Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Telepon Misterius.


__ADS_3

"Entah... Ayah sendiri tidak mengetahui soal itu. Tanyakan saja pada ibu," jawab Adrian.


"Kalau ibu mengenal silsilah dari garis keturunan kakekmu. Kalau nenekmu Ibu tidak terlalu mengenalnya. Karena garis keturunan nenekmu samar-samar yang Ibu dapatkan," sahut Christina.


"Kalau aku menarik kesimpulan. Benjamin sepertinya adalah keluarga kita," ucap Aska yang menarik kesimpulan tentang silsilah keluarganya itu.


"Setahuku nama Benjamin tidak ada di garis keturunan kakekmu. Kemungkinan besar Benjamin berada di garis keturunan nenekmu itu. Nanti aku pendekkan pada nenekmu ya," ujar Christina.


"Sepertinya itu tidak perlu. Aku akan mencarinya sendiri," sahut Aska.


Christina mengangguk tanda setuju. Iya membiarkan Aska mencari silsilah keluarganya. Dirinya tidak merasa curiga dengan silsilah keluarganya dari garis keturunan sang ibu. Setahu Christina ibunya itu berasal dari orang yang tidak mampu. Jauh dari sana saudara dan keluarga. Atau mungkin mereka tidak memiliki keluarga sama sekali.


Sementara itu Aska mulai curiga dengan silsilah keluarga besarnya. Dirinya merasa ada kejanggalan dari kasus yang sedang dihadapinya. Apalagi yang berhubungan dengan sang nenek. Apakah dirinya mampu mengungkap tabir rahasia ini? Karena selama ini ibunya tidak terlalu tertarik mempelajari silsilah keluarganya itu.


"Tuhan, bantu aku menghadapi semuanya. Aku harus mengungkapkan keluarga besarku ini. Aku merasa curiga kepada nenekku. Sepertinya nenekku yang membuat kegaduhan di dalam keluarga Wicaksono. Ditambah lagi dengan Benjamin. Jika sampai Benjamin adalah keluargaku. Jujur saja aku sangat malu sekali. Karena perlakuan mereka membuatku terpisah dari keluargaku sendiri," ucap Aska yang berdoa dalam hati.


Ada yang selesai mengungkapkan hatinya memutuskan untuk bekerja lagi. Dirinya akan tetap tenang untuk mencari jawaban atas keluarganya. Cepat atau lambat Tuhan akan membimbingnya untuk menemukan jawaban tersebut.


Seorang wanita yang berusia senja menatap sang asistennya. Wanita itu hanya bisa menghela nafasnya sambil menatap Sang asistennya lagi.


"Apakah kamu memiliki nomor cucuku?" tanya wanita itu.


"Memangnya ada apa nyonya?" tanya Pita.


"Aku akan menghubungi cucuku. Aku tidak akan menghubungi putriku terlebih dahulu. Jujur aku nggak mau putriku terkejut atas kedatanganku di sini," jawab wanita itu.


"Baiklah. Saya sudah mendapatkan nomor itu dari mata-mata yang sudah terjun ke lapangan," jelas Pita sambil memberikan kartu nama milik Aska.

__ADS_1


"Terima kasih pita. Kau adalah asisten terbaikku. Kalau begitu keluar lebih dahulu. Aku ingin menghubungi cucuku itu," suruh wanita itu sambil meraih kertas yang berada di meja.


Pita akhirnya mengalah dan keluar dari ruangannya. Lalu wanita itu meraih ponselnya dan mengetik nomor tersebut untuk menghubungi Aska. Pada awalnya Aska tidak mau terima karena pekerjaannya sangat menumpuk. Merasa terganggu karena ponselnya berdering, mau tidak mau Aska menerimanya.


"Selamat siang Aska Wicaksono," sapa wanita itu ke Aska.


Aska yang mendengar namanya dipanggil dengan lengkap sangat terkejut. Bagaimana bisa ada seseorang yang asing memanggil namanya dengan lengkap? Setahu dirinya, orang baru saja berkenalan dengannya tidak akan memanggil nama panjangnya menjadi satu.


"Halo Nyonya," sapa Aska dengan sopan.


"Bisakah kita bertemu malam ini?" tanya wanita itu.


"Maaf nyonya. Aku masih banyak pekerjaan," jawab Aska.


"Tidak apa-apa. Lain kali saja bertemunya Kalau kamu masih memiliki pekerjaan," ucap wanita itu dengan lembut.


"Memangnya ada apa nyonya? Apakah Nyonya akan berbisnis denganku? Apakah Nyonya akan mencari buah-buahan yang segar untuk dikonsumsi?" Tanya Aska dengan semangat.


"Baiklah nyonya. Tentukan restoran mana agar kita bisa bertemu. Jika Nyonya sudah menemukannya. Hubungi aku lagi ya," jawab Aska dengan ramah.


"Kamu adalah anak baik. Kamu adalah penerus dari garis keturunanku untuk mengelola perusahaanku. Tetaplah semangat cucuku!" Batin wanita itu.


"Baiklah. Aku yang akan menentukan restoran itu. Aku harap kamu datang," ucap wanita itu dengan lembut. "Kalau begitu aku berpamitan mengundurkan diri terlebih dahulu. Kamu harus semangat kerjanya dan jangan lupa makan siang. Aku nggak mau kamu


Sakit. Jika sakit kamu tidak bisa melakukan aktivitas selanjutnya," pesan wanita itu.


"Baik nyonya. Terima kasih atas kebaikanmu yang sudah mengingatkan saya. Kalau begitu saya akan melanjutkan pekerjaan," pinta Aska.

__ADS_1


Kemudian wanita itu tersenyum dan pamit undur diri.Lalu wanita itu mematikan ponselnya sambil tersenyum manis.


"Aku akan meminta Pita untuk menyiapkan restoran itu. Agar aku bisa bertemu dengan cucuku. Sudah cukup aku disakiti oleh kakakku sendiri. Aku akan meminta Aska untuk merebut semuanya. Terutama pada tahtaku itu," jelas wanita itu.


"Pita," panggil wanita itu.


Untung saja Pita masih berada di depan pintu. Kita memang sengaja tidak pergi dari ruangan itu. Karena selesai menghubungi seseorang, wanita itu selalu memberikan tugas. Seperti saat ini suara wanita itu sengaja memanggilnya.


Akhirnya Pita masuk ke dalam sambil menatap wajah wanita itu. Kemudian pita bertanya, "Apa yang harus aku lakukan?"


"Siapkan restoran terbaik untuk menyambut kedatangan Aska!" perintah wanita itu dan mendapatkan anggukan dari Pita.


"Baik nyonya. Nanti saya akan menghubungi pihak restoran terbaik yang berada di kota ini," balas Pita dengan lembut.


Lalu pita mencari keberadaan restoran yang terbaik. Wanita muda itu sangat bahagia sekali. Saat dirinya melihat sang nyonya akan bertemu dengan seseorang. Setelah mendapatkan restoran itu, pita langsung memesan satu ruangan VVIP. Selesai menghubungi pihak manajemen dari restoran itu, Pita memutuskan untuk melaporkan ke wanita itu.


Alangkah bahagianya wanita berusia senja itu. Dirinya seakan-akan menang lotre dan menyingkirkan para musuhnya. Namun kenyataan itu bisa dibenarkan. Selama ini wanita itu hidupnya sangat terkekang dengan adanya Julia palsu.


Kembali ke ruangan Aska Food. Aska yang selesai mendapatkan telepon dari seseorang hanya bisa menghela nafasnya. Dirinya sangat terkejut mendengar wanita itu mengajaknya bertemu. Namun hatinya tidak bisa menolaknya. Karena Aska memiliki suatu ikatan dengan wanita itu.


Satu pesan masuk ke dalam ponsel Azka. Dirinya membaca isi pesan itu sambil mengerutkan keningnya. Bukankah restoran itu sering sekali dikunjunginya bersama Christina. Akan tetapi restoran itu berada di jalan xxx. Lalu Aska membalasnya dengan tulisan ya.


Kemudian Aska melanjutkan pekerjaannya itu. Akan tetapi ada sangat penasaran dengan wanita itu. Tiba-tiba saja otaknya mulai terpecah belah. Dirinya teringat akan nama Julia.


"Kenapa Aku teringat dengan Julia. Aku sangat penasaran sekali dengan nama itu. Aku harus menyelidikinya sekarang. Abaikan saja ini pekerjaan terlebih dahulu," batin Aska.


Jujur otak Aska sangat penuh sekali dengan masalah. Ketika melihat map-map yang menumpuk, Aska sudah tidak sanggup lagi mengerjakannya. Ia akhirnya mengambil keputusan untuk mencari tahu siapa itu Julia.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Christina datang sambil menatap Aska. Wanita paruh baya itu pun tahu kalau anaknya sedang gelisah. Dirinya segera mendekat sambil menatap wajah Aska.


"Kamu kenapa? Tiba-tiba saja Ibu merasakan perasaan yang tidak enak. Apakah kamu ada masalah?" tanya Christina.


__ADS_2