupnya sangat mirip sekali dengan Aska?
Sedangkan Luke menangkap bayangan Fabian dari belakang. Ia mengerutkan keningnya sambil mendekatinya. Entah kenapa Luke bisa merasakan kesedihan Fabian tanpa harus bicara.
Sementara di lorong, Maria bersama Christina sedang melihat Luke dengan Fabian. Christina yang tidak tahu masalahnya apa hanya bisa memperhatikan mereka.
"Siapa sih yang sedang duduk di belakang?" tanya Christina yang bertanya kepada Maria.
"Oh... dia adalah Fabian. Bukannya Fabian dulu adalah anak emas ibu di perusahaan?" tanya Maria balik.
"Apakah itu Fabian?" tanya Christina balik.
"Iya Bu. Abang memang sengaja mengundangnya kesini ketika dirinya dinobatkan sebagai ahli waris kemarin," jawab Maria.
"Berarti kenal sama Aska kalau begitu?"
"Iya, katanya Abang, Fabian itu memang temannya Abang ketika di kampung."
__ADS_1
"Makanya setiap bertemu dengan abangmu, Fabian selalu akrab."
"Tapi kisah hidupnya sangat tragis sekali. Kisah hidupnya itu sangat mirip sekali sama Bang Aska. Kedua orang tuanya Fabian tidak mirip sekali. Ceritanya Fabian, dahulu orang tuanya itu mendapati bayi yang menangis. Seketika ibu angkatnya langsung merawatnya. Saat itu ibu angkatnya ingin sekali memiliki anak cowok. Jadilah Fabian sekarang."
"Oh... mungkin Fabian diculik pada saat itu?"
"Enggak tahu juga. Aku belum paham ceritanya dengan lengkap."
Seketika Christina dan Maria tetap memperhatikan kedua pria itu. Maria berharap Fabian tidak kaku saat bertemu dengan Luke. Karena sifat Fabian berbeda dari Aska. Kalau Fabian sendiri itu orangnya sangat kaku sekali.
Kembali ke Fabian.
Luke mengangkat tangannya lalu memegang pundak Fabian. ia berharap Fabian bangkit dari duduknya sambil memanggilnya papa. Namun saat Fabian saat itu masih melamun dan tidak bergeming dari posisinya itu
Aska bersama Adrian dan Andrew yang baru saja datang sangat kesal terhadap Fabian. Bisa-bisanya sifat kakunya itu tidak merubah keadaan. Lantas ia p[ergi ke taman. Dengan cepat Adrian menariknya dan berkata, "Jangan ganggu momen-momen pertemuan mereka."
"Tapi enggak kaya gini caranya Ayah," ucap Aska.
"Biarin saja. Kamu tahu sendiri kalau mereka memiliki sifat yang sama," sahut Adrian.
"Kirim saja pesan ke Fabian. Aku tahu dia sering melamun. Untung saja setan-setan yang berada di taman ini tidak mengganggunya," ledek Adrian kepada Aska.
Terpaksa Aska menghubungi Fabian. Fabian sendiri sangat terkejut sekali. Ia mengangkat wajahnya sambil melihat tangan kekar yang sedari tadi sudah bersandar indah di pundaknya itu.
Fabian langsung menoleh ke arah pria yang memiliki tangan tersebut. Fabian terdiam dan tidak percaya kalau wajah itu sangat mirip dengannya. Ia lekas berdiri dan bertanya, "Siapakah Anda?"
Luke terdiam dan melihat wajah Fabian. Ia meneliti setiap inchi dari wajah tersebut. Sungguh Luke terkejut, wajah Fabian memang sangat mirip dengannya.
"Apakah kamu putraku yang hilang?' tanya Luke.
"Anda sangat mirip sekali denganku," jawab Fabian.
__ADS_1
"Hmmmp," ucap Luke. "Kamu memang membawa separuh jiwaku ini, nak."
Suara kedua pria berbeda generasi itu bergetar. Mereka sepertinya memiliki rindu menumpuk di dalam hatinya. meskipun mereka tidak pernah bertemu, ikatan batin antara ayah dan anak memang sangatlah kuat. mereka berpelukan sambil melepaskan rasa rindu ini.
Melihat pertemuan antara Fabian dan Luke, Maria menangis. Ia sangat terharu akan pertemuan itu. Begitu juga dengan Christina, ia memutuskan untuk memeluk Maria. Mereka menangis karena terharu.
Lalu bagaimana dengan perasaan Aska? Aska sangat bahagia sekali ketika membuat pertemuan ini menjadi nyata. Aska baru sadar kalau dirinya bisa membuat temannya itu bahagia.
Setelah itu Minah datang dengan membawa buah-buahan. Minah sengaja membuat buah-buahan itu untuk Maria.
Namun matanya tidak sengaja ketika melihat Luke. Minah menatap nanar pria muda yang mirip dengan Luke. Iya sengaja menjatuhkan keranjang buah-buahan itu. Hingga isinya jatuh berhamburan. Minah segera mendekat dan menatap wajah Fabian.
Luke yang mengetahui kedatangan Minah tersenyum bahagia. Setelah itu Luke meraih tangan Minah sambil berkata, "Dia putra kita."
"Apakah itu benar?" tanya Minah sambil memandang wajah Fabian sambil terisak.
Fabian yang dari tadi melihat Minah langsung memeluknya. Tanpa basa-basi ia memanggil Minah yaitu ibu. Meskipun tahu sifat Minah bagaimana, namun dirinya tidak berhak untuk menghakiminya. Fabian sendiri sedang mencerna apa yang telah terjadi dengan sahabatnya itu.
Satu keluarga itu saling berpelukan dan meluapkan rasa rindunya. Di taman itu akan menjadi sejarah besar dalam menyatukan keluarga remuk menjadi satu. Aska tersenyum sambil memandang wajah Adrian lalu berkata, "Hari ini aku sangat bahagia sekali. Fabian temanku sudah menemukan kedua orang tuanya. Sedangkan pamanku yang satu ini, sebentar lagi akan melepas masa lajangnya. Rasanya aku sudah menjadi pria sempurna."
Plakkkkkk.
Tidak sengaja Aska mendapat pukulan dari Maria. Dengan wajah cemberutnya, Maria berkata, "Tunggu sembilan bulan lagi. Nanti abang menjadi pria sempurna."
Adrian dan Andrew langsung tertawa memandang wajah Aska. Memang benar apa yang dikatakan oleh Maria. Beberapa bulan ke depan Aska sudah menggendong hasil kenakalannya terhadap Maria.
Dua keluarga itu pun akhirnya berkumpul dan memberikan semangat. Namun sebelum bubar, Minah menceritakan Kenapa dirinya bisa berpisah dengan putranya itu. Sungguh sangat terkejut mereka mendengarnya. Bisa dikatakan yang diceritakan oleh Minah itu modusnya mirip sekali dengan Aska. Minah menambahkan juga, kalau yang melakukannya adalah Benjamin. Jujur mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya. Mereka sudah tidak ada hubungannya lagi. Oleh karena itu mereka memutuskan untuk tidak mengunjungi Benjamin di markas Blue Dragon.
"Suatu masalah udah selesai. Tinggal masalahku dengan Maria. Aku pamit untuk melanjutkan malam ini hingga dua hari ke depan di hotel milik ayah," pamit Aska.
Mereka pun menganggukkan kepalanya sambil mengacungkan jempolnya. Mereka tahu kalau Aska sedang merayakan bulan madu dadakannya itu. Di sisi lain Fabian yang kembali ke keluarganya itu, berteriak mengucapkan terima kasih kepada Aska. Namun begitu Aska tersenyum sambil mengacungkan jempolnya. Setelah itu Aska dan Maria hilang dalam kegelapan malam. Akhirnya Fabian diajak oleh Minah pulang rumahnya.
__ADS_1
"Nak," panggil Minah kepada Fabian.
"Ada apa Bu?" tanya Fabian.