Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Terbaca Sudah Rencana Jamaludin.


__ADS_3

"Ampun deh nih orang. Bucinnya kebangetan," seru Aska yang meninggalkan Adrian dan Frank.


"Maksudku bukan begitu. Aku tidak akan membiarkan mereka keluar dari markas ini sebelum kalian kembali. Sebentar lagi calon istriku akan datang ke sini untuk menemani mereka.Janganlah kamu berpikiran negatif seperti itu," jelas Frank.


"Siapa kekasihmu? Aku baru mengetahui kalau kamu memiliki seorang kekasih," tanya Adrian.


"Malam ini kekasihku akan datang. Dia bernama Helen. Dia adalah ketua mata-mata di Blue Dragon. Tahun ini Helen sudah menyelesaikan S3 nya di bidang bisnis dan manajemen. Kamu bisa meminjamnya untuk mengurusi Aska Food international. Kalau kamu mau," jawab Frank yang menawarkan bantuan untuk mengurus Aska food international.


"Baiklah kalau begitu," balas Adrian yang mulai meninggalkan Frank.


"Kamu jangan berbuat onar selama di Paris. Jamaludin diam-diam ingin memancingmu keluar dari kandang. Dia sudah memiliki banyak rencana untuk menghabisimu. Bisa dikatakan Jamaludin balas dendam kepadamu saat roni-groninya kamu singkirkan begitu saja," seru Frank yang mengingatkan Adrian agar tidak berbuat onar di Paris.


Adrian pun menganggukkan kepalanya. Lalu Adrian mulai meninggalkan Frank. Apa yang dikatakan oleh Frank itu benar. Jamaludin sudah mengetahui kalau Adrian pensiun dari kepolisian. Ketika mengetahuinya Jamaludin sangat bahagia lalu merencanakan ingin menghabisi Adrian. Untung saja rencana itu telah diketahui oleh mata-mata Frank. Hingga akhirnya Adrian mengetahuinya. Akankah Adrian dan Aska bisa lolos dari Jamaludin? Ataukah Jamaludin masuk perangkap Adrian dan Aska? Kita lihat saja nanti.


Ketika masuk ke dalam kamar, Adrian menatap wajah Christina. Adrian mendekati Christina sambil berkata, "Besok aku harus ke Paris bersama Aska. Aku tidak akan membiarkan Asta ke sana bersama Max."


"Kenapa bisa begitu?" tanya Christina.


"Jamaludin sudah memblokade bandara atas nama Aska maupun nama keluarga kita. Jika kita masuk ke sana melalui bandara. Kita tidak akan bisa menginjak kota Paris maupun Prancis," jawab Adrian yang membuat Christina terkejut.


"Ada-ada saja itu Jamaludin. Bisa-bisanya Jamaludin sudah berbuat keonaran. Kita harus bagaimana? Kalau aku pulang ke sana, aku lewat mana?" tanya Christina yang mulai panik.


"Tenang saja. Setelah aku mengantarkan Azka mengambil sesuatu. Aku langsung pulang cepat dan menyusun strategi. Aku akan bekerja sama dengan para jenderal untuk memburu Jamaludin. Ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi. Semakin lama Jamaludin semakin membuat masalah. Tidurlah... Besok kamu sama Maria kedatangan seorang wanita yang bernama Helen. Dia adalah kekasihnya Frank. Jadi kalian tidak akan kesepian selama aku tinggal," jawab Adrian yang mulai meredakan kepanikan Christina.


Christina menganggukkan kepalanya lalu meninggalkan Adrian untuk berbaring di ranjang. Sementara di kamar sebelah, Aska menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Maria sempat menolak dan tidak membiarkan Aska ke sana. Namun saat Aska memberitahukan sang ayah ikut. Hati Maria sangat lega sekali. Ia tidak bisa membayangkan jika ada harus bertemu dengan Jamaludin dan tertangkap. Ia tidak akan bisa lagi menemukan pria yang membuatnya tertawa.


"Kamu tenang saja. Aku akan baik-baik saja di sana. Kemungkinan besar aku bersama ayah hanya sebentar saja," jelas Aska yang memeluk Maria.

__ADS_1


Jakarta Indonesia.


"Pita," panggil Stefani.


"Iya nyonya," sahut Pita sambil membawa susu untuk wanita itu.


"Apakah kamu sudah mengirimkan alamat rumah di Paris untuk Aska?" tanya Stefani.


"Sudah nyonya. Bahkan saya sudah memberikan petunjuk yang jelas untuk menuju ke rumah nyonya," jawab Pita sambil menaruh susu itu di hadapannya.


.


"Kalau begitu syukurlah. Kenapa aku bisa lupa tidak membawa dokumen itu? Padahal dokumen itu sangat penting sekali bagi Wicaksono Group," tanya Stefani sambil memandang wajah Pita.


"Maaf nyonya. Saya juga salah tidak mengingatkan Nyonya membawa dokumen tersebut. Tapi," jawab Pita yang menggantung.


"Jamaludin sudah membuat onar dengan cara memblokade bandara. Agar tuan muda Aska tidak boleh masuk ke Prancis," jawab Pita dengan jujur.


Sontak saja Stefani terkejut. Bagaimana bisa Jamaludin sudah berbuat keonaran seperti itu. Ini tidak bisa dibiarkan. Ingin rasanya Stefani menghabisi Jamaludin saat ini juga. Namun Pita menghadangnya terlebih dahulu.


"Sabar nyonya. Kita tidak boleh gegabah. Kemungkinan besar Tuan Adrian maupun Tuan Frank sudah mendengarnya. Mereka akan mencari cara untuk masuk ke sana tanpa sepengetahuan Jamaludin. Apalagi Tuan Adrian memiliki kekuasaan yang besar di kota Paris maupun negara Perancis. Maka dari itu Nyonya tenang saja dulu.saya akan mencari informasi selanjutnya dari Tuan Aska," jelas Pita yang membuat Stefani menganggukkan kepalanya.


Selesai mendapatkan penjelasan, Stefani mulai tenang dan berdoa. Agar Aska bersama pendampingnya dilancarkan segala urusannya. Setelah itu Stefani memutuskan untuk tidur.


Singapura.


Tepat pergantian hari, Frank bersama Romeo dan Max sedang berdiskusi. Malam itu Frank memberikan mereka pasukan khusus. Yang di mana mereka harus melatihnya dengan giat. Agar mereka siap kapan saja untuk menghadapi Jamaluddin.

__ADS_1


Frank tidak akan membiarkan Jamaludin bisa hidup tenang. Dengan terbentuknya dua pasukan khusus, di bawah naungan Max maupun Romeo. Frank bisa merubah keadaan Jamaludin dengan cepat.


Diam-diam Frank akan menduduki Paris secepatnya. Namun Frank harus berkoordinasi dengan Adrian. Agar dirinya bisa membentuk markas baru di Paris. Dengan kata lain Adrian akan mengesahkan Blue Dragon dengan wajah baru.


Keesokan harinya Aska dan Adrian bersiap-siap menuju kota Paris. Sebelum berangkat Frank mengingatkan untuk menemui pengacaranya.


"Jika kamu sudah sampai Paris dan menemukan dokumen itu. Temui seseorang yang bernama Andrew Anderson. Dialah pengacara yang selama ini aku sembunyikan untuk mengurus masalah besar di perusahaan," jelas Frank.


Aska terkejut dengan pernyataan Frank. Jujur kenapa Frank menyembunyikan seorang pengacara? Apakah Frank memiliki konspirasi? Entahlah hanya prank yang tahu.


Melihat keponakannya terkejut, Frank menjelaskan sedikit tentang Andrew Anderson. Aska pun paham dan tersenyum. Rupanya Frank memiliki otak licik untuk menjebak Jamaludin.


Kemudian mereka berpamitan dan langsung menuju ke bandara. Untung saja saat itu dokumen perjalanan milik Aska sudah selesai. Memang Maria bisa diandalkan untuk mengurusi dokumen tersebut.


Selamat dalam perjalanan Aska dan Adrian sibuk dengan ponsel masing-masing. Ayah dan anak itu pun diam-diam saling mengagumi satu sama lain. Meskipun tanpa banyak bicara, Adrian sangat mencintai putranya itu. Bahkan Adrian akan melindungi Aska dari Jamaluddin.


Beda lagi pemikiran dengan Aska. Aska akan bersikeras untuk menyerang Jamaludin berbagai cara. Banyak rencana yang akan membuat Jamaludin tunduk kepadanya. Namun ada tidak bisa menceritakan kepada siapapun. Begitu juga dengan Maria. Namun hal ini sifatnya sangat pribadi sekali.


"Hey boy," sapa Adrian dengan penuh senyum.


"Ayah," sahut Aska.


"Selama ini ayah tidak pernah berbicara banyak kepadamu. Oke... Mulai saat ini kita akan mendapatkan barisan untuk menghabisi Jamaludin dari berbagai arah. Ayah sudah tahu isi otakmu itu. Tapi kamu tidak menceritakan apapun kepada ayah," jelas Adrian.


"Itu benar pa," ucap Aska.


"Kenapa kamu tidak menceritakannya kepada ayah? Siapa tahu rencanamu itu berhasil," tanya Adrian.

__ADS_1


__ADS_2